Uncategorized

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana Tanggal Rilis: 01 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada 1 November 2024 menerima kunjungan dari rombongan Universitas Serang Raya (UNSERA), Banten. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., bersama dengan para Dekan dan perwakilan Rektorat, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai kegiatan dan program yang dijalankan GMLS dalam mitigasi bencana di kawasan Lebak Selatan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada 1 November 2024 menerima kunjungan dari rombongan Universitas Serang Raya (UNSERA), Banten. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., bersama dengan para Dekan dan perwakilan Rektorat, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai kegiatan dan program yang dijalankan GMLS dalam mitigasi bencana di kawasan Lebak Selatan. Dalam kunjungan ini, Anis Faisal Reza atau Abah Lala selaku ketua GMLS, memaparkan sejarah dan pencapaian signifikan GMLS serta tantangan yang dihadapi dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat Lebak Selatan. Ia juga menyoroti kebutuhan kolaborasi lebih lanjut untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Abah Lala menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, adalah kunci keberhasilan program mitigasi bencana GMLS. Dalam kesempatan ini, ia mengundang UNSERA untuk bergabung dalam kolaborasi untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Lebak Selatan. Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., mengapresiasi pencapaian GMLS dan menyebutnya sebagai bentuk pengabdian yang patut dicontoh. Ia menambahkan bahwa inisiatif serupa dari perguruan tinggi lain, seperti ITB dan UMN, dapat menjadi inspirasi bagi UNSERA untuk lebih berkontribusi di masyarakat. Selama pertemuan, para Dekan dari UNSERA turut berdiskusi mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat Lebak Selatan yang mendesak untuk diperhatikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan resiliensi bencana. Menutup kunjungan ini, pihak UNSERA berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil kunjungan dengan membahasnya lebih lanjut di lingkungan kampus. UNSERA berharap dapat segera menentukan bentuk konkret kolaborasi yang dapat dijalankan bersama GMLS di Lebak Selatan. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua pihak dalam membangun kerjasama strategis, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat Lebak Selatan menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![unsera.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/Ej6yhkDrAJLEENlhswR83/e20285a58190b79e756467ab43b5a44b/unsera.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana Read More »

Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Tanggal Rilis: 20 Oct 2024 | 12:12 Lokasi: Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Penulis: Dave Hapien Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan Anis Faisal Reza founder GMLS melakukan musyawarah warga guna untuk membicarakan konsep revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan Anis Faisal Reza founder GMLS melakukan musyawarah warga guna untuk membicarakan konsep revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Dalam semangat kepedulian terhadap lingkungan, warga desa berkumpul dalam musyawarah warga yang diadakan untuk mendiskusikan rencana proyek konservasi Hutan Dungus Ki Haji. Tujuan dari musyawarah ini adalah untuk menyepakati sekaligus meminta persetujuan warga terkait inisiatif konservasi hutan yang diinisiasi oleh para mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Musyawarah warga ini diadakan di Saung Hutan Dungus Ki Haji yang dihadiri oleh perwakilan dari masyarakat kampung Nagajaya, Sadang, Kadu Gede, Cilubang, Cisitu, dan Sawarna. Terdapat juga tokoh-tokoh masyarakat yang turut meramaikan acara musyawarah ini. Dalam musyawarah ini, Anis Faisal Reza founder GMLS membuka pembicaraan mengenai perbaikan daya dukung hutan terhadap sumber mata air. “Apabila fungsi sumber mata air di hutan dapat terjaga dengan optimal, masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhannya secara maksimal. Dengan tercapainya keseimbangan ekologis ini, pemanfaatan sumber daya alam dapat berlangsung secara berkelanjutan, mendukung kebutuhan manusia tanpa mengganggu kelestarian lingkungan.” ujar Anis Faisal Reza founder GMLS. Dalam pemaparannya, Anis Faisal Reza juga menyinggung permasalahan sekunder yang akan terjadi mengenai ekonomi yang terus menerus berinflasi dan diperlukan sebuah kesiapsiagaan masyarakat dalam beradaptasi. “Ekonomi masyarakat yang terus menerus berputar membuat kita warga masyarakat yang ada di Lebak ini harus dapat memutar otak, berpikir bagaimana dapat memanfaatkan potensi-potensi dari sumber daya alam yang kita miliki supaya dapat menjadi penopang jika nantinya kesulitan ekonomi menerpa kita.” ujar Anis Faisal Reza founder GMLS. Pada kesempatan yang sama Anis Faisal Reza juga memaparkan manfaat-manfaat ekologis yang akan diperoleh dari keberhasilan proyek konservasi hutan ini. Hal tersebut juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Dave Hapien yang menjelaskan tujuan baik dari proyek yang akan dilaksanakan. “Kami ingin memastikan pada bapak-bapak yang hadir bahwa proyek yang akan diadakan dengan dana pribadi dari saku mahasiswa ini, diperuntukkan untuk membantu dan menjaga kelestarian Hutan Dungus Ki Haji sebagai hutan yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kami membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga agar dampak positif dari konservasi ini dapat dirasakan secara nyata dan merata.” ujar Dave Hapien salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Seluruh warga yang hadir menyambut baik inisiatif ini dan memberikan tanggapan yang positif terhadap proyek konservasi ini. Selain itu warga juga menyampaikan berbagai harapan terhadap proyek yang akan diselenggarakan. Musyawarah ini menjadi langkah awal yang penting dalam proses pelaksanaan proyek konservasi Hutan Dungus Ki Haji. UMN bersama GMLS optimis dan berharap besar proyek ini akan berhasil dilakukan dengan baik. Selain itu diharapkan juga proyek ini mampu menjadi langkah awal dan sebuah contoh yang positif untuk inisiatif pelestarian lingkungan yang akan diadakan kedepannya. Penulis: Dave Hapien Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![dunguskihaji](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5XX2UotZ0IrU1ntWJL28r5/db2734b1984863e6f7dfdbb6a21980e5/dunguskihaji.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Read More »

Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu Tanggal Rilis: 22 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung NagaJaya, Desa Siturgen Penulis: Natasha Terra Setelah sukses menggelar acara perdananya di KampungNagajaya, program Mari Membaca (Marimba) kembali menyapa anak-anak di PAUD RatuMandiri 2 dengan keceriaan yang sama, Minggu lalu Indonesia merupakan wilayah yang sangat berpotensi bencana gempa dan tsunami. Kajian ilmiah dari tim Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipublikasikan di Scientific Reports pada tahun 2020, menyatakan bahwa pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak merupakan salah satu zona berisiko tinggi bencana gempa dan tsunami. Dari hasil pemodelan yang dilakukan menggunakan data Global Positioning System di Pulau Jawa, potensi gempa megathrust dapat mencapai magnitudo 8,9 yang berpotensi memicu tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa. Estimasi tinggi tsunami bahkan mencapai 20 meter. Hasil kajian ini meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu komunitas masyarakat yang peduli dengan kondisi bencana gempa dan tsunami yang dapat berdampak di wilayahnya adalah Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Abah Lala, ketua komunitas GMLS ini, menyadari bahwa masyarakat di pesisir selatan Lebak tersebut saat ini tidak memiliki kapasitas yang baik untuk bertindak, bahkan sebelum bencana gempa dan tsunami megathrust tersebut benar-benar datang. Mereka memerlukan dukungan, bimbingan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) gempa dan tsunami serta membangun resiliensi di Kabupaten Lebak, Banten. Pada 7 Februari 2021, terjalin komunikasi awal antara GMLS dengan Kelompok Keahlian Geofisika Global (KKGG) Institut Teknologi Bandung (ITB), BRIN (saat itu masih LIPI), dan U-INSPIRE untuk upaya penguatan kapasitas masyarakat di pesisir selatan Lebak. Selanjutnya, dengan didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN, U-INSPIRE Indonesia, Tim ITB melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk pembuatan peta area pemukiman di Cimangpang dan Sukarena/Cikumpay, pemodelan inundasi tsunami, pemetaan eksposure dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), pembuatan desain papan informasi publik mengenai tsunami yang disusun secara partisipatif, survei kondisi existing sumber daya desa dan digitalisasi peta rute evakuasi kampung menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Google Map. Untuk kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2022, ITB melalui kerangka Program Pengabdian Masyarakat, bekerja sama dengan GMLS, BRIN, BMKG, U-INSPIRE Indonesia, Kodam III/ Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf, PMI, RAPI, dan Dompet Dhuafa, untuk membangun kesiapan masyarakat pesisir selatan Lebak dalam menghadapi tsunami. Peningkatan kapasitas masyarakat ini mengacu pada indikator Desa Tangguh Bencana, UNESCO-IOC Tsunami Ready, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui kegiatan penyiapan materi pendidikan kesiapsiagaan gempa tsunami untuk SMA, workshop mitigasi gempa dan tsunami, perencanaan dan pelatihan tanggap bencana gempa dan tsunami di sekolah, fasilitasi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sekolah, penyiapan tempat evakuasi sementara dan akhir, pembentukan tim gugus mitigasi sekolah, pelatihan tanggap darurat tsunami dan kemampuan menerima dan menyampaikan peringatan dini 24/7. Fokus utama kegiatan adalah membangun kapasitas GMLS serta kapasitas sekolah dengan pilot project di SMA Negeri 1 Panggarangan. SMA Negeri 1 Panggarangan merupakan salah satu sekolah di pesisir selatan Lebak yang hanya berjarak 300 meter dari tepi laut. Selain sekolah tersebut, terdapat 28 sekolah lainnya yang berada pada zona merah rendaman tsunami di sepanjang pesisir selatan Lebak. Tidak ada penghalang atau barisan vegetasi yang bisa meredam laju ombak dari laut menuju sekolah. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh pihak sekolah, apa yang harus mereka siapkan dan lakukan mulai dari saat ini. Tak ada seorang pun yang mengetahui waktu terjadinya sebuah bencana, namun kita bisa memilih untuk memiliki kesiapan kapan pun bencana itu terjadi. Kegiatan pendampingan penguatan kapasitas masyarakat untuk pengurangan risiko bencana ini dilakukan selama 9 hari, dimulai dari tanggal 28 Juni 2022 hingga 6 Juli 2022. Tim Program Pengabdian Masyarakat ITB terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika ITB, yaitu Dr. Endra Gunawan, Medina Apriani, Fichri Firmansyah, Tania Suara Ning Tyas, Muhammad Raya Fadhillah, Luthfi Wira Wicaksana, dan Rahmat Hidayat, kemudian dosen dan mahasiswa Program Studi Seni Rupa ITB dan Program Studi Desain Komunikasi Visual ITB yaitu Ardhana Riswarie, S.Sn., M.A., Bagas Mahardika, Qanissa Aghara, Krisna Julian, Aura Fakhira Astiana, Achmad Afief Aulia Shadiqa, Rifqi Zuhdi Afifi, dan dibantu oleh Peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN yaitu Dr. Rahma Hanifa, dan dari U-INSPIRE Indonesia, yaitu Aan Anugrah, Tinitis Rinowati, Wina Natalia dan Tri Nugroho. Tim ini menyusun serangkaian kegiatan yang diawali dengan membangun pemahaman hingga mengekspresikan pemahaman tersebut dalam bentuk materi edukasi berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Rangkaian upaya peningkatan kapasitas ini dimulai dengan mengenalkan warga sekolah terkait proses alam terjadinya gempa dan tsunami. Pengenalan proses alam dilakukan untuk membangun pemahaman dasar mitra lokal sekaligus penerima manfaat utama kegiatan yakni GMLS dan tim gugus mitigasi sekolah. Selanjutnya terdapat kegiatan pelatihan evakuasi gempa dan tsunami, pengembangan SOP kedaruratan gempa tsunami, susur rencana jalur evakuasi, simulasi evakuasi dan tanggap darurat tsunami, pengujian penerimaan dan diseminasi informasi peringatan dini tsunami, serta pengembangan materi edukasi partisipatif dengan siswa dan guru SMA berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Pengenalan sekaligus praktik asesmen infrastruktur sekolah dilakukan dalam konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan pendampingan penguatan kapasitas gugus mitigasi bencana sekolah. Selain itu, ada satu materi yang diisi oleh perwakilan masyarakat Lebak melalui GMLS, tentang tradisi lisan yang ditemukan di beberapa titik wilayah Lebak selatan. Tradisi lisan ini memuat istilah “Caah Laut” yang secara harfiah memiliki arti banjir laut. Istilah ini kemudian ditafsirkan lebih luas menjadi suatu fenomena datangnya air laut ke daratan pada masa lalu. Masyarakat di pesisir selatan Kabupaten Lebak kemudian meyakini bahwa Caah Laut dan tsunami memiliki konteks serupa. Program Pengabdian Masyarakat ITB ini juga berkolaborasi dengan PMI untuk pelatihan keterampilan pertolongan pertama yang didukung pula oleh Puskesmas Desa Panggarangan. Selain itu, keterampilan lain yang dilatihkan ialah perakitan dan pemanfaatan dapur umum oleh Detasemen Perbekalan Angkutan Korem 064/Maulana Yusuf. Keterampilan ini kemudian dipraktikkan oleh siswa dan guru pada saat simulasi evakuasi dan penyelenggaraan tanggap darurat yang dilakukan pada tanggal 2 dan 3 Juli 2022. Jejaring Kemitraan dalam Upaya Membangun Ketangguhan Jangka

Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu Read More »

Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024”

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024” Tanggal Rilis: 23 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju acara utama Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”, sebuah kegiatan silaturahmi pre-event telah sukses diselenggarakan. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara para pedagang mikro peserta acara dengan panitia, serta memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat untuk menghadapi acara puncak yang akan digelar pada 30 November 2024. Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju acara utama Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”, sebuah kegiatan silaturahmi pre-event telah sukses diselenggarakan. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara para pedagang mikro peserta acara dengan panitia, serta memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat untuk menghadapi acara puncak yang akan digelar pada 30 November 2024. Pre-event ini dihadiri oleh 19 pedagang mikro dari dua komunitas, yakni Zezak Insan Pedagang Community (ZIPAC) dan Pedagang Keliling Community (PKC) di Vila Hejo Kiarapayung pada hari Rabu, 23 Oktober 2024. Para peserta berkesempatan untuk memperkenalkan diri, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha mereka. Diskusi terbuka mengenai dunia perdagangan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan harapan para peserta. Panitia juga menggunakan kesempatan ini untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi peserta, guna memberikan solusi yang tepat melalui workshop dan sesi networking yang akan dilaksanakan pada acara utama. Pre-event ini dirancang untuk menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat komunikasi antara peserta dan panitia. Selain itu, acara ini bertujuan melakukan identifikasi kesiapan peserta yang memiliki ambisi kuat untuk mengembangkan usahanya. Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan peserta dapat lebih termotivasi dan siap berpartisipasi secara optimal dalam Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”. “Diharapkan, dari pre-event ini, muncul rasa kebersamaan dan semangat kolaborasi di antara para peserta. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen peserta dalam mengembangkan bisnis mereka dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar serta networking yang akan ditawarkan dalam Niskala Project.” ujar Gloria selaku anggota perwakilan Niskala Project. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi:![niskala](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/3Skp0Ys99jRhvX9VpJcT6x/63d7ab575d9d533e68d3dff443f74f96/niskala.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024” Read More »

Kolaborasi Jasa Raharja, GMLS, Dan UMN Hadirkan Kampung Sehat dengan Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kolaborasi Jasa Raharja, GMLS, Dan UMN Hadirkan Kampung Sehat dengan Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tanggal Rilis: 22 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Penulis: Dave Hapien Banten – Jasa Raharja bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan kegiatan pengobatan gratis untuk Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Kerjasama antara Jasa Raharja, GMLS, dan UMN menghadirkan sebuah kegiatan sosial yang bertajuk “Kampung Sehat” pada Selasa (22/10). Kegiatan ini merupakan salah satu Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan oleh Jasa Raharja. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari RAPI Panggarangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemeriksaan kesehatan gratis yang dibantu oleh puskesmas Panggarangan kepada masyarakat kampung Nagajaya yang menjadi kampung primadona di Panggarangan serta tergolong sebagai kampung dengan mayoritas pengguna kendaraan bermotor. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk silaturahmi Jasa Raharja kepada masyarakat desa dan mensosialisasikan terkait keselamatan dalam berkendara. ![Anis Faisal Reza, Muhammad Himawan, Dave Hapien (Kiri-Kanan).](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/qt46kY6u49sTRCc0RcW1z/b51963225378d4071dc3bfb3d75017ef/abah__dave__jr.jfif) Anis Faisal Reza, Muhammad Himawan, Dave Hapien (Kiri-Kanan). (DOK.TIM2) Muhammad Himawan selaku Kasubag administrasi klaim Jasa Raharja dalam sosialisasinya juga menegaskan posisi Jasa Raharja dalam masyarakat dan memberikan pengertian kepada masyarakat mengenai kedudukan Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Jasa Raharja berbeda dari Jasa Marga yang memiliki nama serupa yang ada di benak masyarakat. Jasa Raharja merupakan Badan Usaha Milik Negara yang sama dengan Jasa Marga, namun Jasa Raharja bergerak dalam bidang asuransi kecelakaan”, ungkap Muhammad Himawan. Selain pemeriksaan kesehatan gratis dan sosialisasi mengenai Jasa Raharja, Anis Faisal Reza selaku founder Gugus Mitigasi Lebak Selatan yang mewakili Samsat menyampaikan seputar informasi mengenai pemutihan pajak kendaraan bermotor dan pentingnya taat dalam membayar pajak. “Saya berharap supaya masyarakat khususnya kampung Nagajaya ini bisa membangun kesadaran arti pentingnya taat membayar pajak, karena pajak ini yang nantinya akan dihimpun sebagai modal untuk membangun daerah”, ungkap Anis Faisal Reza. Dalam acara sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut, salah satu perwakilan mahasiswa dari UMN juga memberikan kata sambutan serta memberikan penjelasan mengenai projek yang sedang dilakukan di Kampung Nagajaya tersebut. ![Proses pengobatan warga](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5fVCF8XEXwxbyiR83jj9Nm/f6dd2bd62990c6af4d888d925f79fcdd/aki-aki.jfif) Proses pengobatan warga. (DOK.TIM2) Dari keseluruhan acara tersebut warga merasa senang dan puas dengan kegiatan positif yang telah dilakukan. Harapannya kegiatan seperti ini dapat membantu dan berdampak bagi masyarakat, terutama pelosok desa yang belum terjamah. Penulis: Dave HapienUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![abah, dave, jr](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/4ErkjThdqtFT8bwsHy3OBG/2e4e67202ff208617b6c0392d8d9fb34/abah__dave__jr.jfif)![aki-aki](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/4VvsmNrGZwcD7NeNSo9VfX/fb828f1c4293f3dfcd9b055088452091/aki-aki.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kolaborasi Jasa Raharja, GMLS, Dan UMN Hadirkan Kampung Sehat dengan Fasilitas Pemeriksaan Kesehatan Gratis Read More »

