Uncategorized

Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023 Tanggal Rilis: 25 Oct 2023 | 20:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan U-Inspire Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut Banten, Remaja Tanggap Bencana Desa, SMAN 1 Panggarangan, dan Universitas Multimedia Nusantara melaksanakan tsunami drill dalam rangka pelaksanaan IOWave 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Panggarangan, SMP Islam Al-Bashri, dan Command Center GMLS pada Rabu (25/10). Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan U-Inspire Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut Banten, Remaja Tanggap Bencana Desa, SMAN 1 Panggarangan, dan Universitas Multimedia Nusantara melaksanakan tsunami drill dalam rangka pelaksanaan IOWave 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Panggarangan, SMP Islam Al-Bashri, dan Command Center GMLS pada Rabu (25/10). IOWave merupakan rangkaian drill tsunami yang digelar oleh Intergovernmental Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO) setiap dua tahun sekali, dan diikuti negara-negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, termasuk Indonesia. IOWave 2023 dilaksanakan pada tanggal 4, 11, 18, dan 25 Oktober 2023, dengan tiga skenario drill tsunami di Kepulauan Nikobar, Pantai Iran, dan Selatan Jawa, serta satu skenario drill tsunami non-tektonik di Australia Dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, maka Gugus Mitigasi Lebak Selatan bersama para kolaboratornya menggelar sebuah drill tsunami bagi para siswa di SMAN 1 Panggarangan. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Ketua GMLS Anis Faisal Reza. “IOWave 2023 ini menjadi momentum bersama untuk menguji seberapa jauh persiapan kesiapsiagaan yang tengah dirintis bersama. Pihak SMA Negeri 1 Panggarangan dapat mengujikan kembali Protap yang telah disusun, Relawan Tanggap Bencana Desa (RTBD) dapat mengujikan teori-teori penanganan kedaruratan, dan GMLS dapat menguji kecepatan tanggap penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai moda yang ada.” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Drill dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB dan melibatkan 129 orang dari berbagai pihak, yang meliputi 25 guru dan 61 siswa SMAN 1 Panggarangan sebagai peserta, 14 orang dari RTBD dan GMLS sebagai pelaku, 1 orang dari Jaga Balai dan 3 orang dari TNI sebagai pemandu, 21 orang mahasiswa UMN sebagai tim dokumentasi, serta 4 orang dari BMKG sebagai observer, fasilitator, dokumentalis, dan AAR. Salah satu hal yang menarik dari pelaksanaan drill ini adalah besarnya peran para siswa SMAN 1 Panggarangan dalam pelaksanaannya. Sebagai salah satu pelopor utama edukasi mitigasi di lingkungan sekolah yang berbasis siswa, SMAN 1 Panggarangan yang telah memiliki ekstrakurikuler mitigasi bencana, memberdayakan para siswa, khususnya yang tergabung dalam ekstrakurikuler tersebut sebagai satuan tugas yang memimpin jalannya evakuasi. Dalam satuan tugas tersebut, para siswa dibagi kembali dalam empat gugus tugas, yaitu gugus keamanan, gugus evakuasi, gugus logistik, dan gugus kesehatan. Pelibatan siswa dalam pelaksanaan evakuasi tersebut juga bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan para siswa secara fisik, mental, dan kompetensi untuk menghadapi skenario bencana yang nyata. Dalam drill ini, para siswa dan guru SMAN 1 Panggarangan, dipandu oleh Serka Dadang dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Aan Anugrah dari Jaga Balai, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan untuk bersama-sama menyusuri jalur evakuasi sepanjang 4 km yang terletak di belakang SMAN 1 Panggarangan. Para peserta drill memulai perjalanan mereka dari SMAN 1 Panggarangan melalui Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang terletak di Desa Sukajadi, sebelum akhirnya tiba di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang terletak di SMP Islam Al-Bashri. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih 60 menit. “Dalam pelaksanaan simulasi drill kali ini, ada peningkatan respon dari masing-masing lembaga, seperti SMAN 1 Panggarangan yang memerlukan waktu lebih singkat untuk menuju ke TES. Perjalanan yang awalnya membutuhkan waktu 20 menit, kini hanya memerlukan 10 menit. Perjalanan menuju TEA yang awalnya membutuhkan waktu 120 menit, kini hanya menjadi 60 menit. Masing-masing gugus sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, alur koordinasi dan komandonya semakin jelas, serta pembagian peran dari masing-masing anggota gugus sudah sesuai dalam Protap.” Ujar Aan Anugrah, salah satu pemandu jalannya drill dari Yayasan Jaga Balai, dalam evaluasi drill IOWave 2023 yang dilakukan di Command Center GMLS. Drill IOWave 2023 ditutup dengan sesi ramah-tamah dan foto bersama yang dilaksanakan di Command Center GMLS dan Villa Hejo Kiarapayung. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: https://multimedianusantara-my.sharepoint.com/:f:/g/personal/jason_torar_student_umn_ac_id/Et07x2A23dJCstyq_6xH3SsB3EozXYd2mnPTwm4l-LFz9g?e=LB7Czk Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023 Read More »

Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut Tanggal Rilis: 14 Sep 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam kolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan acara Nonton Bareng dan Diskusi untuk film dokumenter bertajuk “The Indigenous” karya Watchdoc Documentary pada Kamis (14/9), di Command Center GMLS, Panggarangan, Lebak. Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam kolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan acara Nonton Bareng dan Diskusi untuk film dokumenter bertajuk “The Indigenous” karya Watchdoc Documentary pada Kamis (14/9), di Command Center GMLS, Panggarangan, Lebak. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Henriana Hatra Wijaya, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, anggota GMLS, anggota GERMAS Remaja Tanggap Bencana Desa (RTBD), Komunitas Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malingping, beserta mahasiswa MBKM Humanity Project Universitas Multimedia Nusantara. Dokumenter “The Indigenous” menceritakan bagaimana kearifan lokal yang menjadi bagian dari masyarakat adat Daya luhur di Cilacap, Jawa Tengah, dan Dayak Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi cerminan dari begitu banyak komunitas masyarakat adat yang seringkali disalahpahami, akibat kegagalan khalayak dalam memahami makna di balik kearifan lokal itu sendiri. Film ini membahas banyaknya kesalahpahaman khalayak dalam menafsirkan definisi dari kearifan lokal. Nyatanya kearifan lokal memiliki makna tersendiri. Daerah Cilacap memiliki kearifan lokal “Sedekah Ketupat”, sebuah upacara untuk menghormati tamu yang datang serta relasi antar sesama manusia. Sama seperti daerah Cilacap, Kapuas Hulu pun memiliki kearifan lokalnya tersendiri. Kearifan lokal tersebut bernama “Keduren Pansot”, upacara yang menjadi tanda terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang didapat,serta meminta kembali keberkahan yang serupa untuk tahun berikutnya. Melalui kegiatan nobar dan diskusi ini, diharapkan agar generasi muda di wilayah Lebak Selatan tidak memandang negatif dan melupakan kekayaan budaya yang mereka miliki. “Lebak Selatan adalah daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang begitu kaya. Ada ritual, ada simbol di dalam itu. Anak-anak sekarang sudah mulai berkurang pengetahuan tentang adat leluhurnya. Bahkan mereka memiliki stigma negatif mengenai adat leluhurnya sendiri,” kata Anis. Kegiatan nobar dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Makna Ritual dan Simbol dalam Komunitas Adat Banten Kidul dan Relevansinya terhadap Resiliensi Masyarakat” bersama Henriana Hatra Wijaya selaku Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Sesi diskusi ditutup dengan pemaparan pendapat dari anggota KNPI Malingping dan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara mengenai dinamika generasi muda dalam memahami komunitas masyarakat adat dan kekayaan budayanya. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut Read More »

Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Awi Ngahiji dalam bahasa Indonesia artinya adalah bambu bersatu. Awi Ngajihi ini adalah sebuah acara yang berfokus pada bambu. Awi Ngahiji dalam bahasa Indonesia artinya adalah bambu bersatu. Awi Ngajihi ini adalah sebuah acara yang berfokus pada bambu. Acara Awi Ngahiji merupakan acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yang dipimpin oleh Elizabeth. Awi Ngahiji juga bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Sanggar Kriya Bambu yang ada di RT 04 Desa Panggarangan. Acara berlangsung pada tanggal 4 Juni 2023 di RT 04 Desa Panggarangan. Kegiatan yang ada di acara Awi Ngahiji sangat menarik dan tentu saja semua kegiatan berfokus pada bambu. Banyak sekali masyarakat dari ibu-ibu dan anak-anak RT 04 Desa Panggarangan yang mengikuti kegiatan Awi Ngahiji. Kegiatan acara di acara Awi Ngahiji tersebut ada seminar. Seminar ini berfokus pada pembahasan mengenai ekonomi kreatif bambu. Selain itu, juga ada perlombaan yang di mana perlombaan ini terdiri dari 2 lomba. Perlomba pertama adalah lomba memasak kreasi rebung yang persertanya mulai dari kalangan ibu dan bapak di Desa Panggarangan. Perlombaan memasak ini bertujuan untuk memberikan edukasi ke pada masyarakat Desa Panggarangan kalau rebung itu bisa dibuat menjadi banyak kreasi makanan dan rebung juga bisa menjadi salah satu pangan atau cadangan pangan ketika bencana terjadi. Perlombaan kedua adalah perlombaan pemuda yang di mana lomba ini mirip konsep lomba kemerdekaan. Di lomba kedua ini ada 3 jenis lomba yaitu egrang, lomba makan kerupuk, dan limbo yang semuanya menggunakan peralatan bambu dalam perlombaan ini. Tujuan dari perlombaan pemuda adalah untuk meningkatkan persatuan masyarakat Desa Panggarangan. Tujuan dari diselenggarangan acara Awi Ngahiji adalah untuk memberikan edukasi mengenai bambu kepada masyarakat Desa Panggarangan. Elizabeth ingin memberikan edukasi mengenai bambu bahwa bambu itu banyak sekali manfaatnya. Mulai dari untuk kehidupan sehari-hari, bambu bisa menjadi material untuk kehidupan sehari-hari yang bisa dipakai banyak hal. Selain itu, bambu juga bisa menjadi fondasi rumah untuk tahan gempa, bisa menghasilkan air, menjadi jadi salah satu cadangan pangan, dan lainnya. Harapan dari diselenggarakannya acara Awi Ngahiji ini adalah semoga acara Awi Ngahiji atau bambu bersatu bisa dikembangkan atau dilanjutkan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara lainnya nanti atau dilanjutkan oleh masyarakat Desa Panggarangan sendiri. Semoga acara Awi Ngahiji ini bisa meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa bambu itu banyak manfaatnya dan bisa menjadi solusi terutama dibagian mitigasi dan resiliensi bencana. Selain itu, semoga dengan adanya acara Awi Ngahiji Sanggar Kriya Bambu di Desa Panggarangan bisa lebih berkembang dan banyak pemuda yang bergabung untuk lebih mengenal bambu. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan Read More »

Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Festmigar atau Festival Mitigasi Bencana SMANGGAR adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Dalam penyelenggaraan acara ini, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Festmigar atau Festival Mitigasi Bencana SMANGGAR adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Dalam penyelenggaraan acara ini, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Festival mitigasi bencana semanggar ini diselenggarakan di SMA 1 Panggarangan, pada 31 Mei 2023. Acara festmigar ini dipimpin oleh salah satu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yaitu, Chintya Maria Angelina Samosir. Selain mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, festmigar juga bekerjasama dengan osis SMA 1 Panggarangan dalam membangun kelangsungan acara festmigar. Dalam acara festival mitigasi bencana semanggar, banyak sekali kegiatan-kegiatan menarik yang sudah dipersiapkan. Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari youth speak yaitu kegiatan peer education class to class, 4 workshop, drill tsunami, dan acara hiburan bermisi. Dalam kegiatan workshop, terdapat workshop design poster, workshop design product, workshop cemara, workshop selaras beserta perlombaan. Sedangkan untuk acara drill tsunami, siswa SMA 1 Panggarangan yang mengikuti kegiatan ini mereka melakukan simulasi tsunami sampai masuk kedalam hutan. Dalam acara hiburan, beberapa siswa SMA 1 Panggarangan menampilkan sebuah penampilan seperti menari, dan lainnya. Tidak hanya siswa SMA 1 Panggarangan yang tampil, tetapi mahasiswa UMN juga ada yang menyanyi di acara festmigar ini. Tujuan diselenggarakan event festmigar ini adalah memberikan literasi yang dikemas sedemikian agara mudah diterima oleh generasi baru terutama anak SMA yang sudah lebih matang dan bisa memahami lebih baik tenatang mitigasi bencana. Dalam membuat acara festmigara ini mahasiswa UMN mempersiapkan keseluruhan rangkaian acara dalam waktu 3 bulan. Dalam membangun acara festmigar ini, mahasiswa UMN juga mendapatkan kesulitan dalam persiapkan acara. Kesulitan tersebut adalah dalam menentukan tanggal acara, “Kesulitan yang kami alami adalah menentukan tanggal acara. Tanggal acara yang sudah kami tentukan awalnya berubah karena bertabrakan dengan jadwal acara sekolah, sehingga kami harus merubah jadwal dari rangkaian acara festmigar lagi.” Kata Chintya selaku pemimpin acara festmigar. Harapan dari diselenggarakannya acara festmigar ini semoga tiap rangkaian festmigar dapat memberikan ilmu baru dan literasi mitigasi bencana dapat terealisasikan dengan baik. “Harapan saya dengan adanya acara festmigar semoga tiap rangkaian dapat memberikan ilmu baru untuk siswa semanggar dan semoga tujuan dari acara festmigar tentang literasi mitigasi bencana dapat terealisasikan dengan baik serta bermanfaat sebagai bekal siswa semanggar.” Kata Chintya. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan Read More »

