May 2025

Kedatangan Deutsche Welle Ke Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kedatangan Deutsche Welle Ke Lebak Selatan Tanggal Rilis: 11 Oct 2024 | 13:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Marcelline Tjhin Panggarangan, Lebak – Deutsche Welle mengunjungi Lebak Selatan pada 9 Oktober 2024, untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Megathrust dan mendukung komunitas terdampak bencana, dengan fokus pada peran Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dalam penanganan dan kesiapsiagaan bencana. Panggarangan, Lebak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan isu Megathrust dan memberikan dukungan kepada komunitas yang terdampak bencana, Deutsche Welle telah melakukan kunjungan ke Lebak Selatan pada 9 Oktober 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan sorotan mendalam mengenai keadaan masyarakat, termasuk Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sebagai komunitas yang membantu masyarakat dalam penanganan bencana. Setelah Deutsche Welle melakukan riset terhadap kebencanaan yang terjadi di Indonesia, media tersebut menemukan kegiatan GMLS dan tertarik untuk mencari tahu bagaimana GMLS memberikan dampak ke masyarakat di Panggarangan terkait pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini dimulai dengan pertemuan dengan Anis Faisal Reza, selaku direktur GMLS dalam membicarakan program-program yang telah dijalani oleh GMLS. Deutsche Welle akan meliput berbagai inisiatif yang telah dilaksanakan, termasuk program yang akan dijalani oleh Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. “Deutsche Welle merupakan sebuah media elektronik milik Jerman yang memiliki jaringan internasional, termasuk Indonesia. Deutsche Welle meliput berbagai topik dan salah satunya adalah lingkungan serta isu-isu lokal dari perspektif internasional.” Ujar Iryanda, wartawan Deutsche Welle. Iryanda sebagai salah satu wartawan Deutsche Welle berharap program yang dijalankan oleh GMLS beserta mahasiswa Univeritas Multimedia Nusantara dapat memberikan dampak besar kepada masyarakat dan liputan yang dibuat oleh Deutsche Welle dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia akan potensi bencana di Lebak Selatan. “Menurutku, dengan terlaksananya program Tsunami Ready sudah bagus sekali karena terdapat beberapa indikator yang dirasa sudah siap ketika memang terjadi bencana. Semoga masyarakat dapat lebih sadar akan bencana alam dan menyiapkan diri mereka masing-masing.” Selama kunjungan, tim Deutsche Welle berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan pengalaman mereka, serta melihat berbagai program bantuan yang telah dilaksanakan oleh GMLS maupun mahasiswa UMN. Selain itu, Deutsche Welle juga akan memberikan platform bagi warga untuk menyampaikan harapan dan tantangan yang mereka hadapi ketika terjadi bencana. Penulis: Marcelline Tjhin Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kedatangan Deutsche Welle Ke Lebak Selatan Read More »

MARIMBA Season 2: Membangun Minat Baca Anak

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events MARIMBA Season 2: Membangun Minat Baca Anak Tanggal Rilis: 12 May 2024 | 19:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Joshua Steven Yawan Panggarangan, Lebak – Kolaborasi antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project Batch 4 mengadakan event Mari Membaca (Marimba) Season 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (12/05/2024) bertempat di Rumah Baca Marimba, RT 04, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Lebak dan diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari anak-anak usia 5 – 12 tahun. Panggarangan, Lebak – Kolaborasi antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project Batch 4 mengadakan event Mari Membaca (Marimba) Season 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (12/05/2024) bertempat di Rumah Baca Marimba, RT 04, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Lebak dan diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari anak-anak usia 5 – 12 tahun. Marimba Season 2 merupakan bentuk keberlanjutan dari event dengan nama yang sama yang sudah pernah dilakukan pada MBKM Humanity Project Batch 3 lalu. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak di sekitar Desa Panggarangan bisa lebih sering berkunjung ke Rumah Baca Marimba dan lebih lanjut diharapkan hal ini mampu meningkatkan minat baca dalam diri anak-anak yang tinggal di Desa Panggarangan. Melody Dennise selaku ketua penyelenggara Marimba season 2 berharap dengan adanya pembaruan tersebut, dapat meningkatkan kunjungan Rumah Baca Marimba bagi masyarakat Desa Panggarangan khususnya anak-anak dan remaja. “Untuk kedepannya saya berharap teman-teman sering mengunjungi Rumah Baca dan belajar sambil bermain bersama dengan teman-teman disini” kata Melody Dennise selaku ketua penyelenggara Marimba season 2. Sutardi selaku perwakilan dari Ketua Rukun Tetangga (RT) 04 sekaligus mewakili Badan Permusyawaratan Desa (BDP) Panggarangan berharap rekan-rekan mahasiswa bisa membagikan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak di Desa Panggarangan. “Saya mohon rekan-rekan mahasiswa bisa memberikan ilmu dan pengetahuan yang sekiranya bermanfaat bagi anak-anak di sini (Desa Panggarangan) supaya anak-anak ini kelak bisa menjadi orang-orang hebat di negeri ini” kata Sutardi dalam sambutannya. Dayah Fata Fadillah selaku perwakilan dari GMLS berharap Rumah Baca Marimba tidak hanya menjadi pajangan tetapi bisa menjadi tempat anak-anak bermain secara edukatif yang menyenangkan. “Semoga, ke depannya Rumah (Baca) Marimba ini tidak hanya dijadikan pajangan saja, tetapi anak-anak bisa semakin sering berdatangan ke sini untuk membaca dan bermain” kata Dayah dalam sambutannya mewakili GMLS. Adapun hal penting yang membedakan Marimba season 2 dari event serupa yang pernah diadakan sebelumnya adalah pada kesempatan ini, penyelenggara melakukan re-dekorasi Rumah Baca Marimba untuk meningkatkan minat anak-anak berkunjung ke Rumah Baca Marimba serta membuka donasi untuk menambah variasi buku inspiratif dan edukatif serta menyediakan berbagai permainan edukatif yang diharapkan mampu melatih kemampuan motorik anak-anak di Desa Panggarangan. Penulis: Joshua Steven Yawan Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

