Uncategorized

PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu Tanggal Rilis: 19 Nov 2023 | 13:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Panggarangan, Lebak – Restorasi kondisi ekonomi pascabencana merupakan hal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat yang terdampak oleh bencana. Ketangguhan dan kemampuan masyarakat untuk memulihkan ekonomi dan taraf hidupnya pada kondisi pascabencana tersebut dilatih dan ditingkatkan melalui berbagai upaya yang termasuk dalam program peningkatan resiliensi masyarakat. Panggarangan, Lebak – Restorasi kondisi ekonomi pascabencana merupakan hal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat yang terdampak oleh bencana. Ketangguhan dan kemampuan masyarakat untuk memulihkan ekonomi dan taraf hidupnya pada kondisi pascabencana tersebut dilatih dan ditingkatkan melalui berbagai upaya yang termasuk dalam program peningkatan resiliensi masyarakat. Pada tingkat keluarga, peran ibu rumah tangga dalam pemulihan ekonomi keluarga pascabencana sangat krusial. Sebagai pengelola utama dari keberlangsungan ekonomi rumah tangga, ibu rumah tangga seringkali menjadi tulang punggung keluarga dalam proses adaptasi dan pemulihan ekonomi sehari-hari. Mereka juga sering menjadi penghubung komunitas dalam berbagi informasi, sumber daya, dan dukungan sosial. Hal ini disadari oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan yang berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III Universitas Multimedia Nusantara. Hal itu menjadi alasan diselenggarakannya lokakarya PRABU yang juga berkolaborasi dengan Sanggar Lokacipta Nawasena, Arenkula Nusantara, dan Bejod Magic Bamboo pada hari Minggu (19/11). Program peningkatan resiliensi yang dilaksanakan ini berfokus pada ibu rumah tangga, yang memiliki peranan penting dalam membangun kembali perekonomian keluarga dan komunitas. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemulihan kondisi masyarakat pascabencana dapat menyentuh berbagai sektor dan elemen kemasyarakatan, dengan mengakui dan memperkuat peran mereka dalam mendukung keberlangsungan hidup dan menggerakkan roda perekonomian setempat. PRABU merupakan akronim dari “Prakarya Bambu”. Lokakarya yang bertujuan untuk melatih para ibu rumah tangga (IRT) di RT 04 dan RT 06 Desa Panggarangan dalam praktik membuat dan memasarkan anyaman bambu ini dihadiri oleh CEO Arenkula Nusantara dan Ketua Lebak Ekonomi Kreatif Andhy Yuliandi, Pendiri Bejod Magic Bamboo Kyai Muhammad Nasir Ali Muhidin, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, dan 27 orang ibu rumah tangga dari RT 04 dan RT 06 Desa Panggarangan. Lokakarya diawali dengan pemaparan materi mengenai resiliensi masyarakat dalam situasi pascabencana oleh Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Dalam pemaparan ini, Anis kembali menekankan pentingnya upaya peningkatan resiliensi dan pemulihan pascabencana yang inklusif, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan mengonsolidasi berbagai sektor yang telah pulih secara perlahan, khususnya sektor ekonomi. Rangkaian kegiatan dalam lokakarya ini dilanjutkan dengan serah terima mesin irat bambu secara simbolis dari Universitas Multimedia Nusantara kepada Sanggar Lokacipta Nawasena. Penyerahan mesin irat tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai “Promosi dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif” oleh Andhy Yuliandi dari Arenkula Nusantara. Materi yang dipaparkan pada sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertegas pentingnya peran aktivitas promosi dalam meningkatkan laju perkembangan ekonomi kreatif di wilayah Panggarangan, terutama dalam bisnis anyaman bambu. Pemaparan tersebut mengawali sesi utama dari lokakarya ini, yaitu lokakarya anyaman bambu yang dibawakan oleh Kyai Muhammad Nasir Ali Muhidin. Dalam sesi lokakarya ini, para peserta diajarkan untuk membuat berbagai produk dekoratif dengan teknik anyaman bambu, mulai dari besek hingga anyaman berpola. Lokakarya diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat kepada para narasumber, sesi foto bersama, dan pembagian bingkisan dari PRABU kepada para peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penulis: Jason Adiwimarta Torar Link Dokumentasi: Dokumentasi-GMLS-PRABU Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita Elmada Communication and Media Relations Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu Read More »

MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini Tanggal Rilis: 18 Nov 2023 | 16:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cindy Oktaviani & Sindy Monica Di tengah dunia yang penuh dengan digitalisasi, tingkat literasi membaca semakin menurun dan perlahan diabaikan oleh masyarakat. Terutama anak-anak, handphone menjadi hal yang lebih dekat dengan mereka saat ini. Namun, literasi sendiri menjadi hal yang penting bagi mereka untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Sehingga peningkatan literasi dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Panggarangan, Lebak – Di tengah dunia yang penuh dengan digitalisasi, tingkat literasi membaca semakin menurun dan perlahan diabaikan oleh masyarakat. Terutama anak-anak, handphone menjadi hal yang lebih dekat dengan mereka saat ini. Namun, literasi sendiri menjadi hal yang penting bagi mereka untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Sehingga peningkatan literasi dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Melihat hal tersebut, kegiatan Marimba diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN untuk meningkatkan literasi anak-anak. Kegiatan Marimba dilaksanakan pada hari Sabtu (18/11) di RT.04 Desa Panggarangan. Marimba merupakan gabungan dari kata “Mari Membaca Bersama”. Kegiatan ini dibentuk dengan tujuan untuk menjadi wadah edukasi mengenai pentingnya sebuah literasi dan membangun kegemaran membaca untuk kalangan anak-anak. Kegiatan Marimba terdiri dari penampilan storytelling diiringi dengan gitar yang dihadiri oleh Resha Rashtrapatiji dari ID Flow Stories sebagai narasumber, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, serta Tardi selaku perwakilan masyarakat RT.04 dan Perwakilan Taman Baca Masyarakat Annajah. Selain itu juga dihadiri oleh 55 orang anak – anak dari RT 04 Desa Panggarangan yang mengikuti kegiatan kampanye membangun kegemaran membaca. “Kultur di Desa Panggarangan memiliki kultur yang cenderung masih tradisional, sehingga dengan kegiatan ini dapat membangun kemajuan dan menambah ilmu serta dapat menjadi motivasi untuk anak-anak semua dalam membaca,” ujar Pak Tardi selaku perwakilan RT.04 “Perkembangan zaman yang berkembang di ancam oleh digitalisasi seperti handphone. Maka diperlukan tempat untuk anak-anak berkumpul sambil membaca dan bermain. Terutama kita harus membangun desa ini agar dapat bisa menambah ilmu yang lebih luas lagi. Semoga dengan adanya pembangunan rumah baca ini anak-anak bisa belajar dan semakin meningkat daya tarik baca.” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat membuka kegiatan ini. Sesi storytelling dilakukan dengan gitar sambil bernyanyi oleh Resha Rashtrapatiji menceritakan tentang anak yang tidak boleh keseringan memainkan handphone dan coba untuk menggantinya dengan lebih sering membaca. Sesudah dilakukan kegiatan storytelling juga diramaikan dengan kegiatan Fun Literacy Acitivity bersama perwakilan Taman Baca Masyarakat Annajah. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk mengumpulkan kartu-kartu potongan cerita kemudian digabungkan sehingga menjadi sebuah cerita yang sempurna secara cepat atau disebut estafet card. Ketika anak-anak berhasil menyusun cerita tersebut, mereka diminta untuk menceritakan kembali apa yang telah mereka susun sebelumnya. Setelah sesi tersebut selesai, kegiatan Marimba diakhiri dengan mengajak narasumber dan anak-anak RT.04 untuk melakukan foto bersama dan membagikan merchandise sebagai bentuk terima kasih kepada anak-anak karena telah berpartisipasi dalam kegiatan Marimba. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini Read More »

SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat Tanggal Rilis: 18 Nov 2023 | 12:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Keberadaan relawan dalam lingkup penanggulangan bencana di masyarakat merupakan sebuah aspek yang sangat krusial. Sebagai salah satu komponen terdepan dalam proses evakuasi saat bencana terjadi, kompetensi relawan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang tugasnya saat terjadi bencana. Panggarangan, Lebak – Keberadaan relawan dalam lingkup penanggulangan bencana di masyarakat merupakan sebuah aspek yang sangat krusial. Sebagai salah satu komponen terdepan dalam proses evakuasi saat bencana terjadi, kompetensi relawan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang tugasnya saat terjadi bencana. Menyadari hal tersebut, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan Relawan Tanggap Bencana Desa (RTBD) melaksanakan kegiatan SAHABAT pada hari Sabtu (18/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Villa Hejo Kiarapayung. SAHABAT merupakan akronim dari jargon “Sadar, Hadapi, Tanggap Bencana”. Kegiatan ini merupakan sebuah lokakarya klaster kesehatan yang bertujuan untuk melatih para relawan tanggap bencana dalam memahami dan mengimplementasikan prosedur operasi standar (POS) pada skenario tanggap darurat. Lokakarya yang terdiri dari sesi pemaparan ilmu dan praktik pertolongan