Bersama Doremi Membangun Kesiapsiagaan Bencana Dalam Bentuk Cerita Dongeng

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Bersama Doremi Membangun Kesiapsiagaan Bencana Dalam Bentuk Cerita Dongeng Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 09:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Zalfa Azhar Qathrunnada & Carolyn Nathasa Dharmadhi Pada 29 Mei 2023, Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam membuat suatu acara bernama Dongeng Rekan Mitigasi (Doremi). Doremi merupakan acara untuk menyampaikan edukasi kebencanaan kepada anak-anak Desa Panggarangan terutama Cimampang dan Cikumpay. Pada 29 Mei 2023, Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam membuat suatu acara bernama Dongeng Rekan Mitigasi (Doremi). Doremi merupakan acara untuk menyampaikan edukasi kebencanaan kepada anak-anak Desa Panggarangan terutama Cimampang dan Cikumpay. Acara Doremi ini selenggarakan di Desa Panggarangan yaitu, di daerah Cikumpay. Doremi ini dipimpin oleh dua mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yaitu, Sifana dan Ais. Acara Doremi ini dibuat untuk membangun kesiapsiagaan anak-anak Desa Panggarangan dalam kebancanaan yang kedatangannya tidak bisa diprediksi. Anak-anak juga merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu diperhatikan untuk menghadapi kesiapsiagaan bencana. Dalam kegiatan Doremi ini, terdapat beberapa kegiatan yang seru untuk anak-anak Desa Panggarangan. Kegiatan tersebut antara lain adalah kegiatan mendongeng dan bermain. Pada kegiatan mendongeng, anak-anak mendengarkan cerita dongeng yang disampaikan oleh guru yang telah memenangkan lomba mendongeng di acara Lokakarya Mendongeng. Lokakarya mendongeng ini adalah acara yang diselenggarakan juga oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara sebelumnya. Lokakarya Mendongeng ini merupakan pre event dari acara Doremi. Dalam kegiatan bermain, anak-anak bermain beberapa permainan mitigasi bencana yaitu tebak isi tas siaga bencana, selamatkan diri dari bencana, dan tebak rambu-rambu evakuasi. Tujuan diadakan acara Doremi adalah untuk membantu Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam mengkomunikasikan kesiapsiagaan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan yaitu melalui dongeng dan permainan. Dengan dongeng dan bermain, anak-anak menjadi lebih mudah menerima dan memahami pesan yang ingin disampaikan. Mahasiswa UMN dalam mempersiapkan acara Doremi ini mereka mempersiapkannya kurang lebih 10 minggu. Persiapan tersebut diawali dengan melakukan observasi tempat secara langsung untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan anak-anak mengenai kesiapsiagaan bencana. Mahasiswa UMN juga mempersiapkan beberapa permainan yang sesuai dengan kebutuhan kesiapsiagaan bencana dan sesuai untuk anak-anak. Selain itu, mereka juga mempersiapkan kebutuhan lainnya yang dibutuhkan saat acara seperti peralatan, konsumsi, dan lainnya. Tentunya dalam proses mempersiapkan acara Doremi tidak semulus atau semudah itu. Sifana dan Ais kesulitan untuk memastikan secara pasti anak-anak yang akan hadir di acara. Selain itu, kesulitan lain yang dialami adalah bahasa. Kebanyakan masyarakat Desa Panggarangan sehari-harinya berbicara menggunakan bahasa Sunda, sehingga Sifana dan Ais kesulitan untuk memahami pembicaraan masyarakat. Harapan dari dibuatnya acara Doremi ini adalah agar anak-anak Desa Panggarangan dapat membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Dengan diselenggarakannya acara berharap dapat membangun kesiapsiagaan kepada anak-anak Desa Panggarangan dalam menghadapi bencana. Mereka dapat menerapkan apa yang telah mereka pahami dengan mengikuti acara ini.” Kata Sifana sebagai pemimpin acara Doremi. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Bersama Doremi Membangun Kesiapsiagaan Bencana Dalam Bentuk Cerita Dongeng Read More »