MARIMBA Season 2: Membangun Minat Baca Anak Read More »

Petualangan Diri: Pelatihan Fasilitator Rumah Baca MARIMBA

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Petualangan Diri: Pelatihan Fasilitator Rumah Baca MARIMBA Tanggal Rilis: 07 May 2024 | 18:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Joshua Steven Yawan Panggarangan, Lebak – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program “Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project” berkolaborasi bersama ID Flow Stories mengadakan kegiatan pelatihan fasilitator Rumah Baca MARIMBA (Mari Membaca) bertajuk “Petualangan Diri”. Panggarangan, Lebak – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program “Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project” berkolaborasi bersama ID Flow Stories mengadakan kegiatan pelatihan fasilitator Rumah Baca MARIMBA (Mari Membaca) bertajuk “Petualangan Diri”. Pelatihan ini berpusat di Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan, Lebak pada Selasa (07/05/2024), pukul 10.00 – 14.30 WIB.Kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa Universitas Setia Budhi yang tergabung dalam organisasi Taman Baca Mahasiswa (TBM) Annajah dengan tujuan mendukung peningkatan minat baca khususnya anak-anak usia dini di Desa Panggarangan dengan mempersiapkan para fasilitator yang mampu mengelola serta mendampingi anak-anak yang berada di Rumah Baca MARIMBA. “Semoga workshop pelatihan untuk mempersiapkan fasilitato Marimba bisa memberikan bekal ilmu yang positif buat para peserta kedepannya” kata Kitra selaku panitia penyelenggara workshop. Untuk mencapai tujuan tersebut workshop yang diadakan di pusat kegiatan GMLS ini mengundang Resha Rashtrapatiji atau yang akrab disapa Kak Resha sebagai narasumber atau trainer untuk melatih dan mempersiapkan para peserta pelatihan. Kak Resha adalah seorang pendongeng dan founder ID Flow Stories. Kegiatan ini terdiri dari dua materi utama, antara lain adalah Self Development (mengenal dan menggali potensi diri) dan Cara Merancang Taman Baca yang Asik. Kedua materi ini dibawakan oleh Kak Resha dengan metode open discussion. “Dengan memberikan pembekalan pada fasilitator tentang bagaimana mengenal dan menggali potensi diri kami berharap fasilitator-fasilitator itu dapat merancang satu program yang asik buat mengelola taman baca sehingga anak-anak disekitar memiliki minat yang makin tinggi untuk datang ke taman baca dan belajar berbagai hal dan Alhamdullilah respon peserta sangat antusias dan tentunya harapan kita antusiasme saat latihan dilanjutkan saat praktek pendampingan di lapangan” kata Kak Resha. Rumah Baca MARIMBA sudah berdiri selama hampir satu tahun dan dibutuhkan fasilitator-fasilitator yang mampu dan mau mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat khususnya anak-anak agar minat baca pada diri anak-anak semakin meningkat. Peningkatan minat baca menjadi fokus utama Rumah Baca MARIMBA. Anis Faisal Reza atau yang akrab disapa Abah Lala selaku Ketua Umum GMLS berharap kegiatan ini bisa menjadi kolaborasi yang baik antara Taman Baca Annajah dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. “Saya bermimpi satu kampung ada satu pojok dimana ada satu tempat anak-anak untuk bermain tidak hanya berkutat dengan gadget,” ujar Ketua Umum GMLS Anis Faisal Reza. Penulis: Joshua Steven Yawan Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Petualangan Diri: Pelatihan Fasilitator Rumah Baca MARIMBA Read More »

