Uncategorized

Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Evakuasi Penulis: Selvithia Apriany Rambu bencana penting dipelajari untuk keselamatan diri saat berada di tempat tertentu. Rambu-rambu bencana tersebut ada rambu evakuasi, titik kumpul, petunjuk tempat pengungsian, dan lainnya. Dilansir dari indonesiabaik.id, menurut BNPB, salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana adalah dengan menggunakan atau menempatkan rambu dan papan informasi bencana pada daerah-daerah rawan bencana. Tujuan dari penyelenggaraan rambu dan papan informasi bencana ini yang pertama adalah untuk strandarisasi pedoman terhadap rambu dan papan informasi bencana. Kedua sebagai informasi petunjuk, peringatanm dan larangan kepada masyarakat tentang risiko bencana di dalam Kawasan rawan bencana. Ketiga, sebagai peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana di dalam Kawasan rawan bencana. Jalur evakuasi adalah jalur yang dilalui masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang aman. Sedangkan rambu evakuasi adalah untuk mengarahkan mesyarakat ke jalur dan tempat evakuasi yang benar dalam waktu cepat. Lalu, rambu titik kumpul adalah rambu untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa jika terjadi bencana maka mereka harus berkumpul di tanda yang ada rambu titik kumpulnya. Di Desa Panggarangan kita bisa menemukan rambu kebencanaan yang terpasang di sana. Mulai dari rambu evakuasi, titik kumpul, tempat pengungsian, dan lainnya. Rambu kebencanaan ini dipasang guna untuk membantu masyarakat Desa Panggarangan agar masyarakat mengetahui jika terjadi bencana mereka harus lari kemana. Namun, masih ada beberapa masyarakat Desa Panggarangan yang tidak mengetahui arti dari rambu kebencanaan tersebut. Selain itu, beberapa masyarakat juga masih belum mengetahui kemana mereka harus lari jika terjadi bencana. Namun, tidak semua masyarakat Desa Panggarangan tidak mengetahui tentang jalur evakuasi tersebut. Dari hasil wawancara dengan Rosto sebagai masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan pada 12 Mei 2023. Rosto tidak mengetahui apa itu jalur evakuasi. Namun, ia mendapat informasi dari masyarakat sekita bahwa jika terjadi bencana harus lari ke dataran yang tinggi. Oleh karena itu, di Desa Panggarangan sangat penting untuk lebih memberikan edukasi terkait kebancanaan agar masyarakat sekitar lebih siaga dalam menghadapi bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan Read More »

Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Resiliensi Penulis: Selvithia Apriany Bambu adalah tanaman yang beruas dan berongga di bagian batangnya. Bambu merupakan tanaman anggota jenis rerumputan atau rumput-rumputan Bambu merupakan tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia yang ditentukan oleh kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3-12 cm per hari. Bambu juga memiliki banyak manfaat. Manfaat dari bambu adalah bisa menjadi bahan kerajinan, bahan bangunan atau membuat rumah, bahan baku kertas, bahan baku tekstil, kuliner, pengobatan herbal, alat musik, senjata, alat bantu peraga dan masih banyak lagi. Di Desa Panggarangan terdapat suatu organisasi bernama Kriya Bambu Lokacipta atau sering juga disebut sebagai Sanggar Kriya Bambu. Kriya Bambu Lokacipta pertama kali mengadakan pelatihan pada tanggal 8 Oktober 2022, tetapi mulai efektif pada tanggal 9 Oktober 2022. Lokasi dari Kriya Bambu Lokacipta sendiri ada di RT 04 Desa Panggarangan. Kriya Bambu Lokacipta ini anggotanya terdiri dari pemuda-pemuda Desa Panggarangan yang memang tertarik dengan bambu Saat ini, ada 5 anggota pemuda Desa Panggarangan yang tergabung di dalam Kriya Bambu Lokacipta. Kelima anggota tersebut ada Dandi sebagai ketua, Sadeh sebagai penanggung jawab bahan, Dika sebagai wakil ketua, Farhan sebagai sekretaris dan bendahara, dan Miki sebagai penanggung jawab produksi. Tujuan dibuatnya Kriya Bambu Lokacipta adalah sebagai sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat Desa Panggarangan. Hubungan Kriya Bambu Lokacipta dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan adalah kriya bambu ini juga menjadi suatu resiliensi atau pemulihan ekonomi secara cepat ketika terjadinya kondisi terburuh seperti bencana. Cara kerja kriya bambu ini, para anggota Sanggar sudah dibagikan tugasnya secara masing-masing. Dalam tugasnya mereka dibagi menjadi dua yaitu bahan dan produksi. Dalam tugas bahan, mereka mencari bambu-bambu yang berkualitas. Sedangkan untuk tugas produksi mereka membuat karya dari bambu tersebut, Sebelum menjualkan karya mereka kepada masyarakat, mereka juga melakukan finishing dan quality control. Dalam tugas finishing dan quality control, anggota melakukan pemeriksaan terhadap produk dan memastikan kalau produk tersebut sudah layak untuk dijual. Karya yang dibuat oleh anggota Kriya Bambu Lokacipta ini sangat banyak sekali. Tantu saja semua karya tersebut terbuat dari bambu. Karya yang mereka buat ada gelang, tas, bunga, tempat pensil, tasbi, replika seperti motor vespa, dan masih banyak lagi. Harapan dari adanya Kriya Bambu Lokacipta adalah semoga sanggar kriya bambu bisa lebih dikenal banyak orang dan generasi muda di luar dan di sekitas sanggar bisa ikut berkarya di Kriya Bambu Lokacipta. “Harapannya sanggar ini bisa lebih dikenal orang dan lebih maju. Lalu, bisa membuat generasi-generasi muda yang ada di sekitar sanggar atau diluar area sanggar itu bisa ikut berpartisipasi dan berkreasi di sanggar untuk melimpahkan kreativitasnya disini.” Dandi sebagi ketua dari Kriya Bambu Lokacipta. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan Read More »

Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Resiliensi, Wisata Penulis: Selvithia Apriany Lebak Selatan menjadi salah satu desa yang rawan akan bencana. Hal ini disebabkan karena lokasi dari Lebak Selatan adalah di dekat pesisir pantai. Desa Panggarangan juga menjadi salah satu desa pertama di Banten yang diverifikasi oleh UNESCO-IOC dan Komite Nasional Kesiapsiagaan Tsunami yang mangupayakan indikator tsunami ready. Namun, terlepas dari rawannya kebencanaan di Lebak Selatan, desa ini juga memiliki tempat wisata pantai yang indah. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Pantai Kelapa Warna. Wisata Pantai Kelapa Warna ada di Desa Pangauingan, Kecamatan Cihara, Kabupatan Lebak. Wisata Kelapa Warna ini menjadi menarik kareana setiap pohon kelapa yang ada di Kelapa Warna ini dicat berwarna-warni. Selain tempatnya yang bagus dan indah, wisata Pantai Kelapa Warana ini juga bersih dan nyaman. Laut dari Pantai Kelapa ini juga sangat bersih dan tidak terdapat sampah. Tentu saja di Pantai Kelapa Warna ini juga banyak pedagang yang berjualan di pinggir pantai. Banyak pedagang yang berjualan makanan dan buah kelapa. Sewaktu hari libur, wisata pantai Kelapa Warna ini banyak sekali dikunjungi oleh pengunjung. Baik pengunjung orang lokal Lebak Selatan atau dari luar Lebak Selatan. Biasanya pengunjung tersebut membawa keluarganya untuk berlibur di pantai tersebut. Namun, dikarenakan ombak dari laut yang kadang-kadang tinggi di Pantai Kelapa Warna, maka pengunjung harus berhati-hati jika ingin berenang di Pantai. Akibat pengunjung yang banyak saat hari libur, maka penghasilan pedagang di Pantai Kelapa warna juga bertambah. Jika pada hari libur, penghasilan pedagang di Pantai Kelapa warna bisa mencapai 700 ribu. Namun, jika hari biasa penghasilan pedangang di Pantai Kelapa warna mencapai 150-400 ribu. “Penghasilan perhari itu sekitar 400 ribu. Kalau hari libur Sabtu dan Minggu bisa dapet 700 ribu. Kalau hari-hari biasa paling 150 ribu atau 200 ribu gitu.” Kata Dedeh penjual makanan di tampat wisata Pantai Kelapa Warna. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan Read More »