pertama pada skenario kebencanaan ini dihadiri oleh dr. Rudiansyah dari Puskesmas Panggarangan sebagai narasumber, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, beserta 11 orang relawan dari GMLS dan sebagai peserta lokakarya. “Lokakarya ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para relawan, baik dari GMLS dan RTBD, untuk memperluas khazanah ilmu pengetahuan mengenai prosedur tanggap bencana. Ilmu yang disampaikan dalam lokakarya ini merupakan hal yang baik, yang dapat menjadi bekal bagi para relawan dalam menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat membuka lokakarya ini. Pada sesi pemaparan ilmu dalam lokakarya ini, para relawan menerima pembekalan mengenai prinsip pertolongan pertama pada korban bencana, cara menghitung denyut nadi, serta prosedur operasi standar yang harus dilakukan untuk menangani berbagai skenario kebencanaan, seperti patah tulang, luka terbuka, gigitan ular dan binatang berbisa, hingga sengatan dari hewan laut. Sesudah mendapatkan pemaparan teoretis mengenai prosedur operasi standar tanggap darurat, para relawan juga mendapatkan kesempatan langsung untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan melalui studi kasus yang dipandu langsung oleh dr. Rudiansyah. Dalam sesi ini, para relawan mempraktikkan upaya pertolongan pertama pada berbagai skenario, mulai dari patah tulang, luka terbuka, hingga gigitan ular dan hewan berbisa. Tak hanya itu, para relawan juga dibekali dengan pengetahuan mengenai prosedur bantuan hidup dasar (BHD) yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti resusitasi jantung paru-paru (RJP) untuk korban yang mengalami henti napas, dan Heimlich Maneuver untuk korban yang tersedak atau tenggelam. Setelah sesi praktik tersebut selesai dilakukan, lokakarya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara relawan dan dr. Rudiansyah. Pada sesi tanya jawab tersebut, dr. Rudiansyah memberikan penekanan mengenai pentingnya buku saku pertolongan pertama sebagai acuan dasar bagi para relawan dalam memberikan pertolongan kepada para korban bencana. Lokakarya diakhiri dengan makan siang dan ramah-tamah bersama dr. Rudiansyah, para relawan dari GMLS dan RTBD, serta mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat Read More »

Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 16 Nov 2023| 17:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui kolaborasinya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyepakati pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami dengan jenis Warning Receiver System New Generation (WRS New Gen) melalui surat resmi yang diterima GMLS pada Jumat (16/11). Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui kolaborasinya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyepakati pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami dengan jenis Warning Receiver System New Generation (WRS New Gen) melalui surat resmi yang diterima GMLS pada Jumat (16/11). Pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami WRS New Gen tersebut adalah salah satu upaya BMKG untuk memperluas jangkauan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di berbagai wilayah, yang merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Prakarsa Ketangguhan Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP). WRS New Gen diproyeksikan akan terpasang di 75 titik di seluruh Indonesia, termasuk Command Center GMLS dan lokasi strategis milik lembaga lain di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar lembaga yang akan menerima alat tersebut merupakan lembaga pemerintah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Hingga saat ini, GMLS menjadi satu-satunya komunitas masyarakat yang akan mendapatkan akses WRS New Gen. Rencana pemasangan alat WRS New Gen tersebut disambut baik oleh Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Ia mengungkapkan bahwa WRS New Gen memiliki banyak kelebihan dibandingkan WRS yang selama ini digunakan GMLS dalam mengakses informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. “Sebelum ada WRS yang khusus, kita harus mengakses website WRS. Tapi dengan alat ini, beberapa kendala, seperti dependensi pada koneksi seluler saat bencana, bisa teratasi,” ujar Anis. Salah satu kelebihan terbesar WRS New Gen dibandingkan sistem WRS lain adalah konektivitasnya yang menggunakan koneksi VSAT. Koneksi tersebut memungkinkan WRS New Gen untuk menjalin komunikasi dua arah secara terus menerus dan terintegrasi penuh dengan BMKG Pusat. BMKG dapat dengan mudah melakukan monitoring dan penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami secara real-time. WRS New Gen juga dapat beroperasi 24 jam penuh, dan kondisinya dapat dipantau secara remote