Library

GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Oktober 2026 | 12:00 Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung Penulis: Marvelous PANGGARANGAN, –  Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menerima lima siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Bayah untuk mengikuti program praktik kerja lapangan (PKL). Penyerahan peserta PKL ini dilaksanakan di Saung Villa Hejo Kiarapayung, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (5/10/2026). Kembali   Kegiatan ini merupakan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani di SMKN 1 Bayah pada Selasa (1/9/2026) lalu. Penyerahan kelima siswa tersebut dilakukan oleh panitia program PKL SMKN 1 Bayah, Aldy Alfiansyah, kepada Direktur GMLS, Anis Faisal Reza. Selama tiga bulan menjalani program bersistem hibrida ini, para peserta bertugas mendukung operasional Pusat Kendali (Command Center), terlibat dalam berbagai proyek GMLS, serta menyebarluaskan wawasan mitigasi risiko bencana di lingkungan sekolah mereka. Dalam pelaksanaannya, para peserta PKL akan bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Mereka juga akan didampingi oleh mentor PKL Dayah Fata Fadilah di bawah supervisi langsung dari Anis Faisal Reza. Anis menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan siswa agar tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di pesisir Lebak Selatan. “Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah, tetapi juga membuka peluang bagi siswa untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan,” tutur Anis. Lewat terjun langsung ke lapangan, para siswa diharapkan dapat menumbuhkan empati sosial sekaligus meningkatkan pemahaman dasar mengenai prosedur evakuasi dan sistem peringatan dini. Senada dengan hal tersebut, Aldy berharap wawasan kebencanaan yang diperoleh selama PKL mampu menjadikan para siswa tersebut sebagai pionir dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media MarvelousGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 877-8835-5500Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS Terima Lima Siswa SMKN 1 Bayah untuk PKL Mitigasi Bencana Read More »

Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Tanggal Rilis: 4 Oktober 2026 | 10:30 Lokasi: Sekolah Rakyat Lebak Penulis: Marvelous PANGGARANGAN, GMLS – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melaksanakan edukasi mitigasi bencana bagi 150 siswa Sekolah Rakyat Lebak di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen komunitas dalam meningkatkan ketangguhan warga pesisir terhadap potensi ancaman alam.  Program edukasi yang menyasar 50 murid SD dan 100 siswa SMP ini menjadi kerja sama perdana antara GMLS dan Sekolah Rakyat. Pelaksanaannya turut dibantu oleh para sukarelawan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik Informasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).  Direktur GMLS Anis Faisal Reza menyampaikan, pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan tingkat usia agar materi lebih mudah diserap oleh para pelajar. “GMLS hadir untuk mengedukasi siswa Sekolah Rakyat mengenai mitigasi kebencanaan di lingkungan sekolah melalui permainan interaktif dan simulasi evakuasi,” tutur Anis.  Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan pemaparan teori dan peragaan teknik dasar berlindung oleh para mahasiswa UMN. Setelah itu, peserta diajak mendalami materi melalui metode yang berbeda; siswa SD belajar lewat berbagai permainan edukatif, sedangkan siswa SMP mempraktikkan langsung skenario simulasi kebencanaan.  Langkah menyeluruh ini tidak hanya memastikan para siswa memahami prosedur keselamatan secara komprehensif, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi GMLS dalam memperluas jangkauan literasi pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan di wilayah Lebak Selatan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media MarvelousGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 877-8835-5500Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Edukasi Mitigasi Bencana GMLS Sasar 150 Siswa Sekolah Rakyat Lebak Read More »

GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Tanggal Rilis: 1 September 2026 | 18:00 Lokasi: SMK Negeri 1 Bayah Penulis: Dayah Fata Fadillah BAYAH, 1 September 2026 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan SMK Negeri 1 Bayah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait program edukasi mitigasi bencana, peningkatan kapasitas kesiapsiagaan, serta pengembangan keterampilan siswa. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Negeri 1 Bayah, Selasa (1/9/2026). Kerja sama ini menjadi landasan awal bagi kedua pihak untuk memperkuat literasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah sekaligus memberdayakan keterampilan siswa agar dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan kebencanaan di wilayah Lebak Selatan. Penandatanganan MoU dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 1 Bayah, H. Rohani, S.Pd., Wakil Bidang Hubungan Industri (Hubin), Rudi Hardian, S.T., serta Ketua Program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Aldy Alfiansyah, S.Kom. Melalui kerja sama tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan operasional, kampanye edukasi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan sistem informasi mitigasi bencana. Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup lima bidang utama, yaitu pengembangan sistem informasi dan infrastruktur mitigasi, pemanfaatan teknologi peringatan dini (Early Warning System/EWS), edukasi dan simulasi kebencanaan, kampanye edukasi digital berbasis multimedia, serta pemberdayaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kolaborasi di bidang teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam kerja sama ini. Siswa SMK Negeri 1 Bayah dapat memperoleh ruang untuk menerapkan kompetensi yang dipelajari di sekolah dalam konteks nyata, khususnya dalam mendukung sistem informasi dan teknologi mitigasi bencana. Selain aspek teknologi, edukasi dan simulasi kebencanaan juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, warga sekolah diharapkan tidak hanya memahami risiko bencana, tetapi juga mengetahui langkah yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Kerja sama ini sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk terlibat dalam kampanye edukasi digital melalui kemampuan multimedia yang mereka miliki. Materi edukasi kebencanaan dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk konten kreatif agar informasi mengenai kesiapsiagaan lebih mudah dipahami dan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan adanya MoU tersebut, GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, teknologi, dan kebutuhan mitigasi bencana. Sinergi ini juga menjadi langkah untuk mempersiapkan siswa agar memiliki keterampilan praktis sekaligus kepedulian terhadap keselamatan masyarakat di wilayah Lebak Selatan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 85-888-200-600Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS dan SMK Negeri 1 Bayah Jalin Kerja Sama Perkuat Edukasi dan Kesiapsiagaan Bencana Read More »

Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat Tanggal Rilis: 14 April 2026 | 22:04 Lokasi: = Villa Hejo Kiarapayung Penulis: Steven Eduard PANGGARANGAN – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi memperpanjang komitmen kolaborasi mereka dalam penguatan mitigasi bencana. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terbaru ini menandai babak baru setelah berakhirnya masa berlaku kerja sama periode sebelumnya, dengan fokus yang lebih tajam pada integrasi ilmu sosial dan teknologi. Kembali Acara yang berlangsung di Panggarangan, Senin (13/4/2026), dihadiri langsung oleh Rektor UMN, Ir. Andrey Andoko, M.Sc., Ph.D. Kehadirannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas akar rumput seperti GMLS bukan sekadar aktivitas pelengkap, melainkan bagian strategis dari visi akademis. Solusi Atas Keterbatasan Direktur GMLS, Anis Faisal Reza, mengungkapkan bahwa perjalanan lima tahun terakhir telah membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya di lapangan dapat diatasi melalui strategi kolaborasi. Perpanjangan MoU ini menjadi dasar hukum untuk melanjutkan proyek ambisius “Kiara Payung Nusantara”. “Kami memiliki banyak cita-cita besar untuk mitigasi di wilayah ini, namun sumber daya yang diperlukan sangat berat. Kolaborasi ini adalah solusi nyata atas keterbatasan tersebut,” ujar Anis. Bagi GMLS, perpanjangan kerja sama ini sangat krusial mengingat lembaga ini tengah mengembangkan jejaring dengan lebih dari 40 mitra, termasuk rencana kolaborasi internasional dengan University of Bonn dan tim riset dari Jepang terkait sistem peringatan dini gempa (Earthquake Early Warning System). Sentuhan Ilmu Sosial dan Teknologi Hal unik dalam kolaborasi ini adalah keterlibatan aspek ilmu sosial yang cukup kuat, sebuah langkah yang disebut jarang terjadi dalam diskursus mitigasi bencana yang biasanya didominasi oleh sains eksakta. Irwan Fakhruddin, perwakilan dari Program Studi Strategic Communication UMN, mencatat bahwa pendekatan ini mendapat apresiasi dari UNESCO. “Sepanjang UNESCO bekerja di Indonesia, baru UMN yang terlibat di ranah ilmu sosial untuk isu ini. Ternyata pendekatannya sangat strategis,” ungkapnya. Di sisi lain, aspek teknis tetap dikawal melalui keterlibatan Fakultas Teknik Informatika. Dr. Eng. Niki Prastomo menjelaskan bahwa mahasiswa akan dilibatkan dalam menciptakan solusi teknologi yang kontekstual dengan kebutuhan di Lebak Selatan. Keberlanjutan di Lapangan Rektor UMN, Andrey Andoko, menekankan bahwa kunci dari mitigasi yang tangguh adalah sistem yang tidak hanya berbasis teknologi tinggi, tetapi juga berakar pada kebutuhan masyarakat. Dengan perpanjangan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk terus menciptakan sistem mitigasi yang inklusif di wilayah Bayah dan sekitarnya. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium hidup; bagi warga Lebak Selatan, ini adalah jaminan keberlanjutan dukungan akademis untuk keselamatan mereka di masa depan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rawat Kolaborasi, GMLS-UMN Perpanjang Kerja Sama Mitigasi Berbasis Masyarakat Read More »

