Library

Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat

DONATE events Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:35 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Keycia Amanda, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN— 22 November 2025. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Kegiatan edukasi “Ngopi Bareng Bapak Siaga” di Kampung Gardu Timur, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan. Kegiatan ini memiliki tujuan memperkuat fondasi kesiapsiagaan bencana bagi 37 kepala keluarga di wilayah Kampung Gardu Timur, yang termasuk zona merah tsunami Lebak Selatan. Kegiatan edukatif ini berlangsung pada Sabtu malam, 22 November 2025. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan tindakan nyata kesiapsiagaan melalui dua sesi workshop utama. Sesi pertama, yang disampaikan oleh Anis Faisal Reza, Direktur GMLS, membahas potensi bencana di Kampung Gardu Timur, mengajak kepala keluarga mengenali secara mendalam ancaman nyata tsunami yang dapat berdampak signifikan pada wilayah zona merah tersebut. Selanjutnya, sesi kedua yang dibawakan oleh Kang Aan, Aktivis Kebencanaan, mengangkat tema Keluarga Tangguh Bencana. Peserta didik mengenai konsep keluarga siaga, pemahaman jalur evakuasi, dan langkah-langkah penyusunan Standar Operasi Prosedur (SOP) Keluarga. Sebagai tindak lanjut, setiap kepala keluarga diminta menyusun rencana langkah evakuasi pribadi jika tsunami terjadi, sekaligus menetapkan peran siaga yang jelas bagi setiap anggota keluarga mereka. Melengkapi workshop edukatif, kegiatan ini turut menghadirkan pameran photobook bertajuk “Sebelum Sunyi: Catatan dari Garis Tempat Ombak Menanti”, yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat di kawasan rawan tsunami. Pada kesempatan yang sama, juga diluncurkan buku panduan “Keluarga Tangguh Gardu Timur”. Buku ini berfungsi sebagai pedoman praktis bagi warga dalam membangun dan memelihara kesiapsiagaan keluarga secara berkelanjutan. Project Manager Ngopi Bareng Bapak Siaga, Keycia Amanda Hutomo, berharap kegiatan ini menjadi titik awal peningkatan kapasitas keluarga dalam menghadapi bencana. “Melalui kegiatan ini, Kami berharap tingkat pengetahuan bapak-bapak terkait potensi dan langkah mitigasi bencana Tsunami dapat meningkat. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan fondasi budaya kesiapsiagaan bencana (culture of disaster preparedness) di Kampung Gardu Timur,” ujar Keycia, menyoroti target peningkatan pengetahuan bapak-bapak tentang mitigasi tsunami. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun masyarakat yang lebih siaga dan tangguh. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat Read More »

Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana

DONATE events Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana Tanggal Rilis: 22 November 2025 | 15:21 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Clarence Sabrina, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 – Opat Kawani Elod, sebuah media pembelajaran kebencanaan berbasis permainan, resmi diperkenalkan dalam Festival Sagara Asih sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Menghadirkan pendekatan belajar sambil bermain, permainan ini mengajarkan anak-anak langkah keselamatan dasar, cara mengenali ancaman seperti gempa bumi dan tsunami, serta pentingnya bekerja sama saat menghadapi situasi darurat. “Kami ingin anak-anak belajar dengan gembira, tetapi tetap memahami betapa pentingnya keselamatan,” ujar Clarence Sabrina yang terlibat dalam pengembangan permainan ini. Opat Kawani Elod dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa UMN bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sebagai bentuk inovasi edukasi kebencanaan yang dekat dengan budaya lokal. Permainan ini menggunakan kartu misi yang mendorong pemain untuk berpikir cepat, mengambil keputusan, dan menyusun strategi penyelamatan. Nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi inti dari setiap mekanisme permainan. Nama Opat Kawani Elod berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “Empat Temani Elod”, merujuk pada empat elemen utama yang berperan melindungi Kampung Elod dari ancaman bencana. Dirancang dengan visual cerah dan ramah anak, permainan ini dibuat untuk memastikan proses belajar berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok usia. Selain dimainkan dalam Festival Sagara Asih, Opat Kawani Elod juga akan tersedia di Command Center GMLS di Kampung Gardu Timur dan Kampung Gardu Barat sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi anak-anak dan keluarga. Melalui permainan ini, GMLS berharap masyarakat dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan dari hal-hal sederhana yang dapat membentuk generasi tangguh dan peduli terhadap keselamatan diri serta orang lain. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana Read More »

Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi

DONATE events Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi Tanggal Rilis: 22 November 2025 | 15:21 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Fidelia Geisca, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 – Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi resmi diperkenalkan sebagai media edukasi kreatif yang membantu anak-anak memahami langkah mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan, mudah diterima, dan tetap bermakna. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan kegiatan Humanity Project Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Buku ini dirancang khusus untuk mendukung kesiapsiagaan anak-anak di wilayah pesisir Lebak yang rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Buku aktivitas ini menggunakan pendekatan interaktif yang mengajak anak-anak berpikir, mengeksplorasi, serta mempelajari tindakan yang tepat sebelum, saat, dan sesudah bencana. “Kami ingin menghadirkan media belajar yang ramah untuk anak-anak agar pesan penting tentang keselamatan dapat diterima tanpa rasa takut,” ujar perwakilan tim perancang buku dari UMN. Melalui aktivitas yang variatif, anak-anak dilatih membangun keberanian, kepedulian, dan kemampuan mengambil keputusan di situasi darurat. Nama “Komi” diambil dari singkatan Kompas Mitigasi, yang berfungsi sebagai panduan bagi anak-anak dalam memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Karakter Komi hadir pada setiap halaman untuk membantu menyederhanakan materi kompleks menjadi penjelasan yang mudah dipahami. Dengan gaya visual yang hangat dan bahasa yang ringan, Komi menjadi teman belajar yang mendampingi anak-anak menjelajahi pengetahuan kebencanaan melalui aktivitas bermain. Buku ini menegaskan pesan bahwa setiap anak dapat menjadi pahlawan keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Belajar sambil bermain membantu materi menjadi lebih menarik sekaligus memudahkan pemahaman tentang tindakan penyelamatan dasar. Buku ini dapat digunakan dalam berbagai kegiatan edukasi kebencanaan, baik di sekolah, komunitas, maupun dalam acara publik seperti Festival Sagara Asih. Melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi, GMLS dan UMN berharap keluarga dapat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan sederhana yang berdampak besar. Dengan cara belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sigap, tangguh, dan mampu melindungi diri serta sekitarnya. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi Read More »

