Event

GMLS Dorong OSIS SMAN 1 Bayah Manfaatkan Media Sosial untuk Edukasi Mitigasi

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS Dorong OSIS SMAN 1 Bayah Manfaatkan Media Sosial untuk Edukasi Mitigasi Tanggal Rilis: 23 Juni 2026 | 21:18 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan lokakarya bertajuk “FYP: For Your People, to Make Impact” di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai penggerak komunikasi di lingkungan sekolah guna meningkatkan kapasitas mereka dalam memanfaatkan media sosial untuk edukasi mitigasi bencana. Lokakarya yang dirancang oleh mahasiswa UMN, Sharon Putri Kiathama, bersama GMLS ini hadir untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi kebencanaan serta pemanfaatan platform digital sebagai media penyebaran informasi. Sebagai wilayah pesisir dengan potensi risiko gempa bumi dan tsunami, kawasan Lebak Selatan sangat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda, dalam membangun budaya kesiapsiagaan. Melalui lokakarya tersebut, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai komunikasi digital, karakteristik media sosial, strategi pembuatan konten, hingga cara menyampaikan pesan mitigasi yang kreatif dan mudah diterima kaum muda. Materi ini juga mendorong peserta memahami bahwa media sosial bukan sekadar ruang dokumentasi kegiatan sekolah, melainkan dapat menjadi kanal edukasi publik yang berdampak positif. Anggota OSIS dipilih sebagai peserta utama mengingat peran strategis mereka sebagai pemimpin opini (opinion leader) di lingkungan sekolah. Melalui posisi tersebut, mereka diharapkan mampu menjadi jembatan penyebaran informasi kesiapsiagaan bencana kepada siswa lainnya serta piawai menciptakan konten edukasi yang relevan. Pelaksanaan lokakarya ini menggunakan pendekatan partisipatif yang diisi dengan pemaparan materi, diskusi terbuka, serta praktik penyusunan ide konten mitigasi bencana. Para peserta bahkan diberi kesempatan untuk merancang konsep kalender konten sebagai bentuk latihan menyusun strategi komunikasi kebencanaan secara riil di media sosial. Direktur GMLS Anis Faisal Reza menyampaikan, keterlibatan generasi muda merupakan pilar penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. “Mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Generasi muda memiliki peran besar karena mereka mampu menjadi penyampai pesan yang dekat dengan lingkungannya,” tutur Anis. Melalui inisiatif ini, GMLS berharap para pengurus OSIS SMAN 1 Bayah dapat menjelma menjadi motor penggerak dalam menghadirkan informasi mitigasi bencana yang kreatif, komunikatif, dan berkelanjutan, baik bagi warga sekolah maupun masyarakat sekitar. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS Dorong OSIS SMAN 1 Bayah Manfaatkan Media Sosial untuk Edukasi Mitigasi Read More »

Rambu Evakuasi Kearifan Lokal Sunda Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar Bayah

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Rambu Evakuasi Kearifan Lokal Sunda Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar Bayah Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:46 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sosialisasi Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal Sunda di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman gempa bumi serta tsunami melalui media komunikasi yang memanfaatkan bahasa dan identitas budaya lokal. Sebagai wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, kawasan Bayah memiliki potensi risiko gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi. Meski demikian, upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, mengenai jalur evakuasi dan langkah penyelamatan diri masih menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat. Manajer Proyek kegiatan, Raadivah Shulha, berupaya menghadirkan media komunikasi kebencanaan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat melalui rambu evakuasi berbasis kearifan lokal tersebut. Penggunaan unsur budaya Sunda di dalam rambu diharapkan dapat membangun kedekatan emosional sehingga pesan mitigasi tidak sekadar dipahami, tetapi juga lebih mudah diingat dan diterapkan saat situasi darurat. Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan penjelasan secara interaktif mengenai pentingnya mengenali rambu evakuasi, memahami jalur penyelamatan, serta mengetahui langkah-langkah krusial saat bencana terjadi. Keterlibatan aktif peserta menjadi fokus utama agar proses pembelajaran berjalan dua arah. Pembina OSIS SMAN 1 Bayah Ryan Fazryana Nugraha menyampaikan, pendekatan budaya lokal memiliki peran vital dalam meningkatkan efektivitas komunikasi mitigasi bencana. “Melalui penggunaan bahasa dan identitas budaya Sunda, kami berharap pesan-pesan mitigasi dapat terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa. Ketika masyarakat merasa memiliki kedekatan dengan media yang digunakan, maka informasi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ryan. Kolaborasi antara UMN dan GMLS ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam edukasi kebencanaan berbasis masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar upaya transfer pengetahuan, melainkan langkah awal dalam membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan warga Bayah. Ke depan, para siswa yang telah teredukasi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan mitigasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan masyarakat pesisir yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang dapat terwujud __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rambu Evakuasi Kearifan Lokal Sunda Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar Bayah Read More »

Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Hadir lewat Film dan Musik Sunda

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Hadir lewat Film dan Musik Sunda Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:35 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard LEBAK – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan melalui kegiatan Festival Budaya Mitigasi: Pergelaran Seni dan Apresiasi Karya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini memadukan unsur seni, budaya, dan edukasi mitigasi sebagai upaya membangun kesadaran bencana yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Program yang mendapat dukungan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini dipimpin oleh Manajer Proyek Ramadhan Alraziyn sebagai bagian dari pengembangan metode komunikasi mitigasi yang kreatif dan mudah diterima generasi muda. Ratusan pelajar tampak memadati area kegiatan sejak acara dimulai. Berbagai karya edukasi kebencanaan dan perlombaan ditampilkan dalam format interaktif, melengkapi pendekatan sosialisasi yang selama ini cenderung konvensional. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemutaran perdana film pendek berjudul Cerita Lama, Peringatan Nyata. Film ini mengangkat memori kolektif masyarakat Bayah terhadap ancaman tsunami di wilayah pesisir selatan Banten. Melalui kisah yang dekat dengan pengalaman masyarakat setempat, penonton diajak untuk memahami kembali pentingnya kesiapsiagaan. Pendekatan visual sengaja dipilih untuk menjembatani pengetahuan kebencanaan agar lebih mudah diserap oleh kaum muda. Selain film, pengunjung juga diajak mengenal lagu mitigasi berbahasa Sunda berjudul “Tong Balik Deui” hasil karya Cipt. Steven Eduard. Lagu ini disajikan sebagai media edukasi alternatif untuk mengenali tanda-tanda alam tsunami sekaligus langkah penyelamatan diri. Melalui alunan musik, pesan kebencanaan disampaikan dalam bentuk yang lebih mudah diingat sehingga berpotensi menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ramadhan menjelaskan, pendekatan budaya dipilih karena memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus selalu disampaikan melalui seminar atau sosialisasi formal. Seni, film, dan musik dapat menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap risiko bencana,” tuturnya. Guna mengukur tingkat keberhasilan edukasi, para pengunjung yang hadir mengikuti tes awal dan tes akhir (pre-test dan post-test) kesiapsiagaan bencana melalui sistem digital yang disediakan panitia. Metode ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal masyarakat sekaligus menjadi bagian dari evaluasi efektivitas kampanye mitigasi. Melalui Festival Budaya Mitigasi ini, GMLS berharap dapat melahirkan model edukasi kebencanaan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kearifan lokal. Dukungan UMN dalam pengembangan pendekatan komunikasi berbasis seni dan budaya ini diharapkan mampu memperkuat upaya dalam membangun masyarakat pesisir yang sadar risiko dan tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Hadir lewat Film dan Musik Sunda Read More »

