Event

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events 53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: = Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Sebanyak 53 personel gabungan dari TNI, Australian Defence Force (ADF), BASARNAS, BNPB, dan komunitas lokal melakukan survei lokasi untuk persiapan Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Senin (11/8/2025).   Final Site Survey (FSS) yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Pabandya 3 Latma Non ASEAN Spaban VII Latma Sops TNI. Kegiatan ini merupakan tahap akhir persiapan latihan penanggulangan bencana yang akan digelar pada Oktober mendatang. Kerjasama Lintas NegaraTim gabungan terdiri dari delegasi TNI sebanyak 24 orang yang dipimpin Letkol Laut (P) Dwi Herdian, 8 personel ADF, 4 anggota BASARNAS dipimpin, 7 personel BNPB, dan 10 anggota Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). “Ini bukan sekadar survei biasa. Setiap detail yang kami tinjau hari ini akan menentukan keberhasilan latihan yang melibatkan ratusan personel dari berbagai negara,” kata Abah Lala, Ketua GMLS. GMLS sendiri adalah komunitas yang telah mendapat pengakuan dari IOC-UNESCO dan berperan sebagai jembatan antara kearifan lokal dengan standar internasional dalam mitigasi bencana. Sembilan Lokasi StrategisTim survei memeriksa sembilan lokasi strategis yang akan menjadi arena latihan. Dua lokasi ditetapkan sebagai posko komando, yaitu kantor GMLS sebagai Command Base 1 dan kantor Desa Panggarangan sebagai Command Base 2. Untuk fasilitas operasional, Sungai Panggarangan akan digunakan sebagai media latihan water purifier, sementara pantai di sekitar desa akan menjadi lokasi kegiatan water purification air laut. Area lapangan di ketinggian juga disiapkan untuk pembangunan helipad pendaratan helicopter. Simulasi bencana akan dilakukan di dua titik untuk aplikasi teknologi life locator, yakni area tanah longsor dan reruntuhan bangunan. Rute evakuasi melalui jalan-jalan permanen telah dipetakan untuk jalur evakuasi pengungsi dan distribusi bantuan bencana. Fasilitas Penampungan LengkapUntuk fasilitas penampungan, tim menetapkan SMP Boarding School yang memiliki area lapang dan gedung kelas sebagai lokasi pendirian tenda dan rumah sakit lapangan. SMK Negeri juga disiapkan dengan fasilitas aula yang dapat menampung pengungsi.Lapangan bola di sekitar Desa Panggarangan ditetapkan sebagai Assembly Point atau titik kumpul pengungsi saat terjadi bencana.“Pengetahuan mereka tentang kondisi geografis dan sosial masyarakat di sini sangat berharga. Tidak ada yang lebih memahami wilayah ini selain mereka yang tinggal dan berkarya di sini setiap hari,” ungkap salah satu peserta survei mengenai peran vital komunitas lokal. Investasi KemanusiaanExercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 merupakan latihan gabungan penanggulangan bencana yang melibatkan Indonesia dan Australia. Latihan ini tidak hanya dilihat sebagai kegiatan militer rutin, tetapi sebagai investasi kemanusiaan untuk menghadapi ancaman bencana alam. Wilayah Lebak Selatan memiliki potensi risiko gempa megathrust dan tsunami Selat Sunda, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan aparat menjadi sangat krusial.Kegiatan survei hari pertama berjalan aman dan produktif. Seluruh hasil akan dibahas dalam Final Planning Conference (FPC) Exercise Bhakti Kanyini AusIndo 2025 sebagai dasar penetapan detail pelaksanaan latihan. Kolaborasi lintas batas dan lintas institusi ini menunjukkan bahwa bencana tidak mengenal batas negara, demikian pula solidaritas kemanusiaan dalam menghadapinya. Setiap simulasi yang akan dilakukan berpotensi menjadi penyelamat nyawa ketika bencana sesungguhnya terjadi. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

53 Personel Gabungan TNI-Australia Survei Lokasi Latgabmapad Bhakti Kanyini Ausindo 2025 Read More »

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Tanggal Rilis: 12 Agustus 2025 | 21:46 Lokasi: =  Kiarapayung , Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK, BANTEN – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigjen TNI Andrian Susanto S.I.P., M.Han., M.I.Pol., melakukan tinjauan langsung ke lokasi persiapan Latihan Gabungan Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di Kabupaten Lebak, Senin-Selasa (11-12/8/2025). Kunjungan yang berlangsung bersamaan dengan Final Site Survey (FSS) tim gabungan TNI-Australia ini menunjukkan komitmen tinggi jajaran Korem 064/MY dalam mensukseskan latihan penanggulangan bencana internasional tersebut. Rombongan terdiri dari Komandan Distrik Militer 0603/Lebak, Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kasrem 064/MY, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kasrem 064/MY, serta personel pendukung termasuk Patwal, driver, dan ajudan. “Kehadiran langsung Danrem dan Dandim menunjukkan perhatian serius TNI AD terhadap kesiapan menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa dan tsunami seperti Lebak