Niskala Camp 2024: Membangun Jiwa Kewirausahaan Pemuda Desa

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Niskala Camp 2024: Membangun Jiwa Kewirausahaan Pemuda Desa Tanggal Rilis: 10 May 2024 | 18:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Joshua Steven Yawan Panggarangan, Lebak – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program “Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project” Menggelar kegiatan “Niskala Entrepreneurship Camp 2024”. Pelatihan ini berpusat di Pendopo Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan, Lebak pada Rabu (08/05/2024) hingga Jumat (10/05/2024). Panggarangan, Lebak — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui program “Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM) Humanity Project” Menggelar kegiatan “Niskala Entrepreneurship Camp 2024”. Pelatihan ini berpusat di Pendopo Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan, Lebak pada Rabu (08/05/2024) hingga Jumat (10/05/2024). “Niskala Camp 2024 merupakan sebuah pelatihan yang mengajak serta mengedukasi pemuda desa di wilayah Lebak Selatan untuk menyadari bahwa ada banyak potensi yang tersimpan di sekitar mereka bahkan di dalam diri mereka dan membantu para pemuda ini untuk bisa memanfaatkan potensi-potensi tersebut menjadi sebuah peluang berwirausaha” kata Joshua Yawan selaku panitia penyelenggara. Selama 3 hari 2 malam, 11 peserta yang berasal dari berbagai desa di wilayah Lebak Selatan ini mengikuti pelatihan intensif mengenai bagaimana cara memulai serta merintis usaha secara mandiri guna mencapai salah satu misi GMLS, yaitu Community Resilience atau Resiliensi Masyarakat. Para peserta yang terdiri dari 4 lulusan SMA dan 7 pelajar SMK ini mengikuti beberapa materi, antara lain adalah “Pembangunan Karakter”, “Sesi Motivasi dan Hypnotherapy”, dan “Entrepreneurship Workshop”. Kegiatan ini dirancang serta diselenggarakan oleh empat mahasiswa MBKM Humanity Project Batch 4, yaitu Joshua Yawan, Jennifer Landau, Aulia Syifa, dan Angeline Susanto. Keempat materi tersebut dibawakan oleh empat narasumber, yaitu Aan Anugerah yang merupakan pendiri Jagabalai dan Relawan kebencanaan yang membawakan materi “Pembangunan Karakter” melalui metode gamification dan outbond. Berikutnya adalah Susilo Dwi Hatmanto, dosen UMN sekaligus pemilik jaringan warteg di wilayah Jabodetabek yang membawakan materi “Asesmen Risiko”. Kemudian, materi berikutnya adalah “Motivasi: Pengenalan Diri dan Hypnotherapy” yang dibawakan oleh Tri Nugroho Kusumo, seorang sociopreneur dan founder dari komunitas Sadarin. Niskala Camp ditutup dengan materi “Entrepreneurship Bootcamp” yang dibawakan oleh Khairul Syafuddin, dosen Universitas Sahid Jakarta sekaligus pengusaha ternak bebek di Klaten, Jawa Tengah. Selain keempat narasumber utama tersebut, Niskala Camp 2024 juga dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Kebudayan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Lebak, Farid Surawan, S.E., Komite Ekraf Pemerintah Kabupaten Lebak bidang Edukasi sekaligus Ketua Asosisasi Pelaku Ekraf Lebak, Banitia Farish Islami, serta Ketua Lebak Ekonomi Kreatif (Leekraf) sekaligus Wakil Ketua Komite Ekraf Lebak dan founder dari Arenkula Nusantara, Andhy Yuliandi beserta para pelaku ekonomi kreatif dari Leekraf. Pada kesempatan ini, Andhy Yuliandi beserta tim Leekraf mengadakan simulasi pengolahan produk berbasis aren. Para peserta diajak untuk langsung mencoba melakukan salah satu tahap dalam berwirausaha, yaitu produksi. Andhy Yuliandi mengatakan bahwa program edukasi melalui pelatihan kewirausahaan merupakan kegiatan positif yang harus diteruskan ke wilayah lain di Lebak. “Program-program seperti ini (Niksala Camp 2024) merupakan hal yang patut dilakukan juga di seluruh wilayah Lebak guna meningkatkan kapasitas pemuda melalui ekonomi kreatif” ujar Andhy. “Kami akan terus mendukung program-program pelatihan seperti ini (Niskala Camp 2024).” tambah Andhy. Anis Faisal Reza atau yang akrab disapa Abah Lala selaku pendiri sekaligus Ketua GMLS mengatakan bahwa Niskala Camp akan menjadi agenda rutin kolaborasi antara UMN dan GMLS yang diharapkan akan terus mencetak para entrepreneur berkualitas dari wilayah Lebak Selatan. “Niskala Camp akan terus menjadi event berkelanjutan yang akan diadakan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda-beda dan akan menjadi sebuah brand tersendiri dan diharapkan jumlah peserta setiap tahunnya akan terus meningkat.” kata Abah Lala. Penulis: Joshua Steven Yawan Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Niskala Camp 2024: Membangun Jiwa Kewirausahaan Pemuda Desa Read More »