Permainan Papan Bayura, Cara Baru Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Permainan Papan Bayura, Cara Baru Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:22 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melaksanakan uji coba permainan papan (board game) BAYURA atau Bayah Urat Laut di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan media edukasi mitigasi bencana yang lebih interaktif dan mudah dipahami oleh generasi muda. Permainan papan ini dikembangkan oleh Adestia Febrianti bekerja sama dengan GMLS sebagai media pembelajaran pengurangan risiko bencana (PRB) berbasis kearifan lokal. BAYURA dirancang secara khusus untuk membantu siswa memahami konsep PRB melalui pendekatan permainan yang menggabungkan unsur edukasi kebencanaan dengan kearifan lokal masyarakat Bayah. Melalui berbagai kartu tantangan, pertanyaan, dan skenario, pemain diajak untuk mengenali tanda-tanda bencana, memahami langkah evakuasi, serta mempelajari tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat. Uji coba tersebut melibatkan para siswa SMAN 1 Bayah sebagai pengguna utama guna mengukur efektivitas permainan dalam menyampaikan pesan mitigasi. Antusiasme peserta terlihat jelas selama permainan berlangsung. Para siswa tampak aktif berdiskusi dan saling menjawab berbagai pertanyaan terkait gempa bumi, tsunami, dan kesiapsiagaan darurat. Salah satu peserta, Tegar Ikhwanussafa, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda melalui media tersebut. “BAYURA membuat materi mitigasi bencana lebih mudah dipahami karena disampaikan melalui permainan. Belajarnya jadi lebih seru dan informasinya lebih mudah diingat dibandingkan hanya membaca atau mendengarkan penjelasan,” ujar Tegar. Pengembang BAYURA Adestia Febrianti menuturkan, permainan ini memang diciptakan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan bagi siswa. “Kami ingin menghadirkan media edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mengajak peserta untuk berpikir, berdiskusi, dan mengambil keputusan dalam berbagai situasi kebencanaan. Melalui permainan, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menarik,” tuturnya. Berbagai masukan dari para siswa dalam uji coba ini akan digunakan untuk menyempurnakan desain dan mekanisme permainan sebelum diproduksi lebih lanjut. BAYURA diharapkan dapat menjadi inovasi media pembelajaran kebencanaan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kaum muda. Kolaborasi apik antara institusi pendidikan, komunitas kebencanaan, dan generasi muda ini menunjukkan bahwa edukasi mitigasi dapat dikemas secara kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, permainan papan BAYURA diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas di sekolah-sekolah lain, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki risiko bencana tinggi. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Permainan Papan Bayura, Cara Baru Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Read More »

Program Bayah Ready Latih 150 Peserta Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Program Bayah Ready Latih 150 Peserta Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:13 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Sebanyak 150 peserta yang terdiri atas siswa, guru, tenaga kependidikan, relawan, dan tim pelaksana mengikuti Simulasi Evakuasi Gempa Bumi dan Tsunami Skenario Selat Sunda di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bayah Ready, sebuah inisiatif Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang didukung oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. Manajer Proyek Bayah Ready, Abigail Serena, yang mengoordinasikan perancangan dan pelaksanaan kegiatan menyampaikan, program ini tidak sekadar menghadirkan simulasi evakuasi. Bayah Ready juga mencakup lokakarya komunikasi bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), penyusunan prosedur operasi standar (POS) kebencanaan, serta pengembangan modul mitigasi bagi guru dan wali murid guna membangun sistem kesiapsiagaan sekolah yang berkelanjutan.  Simulasi tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan skenario gempa bumi bermagnitudo 8,6 di zona megathrust Selat Sunda yang berpotensi memicu tsunami. Seluruh peserta mempraktikkan prosedur merunduk, berlindung, dan berpegangan (drop, cover, and hold on). Setelah itu, mereka melakukan evakuasi menuju Titik Kumpul Awal, Tempat Evakuasi Sementara (TES), hingga Tempat Evakuasi Akhir (TEA) melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.  Selama proses evakuasi berlangsung, informasi perkembangan situasi disampaikan secara berkala melalui mekanisme pengumuman peringatan dini yang dikomandoi oleh Komandan Insiden (Incident Commander). Peserta juga mengikuti proses reunifikasi dan mekanisme penjemputan sebagai gambaran utuh penanganan pascabencana. Melalui pendekatan berbasis pengalaman ini, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya pengambilan keputusan yang cepat serta koordinasi yang efektif saat menghadapi situasi darurat.  Salah satu guru SMAN 1 Bayah, Mia Tri Octarina, menyampaikan apresiasinya terhadap simulasi tersebut. “Kegiatan ini sangat menyenangkan karena melibatkan langsung berbagai unsur di lingkungan sekolah. Biasanya, sebuah kegiatan hanya berfokus pada siswa-siswi, tetapi kali ini guru dan tenaga kependidikan juga ikut terlibat. Hal tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih nyata, kolaboratif, dan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami semua,” ujar Mia.  Terkait pelaksanaan tersebut, Abigail menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana mutlak dibangun melalui pengalaman nyata, bukan hanya sebatas teori di dalam ruang kelas.  “Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar sehingga peserta tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Harapannya, budaya siaga bencana dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah,” tuturnya. Melalui program Bayah Ready, GMLS dan UMN berharap sekolah di kawasan rawan bencana dapat membangun sistem kesiapsiagaan yang komprehensif lewat penguatan komunikasi krisis, pemanfaatan jalur evakuasi, penyusunan prosedur operasional, dan simulasi berkala. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi model edukasi mitigasi yang direplikasi di satuan pendidikan lainnya agar semakin banyak warga sekolah yang terlindungi. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Program Bayah Ready Latih 150 Peserta Simulasi Evakuasi Gempa dan Tsunami Read More »

