Events

GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Oktober 2026 | 12:00 Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung Penulis: Marvelous PANGGARANGAN, –  Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menerima lima siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Bayah untuk mengikuti program praktik kerja lapangan (PKL). Penyerahan peserta PKL ini dilaksanakan di Saung Villa Hejo Kiarapayung, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (5/10/2026). Kembali   Kegiatan ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani di SMKN 1 Bayah pada Selasa (1/9/2026) lalu. Penyerahan kelima siswa tersebut dilakukan oleh panitia program PKL SMKN 1 Bayah, Aldy Alfiansyah, kepada Direktur GMLS, Anis Faisal Reza. Selama tiga bulan menjalani program bersistem hibrida ini, para peserta bertugas mendukung operasional Pusat Kendali (Command Center), terlibat dalam berbagai proyek GMLS, serta menyebarluaskan wawasan mitigasi risiko bencana di lingkungan sekolah mereka. Dalam pelaksanaannya, para peserta PKL akan bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mereka juga akan didampingi oleh mentor PKL Dayah Fata Fadilah di bawah supervisi langsung dari Anis Faisal Reza. Anis menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan siswa agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di pesisir Lebak Selatan. “Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan,” tutur Anis. Lewat terjun langsung ke lapangan, para siswa diharapkan dapat menumbuhkan empati sosial sekaligus meningkatkan pemahaman dasar mengenai prosedur evakuasi dan sistem peringatan dini. Senada dengan hal tersebut, Aldy berharap wawasan kebencanaan yang diperoleh selama PKL mampu menjadikan para siswa tersebut sebagai pionir dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media MarvelousGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 877-8835-5500Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana Read More »

Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Tanggal Rilis: 4 Oktober 2026 | 10:30 Lokasi: Sekolah Rakyat Lebak Penulis: Marvelous PANGGARANGAN, GMLS – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melaksanakan edukasi mitigasi bencana bagi 150 siswa Sekolah Rakyat Lebak di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen komunitas dalam meningkatkan ketangguhan warga pesisir terhadap potensi ancaman alam.  Program edukasi yang menyasar 50 murid SD dan 100 siswa SMP ini menjadi kerja sama perdana antara GMLS dan Sekolah Rakyat. Pelaksanaannya turut dibantu oleh para sukarelawan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik Informasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).  Direktur GMLS Anis Faisal Reza menyampaikan, pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan tingkat usia agar materi lebih mudah diserap oleh para pelajar. “GMLS hadir untuk mengedukasi siswa Sekolah Rakyat mengenai mitigasi kebencanaan di lingkungan sekolah melalui permainan interaktif dan simulasi evakuasi,” tutur Anis.  Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pemaparan teori dan peragaan teknik dasar berlindung oleh para mahasiswa UMN. Setelah itu, peserta diajak mendalami materi melalui metode yang berbeda; siswa SD belajar lewat berbagai permainan edukatif, sedangkan siswa SMP mempraktikkan langsung skenario simulasi kebencanaan.  Langkah menyeluruh ini tidak hanya memastikan para siswa memahami prosedur keselamatan secara komprehensif, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi GMLS dalam memperluas jangkauan literasi pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan di wilayah Lebak Selatan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media MarvelousGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 877-8835-5500Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Read More »

GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Tanggal Rilis: 1 September 2026 | 18:00 Lokasi: SMK Negeri 1 Bayah Penulis: Dayah Fata Fadillah BAYAH, 1 September 2026 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMK Negeri 1 Bayah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait program edukasi mitigasi bencana, peningkatan kapasitas kesiapsiagaan, serta pengembangan keterampilan siswa. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Negeri 1 Bayah, Selasa (1/9/2026). Kerja sama ini menjadi landasan awal bagi kedua pihak untuk memperkuat literasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah sekaligus memberdayakan keterampilan siswa agar dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan kebencanaan di wilayah Lebak Selatan. Penandatanganan MoU dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 1 Bayah, H. Rohani, S.Pd., Wakil Bidang Hubungan Industri (Hubin), Rudi Hardian, S.T., serta Ketua Program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Aldy Alfiansyah, S.Kom. Melalui kerja sama tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan operasional, kampanye edukasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan sistem informasi mitigasi bencana. Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup lima bidang utama, yaitu pengembangan sistem informasi dan infrastruktur mitigasi, pemanfaatan teknologi peringatan dini (Early Warning System/EWS), edukasi dan simulasi kebencanaan, kampanye edukasi digital berbasis multimedia, serta pemberdayaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kolaborasi di bidang teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama ini. Siswa SMK Negeri 1 Bayah dapat memperoleh ruang untuk menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dalam konteks nyata, khususnya dalam mendukung sistem informasi dan teknologi mitigasi bencana. Selain aspek teknologi, edukasi dan simulasi kebencanaan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diharapkan tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mengetahui langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Kerja sama ini sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk terlibat dalam kampanye edukasi digital melalui kemampuan multimedia yang mereka miliki. Materi edukasi kebencanaan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk konten kreatif agar informasi mengenai kesiapsiagaan lebih mudah dipahami dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan adanya MoU tersebut, GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan mitigasi bencana. Sinergi ini juga menjadi langkah untuk mempersiapkan siswa agar memiliki keterampilan praktis sekaligus kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di wilayah Lebak Selatan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 85-888-200-600Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Read More »

Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat Tanggal Rilis: 14 April 2026 | 22:04 Lokasi: = Villa Hejo Kiarapayung Penulis: Steven Eduard PANGGARANGAN – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi memperpanjang komitmen kolaborasi mereka dalam penguatan mitigasi bencana. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terbaru ini menandai babak baru setelah berakhirnya masa berlaku kerja sama periode sebelumnya, dengan fokus yang lebih tajam pada integrasi ilmu sosial dan teknologi. Kembali Acara yang berlangsung di Panggarangan, Senin (13/4/2026), dihadiri langsung oleh Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Ph.D. Kehadirannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas akar rumput seperti GMLS bukan sekadar aktivitas pelengkap, melainkan bagian strategis dari visi akademis. Solusi Atas Keterbatasan Direktur GMLS, Anis Faisal Reza, mengungkapkan bahwa perjalanan lima tahun terakhir telah membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya di lapangan dapat diatasi melalui strategi kolaborasi. Perpanjangan MoU ini menjadi dasar hukum untuk melanjutkan proyek ambisius “Kiara Payung Nusantara”. “Kami memiliki banyak cita-cita besar untuk mitigasi di wilayah ini, namun sumber daya yang diperlukan sangat berat. Kolaborasi ini adalah solusi nyata atas keterbatasan tersebut,” ujar Anis. Bagi GMLS, perpanjangan kerja sama ini sangat krusial mengingat lembaga ini tengah mengembangkan jejaring dengan lebih dari 40 mitra, termasuk rencana kolaborasi internasional dengan University of Bonn dan tim riset dari Jepang terkait sistem peringatan dini gempa (Earthquake Early Warning System). Sentuhan Ilmu Sosial dan Teknologi Hal unik dalam kolaborasi ini adalah keterlibatan aspek ilmu sosial yang cukup kuat, sebuah langkah yang disebut jarang terjadi dalam diskursus mitigasi bencana yang biasanya didominasi oleh sains eksakta. Irwan Fakhruddin, perwakilan dari Program Studi Strategic Communication UMN, mencatat bahwa pendekatan ini mendapat apresiasi dari UNESCO. “Sepanjang UNESCO bekerja di Indonesia, baru UMN yang terlibat di ranah ilmu sosial untuk isu ini. Ternyata pendekatannya sangat strategis,” ungkapnya. Di sisi lain, aspek teknis tetap dikawal melalui keterlibatan Fakultas Teknik Informatika. Dr. Eng. Niki Prastomo menjelaskan bahwa mahasiswa akan dilibatkan dalam menciptakan solusi teknologi yang kontekstual dengan kebutuhan di Lebak Selatan. Keberlanjutan di Lapangan Rektor UMN, Andrey Andoko, menekankan bahwa kunci dari mitigasi yang tangguh adalah sistem yang tidak hanya berbasis teknologi tinggi, tetapi juga berakar pada kebutuhan masyarakat. Dengan perpanjangan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menciptakan sistem mitigasi yang inklusif di wilayah Bayah dan sekitarnya. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium hidup; bagi warga Lebak Selatan, ini adalah jaminan keberlanjutan dukungan akademis untuk keselamatan mereka di masa depan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat Read More »