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI

DONATE events GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Tanggal Rilis: 19 November 2025 | 22:11 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Lovenia Megumi | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 19 NOVEMBER 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan menggelar Festival Sagara Asih, sebuah program edukasi kebencanaan ramah anak yang mengangkat kearifan lokal pesisir. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 08.00–11.30 WIB di Kampung Gardu Timur, area sebelah Jembatan Cisiih, Kecamatan Panggarangan. Edukasi Mitigasi Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal Festival Sagara Asih hadir untuk mendekatkan konsep kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak melalui cara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Program ini mengadaptasi kearifan lokal Caah Laut, yaitu pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir terkait perubahan cuaca, gelombang, angin, dan tanda-tanda alam lain yang selama ini menjadi panduan alami dalam menghadapi potensi bahaya. GMLS melihat bahwa pendekatan lokal seperti ini tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga mampu menjembatani pemahaman anak-anak terhadap pengetahuan kebencanaan modern. Dengan menggabungkan observasi tradisional dan prinsip-prinsip mitigasi berbasis sains, festival ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan yang bersifat holistik dan mudah dipraktikkan. Tiga Pos Permainan dengan Pendekatan CCDRR Anak-anak akan mengikuti tiga pos permainan edukatif yang dikembangkan berdasarkan Child-Centered Disaster Risk Reduction (CCDRR). Melalui aktivitas interaktif ini, mereka akan belajar mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami peta keselamatan kampung, dan berlatih mengambil peran sederhana sebagai penolong di lingkungan sekitar. Setiap pos dirancang aman, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Peluncuran Media Pembelajaran Kebencanaan Dalam festival ini, GMLS dan mahasiswa juga memperkenalkan sejumlah media pembelajaran baru yang siap digunakan oleh sekolah maupun komunitas, yaitu: Buku Aktivitas Si Komi (Cluster Karya: Media Alternatif – Fidellia Geisca), Boardgame Opat Kawani Elod (Cluster Karya: Media Alternatif – Clarance Sabrina), Musik video “Pahlawan Siaga” (Cluster Karya: Media Alternatif – Nashita Nashwa). Produk-produk ini disiapkan untuk memperkaya materi edukasi kebencanaan yang relevan dan dapat digunakan secara mandiri oleh keluarga. Tujuan dan Harapan GMLS menegaskan bahwa Festival Sagara Asih merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah pesisir selatan Lebak. Dengan melibatkan generasi muda, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami. Kolaborasi dengan mahasiswa UMN juga memperkaya acara melalui sentuhan kreatif yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Pendekatan seperti ini menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara menyenangkan tanpa mengurangi substansi penting yang harus dipahami anak-anak. Keterlibatan Peserta Acara ini terbuka bagi anak-anak sekolah dasar di Kampung Gardu Timur dan kawasan sekitarnya. Seluruh kegiatan akan difasilitasi oleh pendamping dan relawan GMLS yang telah mendapatkan pelatihan dasar mitigasi bencana untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta. Informasi teknis lebih lanjut, termasuk pembagian kelompok dan alur kegiatan, akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Read More »

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Tanggal Rilis: 10 November 2025 | 15:41 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Nashita Nashwa | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 10 November 2025 – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Nashita Nashwa, meluncurkan video musik berjudul “Pahlawan Siaga”, yang mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana di wilayah pesisir Lebak Selatan, Tangerang Selatan. Peluncuran lagu ini akan berlangsung melalui acara “Sagara Asih” di Kampung Gardu Timur, dengan sasaran utama 45 anak dan keluarga pesisir sebagai peserta kegiatan. Nashita Nashwa menciptakan lagu “Pahlawan Siaga” sebagai bentuk respons terhadap kondisi geografis Kampung Gardu Timur yang berada di zona rawan bencana. Melalui karya ini, ia berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman banjir tahunan, gempa bumi, dan potensi tsunami megathrust yang mengintai wilayah tersebut. “Musik bisa menjadi jembatan antara edukasi dan kesadaran,” ujar Nashita Nashwa. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati lagu, tapi memahami bahwa kesiapsiagaan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri, keluarga, dan kampung halaman.”  Kolaborasi dengan Komunitas Lokal  “Pahlawan Siaga” merupakan hasil kolaborasi Nashita dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, komunitas yang fokus pada edukasi pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir. Lagu ini mengusung pesan kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi bencana alam.  Format Acara Intim dan Edukatif  Berbeda dari konser besar, “Sagara Asih” dirancang dengan format rumahan dan intim. Acara ini mengundang sekitar 45 orang dengan target utama anak-anak. Setiap undangan wajib melakukan registrasi terlebih dahulu untuk menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.   Acara digelar di Kampung Gardu Timur, yang dikenal juga sebagai Kampung Elod, terletak di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Acara tersebut diselenggarakan pada 22 November 2025 pukul 08.30-11.45 WIB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, menjadi momen penting lahirnya karya “Pahlawan Siaga.”   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 858‑8820‑0600‬Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Read More »

Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan Tanggal Rilis: 16 Oktober 2025 | 00:41 WIB Lokasi: Eshal Garden Penulis: Fidellia Geisca | Editor: Francisco Anderson Lebak, 11 Oktober 2025 – Sambil bermain di halaman rumah warga, sembilan anak di Kampung Eshal Garden, Lebak Selatan, belajar cara menghadapi gempa dan tsunami lewat berbagai permainan edukatif yang seru. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) sore, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran siaga bencana sejak usia dini. Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus meningkatkan ketangguhan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana alam. Melalui metode pembelajaran berbasis permainan, topik kebencanaan disampaikan secara ringan dan kontekstual agar lebih mudah dipahami anak-anak. “Kegiatan Safari Kampung ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan keterlibatan fasilitator di setiap kampung,” ujar Lovenia Megumi, Community Relations Officer Safari Kampung. “Kami selalu berupaya membangun kolaborasi yang kuat dengan para fasilitator lokal karena mereka yang paling memahami karakter dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukasi menjadi lebih relevan dan mudah diterima, terutama oleh anak-anak dan keluarga di wilayah pesisir.” Ia menambahkan, “Setiap kegiatan kami rancang bersama tim lapangan agar tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga membangun rasa kepemilikan di komunitas. Harapannya, masyarakat dapat terus melanjutkan praktik kesiapsiagaan ini secara mandiri meski kegiatan Safari Kampung sudah selesai.” Dalam kegiatan ini, anak-anak dibekali pemahaman dasar seputar gempa bumi dan tsunami mulai dari tanda-tanda awal, cara menyelamatkan diri, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah bencana. Penjelasan disampaikan dengan bahasa sederhana serta contoh dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir. Untuk memperkuat pemahaman, peserta diajak mengikuti tiga permainan utama. Permainan pertama, “Siaga Kata”, melatih kerja sama dan daya ingat. Anak-anak berlomba menyusun kata seperti tas siaga, banjir, dan kebakaran dalam waktu terbatas. Setiap kata yang berhasil disusun menjadi momen belajar kecil tentang arti dan dampak bencana tersebut. Selanjutnya, “Patriot Siaga”, permainan human board game dengan dadu besar, membawa peserta ke berbagai tantangan, mulai dari menjawab pertanyaan hingga melakukan simulasi siaga bencana. Melalui aktivitas ini, anak-anak belajar berpikir cepat dan tanggap dalam situasi darurat. Terakhir, permainan “Tsunara”, menyerupai ular tangga, memperkuat pembelajaran lewat pertanyaan seputar mitigasi. Jika ada peserta yang belum tahu jawabannya, mereka diajak berdiskusi untuk menemukan solusi bersama, menumbuhkan kolaborasi dan pemahaman kolektif. Acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” yang membangkitkan semangat kesiapsiagaan, diikuti pembagian souvenir bagi seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi. Suasana ceria terasa sepanjang kegiatan; tawa dan semangat anak-anak menunjukkan bahwa belajar kebencanaan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kampung Eshal Garden dipilih karena termasuk wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak gempa dan tsunami. Melalui Safari Kampung, organisasi ini berupaya memperkuat kesadaran siaga bencana masyarakat sejak usia dini, agar terbentuk generasi pesisir yang tangguh dan peduli lingkungan. Program Safari Kampung rencananya akan terus dilaksanakan di wilayah Lebak Selatan lainnya, seperti Panggarangan dan Cihara, untuk memperluas dampak edukasi kebencanaan di daerah rawan tsunami. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @rumahmarimba dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Eshal Garden: Belajar Siap Siaga Bencana dengan Keseruan Read More »

Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru Tanggal Rilis: 15 Oktober 2025 | 00:00 WIB Lokasi: Kampung Ciwaru Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson  Lebak, 11 Oktober 2025 — Sambil bermain, 14 anak di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan, belajar cara menyelamatkan diri saat gempa bumi dan tsunami. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini dieksekusi oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) pagi, sebagai upaya menanamkan kesadaran siaga bencana sejak usia dini. Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus membangun ketangguhan masyarakat pesisir di kawasan rawan bencana. Melalui pendekatan belajar berbasis permainan, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebencanaan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat. Pembelajaran Mitigasi yang Menyenangkan Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada tanda-tanda awal gempa dan tsunami serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah bencana. Materi ini kemudian dipraktekkan lewat tiga permainan edukatif. Permainan pertama, Patriot Siaga, merupakan human board game menggunakan dadu besar. Setiap langkah membawa peserta pada tantangan seperti menjawab pertanyaan, melakukan simulasi, atau memainkan misi siaga bencana. Aktivitas ini melatih ketangkasan dan berpikir cepat di situasi darurat. Berikutnya, anak-anak bermain Siaga Kata, lomba menyusun kata seperti “gempa”, “tsunami”, atau “evakuasi” dalam waktu 45 detik. Permainan ini membantu mereka mengenal istilah penting kebencanaan sambil melatih kerja sama dan kecepatan berpikir. Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” dan pembagian souvenir bagi seluruh peserta. Suasana keceriaan terasa sepanjang acara, anak-anak tertawa, berlari, dan antusias mengikuti setiap instruksi. “Kegiatan safari kampung sendiri memiliki sebuah tujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai mitigasi bencana dengan pembawaan yang tentunya berbeda.” ujar Marcelino Elben, Content & Program Koordinator, saat ditemui di lokasi kegiatan. Sepanjang kegiatan, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, tertawa, dan berpartisipasi dalam setiap sesi permainan. Safari Kampung di Kampung Ciwaru menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai pembelajarannya. Langkah GMLS Bangun Ketangguhan Anak Pesisir Kampung Ciwaru dipilih karena berada di kawasan rawan tsunami dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang masih perlu diperkuat. Melalui Safari Kampung, pengetahuan dasar mitigasi dapat tertanam sejak dini dan menumbuhkan generasi pesisir yang tangguh.  Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @safarikampung dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Permainan Edukatif di Ciwaru Read More »

RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH Tanggal Rilis: 14 Oktober 2025 | 21:46 WIB Lokasi: Desa Bayah Barat & Hergamanah Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson Lebak, 11 Oktober 2025 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menggelar kegiatan literasi anak di Rumah Mari Membaca (MARIMBA) yang berlokasi di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, pukul 09.00–11.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 20 peserta dari tingkat sekolah dasar. Tidak hanya di Kampung Ciwaru, MARIMBA berlangsung juga di Desa Hegarmanah, pukul 14:00-16:00 WIB yang dihadiri oleh 25 anak. Kegiatan pembelajaran di Rumah MARIMBA dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Melalui pendekatan yang partisipatif, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia dini, tetapi juga meningkatkan kemampuan literasi anak. Rumah MARIMBA menjadi ruang belajar yang hangat dan inspiratif, tempat anak-anak diajak mengeksplorasi pengetahuan dengan cara yang seru sambil menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari. Rumah MARIMBA termasuk kedalam salah satu program dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam upaya mengembangkan kemampuan literasi terutama bagi kalangan usia dini. Harapan dari program ini yakni memperkuat kesiapsiagaan akan setiap potensi bencana yang mampu terjadi. Rumah MARIMBA telah didirikan sejak tahun 2023. Kemampuan literasi mampu mengasah cara berpikir dalam menghadapi berbagai situasi. Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yang mengikuti Humanity Project Batch VII telah mempersiapkan berbagai kegiatan interaktif khususnya baik anak – anak yang mengikuti kegiatan Rumah MARIMBA.   Sesi pertama diawali dengan permainan “Tebak Tema”, di mana anak-anak dibagi dalam kelompok kecil dan diajak menebak topik pembelajaran hari itu melalui dua jenis permainan. Dalam Games 1, peserta merangkai potongan huruf hingga membentuk kata “Kabut Asap” sebagai pengantar mengenal topik utama.  Dilanjutkan dengan Games 2, yaitu permainan estafet kata, di mana anak-anak menebak kata yang berhubungan dengan gejala kabut asap seperti “batuk”, “susah bernapas”, “mata perih”, hingga “gangguan paru-paru”. Melalui kegiatan ini, peserta belajar mengenali dampak kabut asap terhadap kesehatan dengan cara yang seru dan komunikatif. Usai bermain, anak-anak diajak beralih ke sesi membaca buku dongeng bertema tsunami. Melalui cerita tersebut, mereka diperkenalkan dengan bentuk bencana lain yang juga perlu diwaspadai. Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan belajar lagu khusus, sebuah lagu bertema tsunami “Pahlawan Siaga” yang disertai gerakan sederhana dan permainan kecil agar anak-anak semakin antusias. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan beberapa buku cerita bagi anak – anak di Kampung Ciwaru & Desa Hegarmanah guna mendukung kegiatan literasi dilengkapi dengan pembagian souvenir. “Anak – anak selalu antusias kalau ada yang datang untuk marimba” Ucap Ibu Embay, Istri Ketua RT 001 Ciwaru yang menceritakan kesan anak-anak terhadap MARIMBA. Keceriaan selalu dinantikan oleh para peserta MARIMBA. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @rumahmarimba dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

