Uncategorized

Kegiatan Penanaman Pandan Laut

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kegiatan Penanaman Pandan Laut Tanggal Rilis: 25 Jan 2023 | 20:30 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Gugus Mitigasi Lebak Selatan Sebanyak 2450 bibit Pandan Laut (Pandanus Odorifer) secara serempak ditanam di sepanjang 1 km Pantai Cimangpang, Minggu (22 Januari 2023). Ini adalah salah satu upaya pengurangan risiko bencana di zona rawan tsunami Desa Panggarangan yang terus dilakukan. Sebanyak 2450 bibit Pandan Laut (Pandanus Odorifer) secara serempak ditanam di sepanjang 1 km Pantai Cimangpang, Minggu (22 Januari 2023). Ini adalah salah satu upaya pengurangan risiko bencana di zona rawan tsunami Desa Panggarangan yang terus dilakukan. Kegiatan yang diinisiasi oleh BSI Maslahat dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) ini dilakukan bersama dengan berbagai elemen yaitu : Persatuan Pemuda Cimangpang (PPC), Gerakan Masyarakat Siaga, Komunitas Penjaga Pantai dan Laut Banten Selatan, Bintara Pembina Potensi Maritim TNI Angkatan Laut, dan Satgas BPBD Provinsi Banten. Ketua GMLS, Abah Lala, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah untuk menyikapi fenomena perubahan iklim yang berdampak pada seringnya terjadi cuaca ekstrim dan banjir rob laut, sehingga diperlukan upaya proaktif dan kolaboratif dari masyarakat pesisir untuk turut memikirkan kondisi pesisir yang semakin hari semakin tergerus oleh abrasi. “Sebagaimana diketahui, pada masa lalu pesisir selatan banyak ditumbuhi oleh pandan laut. Hasil observasi dan diskusi dengan mitra-mitra GMLS, pandan laut sangat cocok dijadikan sebagai ‘benteng pesisir’ yang dapat meredam potensi risiko abrasi, banjir rob, bahkan tsunami. Namun sayang, populasi pandan laut di pesisir semakin berkurang sehingga daerah pesisir, khususnya di wilayah Desa Panggarangan, sangat rentan terhadap potensi risiko yang tadi disebutkan”, tegas Abah Lala. Ketua PPC, Rizal Kejot, menambahkan : “Pada masa lalu pesisir Pantai Cimangpang yang menjadi lingkungan tempat tinggal kami sangat rimbun oleh tanaman Pandan Laut. Dahulu kami sangat sulit memasuki area pantai saking lebatnya. Tapi sekarang Pandan Laut ini sudah hampir habis dan akhirnya berdampak pada bergesernya titik tertinggi pasang laut yang makin mendekati area pemukiman.” “Di beberapa tempat, jika laut sedang bergejolak, air pasang laut bahkan ada yang sampai di teras belakang rumah. Padahal dahulu itu tidak terjadi,” tukasnya. Serka Dadang, Bintara Pembina Potensi Maritim TNI Angkatan Laut. “Bagi kami Pandan Laut ini sangat potensial untuk menjaga kelestarian alam. Jangan sampai wilayah pesisir ini semakin lama semakin tergerus oleh abrasi dan banjir rob. Oleh karenanya kami mendukung kegiatan ini untuk dapat dilakukan juga oleh masyarakat di desa lain di sepanjang pesisir selatan Banten.” Program penanaman Pandan Laut ini diharapkan bisa berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas dalam berbagai aspek terutama ekonomi kebencanaan bagi seluruh pemangku kepentingan. Selain itu penanaman ini merupakan wujud nyata program berkelanjutan penanganan pra bencana yang bersinggungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kegiatan Penanaman Pandan Laut Read More »

