Tanggal Rilis: 16 Juni 2026 | 12:34
Lokasi: Panggarangan
Penulis: Steven Eduard
BAYAH, – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dengan dukungan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar lokakarya bertajuk “OSIS SIAGA: Speak Up for Safety” di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui penguatan kapasitas komunikasi siswa, khususnya pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Lokakarya tersebut merupakan bagian dari program edukasi mitigasi bencana berbasis sekolah yang dikembangkan GMLS. Tujuannya adalah mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menyebarluaskan informasi keselamatan dan kesiapsiagaan kepada lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan komunikasi yang partisipatif, siswa didorong untuk memahami peran strategis mereka dalam mendukung upaya mitigasi bencana di sekolah.
Manajer Proyek kegiatan, Ricky Marsanday, menjelaskan bahwa penguatan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan pendidikan.
“Mitigasi bencana tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai risiko, tetapi juga kemampuan menyampaikan informasi yang tepat, jelas, dan menenangkan saat situasi darurat terjadi. Melalui program ini, kami ingin mendorong siswa menjadi agen komunikasi keselamatan di lingkungan sekolah,” ujar Ricky.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi berdasarkan buku saku OSIS SIAGA: Speak Up for Safety. Panduan ini dirancang khusus untuk membantu pengurus OSIS memahami peran mereka dalam komunikasi mitigasi bencana. Modul tersebut memuat berbagai materi mengenai penyampaian pesan keselamatan, kesiapsiagaan sekolah, serta peran siswa dalam mendukung koordinasi dan edukasi kebencanaan.
Untuk memperdalam praktik komunikasi, lokakarya ini menghadirkan pendongeng dari Dongeng Academy, Resha, sebagai narasumber. Melalui sesi interaktif dan bermain peran (role play), peserta diajak mempraktikkan berbagai skenario komunikasi saat menghadapi situasi bencana.
Sesi ini memberikan pemahaman bahwa komunikasi yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ketenangan, membangun kepercayaan, dan mendukung koordinasi ketika terjadi kondisi darurat. Dengan pendekatan yang aplikatif, siswa dapat memahami cara menyampaikan informasi keselamatan kepada teman sebaya secara jelas dan mudah dipahami.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan GMLS bersama UMN dalam memperkuat edukasi mitigasi bencana di kalangan pelajar. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan tangguh terhadap risiko ancaman alam.
Melalui lokakarya ini, GMLS berharap para pengurus OSIS dapat berperan lebih aktif sebagai penggerak budaya kesiapsiagaan di sekolah. Kolaborasi antara komunitas, institusi pendidikan, dan generasi muda ini diharapkan mampu memperkuat upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan di wilayah Lebak Selatan.
__
Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)
Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Kontak Media
Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Admin: Dayah Fata Fadillah
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 858-8820-0600
Share this Events
Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392
Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.