events

Edukasi Mitigasi Bencana di Lebak Hadir lewat Film dan Musik Sunda

Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:35

Lokasi: Panggarangan 

Penulis: Steven Eduard

LEBAK – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menghadirkan pendekatan baru dalam edukasi kebencanaan melalui kegiatan Festival Budaya Mitigasi: Pergelaran Seni dan Apresiasi Karya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini memadukan unsur seni, budaya, dan edukasi mitigasi sebagai upaya membangun kesadaran bencana yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Program yang mendapat dukungan dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini dipimpin oleh Manajer Proyek Ramadhan Alraziyn sebagai bagian dari pengembangan metode komunikasi mitigasi yang kreatif dan mudah diterima generasi muda. Ratusan pelajar tampak memadati area kegiatan sejak acara dimulai. Berbagai karya edukasi kebencanaan dan perlombaan ditampilkan dalam format interaktif, melengkapi pendekatan sosialisasi yang selama ini cenderung konvensional.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemutaran perdana film pendek berjudul Cerita Lama, Peringatan Nyata. Film ini mengangkat memori kolektif masyarakat Bayah terhadap ancaman tsunami di wilayah pesisir selatan Banten. Melalui kisah yang dekat dengan pengalaman masyarakat setempat, penonton diajak untuk memahami kembali pentingnya kesiapsiagaan. Pendekatan visual sengaja dipilih untuk menjembatani pengetahuan kebencanaan agar lebih mudah diserap oleh kaum muda.

Selain film, pengunjung juga diajak mengenal lagu mitigasi berbahasa Sunda berjudul “Tong Balik Deui” hasil karya Cipt. Steven Eduard. Lagu ini disajikan sebagai media edukasi alternatif untuk mengenali tanda-tanda alam tsunami sekaligus langkah penyelamatan diri. Melalui alunan musik, pesan kebencanaan disampaikan dalam bentuk yang lebih mudah diingat sehingga berpotensi menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ramadhan menjelaskan, pendekatan budaya dipilih karena memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus selalu disampaikan melalui seminar atau sosialisasi formal. Seni, film, dan musik dapat menjadi media yang efektif untuk membangun kesadaran sekaligus menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap risiko bencana,” tuturnya.

Guna mengukur tingkat keberhasilan edukasi, para pengunjung yang hadir mengikuti tes awal dan tes akhir (pre-test dan post-test) kesiapsiagaan bencana melalui sistem digital yang disediakan panitia. Metode ini digunakan untuk mengetahui pemahaman awal masyarakat sekaligus menjadi bagian dari evaluasi efektivitas kampanye mitigasi.

Melalui Festival Budaya Mitigasi ini, GMLS berharap dapat melahirkan model edukasi kebencanaan yang lebih inklusif, adaptif, dan relevan dengan kearifan lokal. Dukungan UMN dalam pengembangan pendekatan komunikasi berbasis seni dan budaya ini diharapkan mampu memperkuat upaya dalam membangun masyarakat pesisir yang sadar risiko dan tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan.

__

Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)
Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami.

Kontak Media

Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. ‪+62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com

Admin: Dayah Fata Fadillah
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 858-8820-0600

Share this Events

Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan

ALAMAT

Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392

Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.