Selatan,” kata Abah Lala, ketua GMLS. Danrem langsung melakukan survey lokasi pada Senin pagi pukul 10.00-12.00 WIB. Tim meninjau Posko Villa Hejo Kiarapayung yang akan menjadi pusat komando latihan, kemudian melanjutkan survey ke lokasi-lokasi strategis lainnya, serta lokasi simulasi bencana dan aplikasi teknologi life locator di reruntuhan rumah di Kampung Kiarapayung, Desa Panggarangan. Kunjungan Danrem 064/MY ini sejalan dengan aktivitas FSS yang dilakukan tim gabungan 53 personel dari TNI, Australian Defence Force, BASARNAS, BNPB, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada hari yang sama. Kedua kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara jajaran komando daerah dengan tim pusat dalam mempersiapkan latihan yang akan melibatkan ratusan personel dari berbagai negara pada Oktober mendatang. Berbeda dengan tim FSS yang melakukan survei menyeluruh terhadap sembilan lokasi strategis, kunjungan Danrem lebih fokus pada aspek kesiapan teknis dan operasional di level komando daerah. Kehadiran Danrem 064/MY yang memimpin langsung tinjauan ini memberikan sinyal kuat dukungan penuh dari komando daerah. Wilayah Lebak yang berada di bawah tanggung jawab Korem 064/Maulana Yusuf memang memiliki potensi risiko tinggi terhadap bencana alam. Sinergi antara tim FSS pusat dengan kunjungan komando daerah menunjukkan kematangan persiapan jelang pelaksanaan Latgabmapad Bhakti Kanyini AusIndo 2025. Latihan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga wujud nyata kerjasama internasional dalam menghadapi tantangan bencana alam. Latihan Bhakti Kanyini AusIndo 2025 juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons cepat dalam menghadapi bencana, sekaligus mempererat kerjasama kemanusiaan antara Indonesia dan Australia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Brigjen TNI Andrian Susanto Tinjau Langsung Persiapan Latihan Bencana Bhakti Kanyini – Ausindo 2025 Read More »

GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 20 Juli 2025 | 19:12 Lokasi: = Cimangpang, Desa Panggrangan Penulis: Anis Faisal Reza Lebak, Banten – Gugus Mitigasi Lebak Selatan kembali melanjutkan program penanaman bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang, Desa Panggarangan, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Pada Minggu, 20 Juli 2025, 250 bibit Pandan Laut ditanam dengan melibatkan anak-anak dari Rumah Marimba II Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu.   Program yang dimulai sejak 2022 ini merupakan kelanjutan dari konservasi pesisir yang telah berhasil menanam 2.750 bibit Pandan Laut di sepanjang pantai tersebut. Selain menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi untuk membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga lingkungan dan memahami risiko bencana tsunami. Direktur Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Abah Lala, menegaskan bahwa mitigasi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga kewajiban masyarakat untuk berperan aktif. “Masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan diri melalui tindakan nyata seperti program konservasi ini,” ujarnya. Pemilihan Pandan Laut sebagai tanaman konservasi didasarkan pada karakteristiknya yang lebih sesuai dengan kondisi pesisir selatan Jawa dibandingkan mangrove. Tanaman endemik ini memiliki sistem perakaran kuat yang mampu menahan abrasi dan meredam energi gelombang tsunami, sehingga efektif sebagai pelindung alami pantai. Selain aspek lingkungan, keterlibatan anak-anak dari Rumah Marimba II—sebuah literacy corner yang berfungsi sebagai ruang bermain, belajar, dan aktualisasi anak-anak di daerah pelosok—menjadi bagian penting dari program ini. Melalui penanaman langsung, anak-anak mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program ini juga didukung oleh komunitas Bumi Macakal dan Komunitas Peduli Pantai dan Laut (KPPL), yang turut menyediakan bibit dan membantu pelaksanaan kegiatan. Dukungan dari komunitas-komunitas tersebut diharapkan dapat menginspirasi gerakan pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah lain di Indonesia. Gugus Mitigasi Lebak Selatan berharap kegiatan ini terus berlanjut dan meluas ke wilayah pesisir lain. Sinergi antara komunitas mitigasi, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal menjadi kunci sukses konservasi dan edukasi kebencanaan yang berkelanjutan. Penanaman Pandan Laut di Pantai Cimangpang menjadi contoh nyata bagaimana mitigasi bencana dapat berjalan beriringan dengan edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga masa depan pesisir Indonesia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS beserta Bumi Macakal Tanam Ratusan Bibit Pandan Laut di Pantai Cimangpang sebagai Upaya Mitigasi Bencana Read More »

