May 2025

Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana Tanggal Rilis: 11 Dec 2024 | 17:00 Tags: Agen Perubahan, Anak-anak, Pahlawan Kecil Penulis: Marcelline Tjhin, Anis Faisal Reza Pernahkah kamu membayangkan bahwa pahlawan super tidak selalu harus mengenakan jubah? Yup, pahlawan-pahlawan kecil ini ada di sekitar kita, dan mereka adalah anak-anak yang siap menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana! Mengapa Anak-anak? Mereka Lebih Hebat dari yang Kita Kira!Bayangkan energi dan semangat anak-anak yang tak terbendung – itulah kekuatan super mereka! Dengan kreativitas yang mengalir tanpa batas dan rasa ingin tahu yang luar biasa, anak-anak memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat kita, khususnya dalam menghadapi tantangan bencana alam. Start Young, Stay Strong!Kesiapsiagaan bencana bukan lagi hal yang membosankan ketika kita menjadikannya sebagai petualangan seru! Melalui pendidikan yang dikemas secara fun dan interaktif, anak-anak bisa:• Menjadi ‘detektif bencana’ yang mahir mengenali tanda-tanda bahaya• Berlatih menjadi ‘kapten evakuasi’ dalam simulasi yang menyenangkan• Menciptakan ‘tim superhero’ yang siap membantu keluarga dan teman-teman Data dari BNPB menunjukkan bahwa anak-anak memang kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Tapi hey, justru ini yang membuat peran mereka semakin penting! Dengan pemahaman yang tepat, mereka bisa menjadi pelindung bagi diri sendiri dan inspirasi bagi sekitarnya. Kreativitas Tanpa Batas: Dari Ide Menjadi Aksi!Anak-anak punya cara unik dalam memandang dunia – dan ini adalah kekuatan besar! Mereka bisa:• Menciptakan lagu-lagu catchy tentang protokol keselamatan• Menggambar poster-poster kreatif tentang kesiapsiagaan bencana• Membuat video TikTok edukatif yang viral tentang tips menghadapi bencana Kisah Inspiratif: Adel dan Lala, Superhero Cilik dari Lebak SelatanAdalah Adel dan Lala, dua superhero cilik yang membuktikan bahwa usia bukan halangan! Sebagai relawan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, mereka telah menunjukkan bahwa aksi nyata bisa dimulai dari siapa saja. Dengan semangat yang berapi-api, mereka:• Mengajar teman sebaya tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana• Membuat konten kreatif di media sosial• Mengorganisir kegiatan edukatif yang seru untuk anak-anak sekitar Kolaborasi Seru: Keluarga, Sekolah, dan KomunitasIngat ya, dalam membentuk superhero cilik, kita butuh dukungan dari semua pihak!• Orang tua bisa menciptakan ‘misi khusus’ di rumah• Sekolah bisa mengadakan ‘akademi superhero’ dengan kegiatan yang menyenangkan• Komunitas bisa membuat festival kesiapsiagaan yang meriah The Future is Young!Membentuk generasi tangguh tidak harus dengan cara yang kaku dan membosankan. Melalui pendekatan yang fun, interaktif, dan penuh petualangan, kita bisa menciptakan army kecil yang siap menghadapi tantangan bencana. Karena remember: superhero sejati tidak diukur dari usianya, tapi dari keberanian dan kepeduliannya terhadap sesama!So, siapa bilang anak-anak cuma bisa main? Mereka adalah agent of change yang luar biasa, dengan kekuatan super untuk membuat dunia lebih siap menghadapi bencana. Mari dukung superhero-superhero cilik kita untuk terus berkarya dan menginspirasi! Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kids Power! Membentuk Superhero Kecil dalam Menghadapi Bencana Read More »

Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan Tanggal Rilis: 02 Dec 2024 | 00:00 Tags: Hutan Dungus Ki Haji, Biodiversitas Penulis: Dave Hapien Di Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Hutan Dungus Ki Haji berdiri sebagai simbol kehidupan dan keindahan alam yang tiada duanya. Kawasan hutan desa ini menjadi anugerah ekologis bagi masyarakat sekitar, menyediakan sumber mata air untuk pertanian dan menyimpan keanekaragaman hayati yang melimpah. Selain itu, potensinya sebagai destinasi ekowisata menawarkan peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sebagai upaya untuk mengelola potensi ini secara berkelanjutan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggagas acara bertajuk Harmoni Hutan dan Kehidupan. Acara ini akan digelar pada 4 Desember 2024 di Saung Pertemuan Dungus Ki Haji, Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu. # Kolaborasi Komunitas, Akademisi, dan Pemerintah Inisiatif ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Babinkamtibmas Desa Sindangratu, Babinsa Desa Sindangratu, Camat Panggarangan, dan Kepala Desa Sindangratu. Ketua GMLS, Anis Faisal Reza, serta perwakilan dosen dari UMN juga turut hadir, bersama dukungan dari sponsor seperti Yayasan Kehati, Jasa Raharja, PT Sinar Sosro, dan Siagabencana.com.