RUMAH MARIMBA KEMBALI SEBAGAI LOKA LITERASI BAGI ANAK-ANAK DI KAMPUNG CIWARU & HERGAMANAH Read More »

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events 53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: = Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Sebanyak 53 personel gabungan dari TNI, Australian Defence Force (ADF), BASARNAS, BNPB, dan komunitas lokal melakukan survei lokasi untuk persiapan Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Senin (11/8/2025).   Final Site Survey (FSS) yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Pabandya 3 Latma Non ASEAN Spaban VII Latma Sops TNI. Kegiatan ini merupakan tahap akhir persiapan latihan penanggulangan bencana yang akan digelar pada Oktober mendatang. Kerjasama Lintas NegaraTim gabungan terdiri dari delegasi TNI sebanyak 24 orang yang dipimpin Letkol Laut (P) Dwi Herdian, 8 personel ADF, 4 anggota BASARNAS dipimpin, 7 personel BNPB, dan 10 anggota Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). “Ini bukan sekadar survei biasa. Setiap detail yang kami tinjau hari ini akan menentukan keberhasilan latihan yang melibatkan ratusan personel dari berbagai negara,” kata Abah Lala, Ketua GMLS. GMLS sendiri adalah komunitas yang telah mendapat pengakuan dari IOC-UNESCO dan berperan sebagai jembatan antara kearifan lokal dengan standar internasional dalam mitigasi bencana. Sembilan Lokasi StrategisTim survei memeriksa sembilan lokasi strategis yang akan menjadi arena latihan. Dua lokasi ditetapkan sebagai posko komando, yaitu kantor GMLS sebagai Command Base 1 dan kantor Desa Panggarangan sebagai Command Base 2. Untuk fasilitas operasional, Sungai Panggarangan akan digunakan sebagai media latihan water purifier, sementara pantai di sekitar desa akan menjadi lokasi kegiatan water purification air laut. Area lapangan di ketinggian juga disiapkan untuk pembangunan helipad pendaratan helicopter. Simulasi bencana akan dilakukan di dua titik untuk aplikasi teknologi life locator, yakni area tanah longsor dan reruntuhan bangunan. Rute evakuasi melalui jalan-jalan permanen telah dipetakan untuk jalur evakuasi pengungsi dan distribusi bantuan bencana. Fasilitas Penampungan LengkapUntuk fasilitas penampungan, tim menetapkan SMP Boarding School yang memiliki area lapang dan gedung kelas sebagai lokasi pendirian tenda dan rumah sakit lapangan. SMK Negeri juga disiapkan dengan fasilitas aula yang dapat menampung pengungsi.Lapangan bola di sekitar Desa Panggarangan ditetapkan sebagai Assembly Point atau titik kumpul pengungsi saat terjadi bencana.“Pengetahuan mereka tentang kondisi geografis dan sosial masyarakat di sini sangat berharga. Tidak ada yang lebih memahami wilayah ini selain mereka yang tinggal dan berkarya di sini setiap hari,” ungkap salah satu peserta survei mengenai peran vital komunitas lokal. Investasi KemanusiaanExercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 merupakan latihan gabungan penanggulangan bencana yang melibatkan Indonesia dan Australia. Latihan ini tidak hanya dilihat sebagai kegiatan militer rutin, tetapi sebagai investasi kemanusiaan untuk menghadapi ancaman bencana alam. Wilayah Lebak Selatan memiliki potensi risiko gempa megathrust dan tsunami Selat Sunda, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan aparat menjadi sangat krusial.Kegiatan survei hari pertama berjalan aman dan produktif. Seluruh hasil akan dibahas dalam Final Planning Conference (FPC) Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 sebagai dasar penetapan detail pelaksanaan latihan. Kolaborasi lintas batas dan lintas institusi ini menunjukkan bahwa bencana tidak mengenal batas negara, demikian pula solidaritas kemanusiaan dalam menghadapinya. Setiap simulasi yang akan dilakukan berpotensi menjadi penyelamat nyawa ketika bencana sesungguhnya terjadi. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Read More »

