May 2026

Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban”

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban” Tanggal Rilis: 25 Mei 2026 | 18:10 Lokasi: Jakarta   Penulis: Steven Eduard JAKARTA, 25 Mei 2026 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dengan bangga mengumumkan bahwa Direktur GMLS, Anis Faisal Reza atau yang akrab disapa Abah Lala, telah menerima penghargaan bergengsi *Liputan 6 Awards 2026* untuk kategori Sustainability (Keberlanjutan). Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan nasional atas dedikasi dan inisiatif nyata GMLS dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami megathrust di kawasan pesisir Lebak, Banten. Momen penganugerahan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Bapak Dodi Hanggodo, yang menyerahkan trofi secara langsung kepada Abah Lala. Dalam pidato kemenangannya, Abah Lala menyoroti realitas di lapangan yang ia temukan selama lebih dari satu dekade bergerak di bidang kebencanaan. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi jauh lebih kompleks daripada sekadar mempersiapkan fisik bangunan atau jalur evakuasi. “Baru 11 tahun saya berkecimpung di dunia pengurangan risiko bencana. Tapi ternyata yang saya temukan, pengurangan risiko bencana itu tidak sederhana. Belajar berlindung dari gempa, tas siaga bencana, atau mempersiapkan tempat evakuasi—kami menemukan banyak hal yang lebih dalam. Kami menemukan banyak kerentanan di sana; ada problem literasi, pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga perlindungan kelompok rentan dan anak-anak. Sehingga pada akhirnya kami menyimpulkan, pengurangan risiko bencana sejatinya adalah rekonstruksi peradaban kita sendiri,” ujar Abah Lala. Gerakan akar rumput yang diinisiasi oleh Abah Lala bersama tim GMLS di Desa Panggarangan berfokus pada pendekatan yang komprehensif. Mulai dari diskusi kampung, simulasi evakuasi, hingga edukasi di sekolah-sekolah, masyarakat diajak untuk mengenali tanda-tanda alam dan merespons sistem peringatan dini secara mandiri. Upaya kolektif ini sebelumnya juga telah mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO melalui program Tsunami Ready, yang membuktikan bahwa kesadaran kesiapsiagaan yang kuat dapat dan harus dibangun dari tingkat desa. Merespons pidato dan pencapaian GMLS, Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus komitmen nyata dari pemerintah pusat. Beliau menyatakan kesiapan Kementerian PU untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan penuh dalam penyediaan infrastruktur tahan gempa. “Kami banyak membangun shelter dan beberapa bangunan yang lebih tahan gempa. Jika di area Bapak atau di tempat lain di seluruh negeri membutuhkan dukungan dari kami untuk menyiapkan shelter evakuasi manakala diperlukan nantinya, insyaallah bisa kontak saya atau tim, dan kami akan bantu,” tegas Bapak Dodi Hanggodo. GMLS berharap penganugerahan Liputan 6 Awards ini tidak hanya menjadi perayaan bagi masyarakat Lebak Selatan, tetapi juga mampu menjadi katalisator semangat yang menginspirasi 5.700 desa rawan tsunami lainnya di seluruh Indonesia untuk terus bergerak, beredukasi, dan membangun ketangguhan bersama. — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Direktur GMLS, Abah Lala, Raih Liputan 6 Awards 2026 Kategori Keberlanjutan: “Pengurangan Risiko Bencana Adalah Rekonstruksi Peradaban” Read More »