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 23:00 Tags: GMLS, Evakuasi Penulis: Bonaventura Selvithia Apriany Kelompok rentan adalah masyarakat yang berkebutuhan khusus seperti disabilitas, lansia, ibu hamil dan anak-anak. Kelompok rentan ini perlu sekali diperhatikan saat melakukan evakuasi kebencanaan. Bagi daerah di Indonesia yang rawan bencana tentu saja harus sudah memikirkan hal evakusi untuk masyarakat rentan dari jauh-jauh hari. Evakuasi kebencanaan tidak hanya penting diinformasikan kepada masyarakat umum, tetapi juga penting diinformasikan kepada masyarakat yang rentan. Edukasi evakuasi kebencanaan untuk kolompok rentan tentunya juga berguna untuk keluarga atau tetangga yang membantu kelompok rentan saat evakuasi. Di Indonesia khususnya di Banten ada Desa yang merupakan desa rawan bencana. Desa tersebut adalah Desa Panggarangan. Desa Panggarangan merupakan desa yang sudah mengupayakan indikator tsunami ready. Desa Panggarangan memberikan edukasi evakuasi kebencanaan kepada masyarakatnya. Edukasi kebencanaan ini dilakukan oleh sebuah organisasi bernama Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan dipimpin oleh Anis Faisal Reza. Nanun, edukasi evakuasi kebencanaan untuk kelompok rentan belum di garap di Desa Panggarangan. Hal ini dikarenakan Gugus Mitigasi Lebak Selatan masih mengumpulkan data terkait keluarga masyarakat yang memiliki kelompok rentan di dalamnya. Oleh karena itu, Gugus Mitigasi Lebak Selatan melakukan kegiatan door to door ke masyarakat Desa Panggarangan agar mendapatkan data mengenai kelompok rentan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan ingin menjangkau kelompok rentan tersebut agar saat terjadi bencan semua masyarakat bisa mengevakuasikan diri dan tanpa ada yang tertinggal. Selain itu, nantinya Gugus Mitigasi Lebak Selatan juga berencana akan mengadakan pengarahan kepada masyarakat untuk membantu evakuasi kelompok rentan dalam melakukan evakuasi. “Iya, pastinya kami akan mengadakan pengarahan kepada masyarakat, kitakan hidup bersama saling membantu ya kegotong royongan itu harus muncul lagi.” Kata Anis Faisal Reza pada Minggu (14/5/2023). Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga yang memiliki kelompok rentan di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah lingkungan dari internal keluarga. Dalam melakukan evakuasi kepada kelompok rentan, keluarga sudah harus memikirkan jauh-jauh hari siapa nantinya yang akan bertugas membantu saat melakukan evakuasi kepada kelompok rentan. Penataan kamar juga perlu diperhatikan untuk kelompok yang rentan. Penataan kamar untuk kelompok rentan tentunya harus di depan deket pintu keluar rumah. Jika kamar kelompok rentan berada di belakang atau lantai atas, maka tentunya akan menyulitkan saat evakuasi. Lemari di dalam kamar juga tidak boleh ditaruh dekat tempat tidur karena jika terjadi apa-apa takutnya lemari tersebut roboh. Selain itu tas siaga bencana khusus kelompok rentan juga perlu disiapkan karena jika ada kebutuhan khusus seperti obat atau alat-alat hal tersebut sudah terbawa saat evakuasi. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan Read More »

Sirine Mandiri Desa di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Sirine Mandiri Desa di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 25 May 2023 | 20:00 Tags: GMLS, Tsunami Ready, Evakuasi Penulis: Selvithia Apriany Desa Panggarangan di Kabupaten Lebak Selatan menjadi salah satu desa yang berada di zona rawan tsunami. Desa Panggarangan adalah desa pertama di Provinsi Banten yang berhasil mendapat pengakuan IOC-UNESCO sebagai masyarakat siaga tsunami. Pengakuan ini diperoleh setelah dipenuhinya 12 indikator tsunami ready. Salah satu indikator tsunami ready adalah tersedianya sarana atau peralatan info gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Sirine Mandiri Desa menjadi sarana atau peralatan info terjadinya gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Sirine ini sebuah inovasi dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang didesain untuk meneruskan peringatan dini bencana ataupun pengumuman atau himbauan dari pemerintah desa berupa suara sirine dan himbauan berbentuk suara, memiliki keandalan daya listrik mandiri, terhubung melalui koneksi frekuensi radio, memiliki keamanan dari penggunaan yang tidak sah, dan pemeliharaan yang mudah serta murah. Jika sirine mandiri desa ini berbunyi, maka menandakan telah terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami dan berdampak ke Desa panggarangan. Masyarakat kemudian dihimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat evakuasi yang terdekat. Sirine mandiri desa ini dibangun pada Oktober 2022 dan diletakkan di lokasi strategis yaitu di halaman SD Negeri 3 Panggarangan. Oleh karenanya, anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 3 Panggarangan menjadi lebih familiar tentang sirine mandiri desa. Dibantu mahasiswa dari Universitas Multimedia Nusantara yang bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, para siswa diberi pengetahuan dan pengenalan terhadap sirine mandiri desa. Diharapkan pengetahuan ini turut memberi wawasan pada para siswa bahwa mereka memang tinggal di daerah rawan bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sirine Mandiri Desa di Desa Panggarangan Read More »