Pedagang Siaga: Komunikasi Mitigasi Bencana melalui Pedagang

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pedagang Siaga: Komunikasi Mitigasi Bencana melalui Pedagang Tanggal Rilis: 11 May 2024| 07:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Anastasia Sekar Maharani Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS),berkolaborasi bersama dua mahasiswa dari Proyek MBKM Humanity Project Angkatan ke-4Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yaitu Anastasia Sekar Maharani dan JesslynAngelina dengan menyelenggarakan seminar berjudul “Kunci Sukses Menarik Pelanggandan Menjadi Pedagang Siaga”. Panggarangan, Lebak (11/5) – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berkolaborasi bersama dua mahasiswa dari Proyek MBKM Humanity Project Angkatan ke-4 Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yaitu Anastasia Sekar Maharani dan Jesslyn Angelina dengan menyelenggarakan seminar berjudul “Kunci Sukses Menarik Pelanggan dan Menjadi Pedagang Siaga”. Seminar ini diselenggarakan di Pendopo Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan, Banten, pada hari Sabtu, 11 Mei 2024, dan dilakukan pada pukul 19.00 – 21.30 WIB. Acara ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas pedagang di Panggarangan agar selalu siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sekaligus menyebarkan informasi tentang mitigasi bencana kepada masyarakat sekitar, khususnya mengenai potensi adanya bencana alam tsunami. Seminar tersebut dibawakan oleh Nike Putri Yunandika, seorang dosen dan praktisi Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara. Para pedagang dibekali informasi seputar teknik berjualan, cara berkomunikasi dengan pelanggan, serta bagaimana menjadi agen komunikasi mitigasi bencana. Selain itu, Anis Faisal Reza atau lebih dikenal dengan panggilan Abah Lala, menyampaikan sedikit pesan tentang upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami di lingkungan, serta mengajak para pedagang untuk menjadi perpanjangan tangan dari komunikasi mitigasi bencana. Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan pemberian seragam kepada para pedagang, termasuk topi, rompi, dan tas siaga bencana. Para pedagang juga diberikan informasi seputar tugas seorang Pedagang Siaga, dimana para pedagang dijadikan mitra dari GMLS untuk menjadi agen komunikasi mitigasi bencana yang memiliki tugas untuk menyebarluaskan ke masyarakat tentang adanya potensi tsunami besar megathrust dan memberikan edukasi mitigasi kepada mereka. Para pedagang yang hadir berjumlah 21 orang, yang juga merupakan bagian dari PKC (Pedagang Keliling Community) dan ZIPAC (Zejak Insan Pedagang Community), secara resmi dijadikan Pedagang Siaga setelah acara selesai. Mereka secara antusias akan melaksanakan tugas dari Pedagang Siaga dan media berjualan mereka pun, seperti gerobak, motor, atau stan jualan mereka akan difasilitasi poster dan stiker dengan tema “Hayu Urang Siaga Caah Laut”, yang berarti “Ayo, kita siaga banjir laut (tsunami)”, sekaligus mendukung salah satu program GMLS, yaitu program Tsunami Ready. Penulis: Anastasia Sekar Maharani Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: [Dokumentasi Seminar Pedagang Siaga](https://drive.google.com/drive/folders/1-f6rYl4qdoDxZogTmEAoFxyatvKO5YKI)   Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pedagang Siaga: Komunikasi Mitigasi Bencana melalui Pedagang Read More »