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Berbahasa Sunda “Tong Balik Deui” di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Berbahasa Sunda “Tong Balik Deui” di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 15:49 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan lagu edukasi mitigasi bencana berbahasa Sunda berjudul “Tong Balik Deui”. Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian Pergelaran Seni Bayah Meulis di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (12/6/2026). Lagu tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui media seni dan budaya lokal. Dengan menggunakan bahasa Sunda, “Tong Balik Deui” mengangkat pesan kesiapsiagaan terhadap ancaman tsunami yang relevan dengan kondisi masyarakat pesisir di wilayah Bayah dan Lebak Selatan. Karya ini diperkenalkan langsung kepada siswa, guru, dan masyarakat melalui penampilan perdana sang pencipta, Steven Eduard, yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN. Melalui lirik yang sederhana, lagu ini mengajak masyarakat mengenali tanda ancaman tsunami, memahami pentingnya evakuasi mandiri, serta meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana. Pengembangan lagu “Tong Balik Deui” dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media komunikasi mitigasi yang lebih kreatif dan mudah diterima masyarakat. Direktur GMLS Anis Faisal Reza menyampaikan, pendekatan edukasi kebencanaan perlu terus beradaptasi dengan karakteristik masyarakat agar pesan yang disampaikan berjalan efektif. “Mitigasi bencana tidak hanya berbicara tentang teknologi dan prosedur evakuasi, tetapi juga bagaimana pesan kesiapsiagaan dapat dipahami dan diingat oleh masyarakat. Melalui musik, kami mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan budaya lokal,” ujar Anis. Proses penciptaan lagu ini turut melibatkan guru seni SMAN 1 Bayah, Ade Apriani. Ia berkontribusi memastikan penggunaan bahasa Sunda dalam lirik tersebut tetap sesuai dengan konteks kearifan lokal masyarakat setempat. “Musik memiliki kemampuan untuk membangun ingatan dan menyampaikan pesan secara sederhana. Diharapkan informasi mengenai kesiapsiagaan bencana dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat,” kata Ade. Peluncuran karya seni mitigasi ini mendapat respons positif dari 100 lebih peserta Bayah Meulis yang hadir. Melalui kolaborasi GMLS dan UMN, “Tong Balik Deui” diharapkan menjadi media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran siaga bencana, sekaligus memperkuat peran seni budaya lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Berbahasa Sunda “Tong Balik Deui” di Lebak Selatan Read More »