Sapa Laut di Desa Panggarangan Bersama Universitas Multimedia Nusantara dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Sapa Laut di Desa Panggarangan Bersama Universitas Multimedia Nusantara dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan Tanggal Rilis: 03 Jul 2023 | 09:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan kampanye dengan nama Sapa Laut. Sapa Laut adalah kependekan dari Sabuk dari Pandan Laut merupakan kegiatan yang dibuat untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat terhadap pentingnya tumbuhan pandan laut sebagai benteng pesisir. Bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan kampanye dengan nama Sapa Laut. Sapa Laut adalah kependekan dari Sabuk dari Pandan Laut merupakan kegiatan yang dibuat untuk meningkatkan kesadartahuan masyarakat terhadap pentingnya tumbuhan pandan laut sebagai benteng pesisir. Sebagaimana diketahui, pandan laut (Pandanus Odorifer) adalah tumbuhan tepi pantai yang penyebaran tumbuhannya ada di sepanjang Pantai Selatan Jawa. Beragam manfaat bisa diperoleh dari tanaman ini. Kemampuannya menjadi penjaga abrasi adalah karena akar tunjangnya yang besar dapat mencengkeram pasir-pasir pantai. Lalu, ukuran tanaman yang dapat mencapai ketinggian 15 meter akhirnya juga mampu meredam ombak besar yang menghantam pesisir. Manfaat lain dari pandan laut adalah buahnya dapat dikonsumsi dan dijadikan minuman. Sedangkan untuk daunnya dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan tangan. Kegiatan Sapa Laut kali ini adalah difokuskan untuk mengedukasi siswa di sekolah SD Negeri 3 Panggarangan. “Kami ingin mengedukasi generasi-generasi yang dari kecil. Mungkin anak SMP dan SMA sudah banyak yang mengerti. Namun, anak SD menurut saya harus kita pupuk dulu semenjak kecil. Kami membantu minimal kesadaran anak SD bahwa adapun tanaman pandan laut. Berikutnya mungkin kami nanti bisa melanjutkan kegiatan kami untuk melakukan edukasi ke anak SMP dan SMA, yang penting kami sudah menanamkan dasarnya ke anak SD dulu.” Kata Figo salah satu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Beberapa kesulitan dialami mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam mempersiapkan Sapa Laut. Perencanaan yang berada jauh dari lokasi membuat mereka tidak mengenal medan atau lokasi di Desa Panggarangan. Mereka hanya melakukan desktop research melalui media dan berita-berita yang ada. Selain itu, kesulitan lain yang mereka hadapi adalah menghadapi anak SD yang masih masa pertumbuhan dan sangat aktif, jadi sulit untuk menyampaikan pesan yang utuh. Mereka juga kekurangan sumber daya manusia karena mereka satu kelompok hanya ada 6 orang dan dibantu oleh anggota Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Namun, dari semua kesulitan tersebut, mereka bisa melalui semua itu dan berjalan dengan lancar. Harapan dari kegiatan Sapa Laut ini adalah tumbuhnya rasa kepedulian para siswa terhadap pentingnya menjaga pesisir dengan abrasi. Selain itu, diharapkan terpantiknya minat organisasi-organisasi untuk bisa datang ke Desa Panggarangan dan melanjutkan kegiatan dari mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sapa Laut di Desa Panggarangan Bersama Universitas Multimedia Nusantara dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan Read More »