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Kezia Margaretha, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Pertunjukan teater edukatif “Murka Sang Caah Laut” berhasil memperkenalkan konsep mitigasi bencana tsunami kepada 128 siswa SDN 2 Situregen, Lebak Selatan, melalui pendekatan seni pertunjukan yang inovatif. Kolaborasi Lintas Institusi Acara yang berlangsung pada 26-27 Mei 2025 ini merupakan puncak dari program Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi MBKM Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan menggandeng Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Cerita yang Mengedukasi “Murka Sang Caah Laut” mengisahkan kebangkitan monster tsunami yang dikenal dalam bahasa Sunda sebagai “caah laut” (banjir laut). Melalui petualangan empat siswa yang diselamatkan oleh karakter SIGEMI (peta ajaib), pertunjukan ini mengajarkan: Ciri-ciri datangnya tsunami Langkah-langkah penyelamatan diri Persiapan menghadapi bencana alam Partisipasi Aktif Pertunjukan melibatkan 14 pemeran, terdiri dari: 4 mahasiswa UMN: Sandya Pradayan, Sidra Shabirah, Dylan Ervian, Yvest Tanno 8 siswa SDN 2 Situregen: Sela Aulia, Dio Arka, Rahmi Barokatul, Siti Aisah, Sofhwatun Nadia, Tatang Hidayat, Raihan, Dzikro Aufar 2 relawan DESTANA: Deni Apriatna, Resti Agustini Respon Positif Tuti Ahyanah, guru SDN 2 Situregen, menyatakan: “Seni pertunjukan yang baru saja diadakan hari ini menunjukkan kalau teater sangat efektif sebagai cara belajar.” Seorang relawan DESTANA menambahkan: “Melalui pertunjukan ini, anak-anak jadi lebih paham, fokus, dan melihat pendidikan sebagai sesuatu yang menghibur.” Visi ke Depan Kezia Margaretha Chandra, sutradara pertunjukan, berharap: “Edukasi dapat menerapkan pendekatan audio-visual seperti media sosial agar anak-anak melihat edukasi sebagai sesuatu yang menyenangkan.” Acara ini dihadiri 128 siswa, 7 guru SDN 2 Situregen, 12 relawan DESTANA, dan 6 orang tua siswa, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas lokal terhadap inovasi pendidikan mitigasi bencana. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Read More »

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Debora Priscilla, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara sukses menyelenggarakan Pelatihan Guru Mitigasi Bencana: PASIAGANA – PETA SIAGA di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara pelatihan ini mengangkat tema “PETA SIAGA: Siap Hadapi Bencana” dan diikuti oleh 21 orang guru dari berbagai sekolah di Desa Situregen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru-guru terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pesisir selatan Banten. “Kami ingin guru-guru menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Setelah pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meneruskan informasi penting ini kepada para siswa dengan cara yang mudah dan aplikatif,” ujar Debora Priscilla, pembawa acara sekaligus salah satu anggota tim PASIAGANA. Pengenalan Jalur Evakuasi Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah “Pengenalan Jalur Evakuasi dari Sekolah MTs Mathla’ul Anwar” yang memungkinkan para guru mengenal lebih dalam simbol, warna, jalur evakuasi, serta konsep TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir). Para guru juga diajak menggambar langsung jalur evakuasi dari sekolah menuju titik kumpul, mewarnai zona berbahaya, serta membaca simbol pada peta. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, agar guru juga dapat meniru pendekatan serupa saat mengajar siswa. Aktivitas Menyenangkan & Edukatif Para guru juga terlibat dalam aktivitas praktik pembuatan jalur evakuasi dengan mewarnai peta, melabeli zona rawan, serta menandai rambu-rambu evakuasi. Kegiatan dikemas secara menyenangkan agar materi dapat diserap dengan lebih mudah.  Materi Peluit & Simulasi Bunyi Tanda Bahaya Selain materi peta, para guru juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peluit sebagai alat komunikasi darurat saat bencana. Tim fasilitator mengajarkan kode tiupan peluit.  Para guru juga mengikuti simulasi langsung membunyikan peluit sesuai dengan skenario keadaan darurat untuk melatih respon cepat dan koordinasi saat evakuasi. Praktik Pengajaran Kembali oleh Guru Setelah mendapatkan materi, para guru dilibatkan dalam sesi pelatihan praktik, dimana para guru diminta menjelaskan ulang materi peta evakuasi kepada teman-teman dari Humanity Project yang berperan sebagai siswa. Dalam kelompok kecil, guru mensimulasikan bagaimana mereka akan menyampaikan topik seperti: pengertian peta dan peta evakuasi, arti simbol dan warna pada peta, dan rambu-rambu evakuasi. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh, serta melatih cara penyampaian agar siswa bisa menerima informasi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna. Sebagai bagian dari sesi ini, para guru juga diajak untuk menonton video dokumentasi penelusuran jalur evakuasi dari MTs Mathla’ul Anwar menuju titik kumpul akhir. Video ini memberikan gambaran visual nyata tentang rute evakuasi, kondisi medan, lokasi titik istirahat, hingga rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang. Dengan menonton video tersebut, para guru mendapatkan pemahaman lebih konkret dan kontekstual mengenai jalur evakuasi di lingkungan sekolah mereka, sehingga dapat menyampaikan informasi tersebut dengan lebih meyakinkan kepada siswa. Modul Pengajaran untuk Siswa Setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperoleh modul literasi peta berisi materi terstruktur untuk disampaikan kembali kepada siswa. Modul ini memuat penjelasan peta evakuasi, contoh simbol, simulasi, dan panduan pengajaran menyenangkan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Materi Pelatihan  Materi pelatihan disampaikan oleh Irwan Fakhruddin, S.Sn., M.I.Kom., anggota National Tsunami Ready Board. Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro UMN memperkenalkan sistem sirine peringatan dini yang dirancang sebagai bagian dari inovasi lokal untuk Desa Situregen. “Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di satu hari saja. Guru-guru yang hadir bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan,” tutur Jesslyn Tjandra Kristanto, Project Manager PASIAGANA. Pelatihan ini ditutup dengan post-test, sesi refleksi, serta pembagian sertifikat partisipasi dan souvenir menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Humanity Project, program tugas akhir kolaboratif Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang bermitra dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Dengan adanya pelatihan PETA SIAGA, Desa Situregen diharapkan makin siap menghadapi bencana, dimulai dari ruang kelas dan semangat para pendidik.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 28 Mei 2025 – Setelah berjalan selama empat bulan, program Humanity Project hasil kolaborasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) resmi berakhir pada akhir Mei 2025. Sebanyak 25 mahasiswa lintas jurusan terlibat langsung dalam proyek berbasis edukasi dan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan tsunami. Dimulai sejak Februari 2025, Humanity Project telah menggelar tiga gelombang kunjungan lapangan, masing-masing selama 10 hari, di berbagai wilayah di Lebak Selatan—seperti Kampung Cipurun, Nagajaya, Panggarangan, Bayah, dan sekitarnya. Mahasiswa tinggal dan bekerja langsung bersama masyarakat, mengembangkan program berbasis edukasi seni, teknologi, literasi anak, hingga pelatihan guru. Program ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi UMN. Karya dari Humanity Project ini antara lain: Festival karya seni GEMINA yang melibatkan 150 siswa SD dalam lomba mewarnai, pertunjukan teater, dan kegiatan seni lainnya yang mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami; “Sang Ombak Raksasa”, sebuah video musik edukasi mitigasi bencana tsunami yang dibuat bersama warga dan siswa Situregen; Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun, pusat literasi anak yang menyimpan buku aktivitas, board game kebencanaan, dan dokumentasi lokal; PASIAGANA, pelatihan mitigasi untuk 21 guru agar menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah zona merah; Instalasi sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) di SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih, berbasis LoRa–ESP32. Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan mitra lokal. Ibu Entin Rohmiati, Wakil Kepala SDN 2 Situregen menyebutkan, “Kolaborasi ini sangat bermanfaat. Anak-anak belajar sambil bermain, dan guru-guru pun mendapat perspektif baru tentang mitigasi.” “Saya baru pertama kali ikut pelatihan mitigasi seperti ini. Sekarang saya lebih tahu bagaimana menenangkan anak-anak saat gempa terjadi,” tambah Enok Liska Listiyani, guru MTS Cisiih, peserta PASIAGANA. Humanity Project menjadi wujud nyata dari visi GMLS untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana alam, serta mendukung misi GMLS dalam mengembangkan edukasi kebencanaan, menjalin kemitraan lintas sektor, dan membangun jejaring komunitas responsif. Dengan menggabungkan kekuatan pemuda, teknologi, dan pendekatan berbasis budaya lokal, proyek ini memperkuat pondasi mitigasi yang inklusif dan berkelanjutan.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 12:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memasang sistem peringatan dini bencana di Lebak Selatan pada 27 Mei 2025 untuk membantu kesiapsiagaan masyarakat lokal terhadap tsunami. Sebagai bagian dari program Humanity Project, mahasiswa Teknik Elektro UMN—Dylan, Evan, Jethro, dan Oktaf—merancang dan mengimplementasikan Early Warning System (EWS) berbasis LoRa dan ESP32. Proyek ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025, dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis GMLS dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang lebih berbasis teknologi. EWS adalah sirine peringatan dini yang merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya atau bencana agar tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum dampaknya menjadi parah, terutama tsunami. Sistem ini sangat penting dalam manajemen risiko bencana dan keselamatan