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Kezia Margaretha, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Pertunjukan teater edukatif “Murka Sang Caah Laut” berhasil memperkenalkan konsep mitigasi bencana tsunami kepada 128 siswa SDN 2 Situregen, Lebak Selatan, melalui pendekatan seni pertunjukan yang inovatif. Kolaborasi Lintas Institusi Acara yang berlangsung pada 26-27 Mei 2025 ini merupakan puncak dari program Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi MBKM Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan menggandeng Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Cerita yang Mengedukasi “Murka Sang Caah Laut” mengisahkan kebangkitan monster tsunami yang dikenal dalam bahasa Sunda sebagai “caah laut” (banjir laut). Melalui petualangan empat siswa yang diselamatkan oleh karakter SIGEMI (peta ajaib), pertunjukan ini mengajarkan: Ciri-ciri datangnya tsunami Langkah-langkah penyelamatan diri Persiapan menghadapi bencana alam Partisipasi Aktif Pertunjukan melibatkan 14 pemeran, terdiri dari: 4 mahasiswa UMN: Sandya Pradayan, Sidra Shabirah, Dylan Ervian, Yvest Tanno 8 siswa SDN 2 Situregen: Sela Aulia, Dio Arka, Rahmi Barokatul, Siti Aisah, Sofhwatun Nadia, Tatang Hidayat, Raihan, Dzikro Aufar 2 relawan DESTANA: Deni Apriatna, Resti Agustini Respon Positif Tuti Ahyanah, guru SDN 2 Situregen, menyatakan: “Seni pertunjukan yang baru saja diadakan hari ini menunjukkan kalau teater sangat efektif sebagai cara belajar.” Seorang relawan DESTANA menambahkan: “Melalui pertunjukan ini, anak-anak jadi lebih paham, fokus, dan melihat pendidikan sebagai sesuatu yang menghibur.” Visi ke Depan Kezia Margaretha Chandra, sutradara pertunjukan, berharap: “Edukasi dapat menerapkan pendekatan audio-visual seperti media sosial agar anak-anak melihat edukasi sebagai sesuatu yang menyenangkan.” Acara ini dihadiri 128 siswa, 7 guru SDN 2 Situregen, 12 relawan DESTANA, dan 6 orang tua siswa, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas lokal terhadap inovasi pendidikan mitigasi bencana. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Read More »

