Uncategorized

Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 19:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Desa Situregen, 13 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman megathrust serta memperingati 20 tahun tragedi tsunami Aceh, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan FPRB DESTANA Situregen meluncurkan program “Sirene Mandiri Desa” di Kampung Cisiih, Desa Situregen. Program yang berlangsung dari 11 hingga 14 November 2024 ini berfokus pada penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Program ini dimulai dengan pemasangan sirene dan papan informasi interaktif di Masjid Al Ihtiad, lokasi strategis yang memastikan cakupan peringatan bagi seluruh warga. Papan informasi tersebut dilengkapi dengan tombol audio untuk memberikan pengetahuan praktis terkait jenis suara sirene dan langkah yang harus diambil saat peringatan berbunyi. Langkah ini penting untuk meningkatkan kesiapan warga dalam merespons potensi gempa dan tsunami. Pada puncak acara, 14 November, diadakan sosialisasi dan workshop pemeliharaan sirene, yang melibatkan warga Kampung Cisiih. Kegiatan ini bertujuan melatih masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan sirene secara mandiri, menjamin fungsi optimal dalam situasi darurat. Ketua program, Muhammad Sultan Faraj, menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi bencana, “Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, organisasi lokal, dan pihak swasta menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat yang tangguh. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi, termasuk PT Crystal Biru Meuligo atas dukungan finansial yang signifikan.” Bapak Haji Asep Mulya Hidayat, Kepala Bidang BPBD Provinsi, turut memberikan pernyataan, “Saya sangat senang bisa hadir dalam kegiatan sosialisasi mandiri desa ini. Saya tidak menyangka masih ada anak muda Gen Z yang peduli terhadap lingkungan, terutama mengenai mitigasi bencana. Hal ini mengubah persepsi saya mengenai Gen Z.” Program “Sirene Mandiri Desa” diharapkan menjadi contoh teladan kesiapan komunitas menghadapi potensi megathrust, membangkitkan kesadaran akan peristiwa tsunami Aceh yang mengguncang Indonesia dua dekade lalu. Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Untuk Informasi lebih Lanjut, Mohon Hubungi: Anis Faizal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Read More »

GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Tanggal Rilis: 23 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali melaksanakan kegiatan edukasi pada Rumah Marimba (Mari Membaca Bersama) mengenai kesiapsiagaan bencana melalui pengenalan Buku Pop-up Tsunami-Ready yang kreatif bersama dengan mahasiswa Humanity Project Batch 5 dari Universitas Multimedia Nusantara. Kegiatan Marimba ini memiliki tujuan dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan melalui Buku Pop-up Tsunami-Ready interaktif yang berisikan langkah Mitigasi Bencana yang dapat dilakukan oleh anak-anak dalam mempersiapkan diri menjadi pahlawan kecil dalam situasi bencana. Kegiatan ini juga turut dibawakan oleh tim Humanity Project Batch 5 dengan menggunakan pendekatan storytelling yang bertujuan dalam membawa anak-anak untuk menyelami Buku Pop-up Tsunami-Ready dengan paduan informasi dan visual tiga dimensi yang menarik. Hal ini bertujuan dalam memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk memahami konsep terkait bencana alam, terutama Tsunami dan Gempa Bumi, pengenalan Tas Siaga Bencana, pengetahuan mengenai Rute Evakuasi, serta Panduan Keselamatan dalam Keluarga. Kegiatan Rumah Marimba kali ini dilaksanakan kembali pada Desa Panggarangan dari pukul 11.00 hingga 12.30 WIB. Tidak hanya melakukan storytelling Buku Pop-up Tsunami-Ready, tim Humanity Project Batch 5 juga turut melakukan aktivitas menyenangkan lainnya seperti melakukan sesi bernyanyi “Kalau Ada Gempa” oleh BMKG, pengadaan kuis terkait bencana, serta permainan yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anak-anak untuk menjadi lebih siap terhadap bencana. “Melalui edukasi dan aktivitas menyenangkan, kami memiliki harapan dalam mempersiapkan anak-anak untuk bisa memahami informasi mengenai mitigasi bencana dalam pendekatan storytelling yang mampu membangun pengalaman emosional serta pemahaman yang mendalam terkait kesiapsiagaan bencana” ujar Kathleen Ruth Wijaya salah satu mahasiswa Humanity Project Batch 5. Kegiatan Rumah Marimba ini memperoleh respon dan partisipasi yang positif dari anak-anak. Melalui aktivitas yang interaktif, anak-anak memberikan semangat yang luar biasa dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) terus berkomitmen dalam mendukung kegiatan dan upaya untuk meningkatkan minat baca serta kesiapsiagaan bencana dalam membentuk generasi yang tidak hanya sadar, namun juga sigap dan tanggap terhadap risiko bencana. Kegiatan ini menjadi upaya pemberdayaan dalam menciptakan pahlawan kecil bencana bagi diri sendiri dan sesama. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Read More »

Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan Tanggal Rilis: 23 Nov 2024 | 12:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa UMN dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan edukasi mitigasi bencana di Kampung Cipurun, Desa Situregen. Kegiatan meliputi permainan seru, pengalaman Virtual Reality (VR) tentang tsunami, dan *board game* Tsunara untuk mengajarkan kesiapsiagaan bencana. Ibu-ibu setempat sangat antusias dan mengapresiasi pendekatan interaktif ini. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga di wilayah rawan bencana, dengan harapan dapat dilanjutkan di masa depan. Panggarangan, Lebak Selatan, 22 November 2024 – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), melalui program Humanity Project Batch 5 kembali mengadakan kegiatan edukasi mitigasi bencana melalui Safari Kampung. Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua RT Deni Apriatna ini dihadiri oleh ibu-ibu warga Kampung Cipurun, Desa Situregen, dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan pembukaan yang disambut hangat oleh para warga. Acara dilanjutkan dengan permainan menarik seperti game Oreo, dimana peserta harus memindahkan biskuit dari dahi ke mulut tanpa menggunakan tangan dalam waktu 2 menit. Permainan ini memecah suasana dan menciptakan gelak tawa di antara peserta. Selanjutnya, ibu-ibu diajak mencoba teknologi Virtual Reality (VR) yang menampilkan simulasi situasi tsunami. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang terjadi selama tsunami. Beberapa ibu merasa takut dan tegang saat mencobanya, namun mereka mengaku mendapatkan wawasan berharga tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mahasiswa UMN dan GMLS juga memperkenalkan permainan board game berjudul Tsunara karya Shabelita Luisa. Dalam permainan ini, peserta belajar tentang langkah-langkah menghadapi gempa dan tsunami sambil bersenang-senang. Pemenang dari permainan ini mendapatkan hadiah yang semakin memotivasi mereka untuk berpartisipasi aktif. Olivia Salim, salah satu mahasiswa UMN yang menjadi bagian dari Safari Kampung menyampaikan, “Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan tentang mitigasi bencana dengan warga Kampung Cipurun. Edukasi ini penting karena Desa Situregen adalah wilayah pesisir yang rawan bencana. Melalui Safari Kampung, kami ingin membantu masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat dengan cara yang interaktif dan menyenangkan melalui VR dan boardgame.” Antusiasme warga Kampung Cipurun terlihat jelas sepanjang kegiatan. Ibu-ibu mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan mahasiswa yang memberikan edukasi dengan cara yang unik dan menyenangkan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga tentang mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan tsunami seperti Desa Situregen. Safari Kampung ini merupakan salah satu upaya nyata mahasiswa UMN dan GMLS untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif. Kegiatan berakhir pukul 16.30 WIB dengan penuh kegembiraan dan harapan akan keberlanjutan program serupa di masa mendatang. Penulis: Marcelline Tjhin Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan Read More »

JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal Tanggal Rilis: 09 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN Penulis: Patricia Lorena KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 09 November 2024 – Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) dan Resep dari Alam, proyek mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berkolaborasi dengan GMLS, mengadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan tanaman herbal di Kampung Nagajaya pada 09 November 2024. KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 09 November 2024 – Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) dan Resep dari Alam, proyek mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berkolaborasi dengan GMLS, mengadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan tanaman herbal di Kampung Nagajaya pada 09 November 2024. Bertempat di PAUD Kampung Nagajaya, acara ini dihadiri oleh generasi muda setempat yang antusias untuk belajar dan mencoba langsung pengolahan tanaman herbal. Salah satu kegiatan utama adalah demonstrasi pembuatan teh jahe sereh. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pengolahan herbal dapat dilakukan dengan mudah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada obat-obatan modern. Juan Andreas, perwakilan dari JAHERA, bersama Patricia Lorena, perwakilan dari Resep dari Alam, memimpin jalannya acara. Para peserta terlihat aktif berpartisipasi dalam sesi praktik dan diskusi. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan pertanyaan terkait manfaat dan teknik pengolahan tanaman herbal. Salah satu peserta, Nina Herlina, menyatakan, “Acaranya membantu saya jadi sadar kalau ternyata bikin herbal nggak sesusah yang dibayangkan. Jadi ingin mencoba kalau lagi nggak enak badan.” Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda di Kampung Nagajaya, dapat semakin mengenal dan memanfaatkan tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Proyek ini juga menjadi langkah awal dalam mengurangi ketergantungan pada obat kimia. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![obed.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/4U73uAYZVNgMurnvr4awHc/169bdcbc0e1419d0fcba94ca53bc93bb/obed.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal Read More »

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh Tanggal Rilis: 13 Nov 2024 | 07:00 Lokasi: PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN Penulis: Patricia Lorena PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004. PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004. Anis Faisal Reza, atau yang dikenal sebagai Abah Lala, menjadi pembicara pada sesi 10 November pukul 13.00 WIB. Sebagai pendiri komunitas mitigasi yang mengembangkan kesiapsiagaan tsunami lewat program Tsunami Ready di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Ketua GMLS ini menekankan pentingnya kearifan lokal dalam mitigasi bencana, khususnya tradisi “Bayah Dikumbah” yang membantu masyarakat Bayah, Banten, mengenali tanda-tanda alam sebagai peringatan dini tsunami. Abah Lala juga turut hadir dengan harapan simposium ini dapat memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Tsunami Ready. Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran, infrastruktur, dan kebijakan agar komunitas rentan tsunami di Indonesia segera mencapai status Tsunami Ready. “Pada akhirnya, kami percaya bahwa simposium ini akan menjadi momentum penting untuk menyiapkan masyarakat pesisir di Indonesia dan negara-negara rawan tsunami lainnya agar lebih tangguh menghadapi ancaman tsunami. Dengan kesiapsiagaan yang baik, korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat tsunami di masa depan dapat diminimalkan,” ucap Anis. Acara ini merupakan kelanjutan dari 1st UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium yang digelar pada tahun 2014 di Jakarta untuk memperingati 10 tahun bencana tsunami Samudra Hindia 2004. Pada edisi kedua ini, simposium berfokus pada refleksi dan langkah ke depan dalam pengelolaan peringatan dini dan mitigasi bencana tsunami selama dua dekade terakhir. Simposium global yang diselenggarakan oleh BMKG, UNESCO-IOC, dan IUGG ini mengundang berbagai organisasi penting dan perwakilan dari negara-negara di kawasan Samudra Hindia, dengan target 1.000 peserta. Acara dihadiri oleh pakar tsunami, manajer bencana, ilmuwan, dan pembuat kebijakan dunia, dengan agenda utama berupa sesi pleno, diskusi panel, pameran, dan presentasi poster. “Simposium ini diharapkan akan menjadi platform global untuk meninjau kontribusi setiap sistem peringatan dan mitigasi tsunami regional dalam mencapai tujuan Program Tsunami PBB Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2030,” ujar Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![Aceh.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5PrJkYcKXmZwNzWwOeU4DN/430ffc48785a95b95e5176f0e90dbc68/Aceh.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh Read More »

Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Pada 19 November 2024, Program Tsunami Ready dari Humanity Project Batch 5 Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan acara Patriot Siaga, sebuah program mitigasi bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak, khususnya di wilayah Lebak Selatan, dalam menghadapi bencana alam, terutama tsunami. Acara ini diadakan di SDN 1 Situregen dengan melibatkan siswa-siswi dari kelas 1 hingga 6 SD. Acara dimulai dengan kata sambutan dari Tangguh Okta Wibowo, dosen Universitas Multimedia Nusantara, dan Lia Khaeirah, perwakilan guru SDN 1 Situregen, yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Kemudian, Kak Resha, sebagai pengisi acara, memandu kegiatan interaktif yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang gempa bumi dan tsunami, serta langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan menarik dan edukatif diselenggarakan selama acara, di antaranya adalah: Pertunjukan Boneka Tangan: Pertunjukan boneka tangan yang bercerita mengenai Smong Si Raksasa Laut dibawakan oleh Kak Resha sebagai pendongeng. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dengan bermain menggunakan boneka tangan sambil mempelajari mitigasi bencana. Peluncuran Buku “Rambu-Rambu Ajaib”: Siswa-siswi dibacakan buku cerita oleh Julie dan Tya. Buku cerita tersebut berjudul Rambu-Rambu Ajaib, yang mengajarkan tentang pentingnya rambu-rambu evakuasi dan prosedur mitigasi bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak pada konsep mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Workshop 3S: Kegiatan ini mengajarkan siswa kelas 3 & 4 SD langkah-langkah penting yang harus diambil selama bencana. Anak-anak sangat antusias mengikuti workshop yang mengajak mereka untuk membuat peta jalur evakuasi dan berpartisipasi dalam mini games mengenai tas siaga bencana. Boardgame Papan Siaga: Siswa kelas 5 SD mengikuti permainan boardgame yang kompetitif namun edukatif. Permainan ini membantu mereka memahami lebih dalam tentang prosedur mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Video Dokumenter: Anak-anak merasa antusias menonton video dokumenter yang berfokus pada cara-cara mitigasi bencana yang bisa dilakukan oleh anak-anak, serta bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam kesiapsiagaan bencana. Setiap kelas mendapatkan materi yang sama mengenai mitigasi bencana, namun disampaikan dengan menggunakan berbagai media yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka. Salah satu teknik yang diajarkan adalah Drop, Hold, and Cover, yang memberikan pemahaman tentang bagaimana anak-anak bisa melindungi diri mereka saat terjadi gempa bumi. “Acara ini sudah hampir mencapai harapan, memang masing-masing kelas saya berharap punya penyampaian yang berbeda sesuai bentuk medianya. Saya melihat hampir semua anak antusias, ini sebenearnya bentuk penyegaran dari bentuk belajar sehari-hari, ada sesuatu yang baru, pastinya mereka antusias” Ujar Abah Lala, Ketua GMLS (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di Situregen, Lebak Selatan dengan meningkatkan pemahaman mereka mengenai bencana alam, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi darurat dengan tenang dan siap. Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Read More »

GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Tanggal Rilis: 20 Nov 2024 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Lebak, 16 November 2024 – Wilayah pesisir Lebak Selatan, khususnya Desa Situregen, terus menghadapi ancaman nyata dari potensi bencana tsunami dan Megathrust. Dengan tantangan ini, mitigasi bencana menjadi langkah esensial untuk melindungi masyarakat dan mengurangi dampak bencana. Untuk memperkuat kesadaran dan keterlibatan komunitas, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui MBKM Humanity Project Angkatan ke-5, Francesca Thalia Satiadhi dan Fuji Mentari Endiany, menyelenggarakan Workshop Desain Kaos bertema “Nyegah Bala Laut”. Acara ini menggabungkan edukasi mitigasi bencana dengan pendekatan kreatif melalui desain kaos. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya belajar teknik desain, tetapi juga mendalami materi tentang kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami. Desain yang dihasilkan kemudian menjadi media komunikasi visual yang efektif, menyebarluaskan pesan kesiapsiagaan ke masyarakat lebih luas. Abah Lala, Ketua GMLS, menyatakan, “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan tsunami, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi pemuda melalui produksi kaos mitigasi.” Ia menambahkan, kaos hasil workshop dapat menjadi pengingat visual kolektif masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana, sekaligus membuka pintu bagi pemuda untuk berwirausaha di bidang kreatif. Peran Pemuda dalam Membangun Ketangguhan KomunitasKomunitas pemuda Desa Situregen, termasuk Karang Taruna dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), menjadi motor penggerak utama dalam program ini. Partisipasi aktif mereka diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Deni Apriatna, Ketua Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Ia menegaskan, “Pemuda tidak hanya belajar desain, tetapi juga memahami konsep mitigasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Mereka kini menjadi penyampai informasi yang efektif di komunitas.” Sebagai bagian dari rangkaian program, GMLS dan mahasiswa UMN juga menghasilkan sebuah film dokumenter yang menggambarkan peran vital Karang Taruna dalam memperkuat kesiapsiagaan komunitas. Dokumenter ini menjadi media edukasi yang menyoroti bagaimana organisasi kepemudaan dapat mendorong solidaritas, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mempersiapkan mereka menghadapi ancaman bencana. Dalam wawancara, Abah Lala menekankan pentingnya keterlibatan elemen pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan sektor usaha) dalam mitigasi bencana. Ia menyebutkan, “Program ini menunjukkan bagaimana komunitas, terutama pemuda, dapat menjadi agen perubahan untuk membangun ketangguhan masyarakat.” Deni Apriatna juga berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan di masa depan, “Pemuda adalah ujung tombak kesiapsiagaan. Dengan edukasi yang mereka terima, mereka bisa menjadi penggerak utama dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan.” Program “Nyegah Bala Laut” menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif, kolaborasi multi-pihak, dan pemberdayaan pemuda adalah kunci untuk membangun masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Read More »

Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bencana “Temanku Si Tsunami” di SDN 03 Situregen, Kabupaten Lebak, pada 16-19 November 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran mitigasi bencana bagi siswa dan orangtua melalui kegiatan interaktif seperti simulasi evakuasi, Virtual Reality (VR), dan penggunaan alat peraga tsunami. Dengan melibatkan masyarakat lokal, acara ini bertujuan membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Untuk mengedukasi siswa dan orangtua di wilayah rawan bencana, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bertajuk Temanku Si Tsunami. Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 19 November 2024 di SDN 03 Situregen, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Daerah itu dipilih karena termasuk kawasan rawan bencana. Salah seorang panitia penyelenggara, Bernadette Florine mengungkapkan, program berfokus pada peningkatan kesadaran serta keterampilan mitigasi bencana melalui serangkaian kegiatan interaktif, yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata terkait kebencanaan. “Pendekatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan di kalangan masyarakat, khususnya pada anak-anak dan komunitas lokal,” terang Bernadette Florine pada Rabu, 20 November 2024 Dia menerangkan, acara tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa UMN yang terdiri dari, Gabriel Kristian, Bernadette Florine, Dhia Ara Ghaniapasha, Muhamad Syihab dan Gabriella Christie yang dipandu langsung oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan berkolaborasi dengan FPRB Situregen serta berbagai pihak. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam edukasi mitigasi bencana, khususnya di daerah rawan seperti Desa Situregen ini. Melalui sinergi ini, program Temanku Si Tsunami berhasil mengintegrasikan semangat edukasi dengan pendekatan kolaboratif untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana,” papar Bernadette Florine. Hal senada disampaikan ketua pelaksana, Gabriel Kristian. Menurut Gabriel Kristian, pendekatan acara dilakukan dengan mengajak siswa dan orangtua untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan edukatif penggambaran kebencanaan. Pendekatan itu meliputi, sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR). Pada pelaksanaannya siswa belajar tentang langkah-langkah evakuasi dini pentingnya memiliki tas siaga bencana, zona rendaman tsunami, dan zona evakuasi terdekat. Berikutnya adalah prototype wave tank dan patahan meliputi menggunakan patahan untuk menggambarkan pergeseran lempeng dan wave tank sebagai alat peraga kejadian tsunami di pesisir. Selanjutnya simulasi mitigasi gempa dan tsunami dengan media interaktif. “Kegiatan ini menggabungkan pembuatan denah pop-up sebagai media kreatif untuk mengenali titik evakuasi aman di lingkungan sekolah dengan simulasi mitigasi gempa menggunakan role-play. Berikutnya sosialisasi dan buku pop-up tsunami ready. Buku pop-up berisi pemahaman, tanda-tanda, potensi dan langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi tsunami. Selain itu ada tabletop exercise yang meliputi latihan berbasis diskusi gladipeta menggunakan figuran untuk mensimulasikan skenario bencana,” jelasnya. Lebih jauh dia menerangkan, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR) serta Gladipeta Tabletop Exercise dikhususkan kepada orangtua siswa kelas tiga SDN 03 Situregen. Harapannya para orangtua lebih bisa melihat bagaimana penggambaran kejadian bencana tsunami melalui metode VR, kemudian mensimulasikan jalur evakuasi pada Gladipeta Tabletop Excercise. “Khusus untuk siswa kelas tiga SDN 03 Situregen, kegiatan merupakan prototype wave tank dan patahan. Simulasi mitigasi gempa dan tsunami dan buku pop-up dengan mempertimbangkan perkembangan usia dan kemampuan anak-anak,” paparnya. Setiap komponen kegiatan ini dibuat lebih interaktif dan melibatkan kemampuan sensorik serta motorik peserta. Siswa tidak hanya mendengarkan atau melihat penjelasan, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dengan merasakan, menyentuh, dan berinteraksi langsung dengan media pembelajaran yang disediakan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak lanjutnya, acara Temanku Si Tsunami sukses menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak sejak usia dini, sekaligus melibatkan orangtua mereka. “Kegiatan yang edukatif dan interaktif ini tidak hanya memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya persiapan menghadapi bencana, tetapi juga mendorong orangtua untuk turut serta dalam mendukung dan mengajarkan langkah-langkah mitigasi bencana di rumah,” tutupnya. Panggarangan, Lebak – Penulis: Marcelline TjhinUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS Read More »

Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan Tanggal Rilis: 20 Nov 2024 | 14:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa UMN dan GMLS Selenggarakan Program Edukasi Mitigasi Bencana “Sobat Siaga Tsunami” untuk Siswa SD di Lebak Selatan. Panggarangan, Lebak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara berhasil menggelar kegiatan Sobat Siaga Tsunami pada Rabu, 13 November 2024 di SDN 03 Situregen, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas 4 dan 5 guna memberikan pemahaman lebih dalam tentang mitigasi bencana, dengan pendekatan yang menarik dan interaktif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh lima mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan ini melibatkan berbagai program edukasi mitigasi bencana, antara lain:● Edukasi Tas Siaga Bencana: Siswa diajarkan pentingnya memiliki tas siaga bencana, serta memahami langkah-langkah evakuasi dini, zona rendaman tsunami, dan zona evakuasi terdekat.● Edukasi Buku Saku Literasi Bencana: Buku saku ini memberikan informasi penting tentang mitigasi bencana yang mudah dipahami oleh anak-anak.● Launching Photobook Pahlawan Kecil Tanggap Bencana: Photobook ini memperkenalkan tokoh kecil yang berperan dalam kesiapsiagaan bencana, memberikan inspirasi bagi siswa untuk menjadi pahlawan desa dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama dalam menghadapi bencana.● Board Game “Tsunara” dan Card Game Siaga Bencana ‘SIB’ Gempa Bumi & Tsunami: Permainan edukatif yang dirancang untuk membantu siswa memahami bencana dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan Sobat Siaga Tsunami muncul sebagai program kemitraan antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Universitas Multimedia Nusantara. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Gugus Mitigasi Lebak Selatan, FPRB Situregen, dan disponsori oleh PT Maccaferri Indonesia. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori tentang bencana, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang mempraktikkan kesiapsiagaan bencana. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak sejak dini. Shabelita Luisa, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim penyelenggara kegiatan, menyampaikan harapannya agar Sobat Siaga Tsunami dapat memberikan dampak yang signifikan bagi anak-anak di Desa Situregen, Lebak Selatan. “Fokus utama dari kegiatan Sobat Siaga Tsunami adalah menjadikan siswa kelas 4 dan 5 sebagai agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan tsunami di lingkungan mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat menjadi pemimpin yang mampu mengedukasi teman-teman, adik-adik, serta orang-orang di sekitar mereka tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama karena lokasi mereka yang dekat dengan pantai. Dengan pengetahuan yang mereka peroleh, saya harap mereka lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tsunami yang bisa terjadi kapan saja.” ujar Shabel, salah satu mahasiswa tim Sobat Siaga Tsunami. Program Sobat Siaga Tsunami menjadi bagian dari Tugas Akhir mahasiswa UMN yang bertujuan untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda, khususnya di daerah rawan bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, serta memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Penulis: Marcelline TjhinUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan Read More »

Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya Tanggal Rilis: 17 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak Penulis: Dave Hapien Banten – Dalam upaya memperkenalkan konsep food garden kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan lokal, sekelompok mahasiswa dari Humanity Project Batch-5 Universitas Multimedia Nusantara mengadakan sebuah program bertajuk “Food Garden Kita”. Banten – Dalam upaya memperkenalkan konsep food garden kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan lokal, sekelompok mahasiswa dari Humanity Project Batch-5 Universitas Multimedia Nusantara mengadakan sebuah program bertajuk “Food Garden Kita”. Berawal dari bersilaturahmi dan makan bersama salah satu warga Kampung Nagajaya, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara memperkenalkan konsep food garden yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat Kampung Nagajaya mengenai manfaat food garden dan mengajak mereka untuk lebih terlibat dalam upaya menciptakan ketahanan pangan di lingkungan mereka sendiri. Acara “Food Garden Kita” sendiri nantinya akan berlangsung pada hari Senin, 2 Desember 2024, dari pukul 12.00 hingga 14.30 di Kampung Nagajaya, Desa Sindang Ratu, Lebak Selatan. Berlokasi di pekarangan rumah salah satu warga, yaitu Usep. Area tersebut telah disiapkan sebagai tempat praktek workshop agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan teknik bertanam di pekarangan rumah secara sederhana. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung kepada warga kampung Nagajaya dalam hal perekonomiannya. “Dalam acara ini, rangkaian kegiatan mencakup door-to-door campaign serta diskusi langsung dengan warga seputar konsep food garden dan ketahanan pangan. Selain itu, akan diselenggarakan workshop penanaman bibit sayuran khusus untuk anak-anak di Kampung Nagajaya sebagai salah satu cara memperkenalkan cara bertanam sederhana. Harapannya masyarakat terutama generasi muda semakin menyadari peran penting food garden dalam menciptakan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.” ujar Gilang Al-Ghifari salah satu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan media partner yang berkomitmen untuk mempromosikan ketahanan pangan di tingkat lokal. Melalui diskusi dan kegiatan edukatif ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam mengenai food garden serta manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal secara berkelanjutan. Edukasi mengenai food garden ini juga dirancang untuk menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, agar semakin peduli terhadap pentingnya bertanam sejak dini. Penulis : Dave Hapien Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![food garden.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/2nboKJHe1V7ERtheCSUphP/f1420b631bcbc4b3669171002b21965c/food_garden.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya Read More »

Shopping Cart