Uncategorized

Template Events – Sistem Peringatan Dini Gempa Cerdas Mulai Diuji di Lebak Selatan, GMLS Jadi Stakeholder Utama – Copy

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Sistem Peringatan Dini Gempa Cerdas Mulai Diuji di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 29 Mei 2025 | 18:09 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Anis Faisal Reza LEBAK SELATAN, JAWA BARAT – Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi Cerdas atau Smart Early Earthquake Warning System (Smart-EEWS) resmi mulai diuji coba di wilayah Lebak Selatan, Jawa Barat, pada 21-25 Mei 2025. Uji coba ini dilaksanakan oleh tim gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang terdiri dari 14 orang ahli. Dalam program ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dipilih sebagai stakeholder khusus yang berperan penting dalam penerapan sistem peringatan dini gempa terbaru di Indonesia. Pemilihan GMLS didasarkan pada posisi Lebak Selatan yang rawan gempa serta pengalaman dan infrastruktur GMLS dalam penanggulangan bencana. Sebagai bagian dari uji coba, sensor gempa canggih telah dipasang di Command Center GMLS sebagai langkah awal modernisasi sistem peringatan di daerah tersebut. “Kami merasa terhormat dipilih sebagai stakeholder khusus. Selama lima tahun terakhir, kami telah aktif di bidang mitigasi bencana dengan dukungan infrastruktur yang memadai untuk skala desa,” ujar Abah Lala, Direktur GMLS, pada Jumat (23/5). Uji coba ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga warga biasa. Di Sukabumi, tim melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, BPBD, dan PMI untuk menyelaraskan program dengan sistem penanggulangan bencana yang sudah ada. Selanjutnya di Pelabuhan Ratu, dilakukan identifikasi pemangku kepentingan dan survei kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa. Puncak kegiatan berlangsung di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, di mana tim bekerja langsung dengan GMLS untuk menguji lima komponen utama sistem Smart-EEWS. Komponen ini meliputi penyebaran informasi melalui peralatan terpasang di masjid, sekolah, dan puskesmas, survei ketahanan bangunan, pemetaan jalur evakuasi, pengumpulan data risiko rumah, serta perencanaan pengurangan korban. Pada hari terakhir, tim menggunakan drone untuk memetakan batas wilayah Desa Panggarangan secara akurat. Pemetaan ini penting untuk membuat peta evakuasi yang tepat dan cepat saat terjadi gempa. “Kombinasi sensor gempa, sistem komunikasi terintegrasi, dan teknologi drone menjadikan Smart-EEWS sistem peringatan dini yang lengkap,” jelas Abah Lala. Media juga dilibatkan untuk menyebarkan informasi peringatan dini dengan cepat kepada masyarakat. Respons warga setempat sangat positif, dengan banyak yang merasa terbantu karena kini ada teknologi yang bisa memberi peringatan gempa lebih cepat daripada sekadar mengandalkan firasat. Implementasi Smart-EEWS di Lebak Selatan adalah langkah penting menuju Indonesia yang lebih siap menghadapi bencana. Sensor gempa yang mampu mendeteksi aktivitas seismik dalam hitungan detik diharapkan bisa mengurangi jumlah korban jiwa akibat gempa. Keberhasilan uji coba di Lebak Selatan akan menjadi contoh bagi daerah rawan gempa lain di Indonesia. Kolaborasi antara teknologi canggih, organisasi lokal seperti GMLS, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Selanjutnya, tim Smart-EEWS akan menganalisis data yang terkumpul selama uji coba untuk memperbaiki dan menyempurnakan sistem sebelum diterapkan penuh di seluruh wilayah. “Kami yakin Smart-EEWS akan membawa perubahan besar dalam sistem peringatan dini gempa di Indonesia. Dukungan dari GMLS dan antusiasme masyarakat adalah modal utama kesuksesan program ini,” tutup Abah Lala. Dengan adanya sensor gempa di Command Center GMLS dan peran GMLS sebagai stakeholder khusus, Lebak Selatan siap menjadi pelopor penggunaan teknologi peringatan dini gempa bumi tercanggih di Indonesia. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Admin: Dayah Fata FadillahGugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 858-8820-0600 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Template Events – Sistem Peringatan Dini Gempa Cerdas Mulai Diuji di Lebak Selatan, GMLS Jadi Stakeholder Utama – Copy Read More »

Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata!