“Kami ingin hutan ini menjadi bukti nyata bagaimana lingkungan dapat dikelola secara bijaksana untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Anis Faisal Reza, Ketua GMLS. Ia menekankan pentingnya sinergi antara komunitas lokal, akademisi, dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan ekonomi. # Menghidupkan Hutan, Memberdayakan Masyarakat Harmoni Hutan dan Kehidupan dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif. Agenda utama yang telah disiapkan meliputi: 1. Seminar Mind-Opening: Membahas potensi ekologis dan ekonomi Hutan Dungus Ki Haji sebagai model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 2. Penanaman Tanaman Buah: Upaya awal dalam revitalisasi hutan sekaligus menciptakan sumber daya baru bagi masyarakat. 3. Peluncuran Buku dan Video Profil: Buku “Biodiversitas Hutan Dungus Ki Haji: Seri Flora” dan video profil menjadi sarana untuk mengenalkan keindahan dan potensi hutan kepada khalayak luas. 4. Workshop Budidaya Lebah Madu: Pelatihan ini memberikan keterampilan baru bagi masyarakat lokal untuk menciptakan peluang ekonomi berbasis lingkungan. # Langkah Awal Menuju Masa Depan Hijau Hutan Dungus Ki Haji adalah aset tak ternilai bagi Desa Sindangratu dan sekitarnya. Dengan keanekaragaman hayati yang melimpah dan potensi ekonomi yang menjanjikan, pengelolaan hutan ini membutuhkan pendekatan yang bijak dan berkelanjutan. Kolaborasi antara GMLS, UMN, dan komunitas lokal melalui acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Kami optimis bahwa langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan dari UMN. Dalam jangka panjang, Hutan Dungus Ki Haji tidak hanya akan menjadi ikon ekowisata tetapi juga model harmoni antara alam dan kehidupan manusia. Dengan pelestarian yang tepat, hutan ini akan tetap menjadi sumber kehidupan, tempat belajar, dan inspirasi bagi generasi mendatang. Acara Harmoni Hutan dan Kehidupan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak bersama. Melestarikan alam bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi masa depan yang berkelanjutan. Hutan Dungus Ki Haji adalah masa depan kita. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Harmoni Hutan dan Kehidupan: Mengelola Hutan Dungus Ki Haji untuk Masa Depan Berkelanjutan Read More »

Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan Tanggal Rilis: 11 Mar 2024 | 17:00 Tags: Smong, Kearifan Lokal, Tsunami, Aceh Penulis: Joshua Steven Yawan Tsunami Aceh 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar sepanjang masa. Menurut data United States Geolocial Survey (USGS), Tsunami Aceh 2004 (M 9.1) merupakan gempa bumi terkuat ke-3 sepanjang masa setelah Gempa Bumi Chile 1960 dan Gempa Bumi Alaska 1964. Bencana alam ini juga telah menelan kurang lebih 230.000 korban jiwa. Tapi, tahukah kamu bahwa ada satu desa yang “selamat” karena kearifan lokal-nya? Menurut catatan Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIKA) Universitas Syiah Kuala, Pulau Simeulue merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup besar, bangunan hancur, akan tetapi jumlah korban di pulau ini hanya mencapai angka 7 orang dan sisanya berhasil selamat. Apa penyebabnya? Enggel mon sao surito… (Dengarlah sebuah cerita) Inang maso semonan… (Pada zaman dahulu) Manoknop sao fano… (Tenggelam satu desa) Uwi lah da sesewan… (Begitulah mereka ceritakan) Unen ne alek linon… (Diawali oleh gempa) Fesang bakat ne mali… (Disusul ombak yang besar sekali) Manoknop sao hampong… (Tenggelam seluruh negeri) Tibo-tibo mawi… (Tiba-tiba