oleh BMKG Pusat. Tanpa dependensi pada koneksi seluler, penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami saat bencana melanda melalui WRS New Gen memiliki resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan sistem WRS konvensional. BMKG memproyeksikan bahwa tingkat keberhasilan penyebaran informasi melalui WRS New Gen kepada lembaga interface (lokasi instalasi WRS New Gen) berada di atas 90%. Dengan adanya kesepakatan untuk melakukan pemasangan WRS New Gen, GMLS juga berkomitmen melakukan pengembangan teknologi pendukung seperti radio siaga desa dan sirine mandiri desa dalam waktu dekat, untuk mendukung efisiensi dan kecepatan diseminasi informasi dari WRS New Gen kepada masyarakat di wilayah Lebak Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan Read More »

Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan Tanggal Rilis: 07 Nov 2023 | 11:00 Lokasi: Bayah, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN secara resmi memulai rangkaian kegiatan Be Hero Festival pada hari Selasa (7/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Bayah. Bayah, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN secara resmi memulai rangkaian kegiatan Be Hero Festival pada hari Selasa (7/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Bayah. Be Hero Festival merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan awareness mengenai mitigasi bencana di wilayah Bayah dan sekitarnya melalui kreasi para siswa SMAN 1 Bayah dalam bentuk konten edukatif di media sosial. Nama Be Hero sendiri diambil dari frasa “Bayah’s Hero” yang berarti Pahlawan Bayah. Melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam Be Hero Festival, para siswa diharapkan dapat menjadi sosok pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat yang ada di sekitar mereka. Rangkaian kegiatan Be Hero Festival terdiri atas lokakarya media sosial yang diselenggarakan pada hari Selasa, 7 November 2023, dan dilanjutkan dengan lomba produksi konten edukatif mengenai mitigasi bencana di media sosial, yang dilaksanakan pada 7-14 November 2023. Rangkaian kegiatan ini akan ditutup oleh festival yang akan dilaksanakan pada 21 November 2023. Lokakarya media sosial Be Hero Festival tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si., Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Theresia L.V. Lolita, M.Ikom., dan Ketua GMLS Anis Faisal Reza sebagai narasumber. “Lokakarya media sosial ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat baik untuk para siswa SMAN 1 Bayah. Kami menyadari bahwa keberadaan media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar bagi setiap siswa. Melalui lokakarya media sosial, para siswa dapat belajar menggunakan media sosial dengan baik. Kami juga berharap bahwa melalui penyuluhan oleh narasumber yang kompeten, para siswa dapat turut menjadi kreatif dan bijak dalam menggunakan media sosial.” Ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si. dalam sambutannya. Kegiatan yang diikuti oleh 80 orang siswa kelas X SMA Negeri 1 Bayah ini diawali dengan pemaparan mengenai potensi risiko bencana dari Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Dalam pemaparan tersebut, para siswa kembali diingatkan mengenai adanya potensi risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari, yang tidak lepas dari hasil penelitian berbagai institusi terkait adanya potensi gempa bumi Megathrust di selatan Jawa. Anis juga menyampaikan bahwa sebagai salah satu negara yang secara geografis terletak dalam cincin api pasifik (Pacific Ring of Fire), hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Lebak, berisiko mengalami gempa bumi dan tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanis dan tektonik. Oleh karena itu, para siswa pun harus mampu menerapkan prinsip mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan sesi utama lokakarya media sosial, yang dibawakan oleh Dosen Program Studi Strategic Communication UMN, Theresia L.V. Lolita. Dalam lokakarya media sosial ini, para siswa diajarkan mengenai dampak positif dan negatif dari media sosial, serta pentingnya menggunakan media sosial dengan baik. Kesempatan ini juga digunakan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai pembuatan berbagai bentuk konten edukatif, mulai dari video, artikel, hingga poster dan infografis. Pada akhir lokakarya ini, para siswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dalam lomba produksi konten edukatif mengenai mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh Be Hero Festival untuk menyebarkan pesan mengenai pentingnya mitigasi bencana melalui media sosial mereka. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan Read More »

Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi Tanggal Rilis: 16 Nov 2023 | 19:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN melaksanakan kegiatan Tiramitsu pada hari Kamis (16/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 3 Panggarangan. Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN melaksanakan kegiatan Tiramitsu pada hari Kamis (16/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 3 Panggarangan. Tiramitsu merupakan akronim dari kalimat “Tingkatkan Prakarya Mitigasi Tsunami”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness para siswa SD Negeri 3 Panggarangan terhadap mitigasi bencana tsunami di wilayah Panggarangan dan sekitarnya melalui prakarya interaktif yang mereka buat. Melalui Tiramitsu, para siswa diharapkan dapat memiliki pemahaman yang mendalam terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Negeri 3 Panggarangan Yayat Nurhayati, S.Pd. beserta dissemination facilitator GMLS Layla Rashida Anis dan PIC WRS, Radio, dan Mapping GMLS Dayah Fata Fadilah sebagai narasumber. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Tiramitsu. Kami merasa bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal yang dapat kami ambil untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 3 Panggarangan, terutama di bidang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan ilmu yang harus ditimba, yang kami harapkan akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para siswa kami di masa depan.” Ujar Kepala Sekolah SD Negeri 3 Panggarangan Yayat Nurhayati dalam sambutannya. Kegiatan yang diikuti oleh 69 orang siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 3 Panggarangan ini terlebih dahulu diawali dengan pemaparan mengenai fenomena gempa bumi dan tsunami oleh dissemination facilitator GMLS Layla Rashida Anis dan prosedur evakuasi di lingkungan sekolah oleh PIC WRS, radio, dan mapping GMLS Dayah Fata Fadilah. Pemaparan tersebut dilakukan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan mengenai penyebab dan pertanda terjadinya tsunami, peta rute evakuasi sekolah, serta prosedur evakuasi yang harus dilaksanakan saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Pada momen ini, para siswa juga diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses terjadinya tsunami melalui simulasi yang dilakukan pada sebuah maket. Sesudah sesi pemaparan tersebut dilaksanakan, rangkaian kegiatan Tiramitsu dilanjutkan dengan aktivitas pembuatan kubus kreasi oleh para siswa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengasah kreativitas anak sekaligus mengembangkan pengetahuan dan perilaku yang bertanggung jawab atas upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pembuatan kubus kreasi juga bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menarik minat siswa untuk terlibat aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal. Setelah para siswa selesai menghias kubus tersebut bersama-sama, kubus-kubus tersebut kemudian diolah kembali dan disatukan pada suatu instalasi yang nantinya akan berfungsi sebagai media pendidikan kebencanaan di SD Negeri 3 Panggarangan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi Read More »

Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri Tanggal Rilis: 11 Nov 2023 | 15:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Stephanie Shannonly Anak- anak merupakan cerminan dari pentingnya peran generasi muda dalam upaya persiapan dan penaggulangan bencana. Pengetahuan dan keterlibatan anak-anak, dapat menciptakan komunitas yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman dari bencana alam. Menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, interakti dapat membuat anak- anak merasa lebih percaya diri dan siap bertindak saat diperlukan. Bayah, Lebak – Anak-anak merupakan cerminan dari pentingnya peran generasi muda dalam upaya persiapan dan penaggulangan bencana. Pengetahuan dan keterlibatan anak- anak, dapat menciptakan komunitas yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman dari bencana alam. Menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, interakti dapat membuat anak- anak merasa lebih percaya diri dan siap bertindak saat diperlukan. Berdasarkan hal tersebut, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bayah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik pertolongan pertama untuk anak- anak dari RT01/03 Desa Cimangpang. Kegiatan dilaksanakan di Villa Hejo Kiarapayung hari Sabtu (11/11). Bersama memiliki tujuan untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran kepada anak- anak mengenai pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang sekitar. Hal tersebut didasari karena anak- anak dari RT01 Desa Cimangpang tidak mempunyai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama dan tidak diajarkan di dalam proses Pendidikan mereka di sekolah. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak berusia 7–11 tahun dari RT01/03 Cimangpang ini dihadiri oleh Ketua RT01/03 Cimangpang Endan Suhendar, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, dan Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Irwan Fakhrudin. Rangkaian kegiatan Bersama dimulai dengan sosialisasi Pertolongan Pertama (PP) dan praktik Pertolongan Pertama yang dibawakan oleh Iid Radinul Hakim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bayah. Pada segmen tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan alat Perlindungan Diri (APD), alat Pertolongan Pertama (PP), dan tujuan dari Pertolongan pertama yang meliputi penyelamatan korban, pencegahan cacat, dan pemberian rasa nyaman pada korban. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik Pertolongan Pertama secara langsung untuk mengetahui urutan dan tata cara pertolongan pertama kepada orang yang sakit, cedera, dan kecelakaan dengan kebutuhan pertolongan medis dasar. “Sosialisasi dan praktik Pertolongan Pertama merupakan hal yang sangat berguna untuk menjadi bekal bagi anak-anak, dengan harapan mereka dapat menyebarluaskan wawasan yang sudah mereka dapatkan pada kegiatan ini. Sosialisasi dapat terus diadakan dengan topik yang berbeda kepada anak-anak untuk memperluas wawasan mereka supaya dapat berguna di masa mendatang,” ujar Ketua RT01/03 Cimangpang Endan Suhendar dalam sambutannya. “ Pertolongan Pertama menjadi wawasan dasar yang harus diketahui oleh setiap individu, supaya saat dibutuhkan mereka mampu menjadi pahlawan bagi orang sekitar. Melalui anak-anak, meskipun masih berusia kecil tetapi dapat membawa perubahan besar terutama bagi keluarga mereka. Selain wawasan, mereka juga akan mendapatkan relasi dengan GMLS dan UMN,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza dalam sambutannya. Kegiatan dikemas dengan pembawaan yang menyenangkan yaitu adanya lomba mewarnai, dengan tujuan supaya materi yang disampaikan dapat diserap lebih mudah oleh anak berusia 7- 11 tahun. Kegiatan dibuat lebih menarik dengan disediakan berbagai hadiah yang menarik. Kegiatan sosialisasi dan praktik Pertolongan pertama yang dilaksanakan oleh Bersama ditutup dengan pembagian souvenir berupa dompet P3K dan Buku Aktivias untuk anak berjudul “BERSAMA : Berani Selamatkan Sesama”. Buku tersebut berisikan banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak- anak berusia sekitar 7 – 11 tahun dengan topik mengenai Pertolongan Pertama. Melalui kegiatan Bersama, anak- anak diharapkan dapat lebih memahami mengenai Pertolongan pertama dan dapat menjadi penyelamat baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang sekitar. Terlebih karena daerah Cimangpang berada pada daerah berpotensi gempa dan tsunami, yang dapat menimbulkan resiko terdapat korban luka dan cedera. Adanya sosialisasi dan Pratik mengenai Pertolonagn Pertama dapat membuat anak-anak menjadi penolong pertama. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri Read More »

Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga Tanggal Rilis: 11 Nov 2023 | 14:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cindy Oktaviani & Sindy Monica Sosok Ibu memegang peran penting dalam keluarga. Terlebih dalam menyalurkan sebuah informasi, Ibu bisa menjadi salah satu agen komunikasi. Terutama dalam informasi terkait dengan kebencanaan, Ibu bisa menjadi sosok yang menyalurkan informasi tersebut kepada keluarga mereka. Hal ini tentu ditujukan agar pembekalan seputar bencana dapat tertanam dibenak keluarga. Panggarangan, Lebak – Sosok Ibu memegang peran penting dalam keluarga. Terlebih dalam menyalurkan sebuah informasi, Ibu bisa menjadi salah satu agen komunikasi. Terutama dalam informasi terkait dengan kebencanaan, Ibu bisa menjadi sosok yang menyalurkan informasi tersebut kepada keluarga mereka. Hal ini tentu ditujukan agar pembekalan seputar bencana dapat tertanam dibenak keluarga. Sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana, Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan Mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dalam melaksanakan kegiatan Gapai berbentuk sosialisasi bersama Ibu – Ibu RT 01 Cimangpang di Villa Hejo Kiarapayung pada hari Sabtu (11/11). Nama “Gapai” diartikan sebagai gerakan anti panik ibu. Gapai hadir dengan harapan dapat membantu para ibu-ibu sebagai guru siaga bencana untuk keluaraganya sehingga dapat mempersiapkan rencana kesiapsiagaan melalui 12 indikator keluarga siaga bencana. Kegiatan yang dilakukan oleh Gapai berisikan sosialisasi mengenai buku saku “Keluarga Siaga Bencana Lebak Selatan”. Kegiatan