Universitas Multimedia Nusantara Hibahkan Genset untuk Aktivitas Kemanusiaan Gugus Mitigasi Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Universitas Multimedia Nusantara Hibahkan Genset untuk Aktivitas Kemanusiaan Gugus Mitigasi Lebak Selatan Tanggal Rilis: 26 Dec 2022 | 14:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Irwan Fakhruddin Universitas Multimedia Nusantara memberikan hibah generator set (genset) dengan kapasitas pakai daya listrik 5000 Watt kepada Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Pemberian hibah dilangsungkan di Villa Hejo Kiarapayung, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak pada Jumat, 23 Desember 2022. Panggarangan, Lebak – Universitas Multimedia Nusantara memberikan hibah generator set (genset) dengan kapasitas pakai daya listrik 5000 Watt kepada Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Pemberian hibah dilangsungkan di Villa Hejo Kiarapayung, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak pada Jumat, 23 Desember 2022. Hibah genset tersebut menjadi komitmen Universitas Multimedia Nusantara dalam mendampingi dan mendukung upaya mitra PkM yaitu Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam menjalankan programprogram peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempabumi dan tsunami selatan Jawa di seluruh fase kebencanaan mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, respon, dan resiliensi. Hadir dalam kegiatan ini Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM UMN Andy Firmansyah, wakil program PkM dari Program Studi Ilmu Komunikasi Irwan Fakhruddin, serta wakil program PkM dari Program Studi Jurnalistik Yearry Panji Setianto. Sementara dari pihak Gugus Mitigasi Lebak Selatan diwakili oleh Abah Lala selaku ketua dan inisiator Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Abah Lala menyampaikan bahwa listrik cadangan menjadi sangat krusial di saat terjadi bencana. Nantinya, genset ini akan diletakkan di Command Center GMLS, mengingat pusat informasi serta koordinasi jika terjadi bencana akan ada di Command Center. “Selain itu, Command Center juga harus menjadi shelter evakuasi pengungsi. Oleh karenanya kami sangat berterima kasih atas hibah generator dari UMN ini,” tegas Abah Lala. Andy Firmansyah mengatakan, hibah ini adalah bagian dari komitmen UMN sebagai mitra perguruan tinggi dalam menjalankan tridharma ketiga, pengabdian kepada masyarakat. “Semoga genset tersebut dapat membantu memperlancar program-program yang dijalankan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, di mana kebutuhan listrik menjadi keniscayaan dan tidak boleh terputus,” ucap Andy. Hal tersebut juga dipertegas oleh Irwan Fakhruddin yang mengatakan bahwa ketika terjadi bencana dan infrastruktur kelistrikan tidak berfungsi, kebutuhan catu daya listrik DC seperti genset sangatlah krusial. “Listrik cadangan terutama dapat membantu peran komunikasi yang dijalankan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, yang tentu saja penggunaan media digital sebagai pembawa pesan komunikasi membutuhkan infrastruktur energi listrik yang tidak terputus,” tegas Irwan. Dalam kesempatan ini Yearry Panji Setianto juga menyampaikan, GMLS memiliki peran penting di Bayah, Banten Selatan bukan hanya sebagai komunitas dan entitas yang secara konsisten mendorong kesadaran warga sekitar tentang mitigasi bencana. “Kami berharap GMLS menjadi community hub, tempat berkumpulnya segenap masyarakat, termasuk anak-anak muda, dalam bersosialisasi hingga bertukar pikiran soal beragam isu di komunitas mereka, termasuk tentunya isu kebencanaan. Semoga hibah genset yang diberikan dapat berkontribusi dalam menjaga energi dan semangat yang mereka miliki. Energi yang mampu menjaga konsistensi perjuangan dalam mitigasi bencana,” kata Yearry. Kemitraan Universitas Multimedia Nusantara dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah dimulai sejak 2020 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat melalui dosen-dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Manajemen, Desain Komunikasi Visual, dan Animasi. Kemudian disusul dengan implementasi program hibah Dikti PK-KM Merdeka Belajar Kampus Merdeka Projek Kemanusiaan yang melibatkan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik pada tahun 2022. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Universitas Multimedia Nusantara Hibahkan Genset untuk Aktivitas Kemanusiaan Gugus Mitigasi Lebak Selatan Read More »

Desa Panggarangan bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan Jadi Desa Pertama di Banten yang Lakukan Verifikasi Lapangan Tsunami Ready Community UNESCO-IOC