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata! Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 15:00 Tags: Edukasi, Board Game Penulis: Sidra Shabirah Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan board game sebagai media pembelajaran mulai mencuri perhatian dunia pendidikan. Kita sering mendengar cerita tentang bagaimana permainan edukatif ini diterapkan di kelas. Serunya lagi, kita juga akan membahas salah satu board game edukatif yang sedang digunakan, yaitu “Siaga Kata”. Yuk, kita mulai! Ketika Gadget Jadi Tantangan, Board Game Jadi Solusi Di era digital seperti sekarang, tantangan terbesar guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga mengalahkan distraksi dari gadget. Banyak siswa mudah kehilangan fokus, cepat bosan, dan kesulitan mengingat materi pelajaran. Hal ini dirasakan langsung oleh Ibu Muflihatun Hasanah, seorang guru RA Annajah yang berada di kampung Cipurun, Situregen, Banten. Beliau mengungkapkan bahwa anak-anak lebih suka bermain handphone dibandingkan belajar, kalau belajar mereka cepat bosan dan cenderung tidak semangat. Solusi yang ia temukan adalah menggabungkan proses belajar dengan permainan edukatif, salah satunya menggunakan media pembelajaran gamifikasi seperti penggunaan board game. Media pembelajaran menggunakan berbasis gamifikasi ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga membawa unsur edukatif yang mendalam, khususnya dalam membentuk karakter, keterampilan, dan memperkuat kecerdasan saat bermain. Apa Manfaat Board Game di Dalam Kelas? Ternyata, setelah board game diterapkan di kelas, banyak manfaat positif yang muncul, di antaranya: Pembelajaran jadi lebih interaktif dan efektif. Proses belajar tidak lagi membosankan. Siswa lebih terlibat aktif dan memahami materi secara lebih menyenangkan. Meningkatkan rasa percaya diri siswa. Saat bermain, siswa tidak malu untuk salah karena suasana kompetitif yang sehat membuat mereka lebih berani mencoba. Mengasah keterampilan berpikir kritis dan teliti. Permainan ini mendorong siswa untuk berpikir cepat, tepat, dan menyusun strategi bersama timnya. Menumbuhkan nilai sosial dan karakter positif. Seperti kejujuran, sportivitas, rasa saling menghargai, dan kemampuan bekerja sama antar siswa. Meningkatkan daya ingat terhadap materi. Karena pembelajaran disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan, siswa jadi lebih mudah mengingat konsep yang diajarkan. Kenalan Yuk: Board Game “Siaga Kata” Siaga Kata adalah board game edukatif yang dirancang untuk meningkatkan literasi membaca dan pemahaman tentang kebencanaan. Kata “Siaga” merupakan singkatan dari “Siap Tanggap Bencana”, menggambarkan esensi dari permainan ini menyiapkan anak-anak agar lebih tanggap dalam menghadapi situasi bencana. Komponen dalam Board Game : 15 Kartu Siaga Kata magnetic 1 Papan Permainan Huruf-huruf alphabet magnetic  Spidol dan penghapus ⁠2 Penyangga papan Tujuan Utama Permainan : Meningkatkan kemampuan membaca anak-anak secara menyenangkan Menanamkan pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana Cara Bermain “Siaga Kata” : Bagi peserta menjadi dua tim: Tim A dan Tim B, masing-masing terdiri dari 15 orang. Kedua tim akan berkompetisi menyusun 15 kata dari kartu Siaga yang telah disediakan. Tim tercepat akan diminta membaca ulang kata yang sudah disusun. Jika benar, mereka mendapatkan 1 poin per kartu. Setelah seluruh kartu disusun, tim dengan jumlah poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Kesimpulan Board game Siaga Kata menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak selalu harus kaku dan membosankan. Melalui media seperti board game “Siaga Kata”, guru bisa menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Anak-anak tidak hanya memahami pelajaran, tapi juga belajar tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini. Jadi, sudah siap membawa board game “Siaga Kata” ke dalam kelasmu juga? Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata! Read More »