Gapai diikuti oleh ibu-ibu RT 01 Cimangpang sekaligus dihadiri oleh Bapak RT 01 Cimangpang Endan Suhendar, kemudian dihadiri oleh Bapak Irwan Fakhruddin selaku dosen program studi strategic communication UMN dan juga dihadiri oleh Bapak Anis Faisal Reza selaku ketua dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). “Semoga kegiatan ini semua dapat berlangsung dengan baik serta akan bermanfaat untuk menambah edukasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana dan kegiatan ini bisa diadakan kembali untuk ibu-ibu di kemudian hari” ujar Bapak Endan Suhendar selaku ketua RT 01 Cimangpang dalam sambutannya. Kegiatan dirancang dengan pembawaan materi yang mudah dipahami untuk ibu-ibu oleh Bapak Anis Faisal Reza selaku narasumber sehingga materi tersebut dapat diserap dengan mudah. Secara khusus, ibu-ibu dibekali informasi terkait dengan 12 indikator keluarga siaga tsunami serta hal yang dibutuhkan dalam tas siaga bencana dan juga informasi penting lainnya yang terdapat di dalam buku saku keluarga siaga bencana. Setelah rangkaian sosialisasi dilakukan kegiatan Gapai dilanjutkan dengan kuis singkat untuk menguji pengetahuan ibu-ibu terkait dengan informasi yang telah disampaikan sebelumnya apakah semua informasi bisa diterima dengan baik atau tidak. Kegiatan ini diharapkan agar ibu-ibu dapat menjadi guru siaga bencana untuk keluarga mereka yang mampu melakukan perencanaan kesiapsiagaan bagi keluarganya masing-masing. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga Read More »

Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini Tanggal Rilis: 10 Nov 2023 | 18:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Sindy Monica & Cindy Oktaviani Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN berkolaborasi dalam kegiatan Arneyva untuk meningkatkan kesadaran siswa/i akan upaya mitigasi bencana di SDN 03 Panggarangan pada hari Jumat (10/11). Bayah, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN berkolaborasi dalam kegiatan Arneyva untuk meningkatkan kesadaran siswa/i akan upaya mitigasi bencana di SDN 03 Panggarangan pada hari Jumat (10/11). Arneyva diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti samudera lautan, di mana dari kegiatan ini diharapkan seperti nama yang tertulis yaitu siswa/i dapat menjadi agen komunikasi untuk menyebarkan pengetahuan terkait dengan mitigasi kebencanaan pada lingkungan sekitarnya secara luas layaknya samudera lautan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i SDN 03 Panggarangan sigap dan berani dalam menghadapi masa-masa darurat kebencanaan. Rangkaian kegiatan Arneyva terdiri dari sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah disertai dengan simulasi kecil dan permainan board game yang berkaitan seputar mitigasi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i kelas 4-6 SDN 03 Panggarangan dihadiri oleh Ibu Rini Sumarni, S.Pd selaku guru SDN 03 Panggarangan serta dihadiri oleh narasumber yaitu Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan juga Ulung Dinarja yang merupakan bagian dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Kegiatan Arnyeva dilaksanakan untuk meningkatkan dan juga memberikan pembekalan kepada siswa/i khususnya di SDN 03 Panggarangan dalam menghadapi adanya potensi bahaya gempa bumi dan tsunami yang terjadi. “Semoga dari event ini siswa/i bisa mendapatkan pengetahuan terkait mitigasi lebih lanjut agar bisa menginfokan kepada keluarga di rumah” ujar Ibu Rini pengetahuan yang diberikan oleh kakak-kakak dari UMN dan pengetahuan ini bisa diterapkan dan disebarluaskan kepada Sumarni, S.Pd. dalam sambutannya. Sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah dibawakan oleh Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan Ulung Dinarja dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Pada bagian ini, siswa/i diperkenalkan terkait bencana alam gempa bumi dan tsunami serta penyebabnya diikuti dengan tindakan yang dapat mereka lakukan baik itu murid maupun guru dan juga pengenalan mengenai peta jalur evakuasi sekolah dan titik kumpul. Setelah sosialisasi dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung berbentuk simulasi kecil diawali dengan siswa/i melakukan drop,cover,hold dilanjutkan dengan berkumpul di titik kumpul yang berada di lapangan tengah sekolah. Kemudian kegiatan dilanjutkan kembali ke dalam ruangan untuk melakukan permainan board game yang merupakan rangkaian kegiatan akhir dari kegiatan Arneyva. Permainan board game berbentuk ular tangga dibuat untuk melakukan tes terhadap anak-anak akan informasi yang telah mereka dapatkan sebelumnya Pada akhirnya sosialisasi dan permainan board game dapat menjadi bekal kepada siswa/i SDN 03 Panggarangan terkait dengan mitigasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh Arneyva. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini Read More »

Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 07 Nov 2023 | 19:00 Lokasi: Bayah, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar & Stephanie Shannonly Guna meningkatkan kesadaran siswa akan upaya mitigasi bencana di SMAN 1 Bayah, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan PT Surveyor Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Bersama Tim Mitigasi di SMAN 1 Bayah (Sobat Smanbay) pada hari Selasa (7/10). Bayah, Lebak – Guna meningkatkan kesadaran siswa akan upaya mitigasi bencana di SMAN 1 Bayah, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan PT Surveyor Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Bersama Tim Mitigasi di SMAN 1 Bayah (Sobat Smanbay) pada hari Selasa (7/10). Sobat Smanbay memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap jalur evakuasi yang dapat digunakan SMA Negeri 1 Bayah dalam proses evakuasi pada skenario bencana, dan terbagi atas tiga segmen utama, yaitu sosialisasi mengenai peta rute evakuasi fisik dan digital SMA Negeri 1 Bayah, sosialisasi mengenai sirine mandiri desa dan teknik komunikasi radio, serta simulasi gempa dan uji coba sirine. Rangkaian sosialisasi Sobat Smanbay tersebut diawali oleh lomba menggambar peta evakuasi disertai dengan membuat video kreatif terkait mitigasi kebencanaan dan analisis kerentanan peta jalur evakuasi sekolah ke TES dengan melakukan trekking serta menginput kerentanan yang ada melalui peta digital yang telah terlebih dahulu diselenggarakan pada 23-30 Oktober 2023. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari siswa kelas 10-12 SMA Negeri 1 Bayah ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si., Ketua Yayasan Jaga Balai Aan Anugrah, Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Theresia L.V. Lolita, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, dan Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah. Rangkaian kegiatan Sobat Smanbay dilaksanakan untuk membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan para siswa SMA Negeri 1 Bayah dalam menyikapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang ada di wilayah Bayah dan Lebak Selatan. “Sosialisasi dan pelatihan terkait potensi bencana adalah hal yang sangat penting untuk diketahui para siswa. Sosialisasi yang dilaksanakan secara berkala juga sangat membantu sekolah dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait mitigasi bencana, terutama karena akan ada berbagai pembaruan yang harus dipelajari kembali. Kami berharap agar lewat kegiatan ini, para siswa bisa mendapatkan tambahan ilmu yang bisa disampaikan kepada keluarga dan orang terdekatnya,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si. dalam sambutannya. “Saat ini, fokus kami memang menggarap kegiatan Tsunami Ready, dan pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus merupakan kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana alam yang ada di daerah mereka. Sobat Smanbay merupakan langkah pertama untuk mewujudkan hal itu,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat menerangkan mengenai tujuan GMLS dan Sobat Smanbay. Kegiatan Sobat Smanbay dimulai dengan sosialisasi peta rute evakuasi fisik dan digital SMA Negeri 1 Bayah yang dibawakan oleh Aan Anugrah dari Yayasan Jaga Balai. Pada segmen ini, para siswa diperkenalkan pada rute evakuasi yang akan mereka gunakan dalam proses evakuasi saat terjadi bencana. Secara khusus, para siswa dibekali dengan beberapa pengetahuan baru, seperti cara melakukan observasi wilayah, proses pembuatan peta wilayah sebagai pedoman evakuasi, hingga jenis-jenis rambu kebencanaan yang digunakan dalam mitigasi gempa bumi dan tsunami. Setelah sosialisasi peta rute evakuasi telah selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Sirine Mandiri Desa dan teknik komunikasi radio, yang dibawakan oleh Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah. Segmen ini secara khusus bertujuan untuk memberi tahu para siswa mengenai arti dari setiap indikator suara sirine dan korelasinya dengan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses penggunaan radio HT sebagai alat komunikasi dalam keadaan bencana. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan dalam Sobat Smanbay ditutup dengan pelaksanaan simulasi gempa bumi serta sirine mandiri desa. Dalam segmen ini, para siswa diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang telah didapat. Segmen ini juga merangkum aspek-aspek penting yang harus dikuasai para siswa dari kedua segmen sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana Read More »

Shopping Cart