Sosok Relawan Kecil Dalam Gugus Mitigasi Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Sosok Relawan Kecil Dalam Gugus Mitigasi Lebak Selatan Tanggal Rilis: 17 May 2023 | 14:24 Tags: GMLS, Relawan Penulis: Selvithia Apriany Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas masyarakat lokal yang bergerak di bidang mitigasi bencana. GMLS ini didirikan karena Lebak Selatan adalah salah satu desa di Indonesia yang termasuk dalam kategori rawan bencana. Potensi bencana tersebut adalah gempabumi, longsor, gelombang tinggi atau rob, angin kencang, banjir bandang dan banjir. Komunitas Gugus Mitigasi Lebak Selatan ini digagas oleh Anis Faisal Reza (sering dipanggil sebagai Abah Lala) pada tanggal 13 Oktober 2020, bertepatan dengan hari pengurangan risiko bencana internasional. Ia merintis komunitas ini dengan harapan agar masyarakat mulai memikirkan potensi risiko bencana dan mulai belajar bagaimana cara mengurangi risikonya. Ia juga mengkampanyekan bahwa masyarakat harus belajar berdikari dalam urusan bencana, tidak melulu menggantungkan segala sesuatunya pada pihak luar. Keunikan dalam komunitas Gugus Mitigasi Lebak Selatan ini terdapat sosok relawan kecil yang sangat pemberani, baik dan pintar. Sosok relawan kecil ini bernama Adeline Syarifah Anis, seorang anak perempuan yang masih berumur 9 tahun. Adel bergabung dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dari 8 bulan yang lalu yaitu, September 2022. Keinginan Adel untuk bergabung dalam Gugus Mitigasi Lebak Selatan ini termotivasi dari ayahnya yaitu, Anis Faisal Reza. Selain itu, sosok relawan kecil ini juga pada dasarnya suka bersosialisasi dan menolong. “Aku sering melihat Abah dan anggota gugus mitigasi lainnya berkegiatan dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, lalu aku juga suka berkegiatan atau bersosialisasi. Jadi aku pingin ikut dalam kegiatan tersebut.” ujar Adeline Syarifah Anis. Selama bergabungnya dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Adel mendapat banyak sekali pelajaan kebencanaan. Pelajaran-pelajaran yang Adel dapatkan selama bergabung dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan adalah cara bersosialisasi atau berkegiatan dan cara berlindung dari gempa.“Selama aku bergabung dengan GMLS aku mendapat pelajaran cara bersosialisasi dan cara berlindung dari gempa.” Kata Adeline. Dengan pengetahuannya itu Adel mulai mengajak temannya untuk bersamanya menjadi relawan kecil dalam Gugus Mitigas Lebak Selatan. Namun, temannya yang ingin bergabung dengan GMLS memiliki kendala dalam kendaraan menuju lokasi GMLS. Harapan Adel sebagai relawan kecil Gugus Mitigasi Lebak Selatan adalah agar GMLS semakin maju, diperhatikan sama masyarakat Indonesia dan semoga semakin banyak anggotanya. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sosok Relawan Kecil Dalam Gugus Mitigasi Lebak Selatan Read More »

