Event

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 28 Mei 2025 – Setelah berjalan selama empat bulan, program Humanity Project hasil kolaborasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) resmi berakhir pada akhir Mei 2025. Sebanyak 25 mahasiswa lintas jurusan terlibat langsung dalam proyek berbasis edukasi dan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan tsunami. Dimulai sejak Februari 2025, Humanity Project telah menggelar tiga gelombang kunjungan lapangan, masing-masing selama 10 hari, di berbagai wilayah di Lebak Selatan—seperti Kampung Cipurun, Nagajaya, Panggarangan, Bayah, dan sekitarnya. Mahasiswa tinggal dan bekerja langsung bersama masyarakat, mengembangkan program berbasis edukasi seni, teknologi, literasi anak, hingga pelatihan guru. Program ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi UMN. Karya dari Humanity Project ini antara lain: Festival karya seni GEMINA yang melibatkan 150 siswa SD dalam lomba mewarnai, pertunjukan teater, dan kegiatan seni lainnya yang mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami; “Sang Ombak Raksasa”, sebuah video musik edukasi mitigasi bencana tsunami yang dibuat bersama warga dan siswa Situregen; Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun, pusat literasi anak yang menyimpan buku aktivitas, board game kebencanaan, dan dokumentasi lokal; PASIAGANA, pelatihan mitigasi untuk 21 guru agar menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah zona merah; Instalasi sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) di SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih, berbasis LoRa–ESP32. Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan mitra lokal. Ibu Entin Rohmiati, Wakil Kepala SDN 2 Situregen menyebutkan, “Kolaborasi ini sangat bermanfaat. Anak-anak belajar sambil bermain, dan guru-guru pun mendapat perspektif baru tentang mitigasi.” “Saya baru pertama kali ikut pelatihan mitigasi seperti ini. Sekarang saya lebih tahu bagaimana menenangkan anak-anak saat gempa terjadi,” tambah Enok Liska Listiyani, guru MTS Cisiih, peserta PASIAGANA. Humanity Project menjadi wujud nyata dari visi GMLS untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana alam, serta mendukung misi GMLS dalam mengembangkan edukasi kebencanaan, menjalin kemitraan lintas sektor, dan membangun jejaring komunitas responsif. Dengan menggabungkan kekuatan pemuda, teknologi, dan pendekatan berbasis budaya lokal, proyek ini memperkuat pondasi mitigasi yang inklusif dan berkelanjutan.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 12:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memasang sistem peringatan dini bencana di Lebak Selatan pada 27 Mei 2025 untuk membantu kesiapsiagaan masyarakat lokal terhadap tsunami. Sebagai bagian dari program Humanity Project, mahasiswa Teknik Elektro UMN—Dylan, Evan, Jethro, dan Oktaf—merancang dan mengimplementasikan Early Warning System (EWS) berbasis LoRa dan ESP32. Proyek ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025, dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis GMLS dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang lebih berbasis teknologi. EWS adalah sirine peringatan dini yang merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya atau bencana agar tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum dampaknya menjadi parah, terutama tsunami. Sistem ini sangat penting dalam manajemen risiko bencana dan keselamatan masyarakat. Tujuan utama dari EWS ini adalah untuk memberikan waktu kepada masyarakat pesisir agar dapat evakuasi sebelum terjadinya tsunami dan mencegah adanya korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Alat yang dipasang terdiri dari modul master di Command Center GMLS di Villa Hejo Kiarapayung, dan modul slave di dua lokasi rawan bencana: SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih. Ketika terjadi gempa atau potensi tsunami, sinyal dikirim dari pusat ke lokasi penerima untuk memicu respons dini warga sekitar. “Tentu saja kami sangat berharap bahwa sirine ini dapat bekerja dengan baik saat setelah terpasang dan bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Jethro, salah satu mahasiswa yang merancang dan memasang EWS tersebut. Proses pemasangan bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah gangguan sinyal akibat topografi, seperti bukit dan vegetasi lebat yang mempersulit transmisi data antara perangkat. Namun, kendala ini menjadi pembelajaran teknis penting bagi tim dan membuka kemungkinan pengembangan sistem di masa depan. Melalui proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menerima peringatan lebih awal saat potensi bencana terjadi, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir risiko, mengurangi potensi kerugian, dan yang terpenting—menyelamatkan nyawa. Sebagai kawasan yang berada di pesisir selatan dan rawan tsunami, kehadiran teknologi peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Lebak Selatan, dan GMLS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Read More »

