Event

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI

DONATE events GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Tanggal Rilis: 19 November 2025 | 22:11 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Lovenia Megumi | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 19 NOVEMBER 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan menggelar Festival Sagara Asih, sebuah program edukasi kebencanaan ramah anak yang mengangkat kearifan lokal pesisir. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 08.00–11.30 WIB di Kampung Gardu Timur, area sebelah Jembatan Cisiih, Kecamatan Panggarangan. Edukasi Mitigasi Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal Festival Sagara Asih hadir untuk mendekatkan konsep kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak melalui cara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Program ini mengadaptasi kearifan lokal Caah Laut, yaitu pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir terkait perubahan cuaca, gelombang, angin, dan tanda-tanda alam lain yang selama ini menjadi panduan alami dalam menghadapi potensi bahaya. GMLS melihat bahwa pendekatan lokal seperti ini tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga mampu menjembatani pemahaman anak-anak terhadap pengetahuan kebencanaan modern. Dengan menggabungkan observasi tradisional dan prinsip-prinsip mitigasi berbasis sains, festival ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan yang bersifat holistik dan mudah dipraktikkan. Tiga Pos Permainan dengan Pendekatan CCDRR Anak-anak akan mengikuti tiga pos permainan edukatif yang dikembangkan berdasarkan Child-Centered Disaster Risk Reduction (CCDRR). Melalui aktivitas interaktif ini, mereka akan belajar mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami peta keselamatan kampung, dan berlatih mengambil peran sederhana sebagai penolong di lingkungan sekitar. Setiap pos dirancang aman, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Peluncuran Media Pembelajaran Kebencanaan Dalam festival ini, GMLS dan mahasiswa juga memperkenalkan sejumlah media pembelajaran baru yang siap digunakan oleh sekolah maupun komunitas, yaitu: Buku Aktivitas Si Komi (Cluster Karya: Media Alternatif – Fidellia Geisca), Boardgame Opat Kawani Elod (Cluster Karya: Media Alternatif – Clarance Sabrina), Musik video “Pahlawan Siaga” (Cluster Karya: Media Alternatif – Nashita Nashwa). Produk-produk ini disiapkan untuk memperkaya materi edukasi kebencanaan yang relevan dan dapat digunakan secara mandiri oleh keluarga. Tujuan dan Harapan GMLS menegaskan bahwa Festival Sagara Asih merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah pesisir selatan Lebak. Dengan melibatkan generasi muda, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami. Kolaborasi dengan mahasiswa UMN juga memperkaya acara melalui sentuhan kreatif yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Pendekatan seperti ini menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara menyenangkan tanpa mengurangi substansi penting yang harus dipahami anak-anak. Keterlibatan Peserta Acara ini terbuka bagi anak-anak sekolah dasar di Kampung Gardu Timur dan kawasan sekitarnya. Seluruh kegiatan akan difasilitasi oleh pendamping dan relawan GMLS yang telah mendapatkan pelatihan dasar mitigasi bencana untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta. Informasi teknis lebih lanjut, termasuk pembagian kelompok dan alur kegiatan, akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Read More »

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Tanggal Rilis: 10 November 2025 | 15:41 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Nashita Nashwa | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 10 November 2025 – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Nashita Nashwa, meluncurkan video musik berjudul “Pahlawan Siaga”, yang mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana di wilayah pesisir Lebak Selatan, Tangerang Selatan. Peluncuran lagu ini akan berlangsung melalui acara “Sagara Asih” di Kampung Gardu Timur, dengan sasaran utama 45 anak dan keluarga pesisir sebagai peserta kegiatan. Nashita Nashwa menciptakan lagu “Pahlawan Siaga” sebagai bentuk respons terhadap kondisi geografis Kampung Gardu Timur yang berada di zona rawan bencana. Melalui karya ini, ia berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman banjir tahunan, gempa bumi, dan potensi tsunami megathrust yang mengintai wilayah tersebut. “Musik bisa menjadi jembatan antara edukasi dan kesadaran,” ujar Nashita Nashwa. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati lagu, tapi memahami bahwa kesiapsiagaan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri, keluarga, dan kampung halaman.”  Kolaborasi dengan Komunitas Lokal  “Pahlawan Siaga” merupakan hasil kolaborasi Nashita dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, komunitas yang fokus pada edukasi pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir. Lagu ini mengusung pesan kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi bencana alam.  Format Acara Intim dan Edukatif  Berbeda dari konser besar, “Sagara Asih” dirancang dengan format rumahan dan intim. Acara ini mengundang sekitar 45 orang dengan target utama anak-anak. Setiap undangan wajib melakukan registrasi terlebih dahulu untuk menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.   Acara digelar di Kampung Gardu Timur, yang dikenal juga sebagai Kampung Elod, terletak di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Acara tersebut diselenggarakan pada 22 November 2025 pukul 08.30-11.45 WIB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, menjadi momen penting lahirnya karya “Pahlawan Siaga.”   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 858‑8820‑0600‬Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Read More »

Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan Tanggal Rilis: 16 Oktober 2025 | 00:41 WIB Lokasi: Eshal Garden Penulis: Fidellia Geisca | Editor: Francisco Anderson Lebak, 11 Oktober 2025 – Sambil bermain di halaman rumah warga, sembilan anak di Kampung Eshal Garden, Lebak Selatan, belajar cara menghadapi gempa dan tsunami lewat berbagai permainan edukatif yang seru. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) sore, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran siaga bencana sejak usia dini. Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus meningkatkan ketangguhan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana alam. Melalui metode pembelajaran berbasis permainan, topik kebencanaan disampaikan secara ringan dan kontekstual agar lebih mudah dipahami anak-anak. “Kegiatan Safari Kampung ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan keterlibatan fasilitator di setiap kampung,” ujar Lovenia Megumi, Community Relations Officer Safari Kampung. “Kami selalu berupaya membangun kolaborasi yang kuat dengan para fasilitator lokal karena mereka yang paling memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukasi menjadi lebih relevan dan mudah diterima, terutama oleh anak-anak dan keluarga di wilayah pesisir.” Ia menambahkan, “Setiap kegiatan kami rancang bersama tim lapangan agar tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga membangun rasa kepemilikan di komunitas. Harapannya, masyarakat dapat terus melanjutkan praktik kesiapsiagaan ini secara mandiri meski kegiatan Safari Kampung sudah selesai.” Dalam kegiatan ini, anak-anak dibekali pemahaman dasar seputar gempa bumi dan tsunami mulai dari tanda-tanda awal, cara menyelamatkan diri, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah bencana. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana serta contoh dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir. Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak mengikuti tiga permainan utama. Permainan pertama, “Siaga Kata”, melatih kerja sama dan daya ingat. Anak-anak berlomba menyusun kata seperti tas siaga, banjir, dan kebakaran dalam waktu terbatas. Setiap kata yang berhasil disusun menjadi momen belajar kecil tentang arti dan dampak bencana tersebut. Selanjutnya, “Patriot Siaga”, permainan human board game dengan dadu besar, membawa peserta ke berbagai tantangan, mulai dari menjawab pertanyaan hingga melakukan simulasi siaga bencana. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berpikir cepat dan tanggap dalam situasi darurat. Terakhir, permainan “Tsunara”, menyerupai ular tangga, memperkuat pembelajaran lewat pertanyaan seputar mitigasi. Jika ada peserta yang belum tahu jawabannya, mereka diajak berdiskusi untuk menemukan solusi bersama, menumbuhkan kolaborasi dan pemahaman kolektif. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” yang membangkitkan semangat kesiapsiagaan, diikuti pembagian souvenir bagi seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Suasana ceria terasa sepanjang kegiatan; tawa dan semangat anak-anak menunjukkan bahwa belajar kebencanaan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kampung Eshal Garden dipilih karena termasuk wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak gempa dan tsunami. Melalui Safari Kampung, organisasi ini berupaya memperkuat kesadaran siaga bencana masyarakat sejak usia dini, agar terbentuk generasi pesisir yang tangguh dan peduli lingkungan. Program Safari Kampung rencananya akan terus dilaksanakan di wilayah Lebak Selatan lainnya, seperti Panggarangan dan Cihara, untuk memperluas dampak edukasi kebencanaan di daerah rawan tsunami. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @rumahmarimba dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan Read More »

Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru Tanggal Rilis: 15 Oktober 2025 | 00:00 WIB Lokasi: Kampung Ciwaru Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson  Lebak, 11 Oktober 2025 — Sambil bermain, 14 anak di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan, belajar cara menyelamatkan diri saat gempa bumi dan tsunami. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini dieksekusi oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) pagi, sebagai upaya menanamkan kesadaran siaga bencana sejak usia dini. Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus membangun ketangguhan masyarakat pesisir di kawasan rawan bencana. Melalui pendekatan belajar berbasis permainan, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebencanaan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat. Pembelajaran Mitigasi yang Menyenangkan Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada tanda-tanda awal gempa dan tsunami serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah bencana. Materi ini kemudian dipraktekkan lewat tiga permainan edukatif. Permainan pertama, Patriot Siaga, merupakan human board game menggunakan dadu besar. Setiap langkah membawa peserta pada tantangan seperti menjawab pertanyaan, melakukan simulasi, atau memainkan misi siaga bencana. Aktivitas ini melatih ketangkasan dan berpikir cepat di situasi darurat. Berikutnya, anak-anak bermain Siaga Kata, lomba menyusun kata seperti “gempa”, “tsunami”, atau “evakuasi” dalam waktu 45 detik. Permainan ini membantu mereka mengenal istilah penting kebencanaan sambil melatih kerja sama dan kecepatan berpikir. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” dan pembagian souvenir bagi seluruh peserta. Suasana keceriaan terasa sepanjang acara, anak-anak tertawa, berlari, dan antusias mengikuti setiap instruksi. “Kegiatan safari kampung sendiri memiliki sebuah tujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai mitigasi bencana dengan pembawaan yang tentunya berbeda.” ujar Marcelino Elben, Content & Program Koordinator, saat ditemui di lokasi kegiatan. Sepanjang kegiatan, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, tertawa, dan berpartisipasi dalam setiap sesi permainan. Safari Kampung di Kampung Ciwaru menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai pembelajarannya. Langkah GMLS Bangun Ketangguhan Anak Pesisir Kampung Ciwaru dipilih karena berada di kawasan rawan tsunami dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang masih perlu diperkuat. Melalui Safari Kampung, pengetahuan dasar mitigasi dapat tertanam sejak dini dan menumbuhkan generasi pesisir yang tangguh.  Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @safarikampung dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru Read More »

RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH Tanggal Rilis: 14 Oktober 2025 | 21:46 WIB Lokasi: Desa Bayah Barat & Hergamanah Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson Lebak, 11 Oktober 2025 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menggelar kegiatan literasi anak di Rumah Mari Membaca (MARIMBA) yang berlokasi di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, pukul 09.00–11.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 20 peserta dari tingkat sekolah dasar. Tidak hanya di Kampung Ciwaru, MARIMBA berlangsung juga di Desa Hegarmanah, pukul 14:00-16:00 WIB yang dihadiri oleh 25 anak. Kegiatan pembelajaran di Rumah MARIMBA dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Melalui pendekatan yang partisipatif, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini, tetapi juga meningkatkan kemampuan literasi anak. Rumah MARIMBA menjadi ruang belajar yang hangat dan inspiratif, tempat anak-anak diajak mengeksplorasi pengetahuan dengan cara yang seru sambil menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari. Rumah MARIMBA termasuk kedalam salah satu program dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam upaya mengembangkan kemampuan literasi terutama bagi kalangan usia dini. Harapan dari program ini yakni memperkuat kesiapsiagaan akan setiap potensi bencana yang mampu terjadi. Rumah MARIMBA telah didirikan sejak tahun 2023. Kemampuan literasi mampu mengasah cara berpikir dalam menghadapi berbagai situasi. Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yang mengikuti Humanity Project Batch VII telah mempersiapkan berbagai kegiatan interaktif khususnya baik anak – anak yang mengikuti kegiatan Rumah MARIMBA.   Sesi pertama diawali dengan permainan “Tebak Tema”, di mana anak-anak dibagi dalam kelompok kecil dan diajak menebak topik pembelajaran hari itu melalui dua jenis permainan. Dalam Games 1, peserta merangkai potongan huruf hingga membentuk kata “Kabut Asap” sebagai pengantar mengenal topik utama.  Dilanjutkan dengan Games 2, yaitu permainan estafet kata, di mana anak-anak menebak kata yang berhubungan dengan gejala kabut asap seperti “batuk”, “susah bernapas”, “mata perih”, hingga “gangguan paru-paru”. Melalui kegiatan ini, peserta belajar mengenali dampak kabut asap terhadap kesehatan dengan cara yang seru dan komunikatif. Usai bermain, anak-anak diajak beralih ke sesi membaca buku dongeng bertema tsunami. Melalui cerita tersebut, mereka diperkenalkan dengan bentuk bencana lain yang juga perlu diwaspadai. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan belajar lagu khusus, sebuah lagu bertema tsunami “Pahlawan Siaga” yang disertai gerakan sederhana dan permainan kecil agar anak-anak semakin antusias. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan beberapa buku cerita bagi anak – anak di Kampung Ciwaru & Desa Hegarmanah guna mendukung kegiatan literasi dilengkapi dengan pembagian souvenir. “Anak – anak selalu antusias kalau ada yang datang untuk marimba” Ucap Ibu Embay, Istri Ketua RT 001 Ciwaru yang menceritakan kesan anak-anak terhadap MARIMBA. Keceriaan selalu dinantikan oleh para peserta MARIMBA. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @rumahmarimba dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH Read More »

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events 53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: = Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Sebanyak 53 personel gabungan dari TNI, Australian Defence Force (ADF), BASARNAS, BNPB, dan komunitas lokal melakukan survei lokasi untuk persiapan Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Senin (11/8/2025).   Final Site Survey (FSS) yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Pabandya 3 Latma Non ASEAN Spaban VII Latma Sops TNI. Kegiatan ini merupakan tahap akhir persiapan latihan penanggulangan bencana yang akan digelar pada Oktober mendatang. Kerjasama Lintas NegaraTim gabungan terdiri dari delegasi TNI sebanyak 24 orang yang dipimpin Letkol Laut (P) Dwi Herdian, 8 personel ADF, 4 anggota BASARNAS dipimpin, 7 personel BNPB, dan 10 anggota Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). “Ini bukan sekadar survei biasa. Setiap detail yang kami tinjau hari ini akan menentukan keberhasilan latihan yang melibatkan ratusan personel dari berbagai negara,” kata Abah Lala, Ketua GMLS. GMLS sendiri adalah komunitas yang telah mendapat pengakuan dari IOC-UNESCO dan berperan sebagai jembatan antara kearifan lokal dengan standar internasional dalam mitigasi bencana. Sembilan Lokasi StrategisTim survei memeriksa sembilan lokasi strategis yang akan menjadi arena latihan. Dua lokasi ditetapkan sebagai posko komando, yaitu kantor GMLS sebagai Command Base 1 dan kantor Desa Panggarangan sebagai Command Base 2. Untuk fasilitas operasional, Sungai Panggarangan akan digunakan sebagai media latihan water purifier, sementara pantai di sekitar desa akan menjadi lokasi kegiatan water purification air laut. Area lapangan di ketinggian juga disiapkan untuk pembangunan helipad pendaratan helicopter. Simulasi bencana akan dilakukan di dua titik untuk aplikasi teknologi life locator, yakni area tanah longsor dan reruntuhan bangunan. Rute evakuasi melalui jalan-jalan permanen telah dipetakan untuk jalur evakuasi pengungsi dan distribusi bantuan bencana. Fasilitas Penampungan LengkapUntuk fasilitas penampungan, tim menetapkan SMP Boarding School yang memiliki area lapang dan gedung kelas sebagai lokasi pendirian tenda dan rumah sakit lapangan. SMK Negeri juga disiapkan dengan fasilitas aula yang dapat menampung pengungsi.Lapangan bola di sekitar Desa Panggarangan ditetapkan sebagai Assembly Point atau titik kumpul pengungsi saat terjadi bencana.