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Desa Panggarangan bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan Jadi Desa Pertama di Banten yang Lakukan Verifikasi Lapangan Tsunami Ready Community UNESCO-IOC Tanggal Rilis: 15 Sep 2022 | 09:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Zalfa Azhar Qathrunnada & Carolyn Nathasa Dharmadhi BANTEN – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menjadi tuan rumah kegiatan Verifikasi Lapangan Tsunami Ready Community oleh UNESCO-IOC dan Komite Nasional Kesiapsiagaan Tsunami pada Rabu (14/09/2022) dan Kamis (15/09/2022) di Balai Desa Panggarangan. Desa Panggarangan menjadi desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator tsunami ready. Hal tersebut dikatakan oleh Professional Officer for DRRTIU dan Head of IOC-UNESCO Ardito M. Kodijat. Indonesia merupakan wilayah yang sangat berpotensi bencana gempa dan tsunami. Kajian ilmiah dari tim Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipublikasikan di Scientific Reports pada tahun 2020, menyatakan bahwa pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak merupakan salah satu zona berisiko tinggi bencana gempa dan tsunami. Dari hasil pemodelan yang dilakukan menggunakan data Global Positioning System di Pulau Jawa, potensi gempa megathrust dapat mencapai magnitudo 8,9 yang berpotensi memicu tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa. Estimasi tinggi tsunami bahkan mencapai 20 meter. Hasil kajian ini meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu komunitas masyarakat yang peduli dengan kondisi bencana gempa dan tsunami yang dapat berdampak di wilayahnya adalah Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Abah Lala, ketua komunitas GMLS ini, menyadari bahwa masyarakat di pesisir selatan Lebak tersebut saat ini tidak memiliki kapasitas yang baik untuk bertindak, bahkan sebelum bencana gempa dan tsunami megathrust tersebut benar-benar datang. Mereka memerlukan dukungan, bimbingan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) gempa dan tsunami serta membangun resiliensi di Kabupaten Lebak, Banten. Pada 7 Februari 2021, terjalin komunikasi awal antara GMLS dengan Kelompok Keahlian Geofisika Global (KKGG) Institut Teknologi Bandung (ITB), BRIN (saat itu masih LIPI), dan U-INSPIRE untuk upaya penguatan kapasitas masyarakat di pesisir selatan Lebak. Selanjutnya, dengan didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN, U-INSPIRE Indonesia, Tim ITB melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk pembuatan peta area pemukiman di Cimangpang dan Sukarena/Cikumpay, pemodelan inundasi tsunami, pemetaan eksposure dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), pembuatan desain papan informasi publik mengenai tsunami yang disusun secara partisipatif, survei kondisi existing sumber daya desa dan digitalisasi peta rute evakuasi kampung menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Google Map. Untuk kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2022, ITB melalui kerangka Program Pengabdian Masyarakat, bekerja sama dengan GMLS, BRIN, BMKG, U-INSPIRE Indonesia, Kodam III/ Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf, PMI, RAPI, dan Dompet Dhuafa, untuk membangun kesiapan masyarakat pesisir selatan Lebak dalam menghadapi tsunami. Peningkatan kapasitas masyarakat ini mengacu pada indikator Desa Tangguh Bencana, UNESCO-IOC Tsunami Ready, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui kegiatan penyiapan materi pendidikan kesiapsiagaan gempa tsunami untuk SMA, workshop mitigasi gempa dan tsunami, perencanaan dan pelatihan tanggap bencana gempa dan tsunami di sekolah, fasilitasi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sekolah, penyiapan tempat evakuasi sementara dan akhir, pembentukan tim gugus mitigasi sekolah, pelatihan tanggap darurat tsunami dan kemampuan menerima dan menyampaikan peringatan dini 24/7. Fokus utama kegiatan adalah membangun kapasitas GMLS serta kapasitas sekolah dengan pilot project di SMA Negeri 1 Panggarangan. SMA Negeri 1 Panggarangan merupakan salah satu sekolah di pesisir selatan Lebak yang hanya berjarak 300 meter dari tepi laut. Selain sekolah tersebut, terdapat 28 sekolah lainnya yang berada pada zona merah rendaman tsunami di sepanjang pesisir selatan Lebak. Tidak ada penghalang atau barisan vegetasi yang bisa meredam laju ombak dari laut menuju sekolah. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh pihak sekolah, apa yang harus mereka siapkan dan lakukan mulai dari saat ini. Tak ada seorang pun yang mengetahui waktu terjadinya sebuah bencana, namun kita bisa memilih untuk memiliki kesiapan kapan pun bencana itu terjadi. Kegiatan pendampingan penguatan kapasitas masyarakat untuk pengurangan risiko bencana ini dilakukan selama 9 hari, dimulai dari tanggal 28 Juni 2022 hingga 6 Juli 2022. Tim Program Pengabdian Masyarakat ITB terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika ITB, yaitu Dr. Endra Gunawan, Medina Apriani, Fichri Firmansyah, Tania Suara Ning Tyas, Muhammad Raya Fadhillah, Luthfi Wira Wicaksana, dan Rahmat Hidayat, kemudian dosen dan mahasiswa Program Studi Seni Rupa ITB dan Program Studi Desain Komunikasi Visual ITB yaitu Ardhana Riswarie, S.Sn., M.A., Bagas Mahardika, Qanissa Aghara, Krisna Julian, Aura Fakhira Astiana, Achmad Afief Aulia Shadiqa, Rifqi Zuhdi Afifi, dan dibantu oleh Peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN yaitu Dr. Rahma Hanifa, dan dari U-INSPIRE Indonesia, yaitu Aan Anugrah, Tinitis Rinowati, Wina Natalia dan Tri Nugroho. Tim ini menyusun serangkaian kegiatan yang diawali dengan membangun pemahaman hingga mengekspresikan pemahaman tersebut dalam bentuk materi edukasi berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Rangkaian upaya peningkatan kapasitas ini dimulai dengan mengenalkan warga sekolah terkait proses alam terjadinya gempa dan tsunami. Pengenalan proses alam dilakukan untuk membangun pemahaman dasar mitra lokal sekaligus penerima manfaat utama kegiatan yakni GMLS dan tim gugus mitigasi sekolah. Selanjutnya terdapat kegiatan pelatihan evakuasi gempa dan tsunami, pengembangan SOP kedaruratan gempa tsunami, susur rencana jalur evakuasi, simulasi evakuasi dan tanggap darurat tsunami, pengujian penerimaan dan diseminasi informasi peringatan dini tsunami, serta pengembangan materi edukasi partisipatif dengan siswa dan guru SMA berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Pengenalan sekaligus praktik asesmen infrastruktur sekolah dilakukan dalam konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan pendampingan penguatan kapasitas gugus mitigasi bencana sekolah. Selain itu, ada satu materi yang diisi oleh perwakilan masyarakat Lebak melalui GMLS, tentang tradisi lisan yang ditemukan di beberapa titik wilayah Lebak selatan. Tradisi lisan ini memuat istilah “Caah Laut” yang secara harfiah memiliki arti banjir laut. Istilah ini kemudian ditafsirkan lebih luas menjadi suatu fenomena datangnya air laut ke daratan pada masa lalu. Masyarakat di pesisir selatan Kabupaten Lebak kemudian meyakini bahwa Caah Laut dan tsunami memiliki konteks serupa. Program Pengabdian Masyarakat ITB ini juga berkolaborasi dengan PMI untuk pelatihan keterampilan pertolongan pertama yang didukung pula oleh Puskesmas Desa Panggarangan. Selain itu, keterampilan lain yang dilatihkan ialah perakitan