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: =  Kiarapayung , Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto S.I.P., M.Han., M.I.Pol., melakukan tinjauan langsung ke lokasi persiapan Latihan Gabungan Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kabupaten Lebak, Senin-Selasa (11-12/8/2025). Kunjungan yang berlangsung bersamaan dengan Final Site Survey (FSS) tim gabungan TNI-Australia ini menunjukkan komitmen tinggi jajaran Korem 064/MY dalam mensukseskan latihan penanggulangan bencana internasional tersebut. Rombongan terdiri dari Komandan Distrik Militer 0603/Lebak, Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kasrem 064/MY, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kasrem 064/MY, serta personel pendukung termasuk Patwal, driver, dan ajudan. “Kehadiran langsung Danrem dan Dandim menunjukkan perhatian serius TNI AD terhadap kesiapan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa dan tsunami seperti Lebak Selatan,” kata Abah Lala, ketua GMLS. Danrem langsung melakukan survey lokasi pada Senin pagi pukul 10.00-12.00 WIB. Tim meninjau Posko Villa Hejo Kiarapayung yang akan menjadi pusat komando latihan, kemudian melanjutkan survey ke lokasi-lokasi strategis lainnya, serta lokasi simulasi bencana dan aplikasi teknologi life locator di reruntuhan rumah di Kampung Kiarapayung, Desa Panggarangan. Kunjungan Danrem 064/MY ini sejalan dengan aktivitas FSS yang dilakukan tim gabungan 53 personel dari TNI, Australian Defence Force, BASARNAS, BNPB, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada hari yang sama. Kedua kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara jajaran komando daerah dengan tim pusat dalam mempersiapkan latihan yang akan melibatkan ratusan personel dari berbagai negara pada Oktober mendatang. Berbeda dengan tim FSS yang melakukan survei menyeluruh terhadap sembilan lokasi strategis, kunjungan Danrem lebih fokus pada aspek kesiapan teknis dan operasional di level komando daerah. Kehadiran Danrem 064/MY yang memimpin langsung tinjauan ini memberikan sinyal kuat dukungan penuh dari komando daerah. Wilayah Lebak yang berada di bawah tanggung jawab Korem 064/Maulana Yusuf memang memiliki potensi risiko tinggi terhadap bencana alam. Sinergi antara tim FSS pusat dengan kunjungan komando daerah menunjukkan kematangan persiapan jelang pelaksanaan Latgabmapad Bhakti Kanyini AusIndo 2025. Latihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga wujud nyata kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan bencana alam. Latihan Bhakti Kanyini AusIndo 2025 juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons cepat dalam menghadapi bencana, sekaligus mempererat kerjasama kemanusiaan antara Indonesia dan Australia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Read More »

Shopping Cart