VIDEO MUSIK “PAHLAWAN SIAGA” AJARI ANAK-ANAK LEBAK SIAGA TSUNAMI

DONATE events VIDEO MUSIK “PAHLAWAN SIAGA” AJARI ANAK-ANAK LEBAK SIAGA TSUNAMI Tanggal Rilis: 29 November 2025 | 11:37 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Nashita Nashwa, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 28 November 2025 — Puluhan anak di Lebak Selatan menyanyi dan menari bersama dalam peluncuran video musik edukasi kebencanaan “Pahlawan Siaga” yang digelar Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam kegiatan Sagara Asih di Sebelah Jembatan Cisiih, pada Sabtu (22/11). Video ini mengajarkan kesiapsiagaan gempa dan tsunami dengan cara yang menyenangkan bagi anak-anak di wilayah rawan bencana. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian aktivitas interaktif, mulai dari menyanyi dan menari mengikuti gerakan dalam video, kuis seputar pesan kesiapsiagaan, hingga pembagian doorprize. Metode edukasi melalui musik dan gerakan ini dirancang agar anak-anak lebih mudah mengingat langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana. “Kesiapsiagaan harus ditanamkan sejak usia dini. Tinggal di daerah rawan bencana membuat kita perlu membangun kebiasaan untuk selalu siap dan memahami langkah yang benar saat situasi darurat,” ujar Nashita Nashwa, kreator video musik “Pahlawan Siaga.” Nashita berharap karya ini dapat menjadi jembatan edukasi yang menyenangkan, mudah diikuti, dan relevan untuk masyarakat Lebak Selatan serta khalayak luas. Acara peluncuran turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Ny. Belia Hasbi Jayabaya, yang menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya media edukasi ramah anak yang relevan dengan kebutuhan wilayah rawan bencana. Nashita menyerahkan plakat “Pahlawan Siaga” kepada Ny. Belia sebagai bentuk penghargaan dan simbol dukungan terhadap karya tersebut. Hadir pula Camat Panggarangan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, serta BPBD Kabupaten Lebak. Seluruh pihak menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat edukasi kebencanaan melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Melalui pendekatan musik dan gerakan, “Pahlawan Siaga” diharapkan mampu menanamkan kebiasaan siaga bencana, memperkuat kepercayaan diri anak-anak, dan mendorong keluarga serta sekolah untuk lebih aktif dalam edukasi kebencanaan. GMLS berencana mendistribusikan video ini ke sekolah-sekolah di kawasan pesisir Lebak Selatan.   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

VIDEO MUSIK “PAHLAWAN SIAGA” AJARI ANAK-ANAK LEBAK SIAGA TSUNAMI Read More »