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 11:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Festival seni edukatif GEMINA hari kedua sukses digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 27 Mei 2025 di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, melibatkan 150 siswa untuk belajar mitigasi bencana lewat teater dan musik. Hari kedua pelaksanaan festival karya seni Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) kembali menghidupkan semangat edukasi kebencanaan di SDN 2 Situregen. Sebagai bentuk nyata dari misi GMLS dalam membangun kesadaran bencana, festival ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara melalui program Humanity Project. Acara yang digagas oleh William Louwi, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam program Humanity Project sebagai Project Manager GEMINA, digelar meriah di lapangan sekolah dengan berbagai pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan di hari kedua ini adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”, yang diperankan oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru serta relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Teater ini menyampaikan narasi imajinatif tentang bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dipahami generasi muda. Selain itu, ditayangkan pula video musik “Sang Ombak Raksasa”, yang berisi edukasi tentang skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Suasana kian semarak ketika guru dan partisipan turut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. William Louwi menyampaikan alasannya memilih karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana: “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas, dimana mereka bisa belajar sambil memahami apa pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater.”  Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme peserta. Festival GEMINA hari kedua ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara inklusif dan menyenangkan, serta menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Read More »

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 10:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 26 Mei 2025 – Sebanyak 150 siswa mengikuti GEMINA, festival karya seni edukatif yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 26 Mei 2025 siang di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, untuk memperkenalkan mitigasi bencana lewat pendekatan kreatif. Dalam upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini, GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara–dengan William Louwi sebagai Project Manager–menggelar Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), sebuah festival yang menggabungkan edukasi kebencanaan dan seni untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi GMLS dalam membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan terhadap risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. GEMINA mengusung konsep edukatif sekaligus interaktif. Festival ini menyasar siswa-siswi SDN 2 Situregen sebagai peserta utama, dengan harapan bahwa pemahaman sejak dini tentang bencana dapat membentuk karakter tangguh dan siap siaga menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan seni mewarnai jalannya acara, mulai dari perkenalan buku aktivitas “SIGEMI” bagi anak kelas 1-2 SD, lomba mewarnai untuk anak kelas 3-4 SD, hingga menghias peta evakuasi untuk anak kelas 5-6 SD. Materi-materi ini membahas tentang gempa bumi, tsunami, tanah longsor, serta bencana lainnya yang rawan terjadi di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan GEMINA juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Situregen, ibu Entin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami bersyukur atas diadakannya GEMINA ini dalam proses pembelajaran anak-anak SDN 2 Situregen tentang pentingnya mitigasi bencana. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali bersama mahasiswa UMN yang juga menggandeng DESTANA untuk kemajuan desa dan masyarakat Cipurun, Lebak Selatan.” Hal senada juga disampaikan oleh Kang Deni–Ketua Forum DESTANA Situregen, “Situregen, terlebih Kampung Cipurun, merupakan tempat saya lahir dan juga tempat saya tumbuh dan berkembang. Kemajuan masyarakat desa juga sangat saya pedulikan, terutama untuk menghadapi bencana alam di sekitar kita. Anak-anak mahasiswa di sini yang membantu kita dalam mempersiapkan tentang kemitigasian bencana nantinya akan kasih tahu kita semua agar bisa menghadapi bencana dengan baik bersama DESTANA lainnya.” Dengan adanya festival ini, GMLS berharap edukasi mitigasi bencana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret oleh masyarakat, dimulai dari generasi paling muda. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @gemina.id atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Read More »