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Debora Priscilla, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara sukses menyelenggarakan Pelatihan Guru Mitigasi Bencana: PASIAGANA – PETA SIAGA di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara pelatihan ini mengangkat tema “PETA SIAGA: Siap Hadapi Bencana” dan diikuti oleh 21 orang guru dari berbagai sekolah di Desa Situregen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru-guru terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pesisir selatan Banten. “Kami ingin guru-guru menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Setelah pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meneruskan informasi penting ini kepada para siswa dengan cara yang mudah dan aplikatif,” ujar Debora Priscilla, pembawa acara sekaligus salah satu anggota tim PASIAGANA. Pengenalan Jalur Evakuasi Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah “Pengenalan Jalur Evakuasi dari Sekolah MTs Mathla’ul Anwar” yang memungkinkan para guru mengenal lebih dalam simbol, warna, jalur evakuasi, serta konsep TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir). Para guru juga diajak menggambar langsung jalur evakuasi dari sekolah menuju titik kumpul, mewarnai zona berbahaya, serta membaca simbol pada peta. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, agar guru juga dapat meniru pendekatan serupa saat mengajar siswa. Aktivitas Menyenangkan & Edukatif Para guru juga terlibat dalam aktivitas praktik pembuatan jalur evakuasi dengan mewarnai peta, melabeli zona rawan, serta menandai rambu-rambu evakuasi. Kegiatan dikemas secara menyenangkan agar materi dapat diserap dengan lebih mudah.  Materi Peluit & Simulasi Bunyi Tanda Bahaya Selain materi peta, para guru juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peluit sebagai alat komunikasi darurat saat bencana. Tim fasilitator mengajarkan kode tiupan peluit.  Para guru juga mengikuti simulasi langsung membunyikan peluit sesuai dengan skenario keadaan darurat untuk melatih respon cepat dan koordinasi saat evakuasi. Praktik Pengajaran Kembali oleh Guru Setelah mendapatkan materi, para guru dilibatkan dalam sesi pelatihan praktik, dimana para guru diminta menjelaskan ulang materi peta evakuasi kepada teman-teman dari Humanity Project yang berperan sebagai siswa. Dalam kelompok kecil, guru mensimulasikan bagaimana mereka akan menyampaikan topik seperti: pengertian peta dan peta evakuasi, arti simbol dan warna pada peta, dan rambu-rambu evakuasi. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh, serta melatih cara penyampaian agar siswa bisa menerima informasi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna. Sebagai bagian dari sesi ini, para guru juga diajak untuk menonton video dokumentasi penelusuran jalur evakuasi dari MTs Mathla’ul Anwar menuju titik kumpul akhir. Video ini memberikan gambaran visual nyata tentang rute evakuasi, kondisi medan, lokasi titik istirahat, hingga rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang. Dengan menonton video tersebut, para guru mendapatkan pemahaman lebih konkret dan kontekstual mengenai jalur evakuasi di lingkungan sekolah mereka, sehingga dapat menyampaikan informasi tersebut dengan lebih meyakinkan kepada siswa. Modul Pengajaran untuk Siswa Setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperoleh modul literasi peta berisi materi terstruktur untuk disampaikan kembali kepada siswa. Modul ini memuat penjelasan peta evakuasi, contoh simbol, simulasi, dan panduan pengajaran menyenangkan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Materi Pelatihan  Materi pelatihan disampaikan oleh Irwan Fakhruddin, S.Sn., M.I.Kom., anggota National Tsunami Ready Board. Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro UMN memperkenalkan sistem sirine peringatan dini yang dirancang sebagai bagian dari inovasi lokal untuk Desa Situregen. “Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di satu hari saja. Guru-guru yang hadir bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan,” tutur Jesslyn Tjandra Kristanto, Project Manager PASIAGANA. Pelatihan ini ditutup dengan post-test, sesi refleksi, serta pembagian sertifikat partisipasi dan souvenir menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Humanity Project, program tugas akhir kolaboratif Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang bermitra dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Dengan adanya pelatihan PETA SIAGA, Desa Situregen diharapkan makin siap menghadapi bencana, dimulai dari ruang kelas dan semangat para pendidik.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 28 Mei 2025 – Setelah berjalan selama empat bulan, program Humanity Project hasil kolaborasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) resmi berakhir pada akhir Mei 2025. Sebanyak 25 mahasiswa lintas jurusan terlibat langsung dalam proyek berbasis edukasi dan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan tsunami. Dimulai sejak Februari 2025, Humanity Project telah menggelar tiga gelombang kunjungan lapangan, masing-masing selama 10 hari, di berbagai wilayah di Lebak Selatan—seperti Kampung Cipurun, Nagajaya, Panggarangan, Bayah, dan sekitarnya. Mahasiswa tinggal dan bekerja langsung bersama masyarakat, mengembangkan program berbasis edukasi seni, teknologi, literasi anak, hingga pelatihan guru. Program ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi UMN. Karya dari Humanity Project ini antara lain: Festival karya seni GEMINA yang melibatkan 150 siswa SD dalam lomba mewarnai, pertunjukan teater, dan kegiatan seni lainnya yang mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami; “Sang Ombak Raksasa”, sebuah video musik edukasi mitigasi bencana tsunami yang dibuat bersama warga dan siswa Situregen; Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun, pusat literasi anak yang menyimpan buku aktivitas, board game kebencanaan, dan dokumentasi lokal; PASIAGANA, pelatihan mitigasi untuk 21 guru agar menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah zona merah; Instalasi sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) di SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih, berbasis LoRa–ESP32. Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan mitra lokal. Ibu Entin Rohmiati, Wakil Kepala SDN 2 Situregen menyebutkan, “Kolaborasi ini sangat bermanfaat. Anak-anak belajar sambil bermain, dan guru-guru pun mendapat perspektif baru tentang mitigasi.” “Saya baru pertama kali ikut pelatihan mitigasi seperti ini. Sekarang saya lebih tahu bagaimana menenangkan anak-anak saat gempa terjadi,” tambah Enok Liska Listiyani, guru MTS Cisiih, peserta PASIAGANA. Humanity Project menjadi wujud nyata dari visi GMLS untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana alam, serta mendukung misi GMLS dalam mengembangkan edukasi kebencanaan, menjalin kemitraan lintas sektor, dan membangun jejaring komunitas responsif. Dengan menggabungkan kekuatan pemuda, teknologi, dan pendekatan berbasis budaya lokal, proyek ini memperkuat pondasi mitigasi yang inklusif dan berkelanjutan.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 12:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memasang sistem peringatan dini bencana di Lebak Selatan pada 27 Mei 2025 untuk membantu kesiapsiagaan masyarakat lokal terhadap tsunami. Sebagai bagian dari program Humanity Project, mahasiswa Teknik Elektro UMN—Dylan, Evan, Jethro, dan Oktaf—merancang dan mengimplementasikan Early Warning System (EWS) berbasis LoRa dan ESP32. Proyek ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025, dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis GMLS dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang lebih berbasis teknologi. EWS adalah sirine peringatan dini yang merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya atau bencana agar tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum dampaknya menjadi parah, terutama tsunami. Sistem ini sangat penting dalam manajemen risiko bencana dan keselamatan masyarakat. Tujuan utama dari EWS ini adalah untuk memberikan waktu kepada masyarakat pesisir agar dapat evakuasi sebelum terjadinya tsunami dan mencegah adanya korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Alat yang dipasang terdiri dari modul master di Command Center GMLS di Villa Hejo Kiarapayung, dan modul slave di dua lokasi rawan bencana: SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih. Ketika terjadi gempa atau potensi tsunami, sinyal dikirim dari pusat ke lokasi penerima untuk memicu respons dini warga sekitar. “Tentu saja kami sangat berharap bahwa sirine ini dapat bekerja dengan baik saat setelah terpasang dan bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Jethro, salah satu mahasiswa yang merancang dan memasang EWS tersebut. Proses pemasangan bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah gangguan sinyal akibat topografi, seperti bukit dan vegetasi lebat yang mempersulit transmisi data antara perangkat. Namun, kendala ini menjadi pembelajaran teknis penting bagi tim dan membuka kemungkinan pengembangan sistem di masa depan. Melalui proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menerima peringatan lebih awal saat potensi bencana terjadi, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir risiko, mengurangi potensi kerugian, dan yang terpenting—menyelamatkan nyawa. Sebagai kawasan yang berada di pesisir selatan dan rawan tsunami, kehadiran teknologi peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Lebak Selatan, dan GMLS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Read More »