Pentingnya Tas Siaga Bencana Di Indonesia

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Pentingnya Tas Siaga Bencana Di Indonesia Tanggal Rilis: 14 Apr 2023 | 11:00 Tags: Bencana, Mitigasi Penulis: Selvithia Apriany Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak wilayah dengan risiko cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami. Dilansir dari CNBC Indonesia, laporan dari World Risk Report 2022 yang dirilis Bundnis Entwicklung Hilft dan IFHV of the Ruhr-University Bochum mengatakan bahwa ternyata Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara yang rawan bencana setelah Filipina dan India. Indonesia menjadi negara yang rawan bencana karena terletak di pertemuan tiga lempeng. Adanya pergerakan lempeng ini membuat Indonesia sangat rentan mengalami bencana alam. Bencana alam yang akan sering terjadi di Indonesia khususnya di bidang geologi seperti gempa bumi tektonik, tsunami, hingga erupsi gunung berapi. Indonesia menjadi salah satu tempat rawan bencana. Maka dari itu, masyarakat Indonesia butuh pemahaman mengenai kesiapsiasagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Pemahaman yang paling sederhana adalah mengenai tas siaga bencana. Tas siaga bencana adalah tas yang berisi surat-surat penting, pakaian untuk 2-3 hari, makanan yang tahan lama, air minum, obat-obatan, masker, radio/ponsel, perlengkapan mandi, senter dan baterai, peluit, dan uang. Tas ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya dan digunakan oleh masyarakat untuk pergi melakukan evakuasi ketika bencana terjadi. Tujuan dari tas siaga bencana adalah sebagai persiapan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang dan memudahkan kita saat evakuasi menuju ke tempat aman. Melalui Program Tsunami Ready yang menyiapnyiagakan masyarakat menghadapi potensi bencana tsunami, masyarakat Desa Panggarangan, Kabupaten Lebak, juga diberi edukasi tentang tas siaga bencana. Sebagaimana diketahui Desa Panggarangan menjadi salah satu desa rawan bencana gempa/tsunami di Indonesia. Masyarakat Desa Panggarangan kini banyak yang sudah menyiapkan tas siaga bencana untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pentingnya Tas Siaga Bencana Di Indonesia Read More »

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi Saat Berkendara?

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Apa yang Perlu Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi Saat Berkendara? Tanggal Rilis: 21 Jan 2023 | 10:00 Tags: Gempa, Evakuasi Penulis: Monika Gian Asti Secara geografis, Indonesia berada di wilayah yang rawan bencana alam. BMKG mengingatkan Indonesia berada di daerah lempeng aktif gempa bumi, sehingga potensi-potensi gempa tersebut memungkinkan terjadi. Lalu, apa yang harus kita lakukan jika gempa terjadi saat sedang mengendarai mobil? Dilansir dari Auto2000, Jumat, (6/1/2023). Salah satu pertanda terjadinya gempa bumi adalah pepohonan bergoyang secara tidak wajar atau orang-orang berhamburan keluar dari rumah atau gedung. Selain itu, guncangan yang tidak wajar di dalam mobil juga jadi salah satu ciri-ciri terjadinya gempa bumi. Saat guncangan terjadi, Anda tidak disarankan untuk keluar dari mobil, mengingat kita bisa terjatuh di tengah jalan akibat gempa bumi dan bisa tertabrak kendaraan lain. Anda harus tetap fokus pada kondisi jalan di depan, hat-hati dengan risiko pohon atau bangunan roboh, jalan retak, dan tanah longsor. Meskipun guncangan akibat gempa bumi masih bisa diredam oleh sistem suspensi mobil. Dalam kondisi saat ini, mobil yang sedang melaju disarankan agar mengurangi kecepatan. Namun Anda jangan juga mengerem mendadak, karena akan membahayakan pengemudi lain di belakang. Jangan lupa untuk menyalakan lampu hazard, tunggu sampai situasi tenang dan terkendali. Pastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik. Amati situasi di luar, jika guncangan sudah tidak terasa lagi, Anda diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun alangkah baiknya untuk mengecek kondisi mobil dan jalan yang akan dilewati. Utamakan keselamatan berkendara dan kendalikan emosi agar tidak menimbulkan masalah baru seperti kecelakaan. Segera tinggalkan mobil dan cari lapangan terbuka. Lain ceritanya bila mobil dalam posisi tertimpa pohon atau bangunan. Jangan paksakan mengevakuasi mobil karena ada risiko bahaya. Tunggu sampai tim evakuasi datang dan biarkan para ahli yang mengerjakan dibandingkan membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Terjadi Gempa Bumi Saat Berkendara? Read More »