“Pengetahuan mereka tentang kondisi geografis dan sosial masyarakat di sini sangat berharga. Tidak ada yang lebih memahami wilayah ini selain mereka yang tinggal dan berkarya di sini setiap hari,” ungkap salah satu peserta survei mengenai peran vital komunitas lokal. Investasi KemanusiaanExercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 merupakan latihan gabungan penanggulangan bencana yang melibatkan Indonesia dan Australia. Latihan ini tidak hanya dilihat sebagai kegiatan militer rutin, tetapi sebagai investasi kemanusiaan untuk menghadapi ancaman bencana alam. Wilayah Lebak Selatan memiliki potensi risiko gempa megathrust dan tsunami Selat Sunda, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan aparat menjadi sangat krusial.Kegiatan survei hari pertama berjalan aman dan produktif. Seluruh hasil akan dibahas dalam Final Planning Conference (FPC) Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 sebagai dasar penetapan detail pelaksanaan latihan. Kolaborasi lintas batas dan lintas institusi ini menunjukkan bahwa bencana tidak mengenal batas negara, demikian pula solidaritas kemanusiaan dalam menghadapinya. Setiap simulasi yang akan dilakukan berpotensi menjadi penyelamat nyawa ketika bencana sesungguhnya terjadi. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Read More »

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: =  Kiarapayung , Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto S.I.P., M.Han., M.I.Pol., melakukan tinjauan langsung ke lokasi persiapan Latihan Gabungan Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kabupaten Lebak, Senin-Selasa (11-12/8/2025). Kunjungan yang berlangsung bersamaan dengan Final Site Survey (FSS) tim gabungan TNI-Australia ini menunjukkan komitmen tinggi jajaran Korem 064/MY dalam mensukseskan latihan penanggulangan bencana internasional tersebut. Rombongan terdiri dari Komandan Distrik Militer 0603/Lebak, Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kasrem 064/MY, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kasrem 064/MY, serta personel pendukung termasuk Patwal, driver, dan ajudan. “Kehadiran langsung Danrem dan Dandim menunjukkan perhatian serius TNI AD terhadap kesiapan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa dan tsunami seperti Lebak Selatan,” kata Abah Lala, ketua GMLS. Danrem langsung melakukan survey lokasi pada Senin pagi pukul 10.00-12.00 WIB. Tim meninjau Posko Villa Hejo Kiarapayung yang akan menjadi pusat komando latihan, kemudian melanjutkan survey ke lokasi-lokasi strategis lainnya, serta lokasi simulasi bencana dan aplikasi teknologi life locator di reruntuhan rumah di Kampung Kiarapayung, Desa Panggarangan. Kunjungan Danrem 064/MY ini sejalan dengan aktivitas FSS yang dilakukan tim gabungan 53 personel dari TNI, Australian Defence Force, BASARNAS, BNPB, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada hari yang sama. Kedua kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara jajaran komando daerah dengan tim pusat dalam mempersiapkan latihan yang akan melibatkan ratusan personel dari berbagai negara pada Oktober mendatang. Berbeda dengan tim FSS yang melakukan survei menyeluruh terhadap sembilan lokasi strategis, kunjungan Danrem lebih fokus pada aspek kesiapan teknis dan operasional di level komando daerah. Kehadiran Danrem 064/MY yang memimpin langsung tinjauan ini memberikan sinyal kuat dukungan penuh dari komando daerah. Wilayah Lebak yang berada di bawah tanggung jawab Korem 064/Maulana Yusuf memang memiliki potensi risiko tinggi terhadap bencana alam. Sinergi antara tim FSS pusat dengan kunjungan komando daerah menunjukkan kematangan persiapan jelang pelaksanaan Latgabmapad Bhakti Kanyini AusIndo 2025. Latihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga wujud nyata kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan bencana alam. Latihan Bhakti Kanyini AusIndo 2025 juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons cepat dalam menghadapi bencana, sekaligus mempererat kerjasama kemanusiaan antara Indonesia dan Australia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Read More »

GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 20 Juli 2025 | 19:12 Lokasi: = Cimangpang, Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza Lebak, Banten – Gugus Mitigasi Lebak Selatan kembali melanjutkan program penanaman bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang, Desa Panggarangan, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Pada Minggu, 20 Juli 2025, 250 bibit Pandan Laut ditanam dengan melibatkan anak-anak dari Rumah Marimba II Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu.   Program yang dimulai sejak 2022 ini merupakan kelanjutan dari konservasi pesisir yang telah berhasil menanam 2.750 bibit Pandan Laut di sepanjang pantai tersebut. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan dan memahami risiko bencana tsunami. Direktur Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Abah Lala, menegaskan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kewajiban masyarakat untuk berperan aktif. “Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan diri melalui tindakan nyata seperti program konservasi ini,” ujarnya. Pemilihan Pandan Laut sebagai tanaman konservasi didasarkan pada karakteristiknya yang lebih sesuai dengan kondisi pesisir selatan Jawa dibandingkan mangrove. Tanaman endemik ini memiliki sistem perakaran kuat yang mampu menahan abrasi dan meredam energi gelombang tsunami, sehingga efektif sebagai pelindung alami pantai. Selain aspek lingkungan, keterlibatan anak-anak dari Rumah Marimba II—sebuah literacy corner yang berfungsi sebagai ruang bermain, belajar, dan aktualisasi anak-anak di daerah pelosok—menjadi bagian penting dari program ini. Melalui penanaman langsung, anak-anak mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program ini juga didukung oleh komunitas Bumi Macakal dan Komunitas Peduli Pantai dan Laut (KPPL), yang turut menyediakan bibit dan membantu pelaksanaan kegiatan. Dukungan dari komunitas-komunitas tersebut diharapkan dapat menginspirasi gerakan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah lain di Indonesia. Gugus Mitigasi Lebak Selatan berharap kegiatan ini terus berlanjut dan meluas ke wilayah pesisir lain. Sinergi antara komunitas mitigasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal menjadi kunci sukses konservasi dan edukasi kebencanaan yang berkelanjutan. Penanaman Pandan Laut di Pantai Cimangpang menjadi contoh nyata bagaimana mitigasi bencana dapat berjalan beriringan dengan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga masa depan pesisir Indonesia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana Read More »

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Kezia Margaretha, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Pertunjukan teater edukatif “Murka Sang Caah Laut” berhasil memperkenalkan konsep mitigasi bencana tsunami kepada 128 siswa SDN 2 Situregen, Lebak Selatan, melalui pendekatan seni pertunjukan yang inovatif. Kolaborasi Lintas Institusi Acara yang berlangsung pada 26-27 Mei 2025 ini merupakan puncak dari program Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi MBKM Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan menggandeng Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Cerita yang Mengedukasi “Murka Sang Caah Laut” mengisahkan kebangkitan monster tsunami yang dikenal dalam bahasa Sunda sebagai “caah laut” (banjir laut). Melalui petualangan empat siswa yang diselamatkan oleh karakter SIGEMI (peta ajaib), pertunjukan ini mengajarkan: Ciri-ciri datangnya tsunami Langkah-langkah penyelamatan diri Persiapan menghadapi bencana alam Partisipasi Aktif Pertunjukan melibatkan 14 pemeran, terdiri dari: 4 mahasiswa UMN: Sandya Pradayan, Sidra Shabirah, Dylan Ervian, Yvest Tanno 8 siswa SDN 2 Situregen: Sela Aulia, Dio Arka, Rahmi Barokatul, Siti Aisah, Sofhwatun Nadia, Tatang Hidayat, Raihan, Dzikro Aufar 2 relawan DESTANA: Deni Apriatna, Resti Agustini Respon Positif Tuti Ahyanah, guru SDN 2 Situregen, menyatakan: “Seni pertunjukan yang baru saja diadakan hari ini menunjukkan kalau teater sangat efektif sebagai cara belajar.” Seorang relawan DESTANA menambahkan: “Melalui pertunjukan ini, anak-anak jadi lebih paham, fokus, dan melihat pendidikan sebagai sesuatu yang menghibur.” Visi ke Depan Kezia Margaretha Chandra, sutradara pertunjukan, berharap: “Edukasi dapat menerapkan pendekatan audio-visual seperti media sosial agar anak-anak melihat edukasi sebagai sesuatu yang menyenangkan.” Acara ini dihadiri 128 siswa, 7 guru SDN 2 Situregen, 12 relawan DESTANA, dan 6 orang tua siswa, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas lokal terhadap inovasi pendidikan mitigasi bencana. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Read More »

