May 2025

Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan Tanggal Rilis: 07 Nov 2023 | 11:00 Lokasi: Bayah, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN secara resmi memulai rangkaian kegiatan Be Hero Festival pada hari Selasa (7/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Bayah. Bayah, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN secara resmi memulai rangkaian kegiatan Be Hero Festival pada hari Selasa (7/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 1 Bayah. Be Hero Festival merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan awareness mengenai mitigasi bencana di wilayah Bayah dan sekitarnya melalui kreasi para siswa SMAN 1 Bayah dalam bentuk konten edukatif di media sosial. Nama Be Hero sendiri diambil dari frasa “Bayah’s Hero” yang berarti Pahlawan Bayah. Melalui kegiatan-kegiatan yang ada dalam Be Hero Festival, para siswa diharapkan dapat menjadi sosok pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, tak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat yang ada di sekitar mereka. Rangkaian kegiatan Be Hero Festival terdiri atas lokakarya media sosial yang diselenggarakan pada hari Selasa, 7 November 2023, dan dilanjutkan dengan lomba produksi konten edukatif mengenai mitigasi bencana di media sosial, yang dilaksanakan pada 7-14 November 2023. Rangkaian kegiatan ini akan ditutup oleh festival yang akan dilaksanakan pada 21 November 2023. Lokakarya media sosial Be Hero Festival tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si., Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Theresia L.V. Lolita, M.Ikom., dan Ketua GMLS Anis Faisal Reza sebagai narasumber. “Lokakarya media sosial ini merupakan sebuah inisiatif yang sangat baik untuk para siswa SMAN 1 Bayah. Kami menyadari bahwa keberadaan media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar bagi setiap siswa. Melalui lokakarya media sosial, para siswa dapat belajar menggunakan media sosial dengan baik. Kami juga berharap bahwa melalui penyuluhan oleh narasumber yang kompeten, para siswa dapat turut menjadi kreatif dan bijak dalam menggunakan media sosial.” Ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si. dalam sambutannya. Kegiatan yang diikuti oleh 80 orang siswa kelas X SMA Negeri 1 Bayah ini diawali dengan pemaparan mengenai potensi risiko bencana dari Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Dalam pemaparan tersebut, para siswa kembali diingatkan mengenai adanya potensi risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari, yang tidak lepas dari hasil penelitian berbagai institusi terkait adanya potensi gempa bumi Megathrust di selatan Jawa. Anis juga menyampaikan bahwa sebagai salah satu negara yang secara geografis terletak dalam cincin api pasifik (Pacific Ring of Fire), hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Lebak, berisiko mengalami gempa bumi dan tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanis dan tektonik. Oleh karena itu, para siswa pun harus mampu menerapkan prinsip mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan tersebut dilanjutkan dengan sesi utama lokakarya media sosial, yang dibawakan oleh Dosen Program Studi Strategic Communication UMN, Theresia L.V. Lolita. Dalam lokakarya media sosial ini, para siswa diajarkan mengenai dampak positif dan negatif dari media sosial, serta pentingnya menggunakan media sosial dengan baik. Kesempatan ini juga digunakan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai pembuatan berbagai bentuk konten edukatif, mulai dari video, artikel, hingga poster dan infografis. Pada akhir lokakarya ini, para siswa diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dalam lomba produksi konten edukatif mengenai mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh Be Hero Festival untuk menyebarkan pesan mengenai pentingnya mitigasi bencana melalui media sosial mereka. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Be Hero Festival 2023: Siswa Juga Bisa Jadi Pahlawan Read More »

Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi Tanggal Rilis: 16 Nov 2023 | 19:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN melaksanakan kegiatan Tiramitsu pada hari Kamis (16/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 3 Panggarangan. Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN melaksanakan kegiatan Tiramitsu pada hari Kamis (16/10). Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 3 Panggarangan. Tiramitsu merupakan akronim dari kalimat “Tingkatkan Prakarya Mitigasi Tsunami”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness para siswa SD Negeri 3 Panggarangan terhadap mitigasi bencana tsunami di wilayah Panggarangan dan sekitarnya melalui prakarya interaktif yang mereka buat. Melalui Tiramitsu, para siswa diharapkan dapat memiliki pemahaman yang mendalam terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Negeri 3 Panggarangan Yayat Nurhayati, S.Pd. beserta dissemination facilitator GMLS Layla Rashida Anis dan PIC WRS, Radio, dan Mapping GMLS Dayah Fata Fadilah sebagai narasumber. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan Tiramitsu. Kami merasa bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah awal yang dapat kami ambil untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri 3 Panggarangan, terutama di bidang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami. Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan ilmu yang harus ditimba, yang kami harapkan akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi para siswa kami di masa depan.” Ujar Kepala Sekolah SD Negeri 3 Panggarangan Yayat Nurhayati dalam sambutannya. Kegiatan yang diikuti oleh 69 orang siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 3 Panggarangan ini terlebih dahulu diawali dengan pemaparan mengenai fenomena gempa bumi dan tsunami oleh dissemination facilitator GMLS Layla Rashida Anis dan prosedur evakuasi di lingkungan sekolah oleh PIC WRS, radio, dan mapping GMLS Dayah Fata Fadilah. Pemaparan tersebut dilakukan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan mengenai penyebab dan pertanda terjadinya tsunami, peta rute evakuasi sekolah, serta prosedur evakuasi yang harus dilaksanakan saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Pada momen ini, para siswa juga diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses terjadinya tsunami melalui simulasi yang dilakukan pada sebuah maket. Sesudah sesi pemaparan tersebut dilaksanakan, rangkaian kegiatan Tiramitsu dilanjutkan dengan aktivitas pembuatan kubus kreasi oleh para siswa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengasah kreativitas anak sekaligus mengembangkan pengetahuan dan perilaku yang bertanggung jawab atas upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pembuatan kubus kreasi juga bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menarik minat siswa untuk terlibat aktif, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal. Setelah para siswa selesai menghias kubus tersebut bersama-sama, kubus-kubus tersebut kemudian diolah kembali dan disatukan pada suatu instalasi yang nantinya akan berfungsi sebagai media pendidikan kebencanaan di SD Negeri 3 Panggarangan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Tiramitsu: Belajar Mitigasi Melalui Kubus Kreasi Read More »

Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri Tanggal Rilis: 11 Nov 2023 | 15:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Stephanie Shannonly Anak- anak merupakan cerminan dari pentingnya peran generasi muda dalam upaya persiapan dan penaggulangan bencana. Pengetahuan dan keterlibatan anak-anak, dapat menciptakan komunitas yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman dari bencana alam. Menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, interakti dapat membuat anak- anak merasa lebih percaya diri dan siap bertindak saat diperlukan. Bayah, Lebak – Anak-anak merupakan cerminan dari pentingnya peran generasi muda dalam upaya persiapan dan penaggulangan bencana. Pengetahuan dan keterlibatan anak- anak, dapat menciptakan komunitas yang lebih tangguh dan responsif terhadap ancaman dari bencana alam. Menyelenggarakan pelatihan Pertolongan Pertama (PP) melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, interakti dapat membuat anak- anak merasa lebih percaya diri dan siap bertindak saat diperlukan. Berdasarkan hal tersebut, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bayah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik pertolongan pertama untuk anak- anak dari RT01/03 Desa Cimangpang. Kegiatan dilaksanakan di Villa Hejo Kiarapayung hari Sabtu (11/11). Bersama memiliki tujuan untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran kepada anak- anak mengenai pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang sekitar. Hal tersebut didasari karena anak- anak dari RT01 Desa Cimangpang tidak mempunyai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama dan tidak diajarkan di dalam proses Pendidikan mereka di sekolah. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak berusia 7–11 tahun dari RT01/03 Cimangpang ini dihadiri oleh Ketua RT01/03 Cimangpang Endan Suhendar, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, dan Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Irwan Fakhrudin. Rangkaian kegiatan Bersama dimulai dengan sosialisasi Pertolongan Pertama (PP) dan praktik Pertolongan Pertama yang dibawakan oleh Iid Radinul Hakim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bayah. Pada segmen tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan alat Perlindungan Diri (APD), alat Pertolongan Pertama (PP), dan tujuan dari Pertolongan pertama yang meliputi penyelamatan korban, pencegahan cacat, dan pemberian rasa nyaman pada korban. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik Pertolongan Pertama secara langsung untuk mengetahui urutan dan tata cara pertolongan pertama kepada orang yang sakit, cedera, dan kecelakaan dengan kebutuhan pertolongan medis dasar. “Sosialisasi dan praktik Pertolongan Pertama merupakan hal yang sangat berguna untuk menjadi bekal bagi anak-anak, dengan harapan mereka dapat menyebarluaskan wawasan yang sudah mereka dapatkan pada kegiatan ini. Sosialisasi dapat terus diadakan dengan topik yang berbeda kepada anak-anak untuk memperluas wawasan mereka supaya dapat berguna di masa mendatang,” ujar Ketua RT01/03 Cimangpang Endan Suhendar dalam sambutannya. “ Pertolongan Pertama menjadi wawasan dasar yang harus diketahui oleh setiap individu, supaya saat dibutuhkan mereka mampu menjadi pahlawan bagi orang sekitar. Melalui anak-anak, meskipun masih berusia kecil tetapi dapat membawa perubahan besar terutama bagi keluarga mereka. Selain wawasan, mereka juga akan mendapatkan relasi dengan GMLS dan UMN,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza dalam sambutannya. Kegiatan dikemas dengan pembawaan yang menyenangkan yaitu adanya lomba mewarnai, dengan tujuan supaya materi yang disampaikan dapat diserap lebih mudah oleh anak berusia 7- 11 tahun. Kegiatan dibuat lebih menarik dengan disediakan berbagai hadiah yang menarik. Kegiatan sosialisasi dan praktik Pertolongan pertama yang dilaksanakan oleh Bersama ditutup dengan pembagian souvenir berupa dompet P3K dan Buku Aktivias untuk anak berjudul “BERSAMA : Berani Selamatkan Sesama”. Buku tersebut berisikan banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak- anak berusia sekitar 7 – 11 tahun dengan topik mengenai Pertolongan Pertama. Melalui kegiatan Bersama, anak- anak diharapkan dapat lebih memahami mengenai Pertolongan pertama dan dapat menjadi penyelamat baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang sekitar. Terlebih karena daerah Cimangpang berada pada daerah berpotensi gempa dan tsunami, yang dapat menimbulkan resiko terdapat korban luka dan cedera. Adanya sosialisasi dan Pratik mengenai Pertolonagn Pertama dapat membuat anak-anak menjadi penolong pertama. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Bersama (Berani Selamatkan Sesama): Keselamatan Diri & Sesama, Dimulai dari Diri Sendiri Read More »

Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga Tanggal Rilis: 11 Nov 2023 | 14:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cindy Oktaviani & Sindy Monica Sosok Ibu memegang peran penting dalam keluarga. Terlebih dalam menyalurkan sebuah informasi, Ibu bisa menjadi salah satu agen komunikasi. Terutama dalam informasi terkait dengan kebencanaan, Ibu bisa menjadi sosok yang menyalurkan informasi tersebut kepada keluarga mereka. Hal ini tentu ditujukan agar pembekalan seputar bencana dapat tertanam dibenak keluarga. Panggarangan, Lebak – Sosok Ibu memegang peran penting dalam keluarga. Terlebih dalam menyalurkan sebuah informasi, Ibu bisa menjadi salah satu agen komunikasi. Terutama dalam informasi terkait dengan kebencanaan, Ibu bisa menjadi sosok yang menyalurkan informasi tersebut kepada keluarga mereka. Hal ini tentu ditujukan agar pembekalan seputar bencana dapat tertanam dibenak keluarga. Sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana, Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan Mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dalam melaksanakan kegiatan Gapai berbentuk sosialisasi bersama Ibu – Ibu RT 01 Cimangpang di Villa Hejo Kiarapayung pada hari Sabtu (11/11). Nama “Gapai” diartikan sebagai gerakan anti panik ibu. Gapai hadir dengan harapan dapat membantu para ibu-ibu sebagai guru siaga bencana untuk keluaraganya sehingga dapat mempersiapkan rencana kesiapsiagaan melalui 12 indikator keluarga siaga bencana. Kegiatan yang dilakukan oleh Gapai berisikan sosialisasi mengenai buku saku “Keluarga Siaga Bencana Lebak Selatan”. Kegiatan Gapai diikuti oleh ibu-ibu RT 01 Cimangpang sekaligus dihadiri oleh Bapak RT 01 Cimangpang Endan Suhendar, kemudian dihadiri oleh Bapak Irwan Fakhruddin selaku dosen program studi strategic communication UMN dan juga dihadiri oleh Bapak Anis Faisal Reza selaku ketua dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). “Semoga kegiatan ini semua dapat berlangsung dengan baik serta akan bermanfaat untuk menambah edukasi