Cara Evakuasi Diri dari Bahaya Gempa Bumi

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Cara Evakuasi Diri dari Bahaya Gempa Bumi Tanggal Rilis: 19 Jan 2023 | 15:00 Tags: Gempa, Evakuasi Penulis: Monika Gian Asti Gempa bumi adalah bencana alam yang sering terjadi pada beberapa wilayah di Indonesia. Gempa bumi terjadi akibat pergeseran lempeng bumi yang juga dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam bencana alam lainnya, seperti tsunami, gunung erupsi, dan longsor. Terjadinya gempa bumi kerap kali membuat masyarakat menjadi panik, akibat mereka tidak paham untuk menghadapi bencana alam itu. Belum lagi jika getaran yang dihasilkan sangatlah kencang, membuat masyarakat ingin menyelamatkan diri dengan cara apapun. Mulai dari berteriak sampai belarian keluar. Salah satu cara agar tidak panik menghadapi gempa bumi, dimulai dari rajin mengakses atau mencari informasi potensi gempa bumi terkini di Indonesia. Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sering kali memberikan titik daerah yang berpotensi mengalami gempa bumi melalui aplikasi ataupun media sosial resmi milik BMKG. Dengan mengetahui titik gempa bumi yang dituju lewat BMKG, masyarakat bisa mempersiapkan diri, sehingga tidak panik ketika gempa bumi melanda. Selain itu, cara lain untuk mengatasi gempa bumi telah dipublikasikan oleh Centers of Disease Control and Prevention (CDC) di laman resminya, Jumat, (6/1/2023). Langkah menyelamatkan diri melakukan drop, cover, dan hold on dapat dilakukan ketika berada di dalam ruangan saat gempa bumi terjadi. Drop, yaitu menjatuhkan badan lebih dulu dengan posisi lutut menyentuh lantai sebelum getaran gempa bertambah besar. Posisi ini akan melindungi kita dari cedera karena jatuh dan memungkinkan kita untuk bergerak. Cover, yaitu lindungi tangan dan leher atau seluruh badan jika memungkinkan dengan berlindung di bawah meja yang kokoh. Jika tidak ada meja, lekukan perlindungan diri di bawah furnitur yang kokoh seperti kasur. Lalu lindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan. Hold On, yaitu pegang tempat berlindung atau pegang kepala dan leher sampai goncangan berhenti. Pastikan selalu mengikuti arah gerak meja/furnitur lainnya yang bergeser akibat guncangan gempa. Salah satu cara yang salah dalam menghadapi gempa bumi, ialah berlarian keluar. Hal tersebut dinilai fatal karena saat ketika kita berlari di tengah guncangan gempa bumi, memungkinkan kita untuk terjatuh dan menyebabkan luka-luka di badan. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Cara Evakuasi Diri dari Bahaya Gempa Bumi Read More »

Tinggal di Daerah Rawan Bencana, Pelajari Tahapan Penanganan Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Tinggal di Daerah Rawan Bencana, Pelajari Tahapan Penanganan Bencana Tanggal Rilis: 18 Jan 2023 | 18:00 Tags: Mitigasi, Bencana Penulis: Monika Gian Asti Mengingat bencana alam merupakan risiko yang tidak terhindarkan. Edukasi mitigasi bencana adalah hal penting yang perlu diketahui untuk setidaknya mengurangi dampak dari bencana. Ada beberapa cara dan tahapan guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana alam. Berikut tahap-tahap penanganan bencana dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Purworejo, Jumat, (6/1/2023). Langkah untuk memberikan edukasi soal mitigasi bencana dapat dimulai dari membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Berikutnya, langkah dari mitigasi adalah perencanaan. Perencanaan dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan bencana alam lain yang mungkin akan terjadi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan lain. Diperlukan juga pelatihan warga di wilayah rawan bencana untuk menghadapi bencana alam jika sewaktu-waktu datang. Misalnya, masyarakat harus dibiasakan jika merasa ada goyangan yang dinilai gempa, mereka berlindung di bawah benda-benda yang kuat, seperti meja atau di bawah tempat tidur. Langkah selanjutnya adalah respons, yang merupakan upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan bencana. Tahap ini berlangsung sesaat setelah terjadi bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan fokus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang terjadi akibat bencana. Masyarakat diminta agar saling menolong satu sama lain. Hal yang tak kalah penting dari upaya mitigasi adalah pemulihan. Langkah ini merupakan langkah yang perlu diambil setelah bencana terjadi guna mengembalikan kondisi masyarakat seperti semula. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban serta membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak. Selain itu, juga perlu dilakukan evaluasi terhadap langkah penanggulangan bencana yang dilakukan. Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi 4 kategori. Pertama kegiatan sebelum bencana terjadi, meliput ciri-ciri bencana alam dan cara menghadapinya. Kedua, kegiatan saat bencana terjadi. Ketiga, kegiatan tepat setelah bencana terjadi, mulai dari saling menolong sesama, sampai pencarian korban yang terkena bencana alam. Terakhir, kegiatan pasca bencana yang meliputi pemulihan, penyembuhan, perbaikan, dan rehabilitasi. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tinggal di Daerah Rawan Bencana, Pelajari Tahapan Penanganan Bencana Read More »

Shopping Cart