30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan

DONATE events 30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 29 November 2025 | 11:37 WIB Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 29 November 2025 — Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara mengakhiri program Humanity Project setelah 30 hari mendampingi masyarakat Lebak Selatan dalam berbagai kegiatan edukasi mitigasi bencana di Kampung Gardu Timur dan Puskesmas Panggarangan. Program yang berlangsung dalam tiga fase: 10 hari di September, 10 hari di Oktober, dan 10 hari di November ini melibatkan 15 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Batch VII) dan 5 mahasiswa Fakultas Teknik Informatika (Batch IV) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Selama 30 hari, mahasiswa menjalankan empat program utama yang menyasar berbagai segmen masyarakat. Program Sagara Asih fokus pada edukasi kebencanaan untuk anak-anak, Ngopi Bareng Bapak mengajak kepala keluarga memahami kesiapsiagaan, Dapur Siaga melatih peran ibu dalam kondisi darurat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat bencana bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Panggarangan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Camat Panggarangan, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, perwakilan DPRD Lebak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, dan BPBD Kabupaten Lebak yang berpartisipasi aktif dalam sejumlah program. “30 hari bersama, saya harap nilai-nilai yang kalian pelajari saat ini dapat terus kalian pegang. Pengalaman mendampingi masyarakat pesisir ini adalah pembelajaran berharga tentang kemanusiaan dan tanggung jawab sosial,” ujar Anis Faisal Reza, Direktur GMLS, yang membimbing peserta Humanity Project. Acara penutupan digelar Kamis (28/11) malam pukul 20.30 WIB di GMLS, yang dihadiri seluruh peserta Humanity Project, perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Khairul Syafuddin, koordinator program Social Impact Initiative UMN. Suasana penuh kehangatan saat mahasiswa dan masyarakat berbagi cerita pengalaman selama program berlangsung. Program Humanity Project merupakan bagian dari Social Impact Initiative Universitas Multimedia Nusantara yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program kemanusiaan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga belajar tentang realitas masyarakat pesisir yang hidup di kawasan rawan bencana. Meskipun ini adalah batch terakhir dari program Humanity Project, GMLS berharap program ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran mitigasi kebencanaan, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi bencana alam. Pengalaman kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi program serupa di masa mendatang.   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan Read More »

GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi

DONATE events GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi Tanggal Rilis: 27 November 2025 | 13:57 WIB Lokasi: Command Center GMLS, Panggarangan Penulis: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 27 November 2025 — Sagara Asih bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menggelar sesi live streaming inspiratif yang mengajak generasi muda dan komunitas lokal untuk menumbuhkan nilai, kapasitas, serta kualitas kolektif dalam membangun kemandirian masyarakat menghadapi risiko bencana. Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran komunitas lokal dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman megathrust, salah satu isu kebencanaan yang menjadi perhatian utama pemerintah dan lembaga mitigasi di Indonesia. Melalui pemanfaatan media sosial dan konten edukatif, GMLS berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar penerima informasi menjadi pelaku aktif dalam komunikasi kebencanaan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Relawan muda dari GMLS, Dayah Fata Fadillah, membagikan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai program edukasi kebencanaan di Lebak Selatan. Di tengah tren anak muda yang cenderung mengejar keuntungan finansial, Dayah justru memilih menyalurkan energinya untuk kegiatan sosial. “Saya belajar dari GMLS bahwa kontribusi sosial bukan hanya soal uang, tapi soal dampak dan kebermanfaatan. Ketika masyarakat lebih sadar dan siap menghadapi bencana, di situlah nilai sebenarnya muncul,” ujarnya. Dayah menyoroti peran media digital sebagai alat penyebaran edukasi kebencanaan yang efektif. “Dengan membuat konten yang sedang trending, GMLS berhasil mencapai lebih dari 14 juta view di TikTok. Ini bukti bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara menarik, ringan, tapi tetap bermakna,” katanya. Ia menegaskan bahwa kemandirian dan komitmen adalah fondasi utama membangun organisasi komunitas yang berkelanjutan. “Dari perjalanan kami, tanpa bantuan dana besar, kami tetap bisa berjalan dengan visi dan misi yang kuat. GMLS bahkan berhasil mendapatkan pengakuan dari UNESCO melalui program Tsunami Ready. Hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi komunitas lokal lainnya,” tutur Dayah. GMLS telah berhasil mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO. Organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir ini berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Melalui kolaborasi dengan Sagara Asih, GMLS berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong menjadi agen perubahan. Bukan hanya memahami risiko bencana, tetapi juga membangun ketangguhan sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Sesi live streaming ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi lokal mampu menjadi model pemberdayaan komunitas pesisir yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi Read More »