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 09:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Sebanyak 35 anak mengikuti program edukatif Safari Kampung yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di kawasan Pantai Batusahulu, Lebak Selatan, Minggu (25/5), pukul 14.00-17.00 WIB, untuk mengenalkan mitigasi bencana melalui permainan interaktif. Program Safari Kampung selaras dengan inisiatif Community Resilience milik GMLS yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam seperti gempa dan tsunami. Dengan metode edukatif berbasis permainan, kegiatan ini membawa isu kebencanaan menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan dimulai dengan sesi ice breaking–permainan ringan yang bertujuan mencairkan suasana, membangun keakraban antar peserta, serta menciptakan kenyamanan sebelum memasuki sesi inti. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi edukasi mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup definisi gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal terjadinya bencana, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Penyampaian ini dirancang agar peserta, khususnya anak-anak, dapat memahami situasi darurat secara tepat dan bertindak secara sigap. Permainan edukatif “Yes or No” dan board game “Siaga Kata” memperkuat materi. Pada sesi permainan interaktif bertajuk “Yes or No” anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, dan diminta menjawab sejumlah pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami dengan mengangkat kertas bertuliskan “Yes” atau “No” yang telah disiapkan. Permainan ini dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi mitigasi yang telah disampaikan sebelumnya. Lalu, kegiatan ditutup dengan permainan board game edukatif “Siaga Kata”, di mana anak-anak diajak mengenal dan menyusun kata-kata yang berkaitan dengan bencana alam seperti tsunami, gempa, dan longsor. Permainan berlangsung dalam format kelompok dan dibatasi waktu 10 detik untuk setiap penyusunan kalimat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kecepatan berpikir, tetapi juga mendorong kerja sama tim serta menguatkan ingatan peserta terhadap istilah penting dalam kebencanaan. Sepanjang kegiatan, suasana penuh semangat terlihat jelas dari antusiasme para peserta. Anak-anak aktif bertanya, tertawa, dan terlibat dalam setiap sesi yang disajikan. Program Safari Kampung di Pantai Batusahulu tak hanya menjadi sarana edukasi mitigasi bencana, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi peserta. Salah satu anak peserta bertanya, “Ini seru banget, besok ada lagi tidak?” Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan, relevan dengan lingkungan sekitar, dan tetap menyampaikan pesan penting secara efektif. Dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, informasi mengenai gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah penyelamatan diri lebih mudah dipahami dan diingat. Diharapkan, pengetahuan yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat tertanam kuat dalam ingatan peserta dan menjadi bekal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. GMLS berharap Safari Kampung dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah rawan bencana lainnya—menjangkau lebih banyak anak-anak, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membentuk generasi yang tangguh, peduli, serta siap menghadapi risiko apa pun yang mungkin terjadi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Read More »

Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 08:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung di Kampung Cipurun pada Minggu, 25 Mei 2025 pukul 09.00–11.00, mengedukasi 35 anak soal mitigasi gempa dan tsunami lewat permainan interaktif di halaman rumah warga. Sebagai organisasi yang fokus pada mitigasi bencana, GMLS menginisiasi program Safari Kampung—sebuah kegiatan edukatif yang dilakukan secara berpindah dari satu kampung ke kampung lain. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Edukasi disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan berbasis permainan. Sebanyak 35 anak di Kampung Cipurun, Lebak Selatan, mengikuti Safari Kampung yang sukses digelar GMLS pada Minggu, 25 Mei 2025. Dilaksanakan di halaman rumah warga agar terasa akrab dan membumi, kegiatan dibuka dengan ice breaking berupa permainan ringan yang mencairkan suasana dan membangun kepercayaan anak terhadap fasilitator. Setelah itu, mereka diajak mengenal gempa bumi dan tsunami—termasuk tanda-tanda awal dan langkah-langkah penting sebelum, saat, dan sesudah bencana. Selanjutnya, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok untuk bermain “Yes or No,” yaitu kuis seputar bencana yang menguji pemahaman mereka melalui cara menyenangkan. Fasilitator memberikan beberapa pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami. Setiap kelompok telah dibekali dua lembar kertas bertuliskan “Yes” dan “No.” Saat pertanyaan dibacakan, mereka diminta mengangkat kertas yang menurut mereka merupakan jawaban yang benar. Permainan ditutup dengan board game “Siaga Kata,” di mana anak-anak menyusun kata-kata terkait bencana dalam waktu terbatas. Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi sejumlah kata acak yang berkaitan dengan bencana alam seperti “tsunami,” “gempa,” “longsor,” dan sebagainya. Tugas mereka adalah menyusun kata-kata tersebut menjadi kalimat dalam waktu 10 detik. Sabbaha Ummi Tasya, salah satu fasilitator Safari Kampung, bertanya kepada anak-anak, “Adik-adik mau kalau ada kegiatan seperti ini lagi?” Anak-anak menjawab “Mau,” dengan antusias. Terlaksananya kegiatan Safari Kampung di Kampung Cipurun diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Antusiasme dan dukungan positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi GMLS untuk melanjutkan program ini ke desa-desa lain di wilayah Lebak Selatan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan Read More »

Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan Tanggal Rilis: 4 Juni 2025 | 13:15 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Natasha Evangelista, Yvest Tanno Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan  pembelajaran mitigasi bencana pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pukul 14:00-16:00 WIB di Rumah MARIMBA 2, Kampung Nagajaya, yang diikuti oleh 40 orang anak di kampung tersebut. Melalui pendekatan ramah anak – seperti membaca buku, bermain, dan bernyanyi – kegiatan diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan anak terhadap tsunami dan gempa bumi.  Kegiatan bertajuk Rumah MARIMBA ini menghadirkan edukasi mitigasi bencana yang dikemas secara menyenangkan dan sesuai usia. Anak-anak usia 3–12 tahun diajak mengenali tindakan siaga bencana melalui berbagai aktivitas seperti permainan, membaca buku, dan menyanyikan lagu edukatif. Acara diawali dengan sesi ice breaking untuk mengaktifkan motorik anak. Dalam sesi ini, peserta diajak bergerak dan memvisualisasikan kata-kata dalam cerita melalui gerakan tubuh. Cerita yang dibawakan mengangkat tema alam dengan selipan kata-kata “tanah” dan “air”, yang dikaitkan dengan bencana gempa bumi dan tsunami. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan membaca berantai dalam kelompok kecil. Mereka membaca buku pengetahuan secara bergiliran, yang tidak hanya mendorong peningkatan literasi, tetapi juga melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Masih dalam suasana bermain kelompok, anak-anak belajar mengenali isi tas siaga bencana. Mereka secara bergantian memilih benda-benda penting yang perlu disiapkan dalam situasi darurat, seperti pakaian, peluit, senter, obat-obatan, dan uang. Kegiatan ini bertujuan membentuk pemahaman praktis tentang kesiapan menghadapi bencana. Untuk menutup acara, anak-anak diajarkan lagu mitigasi bencana tsunami berjudul “Sang Ombak Raksasa”, yang mengajarkan konsep evakuasi melalui skema 20-20-20:   gempa bumi selama 20 detik, waktu evakuasi hanya 20 menit, ke tempat setinggi 20 meter. Untuk mengukur pemahaman, peserta mengerjakan kuis Sang Ombak Raksasa yang sekaligus melatih kemampuan membaca dan menulis. Lagu “Sang Ombak Raksasa” sendiri baru dirilis pada hari Selasa 20 Mei 2025, dan  hadir dalam Video Musik yang dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Agenda ini dijalankan melalui kerja sama antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan GMLS. “Kami sangat senang dapat berkegiatan bersama adik-adik di Nagajaya, yang juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA ini”, ujar Yvest Tanno, mahasiswa UMN yang berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA 2. Pendekatan dilakukan secara komunikatif dan ramah anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi. Dengan metode yang partisipatif dan interaktif, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat dalam konteks kemanusiaan. Kegiatan Rumah MARIMBA disambut positif oleh anak-anak dan orang tua di Kampung Nagajaya. Antusiasme peserta menjadi penanda bahwa pendekatan edukasi yang menyenangkan sangat efektif diterima masyarakat. “Waaah ada gitar,” ujar seorang anak cilik melihat para mahasiswa akan membawakan lagu. “Aku mau, aku mau,” sorak anak-anak ketika ditanya siapa yang mau berkegiatan lagi.  Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya jangka panjang GMLS untuk membangun generasi muda yang siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana alam.  Selain sebagai wadah kegiatan edukatif, Rumah MARIMBA juga hadir sebagai pusat literasi yang terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun Instagram @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan Read More »

Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini Tanggal Rilis: 4 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Yvest Tanno Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di Rumah MARIMBA 1 di Kampung Panggarangan. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi bencana ini diikuti oleh 24 anak di Kampung Panggarangan. Kegiatan di Rumah MARIMBA 1 berkolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Kegiatan ini dilengkapi dengan rangkaian kegiatan literasi serta edukasi mitigasi bencana, mulai dari tas siaga bencana sampai lagu mengenai skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20.  Kegiatan dimulai dengan ice breaking, dimana anak-anak diajak untuk bergerak, memvisualisasikan kata dalam cerita melalui gerak tubuh, melatih aktivitas motorik. Adapun cerita yang dibawakan berkaitan dengan alam, menggunakan kata seputar tanah dan air, dan dikaitkan dengan bencana alam gempa bumi dan tsunami.  Anak-anak juga diajarkan untuk membaca berantai, yaitu membaca buku pengetahuan secara bergantian dalam kelompok. Selain meningkatkan literasi, juga meningkatkan keberanian dan kemampuan public speaking.  Masih dalam kegiatan berkelompok, anak-anak diajarkan mengenai isi dari tas siaga bencana. Anak-anak diajak untuk secara bergantian memilih barang apa saja yang perlu dimasukkan ketika menyiapkan tas siaga bencana. Seperti, pakaian, peluit, senter, obat-obatan, dan uang.  Sebagai penutup, anak-anak diperkenalkan dan diajarkan lagu mitigasi bencana tsunami “Sang Ombak Raksasa”. Lagu tersebut menjelaskan mengenai tsunami serta skema evakuasi, 20-20-20. Anak-anak juga mengerjakan Kuis “Sang Ombak Raksasa” yang bertujuan selain untuk mengetahui tingkat pemahaman anak-anak, juga untuk melatih anak-anak membaca dan menulis.  Lagu “Sang Ombak Raksasa” sendiri baru dirilis pada hari Selasa 20 Mei 2025, dan  hadir dalam Video Musik yang dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Yvest Tanno, mahasiswa UMN yang berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA 1 menyampaikan kebanggaannya melihat anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan. “Senangnya melihat mereka kompetitif dalam memasukan barang ke dalam tas siaga bencana juga menyanyi padahal baru mendengar lagunya sekali,” ujar Yvest Tanno.  “Aku suka lagunya, aku mau nyanyi” ujar anak-anak peserta kegiatan di Rumah MARIMBA. “Kakak kesini lagi ya, baca buku bareng” ujar anak-anak lainnya.  Kegiatan Rumah MARIMBA sangat diterima dengan positif oleh anak-anak juga orang tua di Kampung Panggarangan. Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya GMLS untuk membangun generasi muda yang siaga dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana alam.  Rumah MARIMBA GMLS hadir di Kampung Panggarangan (Rumah MARIMBA 1), Kampung Nagajaya (2), dan baru resmi dibuka di Kampung Cipurun (3) pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Inisiatif seperti ini dapat diadopsi untuk membuka pusat literasi untuk anak di daerah-daerah lain yang membutuhkan. Rumah MARIMBA hadir sebagai pusat literasi dengan fasilitas yang terbuka untuk siapa saja yang mau belajar. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel.    Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini Read More »