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Debora Priscilla, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara sukses menyelenggarakan Pelatihan Guru Mitigasi Bencana: PASIAGANA – PETA SIAGA di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara pelatihan ini mengangkat tema “PETA SIAGA: Siap Hadapi Bencana” dan diikuti oleh 21 orang guru dari berbagai sekolah di Desa Situregen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru-guru terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pesisir selatan Banten. “Kami ingin guru-guru menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Setelah pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meneruskan informasi penting ini kepada para siswa dengan cara yang mudah dan aplikatif,” ujar Debora Priscilla, pembawa acara sekaligus salah satu anggota tim PASIAGANA. Pengenalan Jalur Evakuasi Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah “Pengenalan Jalur Evakuasi dari Sekolah MTs Mathla’ul Anwar” yang memungkinkan para guru mengenal lebih dalam simbol, warna, jalur evakuasi, serta konsep TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir). Para guru juga diajak menggambar langsung jalur evakuasi dari sekolah menuju titik kumpul, mewarnai zona berbahaya, serta membaca simbol pada peta. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, agar guru juga dapat meniru pendekatan serupa saat mengajar siswa. Aktivitas Menyenangkan & Edukatif Para guru juga terlibat dalam aktivitas praktik pembuatan jalur evakuasi dengan mewarnai peta, melabeli zona rawan, serta menandai rambu-rambu evakuasi. Kegiatan dikemas secara menyenangkan agar materi dapat diserap dengan lebih mudah.  Materi Peluit & Simulasi Bunyi Tanda Bahaya Selain materi peta, para guru juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peluit sebagai alat komunikasi darurat saat bencana. Tim fasilitator mengajarkan kode tiupan peluit.  Para guru juga mengikuti simulasi langsung membunyikan peluit sesuai dengan skenario keadaan darurat untuk melatih respon cepat dan koordinasi saat evakuasi. Praktik Pengajaran Kembali oleh Guru Setelah mendapatkan materi, para guru dilibatkan dalam sesi pelatihan praktik, dimana para guru diminta menjelaskan ulang materi peta evakuasi kepada teman-teman dari Humanity Project yang berperan sebagai siswa. Dalam kelompok kecil, guru mensimulasikan bagaimana mereka akan menyampaikan topik seperti: pengertian peta dan peta evakuasi, arti simbol dan warna pada peta, dan rambu-rambu evakuasi. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh, serta melatih cara penyampaian agar siswa bisa menerima informasi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna. Sebagai bagian dari sesi ini, para guru juga diajak untuk menonton video dokumentasi penelusuran jalur evakuasi dari MTs Mathla’ul Anwar menuju titik kumpul akhir. Video ini memberikan gambaran visual nyata tentang rute evakuasi, kondisi medan, lokasi titik istirahat, hingga rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang. Dengan menonton video tersebut, para guru mendapatkan pemahaman lebih konkret dan kontekstual mengenai jalur evakuasi di lingkungan sekolah mereka, sehingga dapat menyampaikan informasi tersebut dengan lebih meyakinkan kepada siswa. Modul Pengajaran untuk Siswa Setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperoleh modul literasi peta berisi materi terstruktur untuk disampaikan kembali kepada siswa. Modul ini memuat penjelasan peta evakuasi, contoh simbol, simulasi, dan panduan pengajaran menyenangkan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Materi Pelatihan  Materi pelatihan disampaikan oleh Irwan Fakhruddin, S.Sn., M.I.Kom., anggota National Tsunami Ready Board. Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro UMN memperkenalkan sistem sirine peringatan dini yang dirancang sebagai bagian dari inovasi lokal untuk Desa Situregen. “Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di satu hari saja. Guru-guru yang hadir bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan,” tutur Jesslyn Tjandra Kristanto, Project Manager PASIAGANA. Pelatihan ini ditutup dengan post-test, sesi refleksi, serta pembagian sertifikat partisipasi dan souvenir menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Humanity Project, program tugas akhir kolaboratif Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang bermitra dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Dengan adanya pelatihan PETA SIAGA, Desa Situregen diharapkan makin siap menghadapi bencana, dimulai dari ruang kelas dan semangat para pendidik.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Shopping Cart