Desa Panggarangan bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan Jadi Desa Pertama di Banten yang Lakukan Verifikasi Lapangan Tsunami Ready Community UNESCO-IOC Read More »

Sistem Peringatan Dini: Ketika Teknologi Menjadi Pelindung Nyawa Kita

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Sistem Peringatan Dini: Ketika Teknologi Menjadi Pelindung Nyawa Kita Tanggal Rilis: 11 Dec 2024 | 17:00 Tags: Perlindungan, Sistem Peringatan Dini Penulis: Marcelline Tjhin, Anis Faisal Reza Bayangkan Anda sedang tertidur lelap di tengah malam, dan tiba-tiba ponsel Anda berdering. Sebuah notifikasi masuk – peringatan dini tentang potensi banjir di wilayah Anda. Berkat peringatan ini, Anda dan keluarga punya waktu berharga untuk menyelamatkan diri dan barang-barang penting. Inilah kekuatan sistem peringatan dini yang telah menyelamatkan ribuan nyawa di seluruh dunia. Mengapa Sistem Peringatan Dini Begitu Krusial? Dalam era digital seperti sekarang, informasi adalah segalanya. Terlebih ketika informasi tersebut bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati. Sistem peringatan dini hadir sebagai “mata ketiga” kita dalam menghadapi ancaman bencana alam – mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, hingga cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Ambil contoh tsunami dahsyat yang menerjang Jepang pada 2011. Di tengah kehancuran yang terjadi, sistem peringatan dini berhasil memberikan waktu emas – meski hanya satu menit – yang terbukti krusial dalam penyelamatan ribuan nyawa. Satu menit mungkin terdengar singkat, tapi dalam situasi darurat, setiap detik sangatlah berharga. Teknologi Modern: Dari WhatsApp hingga Sensor Canggih Menariknya, di era digital ini, platform sederhana seperti WhatsApp bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk sistem peringatan dini. Seperti yang telah diterapkan di Lebak Selatan, sebuah grup WhatsApp khusus telah menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi darurat. Sistem ini terbukti efektif karena:• Informasi bisa menyebar dengan cepat• Mudah diakses oleh semua kalangan• Memungkinkan komunikasi dua arah• Bisa membagikan berbagai format informasi (teks, foto, video, lokasi) Membangun Masyarakat Tangguh Bencana Namun, sistem peringatan dini bukan hanya tentang teknologi. Ini adalah tentang membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketika masyarakat paham akan risiko dan tanda-tanda awal bencana, mereka bisa bertindak lebih cepat dan tepat. Simulasi evakuasi dan pelatihan rutin menjadi sama pentingnya dengan teknologi itu sendiri. Langkah Nyata untuk Keselamatan Bersama Jika Anda tinggal di wilayah Lebak Selatan atau sekitarnya, Anda bisa langsung mengambil langkah nyata untuk melindungi diri dan keluarga. Bergabunglah dengan grup WhatsApp Sistem Peringatan Dini Lebak Selatan melalui link https://s.id/PDGMLS. Ingat, dalam menghadapi bencana, kesiapsiagaan adalah kunci. Sistem peringatan dini adalah investasi berharga yang harus terus dikembangkan dan didukung, bukan hanya oleh pemerintah tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat.Tips Memanfaatkan Sistem Peringatan Dini:1. Pastikan notifikasi WhatsApp selalu aktif2. Simpan nomor penting terkait kebencanaan3. Ikuti panduan evakuasi yang diberikan4. Bagikan informasi ke keluarga dan tetangga5. Siapkan tas siaga bencana di rumah Bencana memang tidak bisa kita hindari, tapi dengan sistem peringatan dini yang efektif, kita bisa meminimalkan dampaknya. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana! Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sistem Peringatan Dini: Ketika Teknologi Menjadi Pelindung Nyawa Kita Read More »

Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana Tanggal Rilis: 11 Dec 2024 | 17:00 Tags: Agen Perubahan, Anak-anak, Pahlawan Kecil Penulis: Marcelline Tjhin, Anis Faisal Reza Pernahkah kamu membayangkan bahwa pahlawan super tidak selalu harus mengenakan jubah? Yup, pahlawan-pahlawan kecil ini ada di sekitar kita, dan mereka adalah anak-anak yang siap menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana! Mengapa Anak-anak? Mereka Lebih Hebat dari yang Kita Kira!Bayangkan energi dan semangat anak-anak yang tak terbendung – itulah kekuatan super mereka! Dengan kreativitas yang mengalir tanpa batas dan rasa ingin tahu yang luar biasa, anak-anak memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat kita, khususnya dalam menghadapi tantangan bencana alam. Start Young, Stay Strong!Kesiapsiagaan bencana bukan lagi hal yang membosankan ketika kita menjadikannya sebagai petualangan seru! Melalui pendidikan yang dikemas secara fun dan interaktif, anak-anak bisa:• Menjadi ‘detektif bencana’ yang mahir mengenali tanda-tanda bahaya• Berlatih menjadi ‘kapten evakuasi’ dalam simulasi yang menyenangkan• Menciptakan ‘tim superhero’ yang siap membantu keluarga dan teman-teman Data dari BNPB menunjukkan bahwa anak-anak memang kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Tapi hey, justru ini yang membuat peran mereka semakin penting! Dengan pemahaman yang tepat, mereka bisa menjadi pelindung bagi diri sendiri dan inspirasi bagi sekitarnya. Kreativitas Tanpa Batas: Dari Ide Menjadi Aksi!Anak-anak punya cara unik dalam memandang dunia – dan ini adalah kekuatan besar! Mereka bisa:• Menciptakan lagu-lagu catchy tentang protokol keselamatan• Menggambar poster-poster kreatif tentang kesiapsiagaan bencana• Membuat video TikTok edukatif yang viral tentang tips menghadapi bencana Kisah Inspiratif: Adel dan Lala, Superhero Cilik dari Lebak SelatanAdalah Adel dan Lala, dua superhero cilik yang membuktikan bahwa usia bukan halangan! Sebagai relawan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, mereka telah menunjukkan bahwa aksi nyata bisa dimulai dari siapa saja. Dengan semangat yang berapi-api, mereka:• Mengajar teman sebaya tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana• Membuat konten kreatif di media sosial• Mengorganisir kegiatan edukatif yang seru untuk anak-anak sekitar Kolaborasi Seru: Keluarga, Sekolah, dan KomunitasIngat ya, dalam membentuk superhero cilik, kita butuh dukungan dari semua pihak!• Orang tua bisa menciptakan ‘misi khusus’ di rumah• Sekolah bisa mengadakan ‘akademi superhero’ dengan kegiatan yang menyenangkan• Komunitas bisa membuat festival kesiapsiagaan yang meriah The Future is Young!Membentuk generasi tangguh tidak harus dengan cara yang kaku dan membosankan. Melalui pendekatan yang fun, interaktif, dan penuh petualangan, kita bisa menciptakan army kecil yang siap menghadapi tantangan bencana. Karena remember: superhero sejati tidak diukur dari usianya, tapi dari keberanian dan kepeduliannya terhadap sesama!So, siapa bilang anak-anak cuma bisa main? Mereka adalah agent of change yang luar biasa, dengan kekuatan super untuk membuat dunia lebih siap menghadapi bencana. Mari dukung superhero-superhero cilik kita untuk terus berkarya dan menginspirasi! Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana Read More »

Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan Tanggal Rilis: 02 Dec 2024 | 00:00 Tags: Hutan Dungus Ki Haji, Biodiversitas Penulis: Dave Hapien Di Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Hutan Dungus Ki Haji berdiri sebagai simbol kehidupan dan keindahan alam yang tiada duanya. Kawasan hutan desa ini menjadi anugerah ekologis bagi masyarakat sekitar, menyediakan sumber mata air untuk pertanian dan menyimpan keanekaragaman hayati yang melimpah. Selain itu, potensinya sebagai destinasi ekowisata menawarkan peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sebagai upaya untuk mengelola potensi ini secara berkelanjutan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggagas acara bertajuk Harmoni Hutan dan Kehidupan. Acara ini akan digelar pada 4 Desember 2024 di Saung Pertemuan Dungus Ki Haji, Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu. # Kolaborasi Komunitas, Akademisi, dan Pemerintah Inisiatif ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Babinkamtibmas Desa Sindangratu, Babinsa Desa Sindangratu, Camat Panggarangan, dan Kepala Desa Sindangratu. Ketua GMLS, Anis Faisal Reza, serta perwakilan dosen dari UMN juga turut hadir, bersama dukungan dari sponsor seperti Yayasan Kehati, Jasa Raharja, PT Sinar Sosro, dan Siagabencana.com.“Kami ingin hutan ini menjadi bukti nyata bagaimana lingkungan dapat dikelola secara bijaksana untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Anis Faisal Reza, Ketua GMLS. Ia menekankan pentingnya sinergi antara komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan ekonomi. # Menghidupkan Hutan, Memberdayakan Masyarakat Harmoni Hutan dan Kehidupan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Agenda utama yang telah disiapkan meliputi: 1. Seminar Mind-Opening: Membahas potensi ekologis dan ekonomi Hutan Dungus Ki Haji sebagai model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 2. Penanaman Tanaman Buah: Upaya awal dalam revitalisasi hutan sekaligus menciptakan sumber daya baru bagi masyarakat. 3. Peluncuran Buku dan Video Profil: Buku “Biodiversitas Hutan Dungus Ki Haji: Seri Flora” dan video profil menjadi sarana untuk mengenalkan keindahan dan potensi hutan kepada khalayak luas. 4. Workshop Budidaya Lebah Madu: Pelatihan ini memberikan keterampilan baru bagi masyarakat lokal untuk menciptakan peluang ekonomi berbasis lingkungan. # Langkah Awal Menuju Masa Depan Hijau Hutan Dungus Ki Haji adalah aset tak ternilai bagi Desa Sindangratu dan sekitarnya. Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah dan potensi ekonomi yang menjanjikan, pengelolaan hutan ini membutuhkan pendekatan yang bijak dan berkelanjutan. Kolaborasi antara GMLS, UMN, dan komunitas lokal melalui acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Kami optimis bahwa langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan dari UMN. Dalam jangka panjang, Hutan Dungus Ki Haji tidak hanya akan menjadi ikon ekowisata tetapi juga model harmoni antara alam dan kehidupan manusia. Dengan pelestarian yang tepat, hutan ini akan tetap menjadi sumber kehidupan, tempat belajar, dan inspirasi bagi generasi mendatang. Acara Harmoni Hutan dan Kehidupan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak bersama. Melestarikan alam bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi masa depan yang berkelanjutan. Hutan Dungus Ki Haji adalah masa depan kita. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan Read More »

Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan Tanggal Rilis: 11 Mar 2024 | 17:00 Tags: Smong, Kearifan Lokal, Tsunami, Aceh Penulis: Joshua Steven Yawan Tsunami Aceh 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar sepanjang masa. Menurut data United States Geolocial Survey (USGS), Tsunami Aceh 2004 (M 9.1) merupakan gempa bumi terkuat ke-3 sepanjang masa setelah Gempa Bumi Chile 1960 dan Gempa Bumi Alaska 1964. Bencana alam ini juga telah menelan kurang lebih 230.000 korban jiwa. Tapi, tahukah kamu bahwa ada satu desa yang “selamat” karena kearifan lokal-nya? Menurut catatan Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA) Universitas Syiah Kuala, Pulau Simeulue merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup besar, bangunan hancur, akan tetapi jumlah korban di pulau ini hanya mencapai angka 7 orang dan sisanya berhasil selamat. Apa penyebabnya? Enggel mon sao surito… (Dengarlah sebuah cerita) Inang maso semonan… (Pada zaman dahulu) Manoknop sao fano… (Tenggelam satu desa) Uwi lah da sesewan… (Begitulah mereka ceritakan) Unen ne alek linon… (Diawali oleh gempa) Fesang bakat ne mali… (Disusul ombak yang besar sekali) Manoknop sao hampong… (Tenggelam seluruh negeri) Tibo-tibo mawi… (Tiba-tiba saja) Syair di atas merupakan peringatan terhadap sebuah peristiwa alam yaitu smong. Syair ini diciptakan oleh Muhammad Riswan alias Moris, salah satu tokoh adat dan pemerhati budaya Simeulue sebagai peringatan akan kejadian yang menimpa masyarakat Aceh pada tahun 1907 silam, yaitu ketika gempa dengan magnitude 7,6 menyebabkan tsunami yang menghabisi seluruh pesisir pulau Simeulue dan memakan ribuan korban. Sejak saat itu, istilah atau kata Smong semakin familiar di kalangan masyarakat Simeulue. Smong diartikan sebagai hempasan gelombang air laut. Pada awalnya, cerita tentang Smong ini diceritakan secara turun temurun melalui nafi-nafi (budaya lokal masyarakat Simeulue berupa adat tutur/cerita yang berisi pesan dan nasehat untuk anak-anak) atau yang pada masa ini kita kenal dengan istialh Dongeng. Para tetua yang biasa memanen cengkeh bersama anak-anaknya akan bercerita tentang Smong sebagai pengisi waktu. Seiring berkembangnya zaman, Smong mulai diceritakan di kelas-kelas mengaji, bahkan hingga menjadi dongeng dan lantunan sebelum tidur yang digunakan orang tua untuk menidurkan anaknya. Saat tsunami yang melumat hampir 250 ribu jiwa tersebut terjadi, masyarakat Simeulue masih memegang erat kearifan lokal Smong tersebut menjadikan masyarakat pulau tersebut peka dan siap jika sewaktu-waktu Smong atau Tsunami melanda tempat mereka. Syair mengenai Smong 2004 di Aceh ini kemudian diriwayatkan ke dalam budaya bertutur, dan beginilah syairnya: Aher tahön duo ribu ampek (Akhir tahun dua ribu empat) Akduon mesa singa mangilla (Tidak ada yang mengetahui) Pekeranta rusuh masarek (Pikiran kita kalut semua) Aceh fulawan nitimpo musibah (Aceh emas ditimpa musibah) Sumeneng bano tandone linon (Senyap alam tandanya gempa) Huru-hara ata bak kampöng (Huru hara orang dalam desa,) Mataöt ata mangida smong (Takut akan datang tsunami) Bakdö nga tantu bano humoddöng (Tidak tentu arah berlarian.) Huru-hara ata bak kampöng (Huru-hara orang dalam desa) Mataöt ata smong ne malli (Takut orang tsunami besar) Molongang tantu bano humoddöng (Sudah tentu tempat berlari) Delok sibau rok tanggo basi (Gunung Sibao di tangga basi) Sumber: Jurnal Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala. Sebagai generasi muda, kita harus terus menggali dan melestarikan kearifan lokal yang ada di daerah kita masing-masing. Setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang mungkin kita anggap kuno atau ketinggalan zaman, tetapi percaya atau tidak sebagian besar dari kearifan lokal itu menceritakan tentang pentingnya hidup berkelanjutan. Kalau kearifan lokal di daerahmu tahu atau tidak? Yuk, cari tahu! “Orang yang tidak mengetahui sejarah, asal usul, dan budaya masa lalunya seperti pohon tanpa akar.” – Marcus Garvey Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan Read More »