SERASI (Senam Ceria Mitigasi): Tes Kesehatan Gratis untuk Lansia Guna Mendukung Mitigasi Bencana di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events SERASI (Senam Ceria Mitigasi): Tes Kesehatan Gratis untuk Lansia Guna Mendukung Mitigasi Bencana di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 05 Jun 2023 | 21:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan menyelenggarakan acara bertajuk Serasi. Serasi adalah kepanjangan dari senam ceria mitigasi, dengan sasaran kelompok lansia di zona rawan tsunami Desa Panggarangan. Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan menyelenggarakan acara bertajuk Serasi. Serasi adalah kepanjangan dari senam ceria mitigasi, dengan sasaran kelompok lansia di zona rawan tsunami Desa Panggarangan. Dipimpin oleh Diva Zahra Azarine, salah satu mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara, dalam acara serasi juga dilaksanakan checkup kesehatan gratis untuk para lansia tersebut. Tujuan dari checkup kesehatan ini adalah agar lansia tahu kondisi dari fisiknya sendiri dan dapat membantu para lansia agar lebih siap dalam menghadapi bencana yang bisa datang secara tiba-tiba. Dalam checkup kesehatan ini Serasi menghadirkan dua dokter bernama Dr. Boni dan Dr. Prestise. Azrine membuat acara ini juga karena dia merasa kepedulian masyarakat terhadap lansia ini masih kurang. Azrine ingin membantu lansia agar para lansia dan juga membuat para lansia merasa bahwa diri mereka spesial. Hal ini tampak ketika para lansia ini sangat akrab dan hangat mengobrol dengan Azrine. Acara Serasi yang berlangsung pada tanggal 16 Mei 2023 ini dipersiapkan selama kurang lebih 1 bulan. Kesulitan dihadapi oleh Azrine adalah dari sisi komunikasi. “Kesulitannya tentu saja di komunikasi, karena pada dasarnya saya dari kota. Lalu, ketika memasuki Desa Panggarangan mereka memiliki cara komunikasi yang berbeda seperti biasanya di kota. Jadi harus pintar-pintar dalam berkomunikasi nantinya untuk mengajak para lansia di Desa Panggarangan.” Kata Azrine. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

SERASI (Senam Ceria Mitigasi): Tes Kesehatan Gratis untuk Lansia Guna Mendukung Mitigasi Bencana di Desa Panggarangan Read More »

Lokakarya Mendongeng Membantu Para Guru Desa Panggarangan Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Kebencanaan Untuk Anak Melalui Dongeng

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Lokakarya Mendongeng Membantu Para Guru Desa Panggarangan Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Kebencanaan Untuk Anak Melalui Dongeng Tanggal Rilis: 19 May 2023 | 19:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Lokakarya Mendongeng adalah event dari Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yaitu, Marcelina Tjahya. Acara ini dilaksanakan pada 15 Mei 2023 di Villa Hejo Kiarapayung. Lokakarya Mendongeng merupakan salah satu anak acara dari DoReMi. Kepanjangan dari DoReMi adalah dongeng rekan mitigasi. Lokakarya Mendongeng adalah event dari Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yaitu, Marcelina Tjahya. Acara ini dilaksanakan pada 15 Mei 2023 di Villa Hejo Kiarapayung. Lokakarya Mendongeng merupakan salah satu anak acara dari DoReMi. Kepanjangan dari DoReMi adalah dongeng rekan mitigasi. Doremi merupakan sebuah acara yang terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu, Hayu Urang Ngadongeng, Berani, dan Doremi. Tujuan dari event lokakarya mendongeng adalah untuk menyebarkan literasi kebencanaan terutama untuk sekolah-sekolah yang memang berada di tempat rawan bencana dan khususnya di Kecamatan Panggarangan, Lebak Selatan. Marcelina memilih tema mendongeng karena ia ingin dengan adanya lokakarya mendongeng ini akan mengubah perspektif dari masyarakat kalau mendongeng adalah salah satu komunikasi yang sangat menarik apabila dilakukan dengan cara yang baik dan benar. “Seperti yang kita ketahui, mendongeng semakin lama semakin dianggap remeh dan membosankan. Jadi aku pengen dengan adanya lokakarya mendongeng ini akan mengubah perspektif dari kebanyakan orang kalau mendongeng ini adalah salah satu komunikasi yang sangat menarik apabila dilakukan dengan cara yang baik dan benar.” Kata Marcelina. Selain itu, Marcelina juga ingin dari acara Lokakarya Mendongeng bisa menekankan komunikasi kebencanaan melalui mendongeng supaya bisa lebih menarik perhatian anak-anak TK dan SD. Dari mendongeng juga anak-anak TK dan SD menjadi lebih antusias dan semangat untuk belajar mengenai kebencanaan. Melalui dongeng, anak TK dan SD juga lebih mudah menangkap pesan yang disampaikan. Event Lokakarya Mendongeng ini bekerja sama dengan Gugus Mitigasi lebak Selatan dan ID Flow Storis. Lokakarya Mendongeng juga mendatangkan bintang tamu yaitu, Irwan Fakhruddin dan Kak Resha. Dalam acara ini, bintang tamu memberikan paparan materi kepada para guru yang hadir tentang cara mendongeng yang baik dan menarik. Marcelina mempersiapkan event Lokakarya Mendongeng ini selama 4-5 bulan. Kesusahan yang dialami dalam membuat event ini adalah bentroknya waktu acara Lokakarya Mendongeng dengan ujian anak SD. Sehingga Marcelina menjadi sulit untuk memprediksi berapa banyak guru yang akan datang. Acara Lokakarya Mendongeng ini dihadirkan oleh guru-guru dari 34 sekolah SD dan 14 sekolah TK. Harapan Marcelina dengan adanya event ini kedepannya semoga masyarakat lebih memandang dongeng adalah suatu yang menarik dan bisa lebih berdampak untuk anak TK dan SD dalam menyampaikan sebuah pesan. Selain itu, semoga dengan adanya event ini para guru yang datang bisa jadi duta komunikasi kebencanaan yang dapat menyebarluaskan literasi kebencanaan kepada masyarakat sekitar terutama wilayah Lebak Selatan. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Lokakarya Mendongeng Membantu Para Guru Desa Panggarangan Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Kebencanaan Untuk Anak Melalui Dongeng Read More »