PASIAGANA: GMLS Siapkan Guru sebagai Agen Perubahan Edukasi Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events PASIAGANA: GMLS Siapkan Guru sebagai Agen Perubahan Edukasi Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 31 Mei 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Jesslyn Tjandra Kristanto, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan wawasan guru-guru di Desa Situregen terhadap bencana alam gempa bumi dan tsunami serta ancamannya, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara berhasil menyelenggarakan kegiatan pelatihan guru Pahlawan Siaga Bencana (PASIAGANA). Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2025 di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten. Kegiatan ini ditujukan dan diikuti oleh 21 orang guru dari Desa Situregen yang belum pernah menerima pelatihan mitigasi bencana. Kegiatan PASIAGANA melibatkan berbagai program edukasi mitigasi bencana, antara lain: Edukasi Mitigasi Bencana: Pemaparan materi mitigasi bencana yang meliputi konsep dasar bencana alam, sejarah, ancaman, cara mengantisipasi, dan hal-hal yang  perlu dilakukan jika gempa bumi dan tsunami terjadi, serta pertolongan pertama dasar. Termasuk pelatihan implementasi konsep dasar evakuasi, yaitu simulasi pelatihan konsep “Drop, Cover, Hold” gempa bumi dan penerapan konsep “20-20-20” tsunami.  Sosialisasi Peta Evakuasi Interaktif yang dirancang khusus berdasarkan kondisi geografis MTs Mathla’ul Anwar dan sekitarnya. Sosialisasi ini dilakukan melalui pemaparan materi tentang simbol-simbol penting dalam peta evakuasi, arti warna zona rendaman tsunami, titik kumpul, jalur aman, dan lokasi Tempat Evakuasi Akhir. Guru diajak untuk mempraktikkan pembacaan peta, mengenali arah jalur evakuasi dari ruang kelas menuju titik aman, dan berlatih mengarahkan siswa secara sistematis. Peta disajikan dalam format edukatif dengan desain visual yang ramah anak dan mudah dipahami, serta dilengkapi modul pendukung literasi peta. Pameran Photobook “Urang Situregen: Tatag Ngamumule’ Lembur” yang dirancang dengan berisikan pembahasan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang berfokus di Desa Situregen yang berada di wilayah rawan  gempa bumi dan tsunami. Photobook ini menceritakan bagaimana orang (masyarakat) Situregen yang gagah teguh menjaga desanya, tanah kelahirannya, dari ancaman dengan membangun mitigasi dan kesiapsiagaan.  Kegiatan Pahlawan Siaga Bencana muncul sebagai program Humanity Project yang merupakan hasil dari kemitraan antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Universitas Multimedia Nusantara. Humanity Project sendiri merupakan tugas akhir mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMN. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Kegiatan ini diinisiasi saat mahasiswa anggota Pahlawan Siaga Bencana melihat banyaknya sekolah yang belum mengajarkan mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di Desa Situregen. Sebagian dari Desa Situregen berada di zona merah tsunami. Hal ini berarti Desa Situregen akan terdampak secara signifikan jika tsunami terjadi. Maka, edukasi mitigasi bencana seharusnya menjadi hal yang sangat penting untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah. Project Manager dari Pahlawan Siaga Bencana, Jesslyn Tjandra Kristanto menyampaikan harapannya untuk dapat menambah kesadaran dan wawasan guru-guru terkait mitigasi bencana agar dampaknya juga sampai ke murid-murid di sekolah-sekolah dan masyarakat setempat. “Pahlawan Siaga Bencana menarget guru-guru untuk membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan dan tidak berhenti saat kegiatan selesai. Harapannya guru-guru dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan edukasi mitigasi bencana ke murid-muridnya dan masyarakat setempat.” ujar Jesslyn, Project Manager Pahlawan Siaga Bencana. Anggota National Tsunami Ready Board, Bapak Irwan Fakhruddin, selaku narasumber kegiatan PASIAGANA pun menyampaikan “Harapannya pengelolaan resiko bencana bencana bisa dikelola secara mandiri dan terstruktur dengan ibu ibu dan bapak bapaknya sebagai pusatnya.” Guru-guru yang menjadi peserta pun memberikan umpan balik yang positif karena PASIAGANA merupakan inisiasi pelatihan mitigasi bencana pertama di Desa Situregen.  “Alhamdulillah dapat ilmu yang banyak tentang yang namanya mitigasi bencana jadi saya ada sedikit bekal untuk mempersiapkan diri dan mengajak anak-anak, apalagi Mts Cisiih ini mungkin adalah jalur yang akan terkena bencana tsunami,” ujar Ibu Enok Liska Listiyani, salah seorang guru peserta kegiatan PASIAGANA.    Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