Kolaborasi Edukasi dan Hiburan: Ibu-Ibu Kampung Cisitu Beraksi dalam Games Seru dan Pengenalan Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kolaborasi Edukasi dan Hiburan: Ibu-Ibu Kampung Cisitu Beraksi dalam Games Seru dan Pengenalan Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 22 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung Cisitu, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten Penulis: Juan Andreas Dermawan Sebuah acara penuh keceriaan dan edukasi yang diselenggarakan oleh tim Safari Kampung dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang digelar di Kampung Cisitu, Desa Sindangratu, dengan melibatkan ibu-ibu setempat. Sebuah acara penuh keceriaan dan edukasi yang diselenggarakan oleh tim Safari Kampung dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang digelar di Kampung Cisitu, Desa Sindangratu, dengan melibatkan ibu-ibu setempat. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga meningkatkan pengetahuan mereka tentang mitigasi bencana, khususnya gempa, serta pengenalan bumbu dapur dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan Lagu Mitigasi Gempa, sebuah alat sederhana yang dirancang untuk membantu warga memahami langkah-langkah penting yang harus diambil saat terjadi gempa. Pengenalan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, mengingat wilayah tersebut rawan gempa. Setelah sesi edukasi, acara dilanjutkan dengan serangkaian permainan seru yang melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu. Games tebak gambar bumbu dapur menjadi salah satu permainan yang paling menarik perhatian, di mana peserta harus menebak berbagai jenis bumbu dapur melalui gambar-gambar yang disajikan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai bahan-bahan alami yang bisa ditemukan di rumah dan kegunaannya dalam memasak maupun pengobatan herbal. Permainan selanjutnya adalah permainan kekompakkan antar kelompok, yang menguji kerja sama tim ibu-ibu untuk menyelesaikan tantangan. Dalam permainan ini, mereka harus menebak perilaku yang sering mereka lakukan sehari-hari dengan baik untuk mencapai tujuan bersama, yang tentunya juga mempererat ikatan sosial antarwarga. Tak kalah seru, acara diakhiri dengan permainan serok makanan, di mana peserta berlomba-lomba mengumpulkan makanan dengan alat serok dalam waktu yang ditentukan. Tawa dan semangat kebersamaan mewarnai seluruh kegiatan hingga acara berakhir. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi warga Kampung Cisitu, khususnya para ibu-ibu, agar semakin peduli terhadap penggunaan bahan-bahan alami di sekitar mereka dan memahami pentingnya mitigasi bencana. Dengan dukungan dari seluruh warga, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Tentang Safari KampungSafari Kampung adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), di mana tim pergi ke pelosok-pelosok kampung untuk mengumpulkan anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. Dalam kegiatan ini, mereka diajak bermain dan belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan. Tujuan utama dari Safari Kampung adalah menghadirkan kegiatan positif dan kehangatan keakraban di tengah-tengah masyarakat, sambil memberikan pengetahuan yang bermanfaat. Ibu-ibu juga dapat mengganti waktu bergosip dengan belajar hal-hal baru, sehingga suasana kampung menjadi lebih hidup, penuh kegiatan, dan semakin erat kebersamaannya. Link Folder Dokumentasi: a0vuiw5kn8h7/2OtNgvvgLfR1GjCjfO6dAp/ac152c0bc1ba3ee020ab678990ef6967/sapri_kampung.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kolaborasi Edukasi dan Hiburan: Ibu-Ibu Kampung Cisitu Beraksi dalam Games Seru dan Pengenalan Mitigasi Bencana Read More »