Be Hero (Bayah’s Hero): Edukasi Mitigasi dan Resiliensi dalam Kreativitas

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Be Hero (Bayah’s Hero): Edukasi Mitigasi dan Resiliensi dalam Kreativitas Tanggal Rilis: 21 Nov 2023 | 10:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cindy Oktaviani & Sindy Monica Panggarangan, Lebak – Menyelamatkan orang sekitar ketika terjadi bencana menjadi salah satu peran penting dalam manajemen kebencanaan. Pada dasarnya setiap orang dapat menjad pahlawan yang menjadi penyelamat pada saat bencana, bagi orang lain dan terlebih menjadi sosok pahlawan untuk diri sendiri agar dapat menyelamatkan diri dari bencana gempa maupun tsunami. Maka dari itu, diperlukan kapasitas dan kemampuan dalam meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dalam menghadapi diri dari bencana. Bayah, Lebak – Menyelamatkan orang sekitar ketika terjadi bencana menjadi salah satu peran penting dalam manajemen kebencanaan. Pada dasarnya setiap orang dapat menjad pahlawan yang menjadi penyelamat pada saat bencana, bagi orang lain dan terlebih menjadi sosok pahlawan untuk diri sendiri agar dapat menyelamatkan diri dari bencana gempa maupun tsunami. Maka dari itu, diperlukan kapasitas dan kemampuan dalam meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri dalam menghadapi diri dari bencana. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan untuk beradaptasi terhadap bencana, Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan Mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dalam melaksanakan kegiatan bernama BE HERO yang berbentuk edukasi bagi siswa-siswi SMAN di SMAN 01 BAYAH pada hari Sabtu (21/11). Nama “BE HERO” diambil dari kata Bayah’s Hero (Pahlawan Bayah). Be Hero hadir dengan harapan untuk membantu siswa-siswi agar dapat menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan siap dalam menyelamatkan diri dari bencana. Dalam kegiatan ini, diadakan beberapa rangkaian acara di dalamnya untuk mengajak antusiasme siswa-siswi dalam mempelajari hal tersebut yang dikemas dalam sebuah kreatifitas. Kegiatan Be Hero ini diikuti secara meriah oleh seluruh siswa-siswi SMAN 01 Bayah sekaligus dihadiri oleh Bapak Kepala Sekolah Asep Darmamulya beserta jajaran guru lainnya yang kemudian dihadiri oleh Bapak Anis Faisal Reza selaku ketua dari Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan juga dihadiri oleh Ibu Advenita Gita Elmada selaku dosen kordinator MBKM Proyek kemanusiaan pada Program Studi Strategic Communications UMN. “Kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk menyadarkan bahwa mereka berada di zona yang berbahaya dan minimal mereka mengetahui cara untuk menyelamatkan diri,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bayah Asep Darma Mulya. “Ada sesuatu di Selatan yang bisa kita tonjolkan, walau dalam segi prestasi akademik mungkin kita sulit bersaing dengan yang di kota. Namun, secara kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko terburuk dari bencana kita selangkah lebih unggul,” ujar Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza. Sebagai kelanjutan dari kegiatan pre-event sebelumnya, kegiatan Be Hero yang dilaksanakan pada Sabtu (21/11) kemarin terdiri dari tiga rangkaian acara lainnya. Kegiatan bertaut festival ini menghadirkan Bazar UMKM yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 11 dengan menghadirkan total 8 stand bazar di dalamnya. Hal ini dibuat dengan tujuan untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat terutama siswa-siswi SMAN 01 Bayah agar memiliiki daya juang ekonomi dan bertahan saat pasca bencana. Selama berlangsungnya acara, siswa-siswi tersebut juga diminta untuk mempresentasikan makanan serta minuman yang mereka jual pada bazar UMKM tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara lainnya yaitu performance dengan tujuan untuk meningkatkan antusiasme serta kesadaran siswa-siswi dan juga komunitas sekolah tentang kesiapsiagaan dari bencana yang mungkin akan mereka hadapi nantinya. Kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dikemas dengan sebuah performance mengharapkan agar siswa-siswi dapat belajar terkait dengan mitigasi kebencanaan lebih lanjut pada saat persiapan dan juga lomba. Penampilan yang dilakukan dikemas dengan menarik melalui tari, nyanyian, dan juga teater yang di dalamnya berisikan pesan terkait mitigasi bencana. Hal ini dilakukan untuk memengaruhi emosi penonton dalam memahami pesan yang ingin disampaikan agar dapat lebih melekat dalam pikiran mereka yang melihatnya. Dilanjutkan dengan kegiatan terakhir dari rangkaian yaitu lomba cerpen. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan intelektual peserta dalam berpikir secara kreatif melalui cerpen. Lomba yang dilakukan mengambil tema terkait dengan mitigasi bencana yang dijadikan dalam sebuah buku berjudul “Laut Bercerita”. Pembuatan dan pembacaan cerpen yang dilakukan oleh siswa-siswi juga dikemas semenarik mungkin agar pesan terkait dengan mitigasi kebencanaan bisa tersampaikan kepada seluruh siswa-siswi SMAN 01 Bayah berserta komunitas sekolah lainnya. Kegiatan Be Hero Festival diakhiri dan ditutup dengan kegiatan doorprize dan juga pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Penulis: Cindy Oktaviani dan Sindy Monica Link Dokumentasi: Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita Elmada Communication and Media Relations Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Be Hero (Bayah’s Hero): Edukasi Mitigasi dan Resiliensi dalam Kreativitas Read More »

PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu Tanggal Rilis: 19 Nov 2023 | 13:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Panggarangan, Lebak – Restorasi kondisi ekonomi pascabencana merupakan hal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat yang terdampak oleh bencana. Ketangguhan dan kemampuan masyarakat untuk memulihkan ekonomi dan taraf hidupnya pada kondisi pascabencana tersebut dilatih dan ditingkatkan melalui berbagai upaya yang termasuk dalam program peningkatan resiliensi masyarakat. Panggarangan, Lebak – Restorasi kondisi ekonomi pascabencana merupakan hal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat yang terdampak oleh bencana. Ketangguhan dan kemampuan masyarakat untuk memulihkan ekonomi dan taraf hidupnya pada kondisi pascabencana tersebut dilatih dan ditingkatkan melalui berbagai upaya yang termasuk dalam program peningkatan resiliensi masyarakat. Pada tingkat keluarga, peran ibu rumah tangga dalam pemulihan ekonomi keluarga pascabencana sangat krusial. Sebagai pengelola utama dari keberlangsungan ekonomi rumah tangga, ibu rumah tangga seringkali menjadi tulang punggung keluarga dalam proses adaptasi dan pemulihan ekonomi sehari-hari. Mereka juga sering menjadi penghubung komunitas dalam berbagi informasi, sumber daya, dan dukungan sosial. Hal ini disadari oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan yang berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III Universitas Multimedia Nusantara. Hal itu menjadi alasan diselenggarakannya lokakarya PRABU yang juga berkolaborasi dengan Sanggar Lokacipta Nawasena, Arenkula Nusantara, dan Bejod Magic Bamboo pada hari Minggu (19/11). Program peningkatan resiliensi yang dilaksanakan ini berfokus pada ibu rumah tangga, yang memiliki peranan penting dalam membangun kembali perekonomian keluarga dan komunitas. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pemulihan kondisi masyarakat pascabencana dapat menyentuh berbagai sektor dan elemen kemasyarakatan, dengan mengakui dan memperkuat peran mereka dalam mendukung keberlangsungan hidup dan menggerakkan roda perekonomian setempat. PRABU merupakan akronim dari “Prakarya Bambu”. Lokakarya yang bertujuan untuk melatih para ibu rumah tangga (IRT) di RT 04 dan RT 06 Desa Panggarangan dalam praktik membuat dan memasarkan anyaman bambu ini dihadiri oleh CEO Arenkula Nusantara dan Ketua Lebak Ekonomi Kreatif Andhy Yuliandi, Pendiri Bejod Magic Bamboo Kyai Muhammad Nasir Ali Muhidin, Ketua GMLS Anis Faisal Reza, dan 27 orang ibu rumah tangga dari RT 04 dan RT 06 Desa Panggarangan. Lokakarya diawali dengan pemaparan materi mengenai resiliensi masyarakat dalam situasi pascabencana oleh Ketua GMLS Anis Faisal Reza. Dalam pemaparan ini, Anis kembali menekankan pentingnya upaya peningkatan resiliensi dan pemulihan pascabencana yang inklusif, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan dan mengonsolidasi berbagai sektor yang telah pulih secara perlahan, khususnya sektor ekonomi. Rangkaian kegiatan dalam lokakarya ini dilanjutkan dengan serah terima mesin irat bambu secara simbolis dari Universitas Multimedia Nusantara kepada Sanggar Lokacipta Nawasena. Penyerahan mesin irat tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai “Promosi dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif” oleh Andhy Yuliandi dari Arenkula Nusantara. Materi yang dipaparkan pada sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempertegas pentingnya peran aktivitas promosi dalam meningkatkan laju perkembangan ekonomi kreatif di wilayah Panggarangan, terutama dalam bisnis anyaman bambu. Pemaparan tersebut mengawali sesi utama dari lokakarya ini, yaitu lokakarya anyaman bambu yang dibawakan oleh Kyai Muhammad Nasir Ali Muhidin. Dalam sesi lokakarya ini, para peserta diajarkan untuk membuat berbagai produk dekoratif dengan teknik anyaman bambu, mulai dari besek hingga anyaman berpola. Lokakarya diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat kepada para narasumber, sesi foto bersama, dan pembagian bingkisan dari PRABU kepada para peserta yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penulis: Jason Adiwimarta Torar Link Dokumentasi: Dokumentasi-GMLS-PRABU Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita Elmada Communication and Media Relations Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

PRABU: Tumbuhkan Asa melalui Anyaman Bambu Read More »

MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini Tanggal Rilis: 18 Nov 2023 | 16:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Cindy Oktaviani & Sindy Monica Di tengah dunia yang penuh dengan digitalisasi, tingkat literasi membaca semakin menurun dan perlahan diabaikan oleh masyarakat. Terutama anak-anak, handphone menjadi hal yang lebih dekat dengan mereka saat ini. Namun, literasi sendiri menjadi hal yang penting bagi mereka untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Sehingga peningkatan literasi dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Panggarangan, Lebak – Di tengah dunia yang penuh dengan digitalisasi, tingkat literasi membaca semakin menurun dan perlahan diabaikan oleh masyarakat. Terutama anak-anak, handphone menjadi hal yang lebih dekat dengan mereka saat ini. Namun, literasi sendiri menjadi hal yang penting bagi mereka untuk menambah ilmu dan pengetahuan. Sehingga peningkatan literasi dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Melihat hal tersebut, kegiatan Marimba diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN untuk meningkatkan literasi anak-anak. Kegiatan Marimba dilaksanakan pada hari Sabtu (18/11) di RT.04 Desa Panggarangan. Marimba merupakan gabungan dari kata “Mari Membaca Bersama”. Kegiatan ini dibentuk dengan tujuan untuk menjadi wadah edukasi mengenai pentingnya sebuah literasi dan membangun kegemaran membaca untuk kalangan anak-anak. Kegiatan Marimba terdiri dari penampilan storytelling diiringi dengan gitar yang dihadiri oleh Resha Rashtrapatiji dari ID Flow Stories sebagai narasumber, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, serta Tardi selaku perwakilan masyarakat RT.04 dan Perwakilan Taman Baca Masyarakat Annajah. Selain itu juga dihadiri oleh 55 orang anak – anak dari RT 04 Desa Panggarangan yang mengikuti kegiatan kampanye membangun kegemaran membaca. “Kultur di Desa Panggarangan memiliki kultur yang cenderung masih tradisional, sehingga dengan kegiatan ini dapat membangun kemajuan dan menambah ilmu serta dapat menjadi motivasi untuk anak-anak semua dalam membaca,” ujar Pak Tardi selaku perwakilan RT.04 “Perkembangan zaman yang berkembang di ancam oleh digitalisasi seperti handphone. Maka diperlukan tempat untuk anak-anak berkumpul sambil membaca dan bermain. Terutama kita harus membangun desa ini agar dapat bisa menambah ilmu yang lebih luas lagi. Semoga dengan adanya pembangunan rumah baca ini anak-anak bisa belajar dan semakin meningkat daya tarik baca.” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat membuka kegiatan ini. Sesi storytelling dilakukan dengan gitar sambil bernyanyi oleh Resha Rashtrapatiji menceritakan tentang anak yang tidak boleh keseringan memainkan handphone dan coba untuk menggantinya dengan lebih sering membaca. Sesudah dilakukan kegiatan storytelling juga diramaikan dengan kegiatan Fun Literacy Acitivity bersama perwakilan Taman Baca Masyarakat Annajah. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajak anak-anak untuk mengumpulkan kartu-kartu potongan cerita kemudian digabungkan sehingga menjadi sebuah cerita yang sempurna secara cepat atau disebut estafet card. Ketika anak-anak berhasil menyusun cerita tersebut, mereka diminta untuk menceritakan kembali apa yang telah mereka susun sebelumnya. Setelah sesi tersebut selesai, kegiatan Marimba diakhiri dengan mengajak narasumber dan anak-anak RT.04 untuk melakukan foto bersama dan membagikan merchandise sebagai bentuk terima kasih kepada anak-anak karena telah berpartisipasi dalam kegiatan Marimba. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

MARIMBA (Mari Membaca Bersama): Tingkatkan Literasi di Tengah Digitalisasi Sejak Dini Read More »

SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat Tanggal Rilis: 18 Nov 2023 | 12:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Keberadaan relawan dalam lingkup penanggulangan bencana di masyarakat merupakan sebuah aspek yang sangat krusial. Sebagai salah satu komponen terdepan dalam proses evakuasi saat bencana terjadi, kompetensi relawan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang tugasnya saat terjadi bencana. Panggarangan, Lebak – Keberadaan relawan dalam lingkup penanggulangan bencana di masyarakat merupakan sebuah aspek yang sangat krusial. Sebagai salah satu komponen terdepan dalam proses evakuasi saat bencana terjadi, kompetensi relawan menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang tugasnya saat terjadi bencana. Menyadari hal tersebut, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN dan Relawan Tanggap Bencana Desa (RTBD) melaksanakan kegiatan SAHABAT pada hari Sabtu (18/11). Kegiatan ini diselenggarakan di Villa Hejo Kiarapayung. SAHABAT merupakan akronim dari jargon “Sadar, Hadapi, Tanggap Bencana”. Kegiatan ini merupakan sebuah lokakarya klaster kesehatan yang bertujuan untuk melatih para relawan tanggap bencana dalam memahami dan mengimplementasikan prosedur operasi standar (POS) pada skenario tanggap darurat. Lokakarya yang terdiri dari sesi pemaparan ilmu dan praktik pertolongan pertama pada skenario kebencanaan ini dihadiri oleh dr. Rudiansyah dari Puskesmas Panggarangan sebagai narasumber, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza, beserta 11 orang relawan dari GMLS dan sebagai peserta lokakarya. “Lokakarya ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para relawan, baik dari GMLS dan RTBD, untuk memperluas khazanah ilmu pengetahuan mengenai prosedur tanggap bencana. Ilmu yang disampaikan dalam lokakarya ini merupakan hal yang baik, yang dapat menjadi bekal bagi para relawan dalam menghadapi kondisi bencana yang sebenarnya,” ujar Ketua GMLS Anis Faisal Reza saat membuka lokakarya ini. Pada sesi pemaparan ilmu dalam lokakarya ini, para relawan menerima pembekalan mengenai prinsip pertolongan pertama pada korban bencana, cara menghitung denyut nadi, serta prosedur operasi standar yang harus dilakukan untuk menangani berbagai skenario kebencanaan, seperti patah tulang, luka terbuka, gigitan ular dan binatang berbisa, hingga sengatan dari hewan laut. Sesudah mendapatkan pemaparan teoretis mengenai prosedur operasi standar tanggap darurat, para relawan juga mendapatkan kesempatan langsung untuk mempraktikkan ilmu yang telah mereka dapatkan melalui studi kasus yang dipandu langsung oleh dr. Rudiansyah. Dalam sesi ini, para relawan mempraktikkan upaya pertolongan pertama pada berbagai skenario, mulai dari patah tulang, luka terbuka, hingga gigitan ular dan hewan berbisa. Tak hanya itu, para relawan juga dibekali dengan pengetahuan mengenai prosedur bantuan hidup dasar (BHD) yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti resusitasi jantung paru-paru (RJP) untuk korban yang mengalami henti napas, dan Heimlich Maneuver untuk korban yang tersedak atau tenggelam. Setelah sesi praktik tersebut selesai dilakukan, lokakarya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara relawan dan dr. Rudiansyah. Pada sesi tanya jawab tersebut, dr. Rudiansyah memberikan penekanan mengenai pentingnya buku saku pertolongan pertama sebagai acuan dasar bagi para relawan dalam memberikan pertolongan kepada para korban bencana. Lokakarya diakhiri dengan makan siang dan ramah-tamah bersama dr. Rudiansyah, para relawan dari GMLS dan RTBD, serta mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