2

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam Tanggal Rilis: 08 Mar 2024 | 19:00 Tags: Mitigasi, Siaga Bencana Penulis: Aulia Syifa Bencana alam merupakan peristiwa alam yang datang secara tiba-tiba dan menyebabkan banyak kerugian baik materi maupun korban jiwa. Maka dari itu, kesiapsiagaan bencana menjadi sangat penting mengingat Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, longsor, dan lain sebagainya. Masyarakat Indonesia perlu untuk memahami kondisi tersebut dan selalu siap menghadapi bencana beserta dampaknya. Tujuan dari kesiapsiagaan itu sendiri adalah untuk mengurangi risiko, kerugian, dan dampak yang ditimbulkan. Tahap kesiapsagaan bencana dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada nahap ini alam akan menunjukan tanda atau signal bahwa akan terjadi bencana. Maka, seluruh elemen, termasuk masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut. Langkah-langkah kesiapsiagaan bencana meliputi: 1. Pemahaman Risiko: Mengetahui jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di daerah tersebut dan memahami risiko yang terkait dengan bencana tersebut. 2. Perencanaan: Membuat rencana darurat keluarga atau rencana darurat komunitas, termasuk menetapkan lokasi aman dan rute evakuasi. 4. Persediaan dan Perlengkapan: Menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta peralatan dan dokumen penting lainnya. 5. Pendidikan dan Pelatihan: Mengikuti pelatihan dan pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana, termasuk cara bertindak saat bencana terjadi. 5. Komunikasi: Menetapkan sistem komunikasi darurat dengan anggota keluarga atau komunitas, serta memahami cara mendapatkan informasi resmi dari pihak berwenang. 6. Evakuasi: Mengetahui rute evakuasi dan lokasi tempat evakuasi yang aman. Selain mengetahui hal apa saja untuk kesiapsiagaan bencana, kita juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana itu terjadi, dengan mengetahui hal tersebut maka potensi selamat bagi korban bencana menjadi lebih meningkat. Berikut ini beberapa hal penting yang harus dilakukan saat bencana alam, salah satu nya gempa bumi terjadi antara lain : 1. Hindari Kepanikan dan Mencoba Tenang– Jika terjadi gempa bumi, penting untuk menjaga diri agar tetap tenang. Sikap tenang akan membuat kita bisa berpikir jernih mengenai tindakan apa yang harus dilakukan.– Jika kita sedang berada di pusat keramaian seperti kantor, pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat lainnya, jangan menyebabkan kepanikan dan ikuti arahan petugas setempat.Biasanya, di pusat keramaian sudah ada petunjuk jalur evakuasi, kita harus tetap mengikuti petunjuk dengan tertib. 2. Segera Keluar dari Bangunan– Jika memungkinkan, segera keluar dari rumah atau gedung saat terjadi gempa bumi. Bila keluar juga perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lain. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka.– Menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, pohon, papan reklame, atau benda-benda yang memiliki potensi rubuh akibat goncangan– Kenali bagian bangunan gedung atau rumah yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan untuk berlindung.– Penting juga untuk memperhatikan tanah tempat kita berpijak. Jika terjadi retakan tanah, segera menjauh dan mencari tempat pijakan yang aman 3. Ikuti instruksi – Ikuti intruksi evakuasi dari pengelola, penjaga, atau petugas yang berwenang.– Pilihlah menggunakan tangga darurat untuk melakukan evakuasi keluar bangunan. Apabila sedang berada di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk melakukan panggilan kepada pengelola gedung. Kesiapsiagaan bencana merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi bencana, karna pada dasarnya peran masyarakat itu terlibat pada pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Dengan pemahaman terhadap kesiapsiagaan bencana dengan baik, maka dampak dari potensi bencana tersebut dapat terus ditekan sehingga semakin banyak masyarakat yang terhindar dari ancaman bencana alam. ”Bencana alam terjadi diluar kendali kita. Yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi sikap tersebut”. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