PASIAGANA: GMLS Siapkan Guru sebagai Agen Perubahan Edukasi Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Rumah MARIMBA 3 Hadir di Kampung Cipurun: Wadah Literasi dan Mitigasi Bencana untuk Anak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 3 Hadir di Kampung Cipurun: Wadah Literasi dan Mitigasi Bencana untuk Anak Tanggal Rilis: 31 Mei 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Aina Nur Sabrina, Yvest Tanno Lebak, 21 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara resmi membuka Rumah MARIMBA 3 pada Rabu, 21 Mei 2025 di RA Annajah, Kampung Cipurun, Lebak Selatan. Peresmian ini melibatkan relawan fasilitator Rumah MARIMBA 3 dari DESTANA Situregen, tenaga pendidik RA Annajah, serta masyarakat Kampung Cipurun. GMLS menghadirkan ruang belajar literasi mitigasi bencana berbasis komunitas. Ruang ini dilengkapi buku interaktif, permainan edukatif, sampai video musik untuk pembelajaran yang menyenangkan. Pembukaan Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun menjadi solusi edukasi literasi dan mitigasi bencana bagi 28 anak di wilayah rawan gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Deni Apriatna, selaku Ketua Relawan DESTANA Situregen, menyampaikan bahwa Rumah MARIMBA sangat dibutuhkan, terlebih untuk belajar mengenai mitigasi bencana. “Ini juga bisa menggantikan aktivitas anak-anak yang sudah terlalu banyak kena gadget. Sebelum sekolah dimulai, anak-anak bisa mampir dulu ke Marimba buat membaca. Ini jadi tempat yang bermanfaat sekaligus menyenangkan,” jelasnya. Kegiatan pembukaan Rumah MARIMBA 3 tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sekaligus menjadi peluncuran dari berbagai inisiatif kreatif dan edukatif, yaitu: Buku Foto “Menjaga Masa Depan Cipurun: Tentang Kampung Cipurun dan Perjalanan Marimba”, sebuah dokumentasi visual yang memotret wajah Kampung Cipurun, kisah masyarakatnya, serta jejak perjalanan program Rumah MARIMBA dari Rumah MARIMBA 1, Rumah MARIMBA 2, hingga Rumah MARIMBA 3. Buku Aktivitas “Mengenal Bencana Alam Sejak Dini”, buku interaktif yang mengajarkan anak-anak mengenai bencana gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor, serta langkah-langkah mitigasi dan evakuasi dasarnya, melalui cerita bergambar. Board Game Edukasi “Siaga Kata”, permainan kartu kata yang dirancang untuk meningkatkan literasi membaca dan pemahaman tentang kebencanaan. Penayangan Video Profil Marimba, sebagai sarana informasi dan inspirasi untuk memperkenalkan Rumah MARIMBA ke para orang tua dan memperluas dampak Rumah MARIMBA. Kolaborasi Pemutaran Video Musik “Sang Ombak Raksasa”, sebagai media edukasi mitigasi bencana tsunami melalui musik, tepatnya mengenai skema evakuasi 20-20-20, yang dikemas dalam media audio-visual yang menarik dan ramah anak. Selain menonton, anak-anak juga diajak untuk menyanyikan “Sang Ombak Raksasa” dan menarikan gerakannya bersama-sama. Buku foto, buku aktivitas, dan board game yang diluncurkan juga ditinggalkan dan disimpan di Rumah MARIMBA 3 dan dapat digunakan sebagai sarana edukasi kebencanaan untuk anak-anak yang datang ke Rumah MARIMBA 3. Video profil Rumah MARIMBA selanjutnya digunakan sebagai alat advokasi untuk mengundang partisipasi masyarakat untuk turut menumbuhkan Rumah MARIMBA. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. “Kami ingin menciptakan ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyelamatkan. Melalui buku aktivitas, permainan, dan karya dokumentatif seperti buku foto ini, kami ingin mengangkat narasi lokal yang kuat sekaligus mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi realitas bencana secara bijak dan mandiri,” ujar Aina Nur Sabrina, selaku Project Manager Rumah MARIMBA 3. Erline Yonathan, salah satu anggota Team Rumah MARIMBA 3, menceritakan bahwa anak-anak sangat antusias berkegiatan di Rumah MARIMBA, “Kak, aku boleh baca bukunya ga, kak?”. Erline juga mengaku mendengar pembicaraan dua orang anak, “Nanti kita kerjain bareng ya bukunya, di rumah”, jelasnya. Rumah MARIMBA dirancang sebagai ruang literasi yang ramah anak dan berbasis komunitas, dengan tujuan membangun generasi anak yang cakap secara akademik dan tangguh secara emosional dalam menghadapi tantangan lingkungan. Rumah MARIMBA merupakan bagian dari upaya berkelanjutan GMLS untuk meningkatkan literasi dan membangun generasi muda yang siap, tanggap, dan resilien. Hingga saat ini, Rumah MARIMBA telah hadir di Kampung Panggarangan (Rumah MARIMBA 1), Kampung Nagajaya (Rumah MARIMBA 2) dan Kampung Cipurun (Rumah MARIMBA 3). Dan harapannya, model Rumah MARIMBA juga dapat diadopsi dan direplikasi di tempat-tempat lain sebagai pusat literasi. Dengan pendekatan yang inklusif, partisipatif, dan kontekstual, Rumah MARIMBA berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang hidup dan menyatu dengan kebutuhan lokal. GMLS akan kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah MARIMBA pada akhir bulan Mei 2025 ini. Untuk berpartisipasi atau informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 3 Hadir di Kampung Cipurun: Wadah Literasi dan Mitigasi Bencana untuk Anak Read More »

Shopping Cart