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 11:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Festival seni edukatif GEMINA hari kedua sukses digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 27 Mei 2025 di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, melibatkan 150 siswa untuk belajar mitigasi bencana lewat teater dan musik. Hari kedua pelaksanaan festival karya seni Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) kembali menghidupkan semangat edukasi kebencanaan di SDN 2 Situregen. Sebagai bentuk nyata dari misi GMLS dalam membangun kesadaran bencana, festival ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara melalui program Humanity Project. Acara yang digagas oleh William Louwi, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam program Humanity Project sebagai Project Manager GEMINA, digelar meriah di lapangan sekolah dengan berbagai pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan di hari kedua ini adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”, yang diperankan oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru serta relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Teater ini menyampaikan narasi imajinatif tentang bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dipahami generasi muda. Selain itu, ditayangkan pula video musik “Sang Ombak Raksasa”, yang berisi edukasi tentang skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Suasana kian semarak ketika guru dan partisipan turut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. William Louwi menyampaikan alasannya memilih karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana: “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas, dimana mereka bisa belajar sambil memahami apa pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater.”  Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme peserta. Festival GEMINA hari kedua ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara inklusif dan menyenangkan, serta menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Read More »

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 10:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 26 Mei 2025 – Sebanyak 150 siswa mengikuti GEMINA, festival karya seni edukatif yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 26 Mei 2025 siang di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, untuk memperkenalkan mitigasi bencana lewat pendekatan kreatif. Dalam upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini, GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara–dengan William Louwi sebagai Project Manager–menggelar Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), sebuah festival yang menggabungkan edukasi kebencanaan dan seni untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi GMLS dalam membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan terhadap risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. GEMINA mengusung konsep edukatif sekaligus interaktif. Festival ini menyasar siswa-siswi SDN 2 Situregen sebagai peserta utama, dengan harapan bahwa pemahaman sejak dini tentang bencana dapat membentuk karakter tangguh dan siap siaga menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan seni mewarnai jalannya acara, mulai dari perkenalan buku aktivitas “SIGEMI” bagi anak kelas 1-2 SD, lomba mewarnai untuk anak kelas 3-4 SD, hingga menghias peta evakuasi untuk anak kelas 5-6 SD. Materi-materi ini membahas tentang gempa bumi, tsunami, tanah longsor, serta bencana lainnya yang rawan terjadi di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan GEMINA juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Situregen, ibu Entin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami bersyukur atas diadakannya GEMINA ini dalam proses pembelajaran anak-anak SDN 2 Situregen tentang pentingnya mitigasi bencana. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali bersama mahasiswa UMN yang juga menggandeng DESTANA untuk kemajuan desa dan masyarakat Cipurun, Lebak Selatan.” Hal senada juga disampaikan oleh Kang Deni–Ketua Forum DESTANA Situregen, “Situregen, terlebih Kampung Cipurun, merupakan tempat saya lahir dan juga tempat saya tumbuh dan berkembang. Kemajuan masyarakat desa juga sangat saya pedulikan, terutama untuk menghadapi bencana alam di sekitar kita. Anak-anak mahasiswa di sini yang membantu kita dalam mempersiapkan tentang kemitigasian bencana nantinya akan kasih tahu kita semua agar bisa menghadapi bencana dengan baik bersama DESTANA lainnya.” Dengan adanya festival ini, GMLS berharap edukasi mitigasi bencana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret oleh masyarakat, dimulai dari generasi paling muda. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @gemina.id atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Read More »

Shopping Cart