Tawa Ceria dan Mimpi Besar: Program Literasi Marimba di Kampung Nagajaya, Menyiapkan Generasi Tangguh Lewat Dongeng dan Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Tawa Ceria dan Mimpi Besar: Program Literasi Marimba di Kampung Nagajaya, Menyiapkan Generasi Tangguh Lewat Dongeng dan Permainan Tanggal Rilis: 20 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung NagaJaya, Desa Sindangratu Penulis: Natasha Terra Untuk pertama kalinya, program Mari Membaca (Marimba) diselenggarakan di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada Minggu, 20 Oktober 2024. Program ini merupakan bagian dari kegiatan literasi rutin yang diadakan oleh GMLS di berbagai wilayah, dengan fokus pada pengembangan literasi anak-anak. Acara ini dihadiri oleh puluhan anak-anak setempat yang sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang penuh keceriaan dan tawa. Kegiatan Marimba bertujuan untuk mengembangkan literasi anak-anak melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, seperti permainan edukatif dan mendongeng. Salah satu fokus utama acara adalah pengenalan alfabet, di mana anak-anak belajar mengenali huruf-huruf sambil bermain, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis mereka. “Kami sangat bangga bisa membawa program Marimba ke Kampung Nagajaya untuk pertama kalinya. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa lebih semangat belajar membaca dan menulis, serta tumbuh menjadi generasi yang literate dan tangguh,” ujar Faizah Ashilah, Penyelenggara Acara Marimba. Dalam kegiatan tersebut, dongeng interaktif juga menjadi salah satu bagian yang paling diminati anak-anak. Mereka diajak mendengarkan cerita yang menginspirasi, membangun imajinasi, sekaligus memperkaya pemahaman bahasa. Anak-anak tampak antusias saat mengikuti cerita dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab setelah dongeng. Selain meningkatkan literasi, program Marimba juga bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang resilient. Dengan meningkatkan kemampuan literasi, anak-anak di Kampung Nagajaya diharapkan dapat mengembangkan sumber daya di sekitar mereka, membantu kampung mereka bangkit dari keterpurukan, termasuk pascabencana. Hal ini sejalan dengan misi GMLS untuk membangun desa-desa yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan. Tentang MarimbaProgram Marimba adalah inisiatif rutin dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang bertujuan untuk meningkatkan literasi di berbagai wilayah, terutama daerah terpencil. Program ini berfokus pada pengembangan literasi di wilayah pedesaan, dengan tujuan menciptakan generasi muda yang literate, resilient, dan mandiri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak-anak di daerah terpencil melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Link Folder Dokumentasi: ![marimba.nagajaya](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/3h7aeA8YgT1QzuDVzjGYLE/daa64ec1429571b6a594c7d2ac4f8f4b/marimba.nagajaya.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tawa Ceria dan Mimpi Besar: Program Literasi Marimba di Kampung Nagajaya, Menyiapkan Generasi Tangguh Lewat Dongeng dan Permainan Read More »