saja) Syair di atas merupakan peringatan terhadap sebuah peristiwa alam yaitu smong. Syair ini diciptakan oleh Muhammad Riswan alias Moris, salah satu tokoh adat dan pemerhati budaya Simeulue sebagai peringatan akan kejadian yang menimpa masyarakat Aceh pada tahun 1907 silam, yaitu ketika gempa dengan magnitude 7,6 menyebabkan tsunami yang menghabisi seluruh pesisir pulau Simeulue dan memakan ribuan korban. Sejak saat itu, istilah atau kata Smong semakin familiar di kalangan masyarakat Simeulue. Smong diartikan sebagai hempasan gelombang air laut. Pada awalnya, cerita tentang Smong ini diceritakan secara turun temurun melalui nafi-nafi (budaya lokal masyarakat Simeulue berupa adat tutur/cerita yang berisi pesan dan nasehat untuk anak-anak) atau yang pada masa ini kita kenal dengan istialh Dongeng. Para tetua yang biasa memanen cengkeh bersama anak-anaknya akan bercerita tentang Smong sebagai pengisi waktu. Seiring berkembangnya zaman, Smong mulai diceritakan di kelas-kelas mengaji, bahkan hingga menjadi dongeng dan lantunan sebelum tidur yang digunakan orang tua untuk menidurkan anaknya. Saat tsunami yang melumat hampir 250 ribu jiwa tersebut terjadi, masyarakat Simeulue masih memegang erat kearifan lokal Smong tersebut menjadikan masyarakat pulau tersebut peka dan siap jika sewaktu-waktu Smong atau Tsunami melanda tempat mereka. Syair mengenai Smong 2004 di Aceh ini kemudian diriwayatkan ke dalam budaya bertutur, dan beginilah syairnya: Aher tahön duo ribu ampek (Akhir tahun dua ribu empat) Akduon mesa singa mangilla (Tidak ada yang mengetahui) Pekeranta rusuh masarek (Pikiran kita kalut semua) Aceh fulawan nitimpo musibah (Aceh emas ditimpa musibah) Sumeneng bano tandone linon (Senyap alam tandanya gempa) Huru-hara ata bak kampöng (Huru hara orang dalam desa,) Mataöt ata mangida smong (Takut akan datang tsunami) Bakdö nga tantu bano humoddöng (Tidak tentu arah berlarian.) Huru-hara ata bak kampöng (Huru-hara orang dalam desa) Mataöt ata smong ne malli (Takut orang tsunami besar) Molongang tantu bano humoddöng (Sudah tentu tempat berlari) Delok sibau rok tanggo basi (Gunung Sibao di tangga basi) Sumber: Jurnal Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala. Sebagai generasi muda, kita harus terus menggali dan melestarikan kearifan lokal yang ada di daerah kita masing-masing. Setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang mungkin kita anggap kuno atau ketinggalan zaman, tetapi percaya atau tidak sebagian besar dari kearifan lokal itu menceritakan tentang pentingnya hidup berkelanjutan. Kalau kearifan lokal di daerahmu tahu atau tidak? Yuk, cari tahu! “Orang yang tidak mengetahui sejarah, asal usul, dan budaya masa lalunya seperti pohon tanpa akar.” – Marcus Garvey Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Smong: Kearifan Lokal yang Menyelamatkan Read More »

2

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam Tanggal Rilis: 08 Mar 2024 | 19:00 Tags: Mitigasi, Siaga Bencana Penulis: Aulia Syifa Bencana alam merupakan peristiwa alam yang datang secara tiba-tiba dan menyebabkan banyak kerugian baik materi maupun korban jiwa. Maka dari itu, kesiapsiagaan bencana menjadi sangat penting mengingat Indonesia adalah negara yang rentan terhadap berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, longsor, dan lain sebagainya. Masyarakat Indonesia perlu untuk memahami kondisi tersebut dan selalu siap menghadapi bencana beserta dampaknya. Tujuan dari kesiapsiagaan itu sendiri adalah untuk mengurangi risiko, kerugian, dan dampak yang ditimbulkan. Tahap kesiapsagaan bencana dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada nahap ini alam akan menunjukan tanda atau signal bahwa akan terjadi bencana. Maka, seluruh elemen, termasuk masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut. Langkah-langkah kesiapsiagaan bencana meliputi: 1. Pemahaman Risiko: Mengetahui jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi di daerah tersebut dan memahami risiko yang terkait dengan bencana tersebut. 2. Perencanaan: Membuat rencana darurat keluarga atau rencana darurat komunitas, termasuk menetapkan lokasi aman dan rute evakuasi. 