OSIS Siaga Perkuat Peran Siswa dalam Komunikasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events OSIS Siaga Perkuat Peran Siswa dalam Komunikasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah Tanggal Rilis: 16 Juni 2026 | 12:34 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH, – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dengan dukungan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar lokakarya bertajuk “OSIS SIAGA: Speak Up for Safety” di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui penguatan kapasitas komunikasi siswa, khususnya pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Lokakarya tersebut merupakan bagian dari program edukasi mitigasi bencana berbasis sekolah yang dikembangkan GMLS. Tujuannya adalah mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menyebarluaskan informasi keselamatan dan kesiapsiagaan kepada lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan komunikasi yang partisipatif, siswa didorong untuk memahami peran strategis mereka dalam mendukung upaya mitigasi bencana di sekolah. Manajer Proyek kegiatan, Ricky Marsanday, menjelaskan bahwa penguatan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan. “Mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai risiko, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi yang tepat, jelas, dan menenangkan saat situasi darurat terjadi. Melalui program ini, kami ingin mendorong siswa menjadi agen komunikasi keselamatan di lingkungan sekolah,” ujar Ricky. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi berdasarkan buku saku OSIS SIAGA: Speak Up for Safety. Panduan ini dirancang khusus untuk membantu pengurus OSIS memahami peran mereka dalam komunikasi mitigasi bencana. Modul tersebut memuat berbagai materi mengenai penyampaian pesan keselamatan, kesiapsiagaan sekolah, serta peran siswa dalam mendukung koordinasi dan edukasi kebencanaan. Untuk memperdalam praktik komunikasi, lokakarya ini menghadirkan pendongeng dari Dongeng Academy, Resha, sebagai narasumber. Melalui sesi interaktif dan bermain peran (role play), peserta diajak mempraktikkan berbagai skenario komunikasi saat menghadapi situasi bencana. Sesi ini memberikan pemahaman bahwa komunikasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ketenangan, membangun kepercayaan, dan mendukung koordinasi ketika terjadi kondisi darurat. Dengan pendekatan yang aplikatif, siswa dapat memahami cara menyampaikan informasi keselamatan kepada teman sebaya secara jelas dan mudah dipahami. Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan GMLS bersama UMN dalam memperkuat edukasi mitigasi bencana di kalangan pelajar. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko ancaman alam. Melalui lokakarya ini, GMLS berharap para pengurus OSIS dapat berperan lebih aktif sebagai penggerak budaya kesiapsiagaan di sekolah. Kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan, dan generasi muda ini diharapkan mampu memperkuat upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan di wilayah Lebak Selatan. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

OSIS Siaga Perkuat Peran Siswa dalam Komunikasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah Read More »