Dukung Konservasi Hutan, UMN bersama GMLS Melakukan Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Dukung Konservasi Hutan, UMN bersama GMLS Melakukan Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Tanggal Rilis: 18 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak Penulis: Dave Hapien Banten – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan GMLS melakukan revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Banten – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan GMLS melakukan revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya untuk membangun resiliensi masyarakat di Kampung Nagajaya. Anis Faisal Reza, founder Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengapresiasi gerakan konservasi hutan Dungus Ki Haji ini. “Membangun Hutan Dungus Ki Haji merupakan cita-cita saya yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, dengan adanya inisiatif ini saya merasa senang Hutan Dungus Ki Haji yang sempat terbengkalai dapat kembali dikerjakan” ujar Anis Faisal Reza. Sebagai langkah awal, Jumat (18/10) sekelompok mahasiswa bersama warga lokal dan ahli kehutanan melakukan pemetaan dan survei Hutan Dungus Ki Haji. Bersama warga lokal yaitu Supriyadi, Amin, Jaya, dan ahli kehutanan, yaitu Aan melakukan beberapa kegiatan, yaitu bersih-bersih jalan, analisa vegetasi, pemetaan peta, dan silaturahmi dengan warga sekitar. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari dan ditutup dengan makan bersama. “Hutan Dungus Ki Haji memiliki keanekaragaman yang luar biasa, salah satunya masih terdapat banyak berbagai jenis pepohonan dari pohon Teureup, pohon Ki kancra, pohon Ki Sampang, pohon Taritih, dan masih banyak lagi” ujar Aan, ahli kehutanan.Dalam proses analisa vegetasi dan pemetaan Amin, Supriyadi, dan Jaya mendukung niat baik mahasiswa. “Saya sangat senang Hutan Dungus Ki Haji kembali dilestarikan dan berharap gerakan dari teman-teman ini bisa memberikan dampak yang baik bagi warga sekitar”. Selama berjalannya survei, mahasiswa sangat bersemangat dan ingin menelusuri lebih jauh ke dalam Hutan Dungus Ki Haji. Dari survei ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan data yang dapat digunakan untuk kelancaran revitalisasi hutan nantinya. Penulis: Dave HapienUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO).Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![KIji](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/3cuvyDGRskJOZSAqoJfmaV/a95afb5ae3696fe1ab922aec1514005c/KIji.jfif)   Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Dukung Konservasi Hutan, UMN bersama GMLS Melakukan Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Read More »

Keceriaan Anak dan Ibu di Desa Sindangratu Terpancar dalam Kegiatan Permainan Edukatif

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Keceriaan Anak dan Ibu di Desa Sindangratu Terpancar dalam Kegiatan Permainan Edukatif Tanggal Rilis: 19 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung NagaJaya, Desa Siturgen Penulis: Nicolas Alfonso, Juan Andreas Dermawan Diselenggarakan oleh tim Safari Kampung dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), kegiatan ini mengundang 45 anak dan ibu di Desa Sindangratu untuk terlibat dalam serangkaian permainan edukatif yang dirancang khusus untuk merangsang kreativitas, logika, dan kolaborasi antara anak dan ibu. Melalui permainan-permainan ini, anak-anak diajak mengikuti permainan dengan basis edukasi mitigasi bencana, sementara para ibu diajak untuk melakukan permainan yang melibatkan interaksi, kerjasama untuk meningkatkan ikatan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Safari Kampung ini berhasil menghadirkan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan di antara para peserta.Diselenggarakan oleh tim Safari Kampung dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), kegiatan ini mengundang 45 anak dan ibu di Desa Sindangratu untuk terlibat dalam serangkaian permainan edukatif yang dirancang khusus untuk merangsang kreativitas, logika, dan kolaborasi antara anak dan ibu. Melalui permainan-permainan ini, anak-anak diajak mengikuti permainan dengan basis edukasi mitigasi bencana, sementara para ibu diajak untuk melakukan permainan yang melibatkan interaksi, kerjasama untuk meningkatkan ikatan dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami percaya bahwa permainan bukan hanya cara untuk bersenang-senang, tetapi juga alat yang efektif untuk pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu anak-anak dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang positif bagi anak-anak,” ujar Abah Lala, selaku Ketua Pelaksana acara ini. Permainan Edukatif yang Membangun KeterampilanAcara yang berlangsung dari pagi hingga siang ini dipenuhi dengan berbagai permainan edukatif, seperti teka-teki interaktif, permainan memecahkan masalah, serta permainan yang membutuhkan kerjasama. Setiap permainan dirancang untuk menstimulasi perkembangan kognitif dan motorik anak-anak, sekaligus melatih kemampuan kolaborasi dan komunikasi para ibu dan anak-anak. Salah satu peserta, Ibu Marni, mengungkapkan kegembiraannya, “Acara ini sangat bermanfaat, selain mempererat hubungan dengan anak, saya juga bisa belajar banyak cara mendidik anak dengan lebih menyenangkan. Anak-anak pun terlihat sangat antusias mengikuti setiap permainannya.” Meningkatkan Kepedulian Terhadap Pendidikan Anak Usia DiniSelain memperkenalkan cara belajar yang interaktif, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan usia dini yang melibatkan peran aktif orang tua, khususnya ibu. Dengan bimbingan yang tepat dan metode yang menyenangkan, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan penuh percaya diri. “Kegiatan seperti ini sangat penting, karena memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang mereka sukai, sambil mempererat ikatan keluarga. Kami berharap dapat mengadakan lebih banyak acara serupa di masa depan,” tambah Juan Andreas salah satu anggota tim penyelenggara Safari Kampung.Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan masyarakat Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu. Tentang Safari KampungSafari Kampung adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), di mana tim pergi ke pelosok-pelosok kampung untuk mengumpulkan anak-anak, remaja, dan ibu-ibu. Dalam kegiatan ini, mereka diajak bermain dan belajar bersama dalam suasana yang menyenangkan. Tujuan utama dari Safari Kampung adalah menghadirkan kegiatan positif dan kehangatan keakraban di tengah-tengah masyarakat, sambil memberikan pengetahuan yang bermanfaat. Ibu-ibu juga dapat mengganti waktu bergosip dengan belajar hal-hal baru, sehingga suasana kampung menjadi lebih hidup, penuh kegiatan, dan semakin erat kebersamaannya. Link Folder Dokumentasi: ![marimba](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/633g0R4zevLkWbsGBGW7L3/60bc0eceb3019686cfae73f4e1db77d2/marimba.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Keceriaan Anak dan Ibu di Desa Sindangratu Terpancar dalam Kegiatan Permainan Edukatif Read More »

