Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 15:49
Lokasi: Panggarangan
Penulis: Steven Eduard
BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan lagu edukasi mitigasi bencana berbahasa Sunda berjudul “Tong Balik Deui”. Peluncuran ini dilakukan dalam rangkaian Pergelaran Seni Bayah Meulis di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (12/6/2026).
Lagu tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan edukasi kebencanaan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui media seni dan budaya lokal. Dengan menggunakan bahasa Sunda, “Tong Balik Deui” mengangkat pesan kesiapsiagaan terhadap ancaman tsunami yang relevan dengan kondisi masyarakat pesisir di wilayah Bayah dan Lebak Selatan.
Karya ini diperkenalkan langsung kepada siswa, guru, dan masyarakat melalui penampilan perdana sang pencipta, Steven Eduard, yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UMN. Melalui lirik yang sederhana, lagu ini mengajak masyarakat mengenali tanda ancaman tsunami, memahami pentingnya evakuasi mandiri, serta meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana.
Pengembangan lagu “Tong Balik Deui” dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media komunikasi mitigasi yang lebih kreatif dan mudah diterima masyarakat. Direktur GMLS Anis Faisal Reza menyampaikan, pendekatan edukasi kebencanaan perlu terus beradaptasi dengan karakteristik masyarakat agar pesan yang disampaikan berjalan efektif.
“Mitigasi bencana tidak hanya berbicara tentang teknologi dan prosedur evakuasi, tetapi juga bagaimana pesan kesiapsiagaan dapat dipahami dan diingat oleh masyarakat. Melalui musik, kami mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan budaya lokal,” ujar Anis.
Proses penciptaan lagu ini turut melibatkan guru seni SMAN 1 Bayah, Ade Apriani. Ia berkontribusi memastikan penggunaan bahasa Sunda dalam lirik tersebut tetap sesuai dengan konteks kearifan lokal masyarakat setempat.
“Musik memiliki kemampuan untuk membangun ingatan dan menyampaikan pesan secara sederhana. Diharapkan informasi mengenai kesiapsiagaan bencana dapat lebih mudah dipahami dan diingat oleh masyarakat,” kata Ade.
Peluncuran karya seni mitigasi ini mendapat respons positif dari 100 lebih peserta Bayah Meulis yang hadir. Melalui kolaborasi GMLS dan UMN, “Tong Balik Deui” diharapkan menjadi media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran siaga bencana, sekaligus memperkuat peran seni budaya lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia.
__
Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)
Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Kontak Media
Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Admin: Dayah Fata Fadillah
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 858-8820-0600
Share this Events
Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392
Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.