4. Persediaan dan Perlengkapan: Menyiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air bersih, obat-obatan, pakaian, serta peralatan dan dokumen penting lainnya. 5. Pendidikan dan Pelatihan: Mengikuti pelatihan dan pendidikan tentang kesiapsiagaan bencana, termasuk cara bertindak saat bencana terjadi. 5. Komunikasi: Menetapkan sistem komunikasi darurat dengan anggota keluarga atau komunitas, serta memahami cara mendapatkan informasi resmi dari pihak berwenang. 6. Evakuasi: Mengetahui rute evakuasi dan lokasi tempat evakuasi yang aman. Selain mengetahui hal apa saja untuk kesiapsiagaan bencana, kita juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana itu terjadi, dengan mengetahui hal tersebut maka potensi selamat bagi korban bencana menjadi lebih meningkat. Berikut ini beberapa hal penting yang harus dilakukan saat bencana alam, salah satu nya gempa bumi terjadi antara lain : 1. Hindari Kepanikan dan Mencoba Tenang– Jika terjadi gempa bumi, penting untuk menjaga diri agar tetap tenang. Sikap tenang akan membuat kita bisa berpikir jernih mengenai tindakan apa yang harus dilakukan.– Jika kita sedang berada di pusat keramaian seperti kantor, pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat lainnya, jangan menyebabkan kepanikan dan ikuti arahan petugas setempat.Biasanya, di pusat keramaian sudah ada petunjuk jalur evakuasi, kita harus tetap mengikuti petunjuk dengan tertib. 2. Segera Keluar dari Bangunan– Jika memungkinkan, segera keluar dari rumah atau gedung saat terjadi gempa bumi. Bila keluar juga perhatikan kemungkinan pecahan kaca, genteng atau material lain. Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka.– Menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, pohon, papan reklame, atau benda-benda yang memiliki potensi rubuh akibat goncangan– Kenali bagian bangunan gedung atau rumah yang memiliki struktur kuat, seperti pada sudut bangunan untuk berlindung.– Penting juga untuk memperhatikan tanah tempat kita berpijak. Jika terjadi retakan tanah, segera menjauh dan mencari tempat pijakan yang aman 3. Ikuti instruksi – Ikuti intruksi evakuasi dari pengelola, penjaga, atau petugas yang berwenang.– Pilihlah menggunakan tangga darurat untuk melakukan evakuasi keluar bangunan. Apabila sedang berada di dalam elevator, tekan semua tombol atau gunakan interphone untuk melakukan panggilan kepada pengelola gedung. Kesiapsiagaan bencana merupakan langkah penting untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dalam menghadapi bencana, karna pada dasarnya peran masyarakat itu terlibat pada pra bencana, saat bencana, dan pascabencana. Dengan pemahaman terhadap kesiapsiagaan bencana dengan baik, maka dampak dari potensi bencana tersebut dapat terus ditekan sehingga semakin banyak masyarakat yang terhindar dari ancaman bencana alam. ”Bencana alam terjadi diluar kendali kita. Yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi sikap tersebut”. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

2 Read More »

Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami Tanggal Rilis: 05 Nov 2023 | 14:00 Tags: Tsunami, UNDRR Penulis: Stephanie Shannonly Pada 22 Desember 2015 lalu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa- bangsa (PBB) menetapkan tanggal 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia atau World Tsunami Awareness Day. Tanggal 5 November dipilih dalam rangka menghormati cerita dari negara Jepang yaitu “Inamura-no-hi” yang berarti membakar beras dengan jumlah besar. Pada tahun 1854, diceritakan bahwa seorang petani melihat air laut surut dan membakar seluruh panennya untuk memberikan peringatan kepada penduduk desa agar pergi ke tempat yang lebih tinggi. Tsunami adalah ancaman dari alam yang mematikan dengan mengirimkan gelombang besar yang dapat menyapu bersih daratan. Tsunami bisa sangat menakutkan, terhitung secara global, lebih dari 700 juta orang di wilayah pesisir dataran rendah dan negara berkembang berada di wilayah yang terpapar tsunami (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data dari United