masyarakat. Tujuan utama dari EWS ini adalah untuk memberikan waktu kepada masyarakat pesisir agar dapat evakuasi sebelum terjadinya tsunami dan mencegah adanya korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Alat yang dipasang terdiri dari modul master di Command Center GMLS di Villa Hejo Kiarapayung, dan modul slave di dua lokasi rawan bencana: SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih. Ketika terjadi gempa atau potensi tsunami, sinyal dikirim dari pusat ke lokasi penerima untuk memicu respons dini warga sekitar. “Tentu saja kami sangat berharap bahwa sirine ini dapat bekerja dengan baik saat setelah terpasang dan bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Jethro, salah satu mahasiswa yang merancang dan memasang EWS tersebut. Proses pemasangan bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah gangguan sinyal akibat topografi, seperti bukit dan vegetasi lebat yang mempersulit transmisi data antara perangkat. Namun, kendala ini menjadi pembelajaran teknis penting bagi tim dan membuka kemungkinan pengembangan sistem di masa depan. Melalui proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menerima peringatan lebih awal saat potensi bencana terjadi, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir risiko, mengurangi potensi kerugian, dan yang terpenting—menyelamatkan nyawa. Sebagai kawasan yang berada di pesisir selatan dan rawan tsunami, kehadiran teknologi peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Lebak Selatan, dan GMLS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Read More »

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 11:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Festival seni edukatif GEMINA hari kedua sukses digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 27 Mei 2025 di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, melibatkan 150 siswa untuk belajar mitigasi bencana lewat teater dan musik. Hari kedua pelaksanaan festival karya seni Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) kembali menghidupkan semangat edukasi kebencanaan di SDN 2 Situregen. Sebagai bentuk nyata dari misi GMLS dalam membangun kesadaran bencana, festival ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara melalui program Humanity Project. Acara yang digagas oleh William Louwi, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam program Humanity Project sebagai Project Manager GEMINA, digelar meriah di lapangan sekolah dengan berbagai pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan di hari kedua ini adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”, yang diperankan oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru serta relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Teater ini menyampaikan narasi imajinatif tentang bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dipahami generasi muda. Selain itu, ditayangkan pula video musik “Sang Ombak Raksasa”, yang berisi edukasi tentang skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Suasana kian semarak ketika guru dan partisipan turut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. William Louwi menyampaikan alasannya memilih karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana: “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas, dimana mereka bisa belajar sambil memahami apa pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater.”  Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme peserta. Festival GEMINA hari kedua ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara inklusif dan menyenangkan, serta menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Read More »

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 10:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 26 Mei 2025 – Sebanyak 150 siswa mengikuti GEMINA, festival karya seni edukatif yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 26 Mei 2025 siang di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, untuk memperkenalkan mitigasi bencana lewat pendekatan kreatif. Dalam upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini, GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara–dengan William Louwi sebagai Project Manager–menggelar Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), sebuah festival yang menggabungkan edukasi kebencanaan dan seni untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi GMLS dalam membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan terhadap risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. GEMINA mengusung konsep edukatif sekaligus interaktif. Festival ini menyasar siswa-siswi SDN 2 Situregen sebagai peserta utama, dengan harapan bahwa pemahaman sejak dini tentang bencana dapat membentuk karakter tangguh dan siap siaga menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan seni mewarnai jalannya acara, mulai dari perkenalan buku aktivitas “SIGEMI” bagi anak kelas 1-2 SD, lomba mewarnai untuk anak kelas 3-4 SD, hingga menghias peta evakuasi untuk anak kelas 5-6 SD. Materi-materi ini membahas tentang gempa bumi, tsunami, tanah longsor, serta bencana lainnya yang rawan terjadi di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan GEMINA juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Situregen, ibu Entin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami bersyukur atas diadakannya GEMINA ini dalam proses pembelajaran anak-anak SDN 2 Situregen tentang pentingnya mitigasi bencana. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali bersama mahasiswa UMN yang juga menggandeng DESTANA untuk kemajuan desa dan masyarakat Cipurun, Lebak Selatan.” Hal senada juga disampaikan oleh Kang Deni–Ketua Forum DESTANA Situregen, “Situregen, terlebih Kampung Cipurun, merupakan tempat saya lahir dan juga tempat saya tumbuh dan berkembang. Kemajuan masyarakat desa juga sangat saya pedulikan, terutama untuk menghadapi bencana alam di sekitar kita. Anak-anak mahasiswa di sini yang membantu kita dalam mempersiapkan tentang kemitigasian bencana nantinya akan kasih tahu kita semua agar bisa menghadapi bencana dengan baik bersama DESTANA lainnya.” Dengan adanya festival ini, GMLS berharap edukasi mitigasi bencana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret oleh masyarakat, dimulai dari generasi paling muda. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @gemina.id atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Read More »

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 09:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Sebanyak 35 anak mengikuti program edukatif Safari Kampung yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di kawasan Pantai Batusahulu, Lebak Selatan, Minggu (25/5), pukul 14.00-17.00 WIB, untuk mengenalkan mitigasi bencana melalui permainan interaktif. Program Safari Kampung selaras dengan inisiatif Community Resilience milik GMLS yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam seperti gempa dan tsunami. Dengan metode edukatif berbasis permainan, kegiatan ini membawa isu kebencanaan menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan dimulai dengan sesi ice breaking–permainan ringan yang bertujuan mencairkan suasana, membangun keakraban antar peserta, serta menciptakan kenyamanan sebelum memasuki sesi inti. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi edukasi mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup definisi gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal terjadinya bencana, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Penyampaian ini dirancang agar peserta, khususnya anak-anak, dapat memahami situasi darurat secara tepat dan bertindak secara sigap. Permainan edukatif “Yes or No” dan board game “Siaga Kata” memperkuat materi. Pada sesi permainan interaktif bertajuk “Yes or No” anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, dan diminta menjawab sejumlah pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami dengan mengangkat kertas bertuliskan “Yes” atau “No” yang telah disiapkan. Permainan ini dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi mitigasi yang telah disampaikan sebelumnya. Lalu, kegiatan ditutup dengan permainan board game edukatif “Siaga Kata”, di mana anak-anak diajak mengenal dan menyusun kata-kata yang berkaitan dengan bencana alam seperti tsunami, gempa, dan longsor. Permainan berlangsung dalam format kelompok dan dibatasi waktu 10 detik untuk setiap penyusunan kalimat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kecepatan berpikir, tetapi juga mendorong kerja sama tim serta menguatkan ingatan peserta terhadap istilah penting dalam kebencanaan. Sepanjang kegiatan, suasana penuh semangat terlihat jelas dari antusiasme para peserta. Anak-anak aktif bertanya, tertawa, dan terlibat dalam setiap sesi yang disajikan. Program Safari Kampung di Pantai Batusahulu tak hanya menjadi sarana edukasi mitigasi bencana, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi peserta. Salah satu anak peserta bertanya, “Ini seru banget, besok ada lagi tidak?” Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan, relevan dengan lingkungan sekitar, dan tetap menyampaikan pesan penting secara efektif. Dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, informasi mengenai gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah penyelamatan diri lebih mudah dipahami dan diingat. Diharapkan, pengetahuan yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat tertanam kuat dalam ingatan peserta dan menjadi bekal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. GMLS berharap Safari Kampung dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah rawan bencana lainnya—menjangkau lebih banyak anak-anak, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membentuk generasi yang tangguh, peduli, serta siap menghadapi risiko apa pun yang mungkin terjadi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Read More »

Shopping Cart