terkait dengan kesiapsiagaan bencana dan kegiatan ini bisa diadakan kembali untuk ibu-ibu di kemudian hari” ujar Bapak Endan Suhendar selaku ketua RT 01 Cimangpang dalam sambutannya. Kegiatan dirancang dengan pembawaan materi yang mudah dipahami untuk ibu-ibu oleh Bapak Anis Faisal Reza selaku narasumber sehingga materi tersebut dapat diserap dengan mudah. Secara khusus, ibu-ibu dibekali informasi terkait dengan 12 indikator keluarga siaga tsunami serta hal yang dibutuhkan dalam tas siaga bencana dan juga informasi penting lainnya yang terdapat di dalam buku saku keluarga siaga bencana. Setelah rangkaian sosialisasi dilakukan kegiatan Gapai dilanjutkan dengan kuis singkat untuk menguji pengetahuan ibu-ibu terkait dengan informasi yang telah disampaikan sebelumnya apakah semua informasi bisa diterima dengan baik atau tidak. Kegiatan ini diharapkan agar ibu-ibu dapat menjadi guru siaga bencana untuk keluarga mereka yang mampu melakukan perencanaan kesiapsiagaan bagi keluarganya masing-masing. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Gapai (Gerakan Anti Panik Ibu): Ibu Menjadi Guru Siaga Bencana Keluarga Read More »

Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini Tanggal Rilis: 10 Nov 2023 | 18:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Sindy Monica & Cindy Oktaviani Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN berkolaborasi dalam kegiatan Arneyva untuk meningkatkan kesadaran siswa/i akan upaya mitigasi bencana di SDN 03 Panggarangan pada hari Jumat (10/11). Bayah, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN berkolaborasi dalam kegiatan Arneyva untuk meningkatkan kesadaran siswa/i akan upaya mitigasi bencana di SDN 03 Panggarangan pada hari Jumat (10/11). Arneyva diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti samudera lautan, di mana dari kegiatan ini diharapkan seperti nama yang tertulis yaitu siswa/i dapat menjadi agen komunikasi untuk menyebarkan pengetahuan terkait dengan mitigasi kebencanaan pada lingkungan sekitarnya secara luas layaknya samudera lautan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i SDN 03 Panggarangan sigap dan berani dalam menghadapi masa-masa darurat kebencanaan. Rangkaian kegiatan Arneyva terdiri dari sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah disertai dengan simulasi kecil dan permainan board game yang berkaitan seputar mitigasi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh siswa/i kelas 4-6 SDN 03 Panggarangan dihadiri oleh Ibu Rini Sumarni, S.Pd selaku guru SDN 03 Panggarangan serta dihadiri oleh narasumber yaitu Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan juga Ulung Dinarja yang merupakan bagian dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Kegiatan Arnyeva dilaksanakan untuk meningkatkan dan juga memberikan pembekalan kepada siswa/i khususnya di SDN 03 Panggarangan dalam menghadapi adanya potensi bahaya gempa bumi dan tsunami yang terjadi. “Semoga dari event ini siswa/i bisa mendapatkan pengetahuan terkait mitigasi lebih lanjut agar bisa menginfokan kepada keluarga di rumah” ujar Ibu Rini pengetahuan yang diberikan oleh kakak-kakak dari UMN dan pengetahuan ini bisa diterapkan dan disebarluaskan kepada Sumarni, S.Pd. dalam sambutannya. Sosialisasi terkait peta jalur evakuasi sekolah dibawakan oleh Layla Rashida Anis, Dayah Fata Fadilah dan Ulung Dinarja dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Pada bagian ini, siswa/i diperkenalkan terkait bencana alam gempa bumi dan tsunami serta penyebabnya diikuti dengan tindakan yang dapat mereka lakukan baik itu murid maupun guru dan juga pengenalan mengenai peta jalur evakuasi sekolah dan titik kumpul. Setelah sosialisasi dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung berbentuk simulasi kecil diawali dengan siswa/i melakukan drop,cover,hold dilanjutkan dengan berkumpul di titik kumpul yang berada di lapangan tengah sekolah. Kemudian kegiatan dilanjutkan kembali ke dalam ruangan untuk melakukan permainan board game yang merupakan rangkaian kegiatan akhir dari kegiatan Arneyva. Permainan board game berbentuk ular tangga dibuat untuk melakukan tes terhadap anak-anak akan informasi yang telah mereka dapatkan sebelumnya Pada akhirnya sosialisasi dan permainan board game dapat menjadi bekal kepada siswa/i SDN 03 Panggarangan terkait dengan mitigasi kebencanaan yang diselenggarakan oleh Arneyva. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Arneyva: Menjadi Agen Komunikasi Bencana Sejak Dini Read More »

Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 07 Nov 2023 | 19:00 Lokasi: Bayah, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar & Stephanie Shannonly Guna meningkatkan kesadaran siswa akan upaya mitigasi bencana di SMAN 1 Bayah, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan PT Surveyor Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Bersama Tim Mitigasi di SMAN 1 Bayah (Sobat Smanbay) pada hari Selasa (7/10). Bayah, Lebak – Guna meningkatkan kesadaran siswa akan upaya mitigasi bencana di SMAN 1 Bayah, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan PT Surveyor Indonesia menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sosialisasi Bersama Tim Mitigasi di SMAN 1 Bayah (Sobat Smanbay) pada hari Selasa (7/10). Sobat Smanbay memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap jalur evakuasi yang dapat digunakan SMA Negeri 1 Bayah dalam proses evakuasi pada skenario bencana, dan terbagi atas tiga segmen utama, yaitu sosialisasi mengenai peta rute evakuasi fisik dan digital SMA Negeri 1 Bayah, sosialisasi mengenai sirine mandiri desa dan teknik komunikasi radio, serta simulasi gempa dan uji coba sirine. Rangkaian sosialisasi Sobat Smanbay tersebut diawali oleh lomba menggambar peta evakuasi disertai dengan membuat video kreatif terkait mitigasi kebencanaan dan analisis kerentanan peta jalur evakuasi sekolah ke TES dengan melakukan trekking serta menginput kerentanan yang ada melalui peta digital yang telah terlebih dahulu diselenggarakan pada 23-30 Oktober 2023. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari siswa kelas 10-12 SMA Negeri 1 Bayah ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si., Ketua Yayasan Jaga Balai Aan Anugrah, Dosen Program Studi Strategic Communication UMN Theresia L.V. Lolita, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, dan Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah. Rangkaian kegiatan Sobat Smanbay dilaksanakan untuk membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan para siswa SMA Negeri 1 Bayah dalam menyikapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang ada di wilayah Bayah dan Lebak Selatan. “Sosialisasi dan pelatihan terkait potensi bencana adalah hal yang sangat penting untuk diketahui para siswa. Sosialisasi yang dilaksanakan secara berkala juga sangat membantu sekolah dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait mitigasi bencana, terutama karena akan ada berbagai pembaruan yang harus dipelajari kembali. Kami berharap agar lewat kegiatan ini, para siswa bisa mendapatkan tambahan ilmu yang bisa disampaikan kepada keluarga dan orang terdekatnya,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Drs. Asep Darma Mulya, M.Si. dalam sambutannya. “Saat ini, fokus kami memang menggarap kegiatan Tsunami Ready, dan pembelajaran yang dilakukan secara terus menerus merupakan kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi bencana alam yang ada di daerah mereka. Sobat Smanbay merupakan langkah pertama untuk mewujudkan hal itu,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat menerangkan mengenai tujuan GMLS dan Sobat Smanbay. Kegiatan Sobat Smanbay dimulai dengan sosialisasi peta rute evakuasi fisik dan digital SMA Negeri 1 Bayah yang dibawakan oleh Aan Anugrah dari Yayasan Jaga Balai. Pada segmen ini, para siswa diperkenalkan pada rute evakuasi yang akan mereka gunakan dalam proses evakuasi saat terjadi bencana. Secara khusus, para siswa dibekali dengan beberapa pengetahuan baru, seperti cara melakukan observasi wilayah, proses pembuatan peta wilayah sebagai pedoman evakuasi, hingga jenis-jenis rambu kebencanaan yang digunakan dalam mitigasi gempa bumi dan tsunami. Setelah sosialisasi peta rute evakuasi telah selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Sirine Mandiri Desa dan teknik komunikasi radio, yang dibawakan oleh Corporate Secretary GMLS Willdan Hidayatullah. Segmen ini secara khusus bertujuan untuk memberi tahu para siswa mengenai arti dari setiap indikator suara sirine dan korelasinya dengan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses penggunaan radio HT sebagai alat komunikasi dalam keadaan bencana. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan dalam Sobat Smanbay ditutup dengan pelaksanaan simulasi gempa bumi serta sirine mandiri desa. Dalam segmen ini, para siswa diharapkan dapat mempraktikkan ilmu yang telah didapat. Segmen ini juga merangkum aspek-aspek penting yang harus dikuasai para siswa dari kedua segmen sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Sobat Smanbay: Pemantik Kreativitas dan Inisiatif Siswa dalam Mitigasi Bencana Read More »

Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023 Tanggal Rilis: 25 Oct 2023 | 20:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan U-Inspire Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut Banten, Remaja Tanggap Bencana Desa, SMAN 1 Panggarangan, dan Universitas Multimedia Nusantara melaksanakan tsunami drill dalam rangka pelaksanaan IOWave 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Panggarangan, SMP Islam Al-Bashri, dan Command Center GMLS pada Rabu (25/10). Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan U-Inspire Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut Banten, Remaja Tanggap Bencana Desa, SMAN 1 Panggarangan, dan Universitas Multimedia Nusantara melaksanakan tsunami drill dalam rangka pelaksanaan IOWave 2023. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Panggarangan, SMP Islam Al-Bashri, dan Command Center GMLS pada Rabu (25/10). IOWave merupakan rangkaian drill tsunami yang digelar oleh Intergovernmental Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO) setiap dua tahun sekali, dan diikuti negara-negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, termasuk Indonesia. IOWave 2023 dilaksanakan pada tanggal 4, 11, 18, dan 25 Oktober 2023, dengan tiga skenario drill tsunami di Kepulauan Nikobar, Pantai Iran, dan Selatan Jawa, serta satu skenario drill tsunami non-tektonik di Australia Dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, maka Gugus Mitigasi Lebak Selatan bersama para kolaboratornya menggelar sebuah drill tsunami bagi para siswa di SMAN 1 Panggarangan. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Ketua GMLS Anis Faisal Reza. “IOWave 2023 ini menjadi momentum bersama untuk menguji seberapa jauh persiapan kesiapsiagaan yang tengah dirintis bersama. Pihak SMA Negeri 1 Panggarangan dapat mengujikan kembali Protap yang telah disusun, Relawan Tanggap Bencana Desa (RTBD) dapat mengujikan teori-teori penanganan kedaruratan, dan GMLS dapat menguji kecepatan tanggap penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat melalui berbagai moda yang ada.” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Drill dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB dan melibatkan 129 orang dari berbagai pihak, yang meliputi 25 guru dan 61 siswa SMAN 1 Panggarangan sebagai peserta, 14 orang dari RTBD dan GMLS sebagai pelaku, 1 orang dari Jaga Balai dan 3 orang dari TNI sebagai pemandu, 21 orang mahasiswa UMN sebagai tim dokumentasi, serta 4 orang dari BMKG sebagai observer, fasilitator, dokumentalis, dan AAR. Salah satu hal yang menarik dari pelaksanaan drill ini adalah besarnya peran para siswa SMAN 1 Panggarangan dalam pelaksanaannya. Sebagai salah satu pelopor utama edukasi mitigasi di lingkungan sekolah yang berbasis siswa, SMAN 1 Panggarangan yang telah memiliki ekstrakurikuler mitigasi bencana, memberdayakan para siswa, khususnya yang tergabung dalam ekstrakurikuler tersebut sebagai satuan tugas yang memimpin jalannya evakuasi. Dalam satuan tugas tersebut, para siswa dibagi kembali dalam empat gugus tugas, yaitu gugus keamanan, gugus evakuasi, gugus logistik, dan gugus kesehatan. Pelibatan siswa dalam pelaksanaan evakuasi tersebut juga bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan para siswa secara fisik, mental, dan kompetensi untuk menghadapi skenario bencana yang nyata. Dalam drill ini, para siswa dan guru SMAN 1 Panggarangan, dipandu oleh Serka Dadang dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Aan Anugrah dari Jaga Balai, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan untuk bersama-sama menyusuri jalur evakuasi sepanjang 4 km yang terletak di belakang SMAN 1 Panggarangan. Para peserta drill memulai perjalanan mereka dari SMAN 1 Panggarangan melalui Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang terletak di Desa Sukajadi, sebelum akhirnya tiba di Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang terletak di SMP Islam Al-Bashri. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu kurang lebih 60 menit. “Dalam pelaksanaan simulasi drill kali ini, ada peningkatan respon dari masing-masing lembaga, seperti SMAN 1 Panggarangan yang memerlukan waktu lebih singkat untuk menuju ke TES. Perjalanan yang awalnya membutuhkan waktu 20 menit, kini hanya memerlukan 10 menit. Perjalanan menuju TEA yang awalnya membutuhkan waktu 120 menit, kini hanya menjadi 60 menit. Masing-masing gugus sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, alur koordinasi dan komandonya semakin jelas, serta pembagian peran dari masing-masing anggota gugus sudah sesuai dalam Protap.” Ujar Aan Anugrah, salah satu pemandu jalannya drill dari Yayasan Jaga Balai, dalam evaluasi drill IOWave 2023 yang dilakukan di Command Center GMLS. Drill IOWave 2023 ditutup dengan sesi ramah-tamah dan foto bersama yang dilaksanakan di Command Center GMLS dan Villa Hejo Kiarapayung. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: https://multimedianusantara-my.sharepoint.com/:f:/g/personal/jason_torar_student_umn_ac_id/Et07x2A23dJCstyq_6xH3SsB3EozXYd2mnPTwm4l-LFz9g?e=LB7Czk Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Bangun Kesiapsiagaan dengan Gerakan: GMLS dan SMAN 1 Panggarangan Ikuti IOWave 2023 Read More »

Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut Tanggal Rilis: 14 Sep 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam kolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan acara Nonton Bareng dan Diskusi untuk film dokumenter bertajuk “The Indigenous” karya Watchdoc Documentary pada Kamis (14/9), di Command Center GMLS, Panggarangan, Lebak. Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam kolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara mengadakan acara Nonton Bareng dan Diskusi untuk film dokumenter bertajuk “The Indigenous” karya Watchdoc Documentary pada Kamis (14/9), di Command Center GMLS, Panggarangan, Lebak. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Henriana Hatra Wijaya, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, anggota GMLS, anggota GERMAS Remaja Tanggap Bencana Desa (RTBD), Komunitas Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malingping, beserta mahasiswa MBKM Humanity Project Universitas Multimedia Nusantara. Dokumenter “The Indigenous” menceritakan bagaimana kearifan lokal yang menjadi bagian dari masyarakat adat Daya luhur di Cilacap, Jawa Tengah, dan Dayak Iban di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi cerminan dari begitu banyak komunitas masyarakat adat yang seringkali disalahpahami, akibat kegagalan khalayak dalam memahami makna di balik kearifan lokal itu sendiri. Film ini membahas banyaknya kesalahpahaman khalayak dalam menafsirkan definisi dari kearifan lokal. Nyatanya kearifan lokal memiliki makna tersendiri. Daerah Cilacap memiliki kearifan lokal “Sedekah Ketupat”, sebuah upacara untuk menghormati tamu yang datang serta relasi antar sesama manusia. Sama seperti daerah Cilacap, Kapuas Hulu pun memiliki kearifan lokalnya tersendiri. Kearifan lokal tersebut bernama “Keduren Pansot”, upacara yang menjadi tanda terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang didapat,serta meminta kembali keberkahan yang serupa untuk tahun berikutnya. Melalui kegiatan nobar dan diskusi ini, diharapkan agar generasi muda di wilayah Lebak Selatan tidak memandang negatif dan melupakan kekayaan budaya yang mereka miliki. “Lebak Selatan adalah daerah yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang begitu kaya. Ada ritual, ada simbol di dalam itu. Anak-anak sekarang sudah mulai berkurang pengetahuan tentang adat leluhurnya. Bahkan mereka memiliki stigma negatif mengenai adat leluhurnya sendiri,” kata Anis. Kegiatan nobar dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Makna Ritual dan Simbol dalam Komunitas Adat Banten Kidul dan Relevansinya terhadap Resiliensi Masyarakat” bersama Henriana Hatra Wijaya selaku Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. Sesi diskusi ditutup dengan pemaparan pendapat dari anggota KNPI Malingping dan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara mengenai dinamika generasi muda dalam memahami komunitas masyarakat adat dan kekayaan budayanya. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ritual, Simbol, dan Adat: Hikayat Juang Masyarakat Lebak Tentang Caah Laut Read More »

Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Awi Ngahiji dalam bahasa Indonesia artinya adalah bambu bersatu. Awi Ngajihi ini adalah sebuah acara yang berfokus pada bambu. Awi Ngahiji dalam bahasa Indonesia artinya adalah bambu bersatu. Awi Ngajihi ini adalah sebuah acara yang berfokus pada bambu. Acara Awi Ngahiji merupakan acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yang dipimpin oleh Elizabeth. Awi Ngahiji juga bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Sanggar Kriya Bambu yang ada di RT 04 Desa Panggarangan. Acara berlangsung pada tanggal 4 Juni 2023 di RT 04 Desa Panggarangan. Kegiatan yang ada di acara Awi Ngahiji sangat menarik dan tentu saja semua kegiatan berfokus pada bambu. Banyak sekali masyarakat dari ibu-ibu dan anak-anak RT 04 Desa Panggarangan yang mengikuti kegiatan Awi Ngahiji. Kegiatan acara di acara Awi Ngahiji tersebut ada seminar. Seminar ini berfokus pada pembahasan mengenai ekonomi kreatif bambu. Selain itu, juga ada perlombaan yang di mana perlombaan ini terdiri dari 2 lomba. Perlomba pertama adalah lomba memasak kreasi rebung yang persertanya mulai dari kalangan ibu dan bapak di Desa Panggarangan. Perlombaan memasak ini bertujuan untuk memberikan edukasi ke pada masyarakat Desa Panggarangan kalau rebung itu bisa dibuat menjadi banyak kreasi makanan dan rebung juga bisa menjadi salah satu pangan atau cadangan pangan