32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami

DONATE events 32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami Tanggal Rilis: 26 November 2025 | 06:37 WIB Lokasi: Puskesmas Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 25 November 2025 — Sebanyak 32 tenaga kesehatan Puskesmas Panggarangan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat gempa dan tsunami dalam Workshop Puskesmas Tangguh Bencana yang digelar PUSTANA. Workshop ini juga menandai peluncuran buku panduan kesiapsiagaan bencana khusus untuk fasilitas kesehatan pesisir. PANGGARANGAN, 25 November 2025 — Sebanyak 32 tenaga kesehatan Puskesmas Panggarangan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat gempa dan tsunami dalam Workshop Puskesmas Tangguh Bencana yang digelar PUSTANA. Workshop ini juga menandai peluncuran buku panduan kesiapsiagaan bencana khusus untuk fasilitas kesehatan pesisir. Workshop berlangsung selama lima jam (09.00–14.00 WIB) di Aula Lantai 2 Puskesmas Panggarangan. Kegiatan ini dipandu dua fasilitator: Anis Faisal Reza (Abah Lala), Direktur GMLS, yang menjelaskan analisis risiko bencana, dan Aan Anugerah, praktisi kebencanaan berpengalaman dalam edukasi kesiapsiagaan masyarakat.  Tenaga kesehatan memperoleh pemaparan materi mulai dari skenario dan konteks risiko, asesmen risiko partisipatif, hingga simulasi tabletop exercise. Metode ini dirancang untuk memperkuat pemahaman tenaga kesehatan tentang peran mereka sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. “Puskesmas memiliki peran vital saat bencana terjadi. Mereka harus tetap bisa memberikan layanan kesehatan darurat bahkan dalam kondisi terburuk. Karena itu, SOP yang jelas sangat diperlukan,” ujar Aan Anugerah. Dalam workshop ini, PUSTANA juga meluncurkan buku panduan berjudul “Protokol Kesiapsiagaan dan Respons Bencana: Gempa Bumi dan Tsunami – Panduan untuk Puskesmas Panggarangan.” Buku tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan puskesmas di wilayah pesisir untuk menghadapi risiko gempa dan tsunami. Sebelum workshop, GMLS telah mengadakan sesi live Instagram bertajuk “Siaga Hadapi Bencana: Kolaborasi Menuju PUSTANA” bersama Deni Apriatna, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Situregen, dan Encep Suprayoga, perawat sekaligus Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Panggarangan. “Harapan besar agar program ini mampu mewujudkan Puskesmas yang selalu siap dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Encep dalam sesi live tersebut. Melalui program PUSTANA, GMLS berharap Puskesmas Panggarangan dapat menjadi model ketangguhan fasilitas kesehatan pesisir, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal bahkan dalam situasi darurat bencana. GMLS berencana mereplikasi program ini di puskesmas lain di kawasan pesisir Lebak Selatan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami Read More »

Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur

DONATE events Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:59 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Shangrila Surya Putri, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN— 23 November 2025. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melakukan program kolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Kegiatan edukasi “Dapur Siaga” di Kampung Gardu Timur, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan yang dihadiri oleh 39 Ibu – ibu. Kegiatan ini memiliki tujuan dalam meningkatkan kapasitas para ibu di Kampung Gardu Timur, yang dimana area kampung tersebut memiliki akses mobilitas yang terancam lumpuh ketika terjadinya bencana. Acara ini menempatkan para ibu sebagai pusat penguatan kapasitas, karena merekalah yang paling memahami kebutuhan pangan keluarga. Melalui workshop ini, keterampilan domestik para ibu dikembangkan menjadi kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengoperasikan dapur umum berskala besar saat terjadi keadaan darurat. Dapur umum bencana bukan sekadar soal memasak dalam porsi besar,” tegas Dini Maryani, Pemegang Program Gizi Puskesmas Panggarangan, saat membawakan sesi workshop. “Setiap hidangan harus tetap memenuhi standar gizi, higiene, dan sanitasi, meskipun kita bekerja dengan segala keterbatasan di situasi darurat. “Dalam situasi bencana, asupan gizi seringkali terabaikan karena fokus hanya pada ‘perut kenyang’. Padahal, pemenuhan gizi yang tepat sangat krusial untuk menjaga imunitas pengungsi agar tidak mudah sakit. Melalui Dapur Siaga, kami membekali ibu-ibu agar mampu menyajikan makanan yang cepat saji namun tetap padat gizi dan aman dikonsumsi,” ujar Dini Maryani di sela-sela acara. Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) manajemen stok bahan makanan lokal bersifat darurat, perhitungan porsi, hingga teknik pengolahan pangan yang aman. Antusiasme peserta memuncak pada sesi Lomba Masak, di mana para ibu ditantang untuk mempraktikkan materi yang telah didapat dengan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu darurat yang layak dan bergizi dalam waktu terbatas. Acara Dapur Siaga ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara elemen masyarakat berfokus kepada para ibu Kampung Gardu Timur, Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen, dan Puskesmas Panggarangan. Diharapkan, “Dengan dapur siaga ini saya berharap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan untuk wilayah Desa Situregen dan sekitarnya yang dimulai melalui para ibu Kampung Gardu Timur untuk dipersiapkan menjadi agen dapur siaga dalam manajemen dapur umum dalam menghadapi memiliki yang sigap, terlatih, dan mandiri jika sewaktu-waktu terjadi bencana.” Ujar Shangrila Surya Putri, selaku Project Manager dari Dapur Siaga. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur Read More »

Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir

DONATE events Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:43 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Festival Sagara Asih di Kampung Gardu Timur, Panggarangan, Lebak Selatan, sebuah kegiatan yang dihadiri oleh 35 anak dan bertujuan memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar melalui pendekatan kearifan lokal Caah Laut sebagai pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir tentang ancaman tsunami. Festival Sagara Asih menghadirkan tiga pos permainan: Detektif Bencana, Peta Keselamatan, dan Pahlawan Kampung yang mengajak anak-anak belajar sambil bergerak, tertawa, dan bereksplorasi. Melalui permainan yang mudah dipahami, mereka diajak mengenali tanda bahaya, menemukan jalur evakuasi yang aman, hingga merasakan bagaimana harus bersikap saat keadaan darurat. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan media edukasi yang mereka ciptakan dengan penuh kepedulian, yaitu Buku Aktivitas Si Komi, boardgame Opat Kawani Elod, dan video musik lagu “Pahlawan Siaga”, yang dirancang agar anak-anak dapat belajar tentang bencana dengan cara yang dekat, menyenangkan, dan bermakna bagi kehidupan mereka. Kegiatan edukasi berbasis komunitas ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lebak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, PMI Kabupaten Lebak, Pokdarwis Provinsi Banten, Pokdarwis Kabupaten Lebak, serta Genpi Lebak. Menanggapi kolaborasi tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasinya, “Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kesiapsiagaan sejak usia dini. Kami sangat mendukung inisiatif dan kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam memperkaya upaya mitigasi bencana di wilayah kita.” Gugus Mitigasi Lebak Selatan berharap Festival Sagara Asih menjadi langkah awal dalam membangun model edukasi berbasis komunitas yang menekankan budaya lokal dan partisipasi aktif anak-anak. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir Read More »

Shopping Cart