2 Read More »

Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami Tanggal Rilis: 05 Nov 2023 | 14:00 Tags: Tsunami, UNDRR Penulis: Stephanie Shannonly Pada 22 Desember 2015 lalu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa- bangsa (PBB) menetapkan tanggal 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia atau World Tsunami Awareness Day. Tanggal 5 November dipilih dalam rangka menghormati cerita dari negara Jepang yaitu “Inamura-no-hi” yang berarti membakar beras dengan jumlah besar. Pada tahun 1854, diceritakan bahwa seorang petani melihat air laut surut dan membakar seluruh panennya untuk memberikan peringatan kepada penduduk desa agar pergi ke tempat yang lebih tinggi. Tsunami adalah ancaman dari alam yang mematikan dengan mengirimkan gelombang besar yang dapat menyapu bersih daratan. Tsunami bisa sangat menakutkan, terhitung secara global, lebih dari 700 juta orang di wilayah pesisir dataran rendah dan negara berkembang berada di wilayah yang terpapar tsunami (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data dari United Nations (2022) Dalam 100 tahun terakhir, telah terjadi 58 bencana tsunami yang telah merenggut lebih dari 260.000 nyawa, jumlah tersebut telah melebihi jumlah korban bencana alam lainnya. Tema Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023 dilansir dari UN Office for Disaster Risk Education (UNDRR) adalah “Fighting Inequality for a Resilient Future” yaitu berusaha untuk mengurangi kesenjangan untuk masa depan yang berkepanjangan. Kegiatan yang dilakukan akan seputar: bagaimana kesenjangan menjadikan tsunami lebih berbahaya bagi kelompok tertentu dan bagaimana dampak tsunami dapat membuat masyarakat semakin terperosok ke dalam kemiskinan dan meningkatkan kesenjangan. Fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan adalah pada peningkatan kesadaran mengenai penyebab utama risiko bencana – kemiskinan, kesenjangan dan kerentanan yang menjadikan tsunami lebih mematikan bagi mereka yang tinggal di daerah rawan tsunami. Hari Kesadaran Tsunami Sedunia berlangsung bersamaan dengan implementasi inisiatif Peringatan Dini untuk Semua Sekretaris Jenderal PBB yang sedang berlangsung. Inisiatif peringatan dini tersebut memiliki tujuan untuk mencakup setiap orang di dunia dengan sistem peringatan dini pada tahun 2027 selaras dengan Target G dari Kerangka Kerja Sendai, yang mendorong perluasan peringatan dini dan tindakan dini untuk semua orang. Pesan Utama Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023 1. Kesenjangan dapat menciptakan kondisi yang membuat masyarakat yang termiskin dan paling beresiko terkena dampak yang tidak proporsional, yang pada gilirannya akan memperburuk kesenjangan. Sehingga diperlukan kegiatan atau program untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana termasuk mengurangi kemiskinan, keterpaparan, dan kesenjangan. 2. Mempercepat penerapan inisiatif Peringatan Dini untuk memastikan bahwa semua orang di dunia terakses Peringatan Dini dalam 4 tahun ke depan, dengan memprioritaskan komunikasi jarak jauh untuk menyampaikan pesan peringatan kepada populasi yang tinggal di daerah rawan bencana. 3. Efektivitas dari sistem Peringatan Dini hanya bisa didapatkan apabila masyarakat sadar akan risiko dari tsunami dan mengetahui hal apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya tsunami. 4. Memastikan bahwa semua populasi memiliki akses yang sama terhadap informasi dan jalur evakuasi. Majelis Umum PBB mengajak semua negara, organisasi internasional, komunitas kecil, dan masyarakat untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Bukan hanya meningkatkan kesadaran dalam 1 hari saja, melainkan harapannya dapat terus meningkatkan kesadaran akan tsunami untuk mengurangi risiko melalui berbagai kegiatan atau program yang dibuat. Pengurangan risiko dari tsunami memerlukan keterlibatan dan kemitraan dari seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Diperlukannya pemberdayaan dan partisipasi yang inklusif, mudah diakses dan non- diskriminatif, memberikan perhatian khusus pada masyarakat yang terkena dampak bencana secara tidak proporsional, terutama masyarakat termiskin. Hal ini dilakukan untuk melawan kesenjangan demi masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh orang di dunia. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami Read More »

Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Mitigasi Penulis: Selvithia Apriany Informasi mengenai edukasi kebencanaan penting diketahui oleh masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, tetapi semua kalangan termasuk anak. Di Desa Panggarangan Lebak Selatan, terdapat sekolah yang memberikan ekstrakurikuler mitigasi bencana. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Panggarangan. Ektrakurikuler ini ada sejak masuknya program dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bergabung dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan BMKG, pada tahun 2022. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler mitigasi ini adalah para siswa SMA Negeri 1 Panggarangan melakukan simulasi jalur evakuasi selama 1 tahun 2 kali. Tujuan dari adanya ektrakurikuler mitigasi bencana ini adalah untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada para siswa SMA Negeri 1 Panggarangan. Edukasi kebencanaan tersebeut seperti mereka belajar untuk bagaimana cara berlindung saat terjadi bencana. Selain itu, para siswa juga belajar bagaimana mengevakuasikan diri saat terjadi bencana. Pentingnya mempelajari mengenai edukasi bencana di Desa Panggarangan karena Desa Panggarangan merupakan desa yang rawan akan bencana Desa Panggarangan termasuk daerah rawan bencana dikarenakan lokasinya di pesisir pantai. Selain itu, Desa Panggarangan adalah desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator tsunami ready. Harapannya dari diadakannya ektrakurikuler mitigasi bencana ini adalah agar masyarakat Desa Panggarangan baik itu orang dewasa atau anak bisa menyelamatkan diri dari bencana. “Harapannya semoga saja diadakannya ektrakurikuler mitigasi bencana ini bisa tercapai tujuan kami, yaitu menyelamatkan diri suatu bencana.” Elsi selaku ketua ekstrakurikuler mitigasi bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan Read More »

Shopping Cart