Kolaborasi Internasional Perkuat Aksi Pengurangan Risiko Bencana di Pesisir Lebak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kolaborasi Internasional Perkuat Aksi Pengurangan Risiko Bencana di Pesisir Lebak Tanggal Rilis: 14 May 2023 | 13:30 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cornelia Citra Andjani Santosa & Kasilda Ni Wayan Chrisyanda Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) menyelenggarakan lokakarya terkait mitigasi bencana di SMAN 1 Panggarangan pada Rabu, 10 Mei 2023. Lokakarya dengan judul Sebarkan Literasi Mitigasi (SELARAS) dan Cerita Mitigasi Bencana (CEMARA) ini merupakan bagian dari Festival Mitigasi Bencana Smanggar (FESTMIGAR) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa SMAN 1 Panggarangan terkait mitigasi bencana. Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) menyelenggarakan lokakarya terkait mitigasi bencana di SMAN 1 Panggarangan pada Rabu, 10 Mei 2023. Lokakarya dengan judul Sebarkan Literasi Mitigasi (SELARAS) dan Cerita Mitigasi Bencana (CEMARA) ini merupakan bagian dari Festival Mitigasi Bencana Smanggar (FESTMIGAR) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa SMAN 1 Panggarangan terkait mitigasi bencana. Dalam lokakarya SELARAS dan CEMARA, siswa diajak untuk memahami serta menyebarkan mitigasi bencana melalui media sosial TikTok. Kegiatan diawali dengan materi terkait mitigasi bencana yang diberikan oleh mahasiswa UiTM terkait dengan gempa bumi dan tsunami, dilengkapi dengan kuis dan permainan yang mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan. Selanjutnya, siswa diberikan pengetahuan terkait bagaimana memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan tentang mitigasi bencana. Siswa pun diajak untuk turut memproduksi konten-konten mitigasi bencana sesuai dengan apa yang telah mereka pelajari di dua lokakarya berbeda tersebut. Melalui kolaborasi ini, berbagai pihak mampu membangun koneksi dan sinergi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir Lebak secara khusus, dan di wilayah rawan bahaya lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketua dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan Abah Lala mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa/i SMA Negeri 1 Panggarangan karena bisa bersifat berkelanjutan sehingga siswa/i mampu berlatih mitigasi bencana. “Kami mengucapkan terima kasih untuk mahasiswa/i UMN dan UiTM atas semangat dan dedikasi yang diberikan untuk siswa/i di SMAN 1 Panggarangan,” tambah Abah Lala. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Panggarangan Cahya Irawan juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya atas terlaksananya FESTMIGAR di SMAN 1 Panggarangan. Menurutnya, siswa merupakan jalur tercepat mentransfer ilmu yang diperoleh dari sekolah untuk keluarga dan masyarakat di sekelilingnya. Kegiatan FESTMIGAR merupakan langkah efektif untuk membangun kesadaran dan membekali siswa SMAN 1 Panggarangan agar tidak kebingungan menghadapi bencana yang dapat datang kapan saja. “FESTMIGAR merupakan media yang tepat untuk membekali siswa dengan pendidikan mitigasi bencana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Besar harapan kami UMN dapat melanjutkan program serupa atau program lainnya di SMAN 1 Panggarangan,” tambah Cahya. Ketua MBKM Proyek Kemanusiaan UMN Maria Advenita Gita Elmada mengatakan, kegiatan ini adalah sebuah bentuk kolaborasi baik untuk upaya pengurangan risiko bencana. “Harapannya, masing-masing pihak dari setiap negara dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan, serta terbangun hubungan yang baik antara negara ini,” imbuh Maria. Kolaborasi antar negara yang terselenggara ini juga diharapkan oleh Ketua FESTMIGAR Chintya Maria dapat benar-benar bermanfaat menambah pengetahuan dan pengurangan risiko bencana di wilayah tersebut. “Workshop SELARAS & CEMARA yang berkolaborasi dengan UiTM ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk saling belajar dan berbagi informasi mengenai mitigasi, serta menekankan bahwa penggunaan media sosial sangat penting untuk bisa terciptanya lingkungan yang sadar mitigasi,” tutup Chintya. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kolaborasi Internasional Perkuat Aksi Pengurangan Risiko Bencana di Pesisir Lebak Read More »