Nations (2022) Dalam 100 tahun terakhir, telah terjadi 58 bencana tsunami yang telah merenggut lebih dari 260.000 nyawa, jumlah tersebut telah melebihi jumlah korban bencana alam lainnya. Tema Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023 dilansir dari UN Office for Disaster Risk Education (UNDRR) adalah “Fighting Inequality for a Resilient Future” yaitu berusaha untuk mengurangi kesenjangan untuk masa depan yang berkepanjangan. Kegiatan yang dilakukan akan seputar: bagaimana kesenjangan menjadikan tsunami lebih berbahaya bagi kelompok tertentu dan bagaimana dampak tsunami dapat membuat masyarakat semakin terperosok ke dalam kemiskinan dan meningkatkan kesenjangan. Fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan adalah pada peningkatan kesadaran mengenai penyebab utama risiko bencana – kemiskinan, kesenjangan dan kerentanan yang menjadikan tsunami lebih mematikan bagi mereka yang tinggal di daerah rawan tsunami. Hari Kesadaran Tsunami Sedunia berlangsung bersamaan dengan implementasi inisiatif Peringatan Dini untuk Semua Sekretaris Jenderal PBB yang sedang berlangsung. Inisiatif peringatan dini tersebut memiliki tujuan untuk mencakup setiap orang di dunia dengan sistem peringatan dini pada tahun 2027 selaras dengan Target G dari Kerangka Kerja Sendai, yang mendorong perluasan peringatan dini dan tindakan dini untuk semua orang. Pesan Utama Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2023 1. Kesenjangan dapat menciptakan kondisi yang membuat masyarakat yang termiskin dan paling beresiko terkena dampak yang tidak proporsional, yang pada gilirannya akan memperburuk kesenjangan. Sehingga diperlukan kegiatan atau program untuk mengurangi kerentanan terhadap bencana termasuk mengurangi kemiskinan, keterpaparan, dan kesenjangan. 2. Mempercepat penerapan inisiatif Peringatan Dini untuk memastikan bahwa semua orang di dunia terakses Peringatan Dini dalam 4 tahun ke depan, dengan memprioritaskan komunikasi jarak jauh untuk menyampaikan pesan peringatan kepada populasi yang tinggal di daerah rawan bencana. 3. Efektivitas dari sistem Peringatan Dini hanya bisa didapatkan apabila masyarakat sadar akan risiko dari tsunami dan mengetahui hal apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah terjadinya tsunami. 4. Memastikan bahwa semua populasi memiliki akses yang sama terhadap informasi dan jalur evakuasi. Majelis Umum PBB mengajak semua negara, organisasi internasional, komunitas kecil, dan masyarakat untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Bukan hanya meningkatkan kesadaran dalam 1 hari saja, melainkan harapannya dapat terus meningkatkan kesadaran akan tsunami untuk mengurangi risiko melalui berbagai kegiatan atau program yang dibuat. Pengurangan risiko dari tsunami memerlukan keterlibatan dan kemitraan dari seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Diperlukannya pemberdayaan dan partisipasi yang inklusif, mudah diakses dan non- diskriminatif, memberikan perhatian khusus pada masyarakat yang terkena dampak bencana secara tidak proporsional, terutama masyarakat termiskin. Hal ini dilakukan untuk melawan kesenjangan demi masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh orang di dunia. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tsunami Awareness Day: Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Tsunami Read More »

Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Mitigasi Penulis: Selvithia Apriany Informasi mengenai edukasi kebencanaan penting diketahui oleh masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, tetapi semua kalangan termasuk anak. Di Desa Panggarangan Lebak Selatan, terdapat sekolah yang memberikan ekstrakurikuler mitigasi bencana. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Panggarangan. Ektrakurikuler ini ada sejak masuknya program dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bergabung dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan BMKG, pada tahun 2022. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler mitigasi ini adalah para siswa SMA Negeri 1 Panggarangan melakukan simulasi jalur evakuasi selama 1 tahun 2 kali. Tujuan dari adanya ektrakurikuler mitigasi bencana ini adalah untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada para siswa SMA Negeri 1 Panggarangan. Edukasi kebencanaan tersebeut seperti mereka belajar untuk bagaimana cara berlindung saat terjadi bencana. Selain itu, para siswa juga belajar bagaimana mengevakuasikan diri saat terjadi bencana. Pentingnya mempelajari mengenai edukasi bencana di Desa Panggarangan karena Desa Panggarangan merupakan desa yang rawan akan bencana Desa Panggarangan termasuk daerah rawan bencana dikarenakan lokasinya di pesisir pantai. Selain itu, Desa Panggarangan adalah desa pertama di Banten yang mengupayakan indikator tsunami ready. Harapannya dari diadakannya ektrakurikuler mitigasi bencana ini adalah agar masyarakat Desa Panggarangan baik itu orang dewasa atau anak bisa menyelamatkan diri dari bencana. “Harapannya semoga saja diadakannya ektrakurikuler mitigasi bencana ini bisa tercapai tujuan kami, yaitu menyelamatkan diri suatu bencana.” Elsi selaku ketua ekstrakurikuler mitigasi bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ekstrakurikuler Mitigasi Bencana Di SMA Negeri 1 Panggarangan Read More »

Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Evakuasi Penulis: Selvithia Apriany Rambu bencana penting dipelajari untuk keselamatan diri saat berada di tempat tertentu. Rambu-rambu bencana tersebut ada rambu evakuasi, titik kumpul, petunjuk tempat pengungsian, dan lainnya. Dilansir dari indonesiabaik.id, menurut BNPB, salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana adalah dengan menggunakan atau menempatkan rambu dan papan informasi bencana pada daerah-daerah rawan bencana. Tujuan dari penyelenggaraan rambu dan papan informasi bencana ini yang pertama adalah untuk strandarisasi pedoman terhadap rambu dan papan informasi bencana. Kedua sebagai informasi petunjuk, peringatanm dan larangan kepada masyarakat tentang risiko bencana di dalam Kawasan rawan bencana. Ketiga, sebagai peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana di dalam Kawasan rawan bencana. Jalur evakuasi adalah jalur yang dilalui masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang aman. Sedangkan rambu evakuasi adalah untuk mengarahkan mesyarakat ke jalur dan tempat evakuasi yang benar dalam waktu cepat. Lalu, rambu titik kumpul adalah rambu untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa jika terjadi bencana maka mereka harus berkumpul di tanda yang ada rambu titik kumpulnya. Di Desa Panggarangan kita bisa menemukan rambu kebencanaan yang terpasang di sana. Mulai dari rambu evakuasi, titik kumpul, tempat pengungsian, dan lainnya. Rambu kebencanaan ini dipasang guna untuk membantu masyarakat Desa Panggarangan agar masyarakat mengetahui jika terjadi bencana mereka harus lari kemana. Namun, masih ada beberapa masyarakat Desa Panggarangan yang tidak mengetahui arti dari rambu kebencanaan tersebut. Selain itu, beberapa masyarakat juga masih belum mengetahui kemana mereka harus lari jika terjadi bencana. Namun, tidak semua masyarakat Desa Panggarangan tidak mengetahui tentang jalur evakuasi tersebut. Dari hasil wawancara dengan Rosto sebagai masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan pada 12 Mei 2023. Rosto tidak mengetahui apa itu jalur evakuasi. Namun, ia mendapat informasi dari masyarakat sekita bahwa jika terjadi bencana harus lari ke dataran yang tinggi. Oleh karena itu, di Desa Panggarangan sangat penting untuk lebih memberikan edukasi terkait kebancanaan agar masyarakat sekitar lebih siaga dalam menghadapi bencana. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mengenal Rambu Kebencanaan yang ada di Desa Panggarangan Read More »

Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Resiliensi Penulis: Selvithia Apriany Bambu adalah tanaman yang beruas dan berongga di bagian batangnya. Bambu merupakan tanaman anggota jenis rerumputan atau rumput-rumputan Bambu merupakan tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia yang ditentukan oleh kondisi tanah lokal, iklim, dan jenis spesies. Laju pertumbuhan yang paling umum adalah sekitar 3-12 cm per hari. Bambu juga memiliki banyak manfaat. Manfaat dari bambu adalah bisa menjadi bahan kerajinan, bahan bangunan atau membuat rumah, bahan baku kertas, bahan baku tekstil, kuliner, pengobatan herbal, alat musik, senjata, alat bantu peraga dan masih banyak lagi. Di Desa Panggarangan terdapat suatu organisasi bernama Kriya Bambu Lokacipta atau sering juga disebut sebagai Sanggar Kriya Bambu. Kriya Bambu Lokacipta pertama kali mengadakan pelatihan pada tanggal 8 Oktober 2022, tetapi mulai efektif pada tanggal 9 Oktober 2022. Lokasi dari Kriya Bambu Lokacipta sendiri ada di RT 04 Desa Panggarangan. Kriya Bambu Lokacipta ini anggotanya terdiri dari pemuda-pemuda Desa Panggarangan yang memang tertarik dengan bambu Saat ini, ada 5 anggota pemuda Desa Panggarangan yang tergabung di dalam Kriya Bambu Lokacipta. Kelima anggota tersebut ada Dandi sebagai ketua, Sadeh sebagai penanggung jawab bahan, Dika sebagai wakil ketua, Farhan sebagai sekretaris dan bendahara, dan Miki sebagai penanggung jawab produksi. Tujuan dibuatnya Kriya Bambu Lokacipta adalah sebagai sumber ekonomi tambahan bagi masyarakat Desa Panggarangan. Hubungan Kriya Bambu Lokacipta dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan adalah kriya bambu ini juga menjadi suatu resiliensi atau pemulihan ekonomi secara cepat ketika terjadinya kondisi terburuh seperti bencana. Cara kerja kriya bambu ini, para anggota Sanggar sudah dibagikan tugasnya secara masing-masing. Dalam tugasnya mereka dibagi menjadi dua yaitu bahan dan produksi. Dalam tugas bahan, mereka mencari bambu-bambu yang berkualitas. Sedangkan untuk tugas produksi mereka membuat karya dari bambu tersebut, Sebelum menjualkan karya mereka kepada masyarakat, mereka juga melakukan finishing dan quality control. Dalam tugas finishing dan quality control, anggota melakukan pemeriksaan terhadap produk dan memastikan kalau produk tersebut sudah layak untuk dijual. Karya yang dibuat oleh anggota Kriya Bambu Lokacipta ini sangat banyak sekali. Tantu saja semua karya tersebut terbuat dari bambu. Karya yang mereka buat ada gelang, tas, bunga, tempat pensil, tasbi, replika seperti motor vespa, dan masih banyak lagi. Harapan dari adanya Kriya Bambu Lokacipta adalah semoga sanggar kriya bambu bisa lebih dikenal banyak orang dan generasi muda di luar dan di sekitas sanggar bisa ikut berkarya di Kriya Bambu Lokacipta. “Harapannya sanggar ini bisa lebih dikenal orang dan lebih maju. Lalu, bisa membuat generasi-generasi muda yang ada di sekitar sanggar atau diluar area sanggar itu bisa ikut berpartisipasi dan berkreasi di sanggar untuk melimpahkan kreativitasnya disini.” Dandi sebagi ketua dari Kriya Bambu Lokacipta. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kriya Bambu Lokacipta di RT04 Desa Panggarangan Read More »

Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 09 Jul 2023 | 22:00 Tags: Resiliensi, Wisata Penulis: Selvithia Apriany Lebak Selatan menjadi salah satu desa yang rawan akan bencana. Hal ini disebabkan karena lokasi dari Lebak Selatan adalah di dekat pesisir pantai. Desa Panggarangan juga menjadi salah satu desa pertama di Banten yang diverifikasi oleh UNESCO-IOC dan Komite Nasional Kesiapsiagaan Tsunami yang mangupayakan indikator tsunami ready. Namun, terlepas dari rawannya kebencanaan di Lebak Selatan, desa ini juga memiliki tempat wisata pantai yang indah. Salah satu tempat wisata tersebut adalah Pantai Kelapa Warna. Wisata Pantai Kelapa Warna ada di Desa Pangauingan, Kecamatan Cihara, Kabupatan Lebak. Wisata Kelapa Warna ini menjadi menarik kareana setiap pohon kelapa yang ada di Kelapa Warna ini dicat berwarna-warni. Selain tempatnya yang bagus dan indah, wisata Pantai Kelapa Warana ini juga bersih dan nyaman. Laut dari Pantai Kelapa ini juga sangat bersih dan tidak terdapat sampah. Tentu saja di Pantai Kelapa Warna ini juga banyak pedagang yang berjualan di pinggir pantai. Banyak pedagang yang berjualan makanan dan buah kelapa. Sewaktu hari libur, wisata pantai Kelapa Warna ini banyak sekali dikunjungi oleh pengunjung. Baik pengunjung orang lokal