ketika bencana terjadi. Perlombaan kedua adalah perlombaan pemuda yang di mana lomba ini mirip konsep lomba kemerdekaan. Di lomba kedua ini ada 3 jenis lomba yaitu egrang, lomba makan kerupuk, dan limbo yang semuanya menggunakan peralatan bambu dalam perlombaan ini. Tujuan dari perlombaan pemuda adalah untuk meningkatkan persatuan masyarakat Desa Panggarangan. Tujuan dari diselenggarangan acara Awi Ngahiji adalah untuk memberikan edukasi mengenai bambu kepada masyarakat Desa Panggarangan. Elizabeth ingin memberikan edukasi mengenai bambu bahwa bambu itu banyak sekali manfaatnya. Mulai dari untuk kehidupan sehari-hari, bambu bisa menjadi material untuk kehidupan sehari-hari yang bisa dipakai banyak hal. Selain itu, bambu juga bisa menjadi fondasi rumah untuk tahan gempa, bisa menghasilkan air, menjadi jadi salah satu cadangan pangan, dan lainnya. Harapan dari diselenggarakannya acara Awi Ngahiji ini adalah semoga acara Awi Ngahiji atau bambu bersatu bisa dikembangkan atau dilanjutkan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara lainnya nanti atau dilanjutkan oleh masyarakat Desa Panggarangan sendiri. Semoga acara Awi Ngahiji ini bisa meningkatkan kesadaran kepada masyarakat bahwa bambu itu banyak manfaatnya dan bisa menjadi solusi terutama dibagian mitigasi dan resiliensi bencana. Selain itu, semoga dengan adanya acara Awi Ngahiji Sanggar Kriya Bambu di Desa Panggarangan bisa lebih berkembang dan banyak pemuda yang bergabung untuk lebih mengenal bambu. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Keseruan Acara Awi Ngahiji Di Desa Panggarangan Read More »

Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan Tanggal Rilis: 08 Jul 2023 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Selvithia Apriany Festmigar atau Festival Mitigasi Bencana SMANGGAR adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Dalam penyelenggaraan acara ini, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Festmigar atau Festival Mitigasi Bencana SMANGGAR adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Dalam penyelenggaraan acara ini, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Festival mitigasi bencana semanggar ini diselenggarakan di SMA 1 Panggarangan, pada 31 Mei 2023. Acara festmigar ini dipimpin oleh salah satu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara yaitu, Chintya Maria Angelina Samosir. Selain mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, festmigar juga bekerjasama dengan osis SMA 1 Panggarangan dalam membangun kelangsungan acara festmigar. Dalam acara festival mitigasi bencana semanggar, banyak sekali kegiatan-kegiatan menarik yang sudah dipersiapkan. Rangkaian kegiatan tersebut terdiri dari youth speak yaitu kegiatan peer education class to class, 4 workshop, drill tsunami, dan acara hiburan bermisi. Dalam kegiatan workshop, terdapat workshop design poster, workshop design product, workshop cemara, workshop selaras beserta perlombaan. Sedangkan untuk acara drill tsunami, siswa SMA 1 Panggarangan yang mengikuti kegiatan ini mereka melakukan simulasi tsunami sampai masuk kedalam hutan. Dalam acara hiburan, beberapa siswa SMA 1 Panggarangan menampilkan sebuah penampilan seperti menari, dan lainnya. Tidak hanya siswa SMA 1 Panggarangan yang tampil, tetapi mahasiswa UMN juga ada yang menyanyi di acara festmigar ini. Tujuan diselenggarakan event festmigar ini adalah memberikan literasi yang dikemas sedemikian agara mudah diterima oleh generasi baru terutama anak SMA yang sudah lebih matang dan bisa memahami lebih baik tenatang mitigasi bencana. Dalam membuat acara festmigara ini mahasiswa UMN mempersiapkan keseluruhan rangkaian acara dalam waktu 3 bulan. Dalam membangun acara festmigar ini, mahasiswa UMN juga mendapatkan kesulitan dalam persiapkan acara. Kesulitan tersebut adalah dalam menentukan tanggal acara, “Kesulitan yang kami alami adalah menentukan tanggal acara. Tanggal acara yang sudah kami tentukan awalnya berubah karena bertabrakan dengan jadwal acara sekolah, sehingga kami harus merubah jadwal dari rangkaian acara festmigar lagi.” Kata Chintya selaku pemimpin acara festmigar. Harapan dari diselenggarakannya acara festmigar ini semoga tiap rangkaian festmigar dapat memberikan ilmu baru dan literasi mitigasi bencana dapat terealisasikan dengan baik. “Harapan saya dengan adanya acara festmigar semoga tiap rangkaian dapat memberikan ilmu baru untuk siswa semanggar dan semoga tujuan dari acara festmigar tentang literasi mitigasi bencana dapat terealisasikan dengan baik serta bermanfaat sebagai bekal siswa semanggar.” Kata Chintya. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Acara Festival Mitigasi Bencana di SMA 1 Panggarangan Read More »

Shopping Cart