Sawala Lembur Perkuat Literasi Kebencanaan Pelajar di Bayah

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Sawala Lembur Perkuat Literasi Kebencanaan Pelajar di Bayah Tanggal Rilis: 16 Juni 2026 | 12:08 Lokasi: Panggarangan  Penulis: Steven Eduard BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menghadirkan program edukasi mitigasi bencana bertajuk Sawala Lembur di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya sadar bencana di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang menggabungkan pengetahuan kebencanaan dan kearifan lokal. Sebanyak 60 pelajar mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman terhadap risiko bencana sekaligus membangun kesiapsiagaan sejak usia sekolah. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara GMLS dan UMN dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana. Manajer Proyek Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, menilai, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan kesadaran mitigasi kepada masyarakat sejak dini. “Mitigasi bencana tidak cukup hanya dibangun saat terjadi keadaan darurat. Kesadaran harus tumbuh jauh sebelumnya melalui pendidikan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan generasi muda,” ujar Gina. Menurutnya, pelajar memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mitigasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Salah satu fokus utama Sawala Lembur adalah memperkenalkan pengetahuan lokal yang selama ini berkembang di masyarakat pesisir selatan sebagai sistem peringatan dini. Melalui gelar wicara (talkshow) bertajuk “Bahasa Laut sebagai Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana”, peserta diajak memahami cara masyarakat membaca tanda-tanda alam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta menjelaskan, pengintegrasian ilmu pengetahuan modern dengan pengalaman masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih efektif. Selain sesi diskusi, acara ini juga menjadi momentum peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal. Buku tersebut dikembangkan sebagai media edukasi publik agar masyarakat lebih mudah memahami jalur evakuasi dan prosedur keselamatan melalui pendekatan visual. Para peserta juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif, termasuk permainan papan (board game) mitigasi bencana dan pameran media edukasi yang memperkenalkan konsep kesiapsiagaan secara menarik dan aplikatif. Kepala SMAN 1 Bayah Asep Darmamulya mengapresiasi inisiatif edukasi kebencanaan yang menyasar langsung para pelajar tersebut. “Pengetahuan mitigasi bencana merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi ancaman bencana. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelajar,” katanya. Melalui Sawala Lembur, GMLS dan UMN berharap sinergi antara komunitas, institusi pendidikan, dan pemerintah makin kuat dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Bagi warga Lebak Selatan, langkah ini menjadi wujud nyata dalam membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sawala Lembur Perkuat Literasi Kebencanaan Pelajar di Bayah Read More »

Mahasiswa UMN Gelar Pameran Edukasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN Gelar Pameran Edukasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah Tanggal Rilis: 01 Juni 2026 | 20:10 Lokasi: Tangerang  Penulis: Steven Eduard TANGERANG, 1 Juni 2026 – Sebanyak 70 siswa SMA Negeri 1 Bayah bersiap mengikuti kegiatan pameran edukasi mitigasi bencana bertajuk “Sawala Lembur” pada Rabu, 10 Juni 2026 mendatang. Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang tengah melaksanakan Humanity Project di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Selain menghadirkan pameran edukatif, acara ini akan dikemas dengan konsep interaktif guna meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana di kawasan pesisir selatan Banten. Penyelenggara kegiatan, Gina Fajriatien Nisa, mengatakan bahwa Sawala Lembur dirancang sebagai ruang belajar kreatif untuk memperkuat literasi kebencanaan sejak dini. “Dalam pameran edukasi ini, kami juga mengadakan talkshow yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan, khususnya para siswa dalam menghadapi bencana di wilayah pesisir Banten Selatan,” ujar Gina dalam keterangannya, Senin (1/6/2026). Terdapat tiga agenda utama yang akan dihadirkan dalam pameran tersebut, yaitu peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal, edukasi siaga bencana melalui media board game, serta talkshow interaktif mengenai kebencanaan. Menurut Gina, inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah serta sejumlah pegiat mitigasi bencana setempat, termasuk Abah Lala, pendiri Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). GMLS sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang aktif membangun kemandirian warga dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir Banten Kidul. Dukungan dari pihak sekolah mengemuka dalam audiensi antara tim mahasiswa UMN dengan Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darma Mulya, yang didampingi Pembina Pramuka, Nahrudin, serta Pembina Palang Merah Remaja (PMR), Nanang. Kepala SMAN 1 Bayah, Asep Darma Mulya, menyambut positif agenda ini. Menurutnya, edukasi kebencanaan merupakan kebutuhan mendesak bagi pelajar yang tinggal di wilayah rawan. “Kegiatan ini sangat baik. Belum pernah ada sebelumnya pameran yang mengangkat tema mitigasi bencana di sekolah kami. Karena itu, kami tentu mendukung penuh pelaksanaannya,” ungkap Asep. Secara terpisah, Gina menilai pendekatan melalui pameran dan simulasi game jauh lebih efektif dan menarik bagi siswa ketimbang metode ceramah satu arah. Sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, pesisir selatan Kabupaten Lebak memang memiliki kerentanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Kondisi geografis inilah yang mendasari pentingnya membangun budaya siaga sejak usia sekolah. Apresiasi serupa datang dari para pembina Pramuka dan PMR SMAN 1 Bayah. Mereka menilai nilai-nilai kesiapsiagaan dan kepedulian sosial dalam gerakan “Sawala Lembur” sejalan dengan penguatan karakter siswa di organisasi mereka. Melalui media edukasi yang interaktif, para peserta nantinya diajak mengenali risiko di lingkungan sekitar serta langkah-langkah pengurangan risiko bencana yang dapat diterapkan sehari-hari. Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan Sawala Lembur ini juga didukung oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD KWRI) Provinsi Banten dan radio Panorama FM. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pameran “Sawala Lembur” mampu melahirkan generasi muda yang lebih mawas diri, tanggap darurat, dan aktif membangun budaya siaga bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. __ Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN Gelar Pameran Edukasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah Read More »

Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban”

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban” Tanggal Rilis: 25 Mei 2026 | 18:10 Lokasi: Jakarta   Penulis: Steven Eduard JAKARTA, 25 Mei 2026 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dengan bangga mengumumkan bahwa Direktur GMLS, Anis Faisal Reza atau yang akrab disapa Abah Lala, telah menerima penghargaan bergengsi *Liputan 6 Awards 2026* untuk kategori Sustainability (Keberlanjutan). Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas dedikasi dan inisiatif nyata GMLS dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami megathrust di kawasan pesisir Lebak, Banten. Momen penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Bapak Dodi Hanggodo, yang menyerahkan trofi secara langsung kepada Abah Lala. Dalam pidato kemenangannya, Abah Lala menyoroti realitas di lapangan yang ia temukan selama lebih dari satu dekade bergerak di bidang kebencanaan. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi jauh lebih kompleks daripada sekadar mempersiapkan fisik bangunan atau jalur evakuasi. “Baru 11 tahun saya berkecimpung di dunia pengurangan risiko bencana. Tapi ternyata yang saya temukan, pengurangan risiko bencana itu tidak sederhana. Belajar berlindung dari gempa, tas siaga bencana, atau mempersiapkan tempat evakuasi—kami menemukan banyak hal yang lebih dalam. Kami menemukan banyak kerentanan di sana; ada problem literasi, pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga perlindungan kelompok rentan dan anak-anak. Sehingga pada akhirnya kami menyimpulkan, pengurangan risiko bencana sejatinya adalah rekonstruksi peradaban kita sendiri,” ujar Abah Lala. Gerakan akar rumput yang diinisiasi oleh Abah Lala bersama tim GMLS di Desa Panggarangan berfokus pada pendekatan yang komprehensif. Mulai dari diskusi kampung, simulasi evakuasi, hingga edukasi di sekolah-sekolah, masyarakat diajak untuk mengenali tanda-tanda alam dan merespons sistem peringatan dini secara mandiri. Upaya kolektif ini sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO melalui program Tsunami Ready, yang membuktikan bahwa kesadaran kesiapsiagaan yang kuat dapat dan harus dibangun dari tingkat desa. Merespons pidato dan pencapaian GMLS, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus komitmen nyata dari pemerintah pusat. Beliau menyatakan kesiapan Kementerian PU untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan penuh dalam penyediaan infrastruktur tahan gempa. “Kami banyak membangun shelter dan beberapa bangunan yang lebih tahan gempa. Jika di area Bapak atau di tempat lain di seluruh negeri membutuhkan dukungan dari kami untuk menyiapkan shelter evakuasi manakala diperlukan nantinya, insyaallah bisa kontak saya atau tim, dan kami akan bantu,” tegas Bapak Dodi Hanggodo. GMLS berharap penganugerahan Liputan 6 Awards ini tidak hanya menjadi perayaan bagi masyarakat Lebak Selatan, tetapi juga mampu menjadi katalisator semangat yang menginspirasi 5.700 desa rawan tsunami lainnya di seluruh Indonesia untuk terus bergerak, beredukasi, dan membangun ketangguhan bersama. — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban” Read More »

Shopping Cart