SAHABAT: Perkuat Ilmu Melalui Pelatihan Tanggap Darurat Read More »

Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 16 Nov 2023| 17:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Jason Adiwimarta Torar Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui kolaborasinya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyepakati pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami dengan jenis Warning Receiver System New Generation (WRS New Gen) melalui surat resmi yang diterima GMLS pada Jumat (16/11). Panggarangan, Lebak – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melalui kolaborasinya dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyepakati pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami dengan jenis Warning Receiver System New Generation (WRS New Gen) melalui surat resmi yang diterima GMLS pada Jumat (16/11). Pemasangan Peralatan Diseminasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami WRS New Gen tersebut adalah salah satu upaya BMKG untuk memperluas jangkauan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di berbagai wilayah, yang merupakan bagian dari pelaksanaan Proyek Prakarsa Ketangguhan Indonesia, atau yang lebih dikenal sebagai Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP). WRS New Gen diproyeksikan akan terpasang di 75 titik di seluruh Indonesia, termasuk Command Center GMLS dan lokasi strategis milik lembaga lain di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar lembaga yang akan menerima alat tersebut merupakan lembaga pemerintah, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Hingga saat ini, GMLS menjadi satu-satunya komunitas masyarakat yang akan mendapatkan akses WRS New Gen. Rencana pemasangan alat WRS New Gen tersebut disambut baik oleh Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Ia mengungkapkan bahwa WRS New Gen memiliki banyak kelebihan dibandingkan WRS yang selama ini digunakan GMLS dalam mengakses informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. “Sebelum ada WRS yang khusus, kita harus mengakses website WRS. Tapi dengan alat ini, beberapa kendala, seperti dependensi pada koneksi seluler saat bencana, bisa teratasi,” ujar Anis. Salah satu kelebihan terbesar WRS New Gen dibandingkan sistem WRS lain adalah konektivitasnya yang menggunakan koneksi VSAT. Koneksi tersebut memungkinkan WRS New Gen untuk menjalin komunikasi dua arah secara terus menerus dan terintegrasi penuh dengan BMKG Pusat. BMKG dapat dengan mudah melakukan monitoring dan penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami secara real-time. WRS New Gen juga dapat beroperasi 24 jam penuh, dan kondisinya dapat dipantau secara remote oleh BMKG Pusat. Tanpa dependensi pada koneksi seluler, penyebaran informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami saat bencana melanda melalui WRS New Gen memiliki resiliensi yang lebih tinggi dibandingkan sistem WRS konvensional. BMKG memproyeksikan bahwa tingkat keberhasilan penyebaran informasi melalui WRS New Gen kepada lembaga interface (lokasi instalasi WRS New Gen) berada di atas 90%. Dengan adanya kesepakatan untuk melakukan pemasangan WRS New Gen, GMLS juga berkomitmen melakukan pengembangan teknologi pendukung seperti radio siaga desa dan sirine mandiri desa dalam waktu dekat, untuk mendukung efisiensi dan kecepatan diseminasi informasi dari WRS New Gen kepada masyarakat di wilayah Lebak Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 Maria Advenita Gita ElmadaCommunication and Media RelationsGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 896-3565-9054 Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Jalin Kolaborasi Bersama BMKG, GMLS Siap Operasikan Sistem WRS New Gen di Lebak Selatan Read More »

Shopping Cart