Lebak Selatan atau dari luar Lebak Selatan. Biasanya pengunjung tersebut membawa keluarganya untuk berlibur di pantai tersebut. Namun, dikarenakan ombak dari laut yang kadang-kadang tinggi di Pantai Kelapa Warna, maka pengunjung harus berhati-hati jika ingin berenang di Pantai. Akibat pengunjung yang banyak saat hari libur, maka penghasilan pedagang di Pantai Kelapa warna juga bertambah. Jika pada hari libur, penghasilan pedagang di Pantai Kelapa warna bisa mencapai 700 ribu. Namun, jika hari biasa penghasilan pedangang di Pantai Kelapa warna mencapai 150-400 ribu. “Penghasilan perhari itu sekitar 400 ribu. Kalau hari libur Sabtu dan Minggu bisa dapet 700 ribu. Kalau hari-hari biasa paling 150 ribu atau 200 ribu gitu.” Kata Dedeh penjual makanan di tampat wisata Pantai Kelapa Warna. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Wisata Pantai Kelapa Warna Di Lebak Selatan Read More »

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 23:00 Tags: GMLS, Evakuasi Penulis: Bonaventura Selvithia Apriany Kelompok rentan adalah masyarakat yang berkebutuhan khusus seperti disabilitas, lansia, ibu hamil dan anak-anak. Kelompok rentan ini perlu sekali diperhatikan saat melakukan evakuasi kebencanaan. Bagi daerah di Indonesia yang rawan bencana tentu saja harus sudah memikirkan hal evakusi untuk masyarakat rentan dari jauh-jauh hari. Evakuasi kebencanaan tidak hanya penting diinformasikan kepada masyarakat umum, tetapi juga penting diinformasikan kepada masyarakat yang rentan. Edukasi evakuasi kebencanaan untuk kolompok rentan tentunya juga berguna untuk keluarga atau tetangga yang membantu kelompok rentan saat evakuasi. Di Indonesia khususnya di Banten ada Desa yang merupakan desa rawan bencana. Desa tersebut adalah Desa Panggarangan. Desa Panggarangan merupakan desa yang sudah mengupayakan indikator tsunami ready. Desa Panggarangan memberikan edukasi evakuasi kebencanaan kepada masyarakatnya. Edukasi kebencanaan ini dilakukan oleh sebuah organisasi bernama Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan dipimpin oleh Anis Faisal Reza. Nanun, edukasi evakuasi kebencanaan untuk kelompok rentan belum di garap di Desa Panggarangan. Hal ini dikarenakan Gugus Mitigasi Lebak Selatan masih mengumpulkan data terkait keluarga masyarakat yang memiliki kelompok rentan di dalamnya. Oleh karena itu, Gugus Mitigasi Lebak Selatan melakukan kegiatan door to door ke masyarakat Desa Panggarangan agar mendapatkan data mengenai kelompok rentan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan ingin menjangkau kelompok rentan tersebut agar saat terjadi bencan semua masyarakat bisa mengevakuasikan diri dan tanpa ada yang tertinggal. Selain itu, nantinya Gugus Mitigasi Lebak Selatan juga berencana akan mengadakan pengarahan kepada masyarakat untuk membantu evakuasi kelompok rentan dalam melakukan evakuasi. “Iya, pastinya kami akan mengadakan pengarahan kepada masyarakat, kitakan hidup bersama saling membantu ya kegotong royongan itu harus muncul lagi.” Kata Anis Faisal Reza pada Minggu (14/5/2023). Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh keluarga yang memiliki kelompok rentan di dalamnya. Hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah lingkungan dari internal keluarga. Dalam melakukan evakuasi kepada kelompok rentan, keluarga sudah harus memikirkan jauh-jauh hari siapa nantinya yang akan bertugas membantu saat melakukan evakuasi kepada kelompok rentan. Penataan kamar juga perlu diperhatikan untuk kelompok yang rentan. Penataan kamar untuk kelompok rentan tentunya harus di depan deket pintu keluar rumah. Jika kamar kelompok rentan berada di belakang atau lantai atas, maka tentunya akan menyulitkan saat evakuasi. Lemari di dalam kamar juga tidak boleh ditaruh dekat tempat tidur karena jika terjadi apa-apa takutnya lemari tersebut roboh. Selain itu tas siaga bencana khusus kelompok rentan juga perlu disiapkan karena jika ada kebutuhan khusus seperti obat atau alat-alat hal tersebut sudah terbawa saat evakuasi. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengevakuasi Kelompok Rentan Read More »

Shopping Cart