Belajar Mitigasi Sambil Bermain, Safari Kampung Hadir di Empat Wilayah Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Belajar Mitigasi Sambil Bermain, Safari Kampung Hadir di Empat Wilayah Lebak Selatan Tanggal Rilis: 20 Mei 2026 | 12:53 Lokasi: = Kampung Cimangpang, Panggarangan, Cikumpay, & Ciwaru Penulis: Steven Eduard LEBAK – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan Safari Kampung di empat wilayah berbeda di Lebak Selatan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran siaga bencana sejak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dengan durasi sekitar dua jam di setiap lokasi, yaitu di Kampung Cimangpang pada Jumat (09/05/2026) pukul 08.00 WIB, Desa Panggarangan pada Sabtu (10/05/2026) pukul 08.00 WIB, Kampung Cikumpay pada Minggu (11/05/2026) pukul 16.00 WIB, serta Kampung Ciwaru pada Senin (12/05/2026) pukul 16.00 WIB. Safari Kampung merupakan bagian dari inisiative Community Resilience yang berfokus membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap risiko bencana alam. Melalui pendekatan belajar berbasis permainan, anak-anak diajak mengenal mitigasi bencana dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami. Pembelajaran Mitigasi Lewat Permainan Dalam setiap kegiatan, peserta diperkenalkan pada pengetahuan dasar mitigasi bencana, mulai dari pentingnya kesiapsiagaan, mengenal situasi darurat, hingga langkah sederhana yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana. Materi kemudian diperkuat melalui berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi anak-anak. Permainan “Siaga Kata” menjadi salah satu aktivitas utama dalam Safari Kampung. Anak-anak diajak menyusun berbagai kata yang berkaitan dengan kebencanaan dan kesiapsiagaan dalam waktu terbatas. Permainan ini melatih kecepatan berpikir, kerja sama tim, serta membantu peserta mengenal istilah penting terkait mitigasi bencana. Selain itu, peserta juga mengikuti “Game Konsentrasi” yang mengajak anak-anak fokus mengikuti instruksi sambil mengingat berbagai informasi terkait kebencanaan. Suasana belajar menjadi lebih hidup karena anak-anak aktif bergerak, tertawa, dan saling menyemangati selama permainan berlangsung. Kegiatan semakin meriah dengan permainan “Goa Ular”, permainan kelompok yang melatih koordinasi, keberanian, serta kerja sama antar peserta. Melalui pendekatan permainan ini, materi mitigasi disampaikan secara ringan tanpa mengurangi nilai pembelajaran yang ingin diberikan kepada anak-anak. Antusiasme Anak-anak dan Dukungan Warga Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Anak-anak aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, hingga berebut kesempatan untuk berpartisipasi dalam setiap sesi. Suasana penuh tawa dan semangat terasa di setiap lokasi kegiatan Safari Kampung. “Kegiatan seperti ini membuat anak-anak lebih senang belajar karena dikemas lewat permainan. Mereka jadi lebih mudah memahami tentang siaga bencana,” ujar salah satu fasilitator kegiatan di lokasi. Safari Kampung sendiri menjadi salah satu bentuk pendekatan edukasi kebencanaan berbasis komunitas yang terus dikembangkan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di wilayah pesisir Lebak Selatan. Melalui metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat membantu membangun generasi muda yang lebih sadar bencana, tangguh, dan siap menghadapi situasi darurat di masa depan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Belajar Mitigasi Sambil Bermain, Safari Kampung Hadir di Empat Wilayah Lebak Selatan Read More »

Rumah MARIMBA Hadir di Empat Lokasi, Perkuat Literasi dan Edukasi Tas Siaga Bencana bagi Anak-anak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA Hadir di Empat Lokasi, Perkuat Literasi dan Edukasi Tas Siaga Bencana bagi Anak-anak Tanggal Rilis: 20 Mei 2026 | 12:42 Lokasi: = Kampung Panggarangan, Nagajaya, Situregen, & Bayah Barat Penulis: Steven Eduard LEBAK – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan literasi dan edukasi mitigasi bencana melalui program Rumah Mari Membaca (MARIMBA) di empat lokasi berbeda di wilayah Lebak Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dengan durasi dua jam di setiap lokasi, yaitu di Kampung Panggarangan pada Jumat (09/05/2026) pukul 15.00 WIB, Kampung Nagajaya pada Sabtu (10/05/2026) pukul 15.00 WIB, Situregen pada Minggu (11/05/2026) pukul 09.00 WIB, serta Bayah Barat pada Senin (12/05/2026) pukul 15.00 WIB. Kegiatan Rumah MARIMBA kali ini mengangkat storytelling bertema “Siaga Caah Laut” yang berfokus pada edukasi kesiapsiagaan bencana, khususnya mengenai barang-barang penting yang perlu dibawa di dalam tas siaga bencana ketika terjadi situasi darurat. Cerita yang digunakan berasal dari buku dongeng karya Humanity Project batch sebelumnya yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Pentingnya Edukasi Mitigasi Sejak Dini Melalui sesi storytelling, anak-anak diajak mengenal berbagai perlengkapan penting yang harus tersedia di dalam tas siaga bencana, seperti pakaian, obat-obatan, senter, peluit, makanan instan, hingga uang. Anak-anak juga diajak memahami fungsi dari setiap barang melalui pendekatan cerita dan diskusi ringan yang menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga membangun kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini. Dengan pendekatan yang partisipatif, Rumah MARIMBA menjadi ruang belajar yang hangat dan interaktif bagi anak-anak di wilayah Lebak Selatan. Games Interaktif dan Antusiasme Anak-anak Selain sesi membaca cerita, kegiatan juga dilengkapi dengan berbagai permainan seru dan aktivitas kelompok yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak mengikuti kuis berhadiah, permainan mengenal isi tas siaga bencana, serta berbagai tantangan interaktif lainnya yang melatih kerja sama dan keberanian mereka. Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, berebut kesempatan membaca cerita, hingga bersemangat mengikuti permainan bersama para relawan dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan. Kolaborasi Bersama Mahasiswa Humanity Project Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang tergabung dalam Humanity Project turut berpartisipasi dalam mendampingi jalannya kegiatan di setiap lokasi. Kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar yang lebih dekat, hangat, dan interaktif bagi anak-anak peserta Rumah MARIMBA. “Kegiatan seperti ini membuat anak-anak senang belajar sambil bermain. Mereka jadi lebih semangat datang ke MARIMBA,” ujar bu solihah (fasilitator). Rumah MARIMBA sendiri merupakan salah satu program Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang berfokus pada penguatan literasi dan edukasi mitigasi bencana bagi anak-anak di wilayah Lebak Selatan. Melalui kegiatan yang rutin dilaksanakan di berbagai kampung, Rumah MARIMBA diharapkan dapat membantu membangun generasi muda yang lebih tangguh, sadar bencana, serta memiliki budaya literasi sejak dini. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA Hadir di Empat Lokasi, Perkuat Literasi dan Edukasi Tas Siaga Bencana bagi Anak-anak Read More »