Safari Kampung: Kunjungan Kedua Desa Situregen, Kampung Cimandiri

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung: Kunjungan Kedua Desa Situregen, Kampung Cimandiri Tanggal Rilis: 21 Oct 2024 | 12:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan kegiatan Safari Kampung ke-2 pada 15 Oktober 2024 di Kampung Cimandiri, Desa Situregen, sebagai bagian dari program MBKM Humanity Project. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara akademisi UMN dan masyarakat, terutama ibu-ibu di desa tersebut. Tim Safari Kampung memperkenalkan diri dan berharap kegiatan ini bisa mempererat silaturahmi dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali menggelar kegiatan Safari Kampung yang kali ini mengunjungi Kampung Cimandiri, Desa Situregen, pada Selasa, 15 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari program MBKM Humanity Project UMN yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara akademisi dan masyarakat setempat. Safari Kampung UMN ke-2 ini bertujuan menjalin kedekatan dengan masyarakat Desa Situregen, khususnya ibu-ibu yang menjadi fokus utama dari kegiatan. Tim Safari Kampung memperkenalkan diri kepada warga setempat dan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membangun sinergi antara universitas dan masyarakat dalam menciptakan kebermanfaatan bagi kedua belah pihak. Dalam sambutannya, perwakilan dari UMN menyampaikan harapan agar melalui kegiatan ini, dapat tercipta hubungan yang lebih erat antara warga desa dan pihak akademisi UMN. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara warga dan tim UMN,” ujar perwakilan dari tim Safari Kampung UMN. Selama acara, suasana penuh semangat dan kebersamaan terjaga. Berbagai kegiatan menarik dan interaktif telah disiapkan untuk warga setempat, di antaranya: Permainan Serok-serok Bahan Masakan dan Kebutuhan Sehari-hari, yang melibatkan ibu-ibu warga Kampung Cimandiri dalam mengumpulkan bahan masakan dan kebutuhan sehari-hari; Permainan Pembetulan Letak Botol Berhadiah Sembako, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memenangkan sembako dalam suasana yang seru dan penuh tawa; serta Pertanyaan Singkat Seputar Indonesia, sesi tanya jawab yang mengasah pengetahuan peserta mengenai Indonesia, sambil memberikan hadiah menarik bagi mereka yang berhasil menjawab dengan benar. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan hiburan yang menyenangkan sambil mempererat hubungan antara warga Kampung Cimandiri dan tim UMN. Perwakilan tim Safari Kampung UMN menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Kampung Cimandiri atas sambutan hangat yang diberikan. “Kami sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari komunitas ini. Melalui program MBKM Humanity Project ini, kami berharap dapat berkontribusi dan belajar bersama-sama dengan masyarakat Desa Situregen,” ujarnya. Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung: Kunjungan Kedua Desa Situregen, Kampung Cimandiri Read More »

Shopping Cart