Gugus Mitigasi Lebak Selatan raih penghargaan sebagai Kelompok Penggerak Pemberdayaan Desa Berbasis ZISWAF

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Gugus Mitigasi Lebak Selatan raih penghargaan sebagai Kelompok Penggerak Pemberdayaan Desa Berbasis ZISWAF Tanggal Rilis: 31 Jan 2023 | 13:00 Lokasi: Pancoran, Jakarta Selatan Penulis: Gugus Mitigasi Lebak Selatan Penghargaan ini diberikan oleh BSI Maslahat kepada stakeholder terpilih yang dinilai telah bersinergi dan berperan aktif dalam meluaskan manfaat bersama BSI Maslahat. Kegiatan ini dilaksanakan pada momentum Grand Launching dan Public Expose BSI Maslahat di Nareswara Ball Room Lt 4 SMESCO Jakarta Selatan.  Penghargaan ini diberikan oleh BSI Maslahat kepada stakeholder terpilih yang dinilai telah bersinergi dan berperan aktif dalam meluaskan manfaat bersama BSI Maslahat. Kegiatan ini dilaksanakan pada momentum Grand Launching dan Public Expose BSI Maslahat di Nareswara Ball Room Lt 4 SMESCO Jakarta Selatan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BSI Masalahat atas apresiasi ini. Apresiasi ini jelas bukan hanya untuk kami, tapi untuk seluruh kolaborator dan masyarakat yang telah terlibat dalam Kolaborasi Tsunami Ready di Lebak Selatan.” ujar Abah Lala, Ketua GMLS. Kolaborasi GMLS dengan BSI Maslahat terjalin sepanjang tahun 2022 dalam Program Desa Tangguh yang mengusung kesiapsiagaan masyarakat Desa Panggarangan menghadapi potensi risiko gempa megathrust dan tsunami. Selain pelatihan kesiapsiagaan, penyediaan sumur, depo air, dan MCK, dilakukan juga kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pelatihan kriya bambu dan budidata lebah trigona menjadi pilihan dengan harapan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan resiliensi masyarakat di zona rawan tsunami. “Setelah Tsunami Ready Programme dilaksanakan, pada tahun 2023, GMLS sedianya mencanangkan dimulainya Program Resiliensi Komunitas. Ini sangat relevan dengan apa yang sudah dikerjakan oleh BSI Maslahat di Lebak Selatan. Apresiasi yang kami terima hari ini menjadi stimulan agar kami dapat menjaga semangat bekerja untuk masyarakat di waktu yang akan datang.” pungkas Abah Lala. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Gugus Mitigasi Lebak Selatan raih penghargaan sebagai Kelompok Penggerak Pemberdayaan Desa Berbasis ZISWAF Read More »

Shopping Cart