Perkuat Literasi Media, FIKOM UMN Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Lebih Kritis terhadap Hoaks

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Perkuat Literasi Media, FIKOM UMN Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Lebih Kritis terhadap Hoaks Tanggal Rilis: 12 Mei 2026 | 10:47 Lokasi: = Villa Hejo Kiarapayung Penulis: Steven Eduard PANGGARANGAN – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (FIKOM UMN) menyelenggarakan kegiatan International Community Engagement bertajuk “Equipping Students and Society to Spot Misinformation” bersama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di Panggarangan, Lebak, Banten. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi internasional yang membahas pentingnya literasi media, critical thinking, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali misinformasi di era digital. Acara yang berlangsung di Panggarangan, Sabtu (09/5/2026), dihadiri langsung oleh Prof. Masato Kajimoto yang dikenal aktif dalam kajian media literacy dan misinformation studies. Kehadirannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas akar rumput seperti GMLS bukan sekadar aktivitas pelengkap, melainkan bagian strategis dari visi akademis. Pentingnya Literasi Media Dalam sambutannya, Anis Faisal Reza menyampaikan bahwa edukasi mengenai misinformasi menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi masyarakat dan generasi muda yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital terutama saat terjadi bencana. “Kegiatan seperti ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah informasi dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi dan saat terjadi kebencanaan,” ujar Anis. Sementara itu, FX Lilik Dwi Mardjianto, Ph.D. menegaskan bahwa literasi media saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. “Di era digital, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka konsumsi maupun sebarkan. Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan sosial saat ini,” ujarnya. Diskusi Interaktif Bersama Prof. Masato Kajimoto Dalam sesi utama, Prof. Masato Kajimoto membahas bagaimana misinformasi dapat berkembang dengan cepat melalui media sosial serta pentingnya proses Fact-Check sebelum membagikan informasi. Peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai fenomena hoaks, tantangan media digital, hingga peran generasi muda dalam situasi bencana. Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat Andy Firmansyah, M.M.T. menyampaikan bahwa kegiatan International Community Engagement menjadi bagian dari komitmen UMN dalam membangun kolaborasi berkelanjutan bersama masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan dampak sosial yang nyata,” ujarnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dosen dan staf Universitas Multimedia Nusantara, di antaranya Irwan Fakhruddin, M.I.Kom., Dr. Kristina Nurhayati, Veronika Kaban, M.Si., Theresia Lolita, M.I.Kom., Adestya Ayu Armelia, M.Si.Par., serta Wirawan Istiono, M.Kom. Melalui kegiatan ini, GMLS  berharap dapat terus mendorong penguatan literasi media, membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap misinformasi, serta mempererat kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan komunikasi digital di masa depan. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Kontak Media Steven EduardMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 852-6011-2525Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Perkuat Literasi Media, FIKOM UMN Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Lebih Kritis terhadap Hoaks Read More »

Shopping Cart