5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles 5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 14:00 Tags: Resiliensi, Edukasi, Literasi Penulis: Natasha Evangelista Lebak Selatan dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Namun, kawasan ini juga menghadapi risiko gempa dan tsunami yang tidak bisa diabaikan. Kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak saat bermain di luar rumah menjadi semakin pekat. Di sinilah GMLS berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN)–menghadirkan Marimba, sudut baca kecil yang kini sudah hadir di tiga kampung: Panggarangan, Nagajaya, dan Cipurun. Marimba menjadi tempat yang hangat dan menyenangkan untuk bermain, belajar, dan mengenal cara menghadapi risiko bencana tanpa rasa takut. Berikut lima cara yang diterapkan GMLS dan UMN lewat Marimba untuk menumbuhkan ketangguhan anak-anak di Lebak Selatan. 1. Menciptakan ruang belajar yang ramah anak dan mudah diaksesMarimba tumbuh dari sudut-sudut rumah dan sekolah di kampung, dilengkapi rak buku, poster warna-warni, dan tikar tempat anak-anak duduk belajar sambil bermain. Kehadiran Marimba di tiga kampung ini memudahkan anak-anak untuk mendapatkan edukasi kebencanaan dalam suasana yang menyenangkan dan aman. 2. Menggabungkan literasi dengan edukasi kebencanaan secara interaktif Anak-anak belajar mengenal tanda-tanda bahaya dan langkah evakuasi lewat cerita, nyanyian, dan permainan yang menyenangkan sehingga mereka paham pentingnya kesiapsiagaan tanpa merasa takut. 3. Melibatkan komunitas dan orang tua sebagai bagian dari proses Dengan dukungan guru dan orang tua, pengetahuan kebencanaan jadi bagian keseharian anak-anak dan dipercaya sebagai fondasi penting untuk masa depan mereka. 4. Menggunakan pendekatan yang menanamkan rasa percaya diri, bukan rasa cemasPendidikan kebencanaan di Marimba dirancang agar anak-anak tumbuh dengan rasa ingin tahu dan keberanian menghadapi situasi tak terduga, bukan ketakutan. 5. Menumbuhkan minat baca sebagai jembatan kecerdasan dan ketangguhan Sejak Marimba hadir, minat baca anak-anak di kampung mulai meningkat. Mereka jadi lebih percaya diri dan aktif di sekolah, baik itu saat membahas materi bencana alam maupun perhitungan. GMLS percaya bahwa menyiapkan generasi tangguh tidak bisa ditunda, terutama di daerah rawan bencana seperti Lebak Selatan. Marimba adalah contoh kecil dari upaya besar yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi banyak pihak. Mau ikut berkontribusi? Yuk, dukung Marimba agar bisa terus berkembang dan melahirkan tawa bagi anak-anak di Lebak Selatan. Dukungan dapat disalurkan melalui: Sumbangan buku dan sarana pembelajaran Menjadi fasilitator atau relawan Donasi uang melalui saweria.org/GMLS Untuk mengetahui lebih lanjut atau punya cara lain untuk membantu, jangan ragu untuk langsung menghubungi GMLS. Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masa depan anak-anak di Lebak Selatan. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan Read More »

Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa)

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 13:00 Tags: Tsunami, Edukasi, Musik Penulis: Yvest Tanno   Katanya, ketika bencana, kita harus evakuasi. Akan tetapi, apakah arti evakuasi dan bagaimana caranya?.. Menurut World Risk Report 2023, Indonesia merupakan negara peringkat kedua dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia. Salah satunya, Tsunami, yang merupakan serangkaian gelombang ombak yang besar dan tinggi. Ketika tsunami, kira-kira bagaimana cara evakuasinya? Mari bersama-sama kita pelajari dan nyanyikan Jingle Evakuasi: 20-20-20! Lirik: Tsunami, sang ombak raksasaKalau datang, menghancurkan Hati-Hati dan evakuasi Artinya selamatkan diri Ketika merasakan gempa bumiHitung satu sampai dua puluh Berlindung hingga gempa selesai Lari ke tempat tinggi Dua puluh detik bumi bergetarDua puluh menit evakuasi Dua puluh meter ketinggiannya Lari ke tempat tinggi Lari bersama-sama Kita selamat bersama   Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Jingle Evakuasi: 20-20-20 merupakan bagian dari Lagu mitigasi bencana tsunami “Sang Ombak Raksasa”, yang dirilis oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui project Eve Act Notes. Karya dari Yvest Tanno ini merupakan bagian dari Humanity Project Batch VI UMN, yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak mengenai bencana tsunami serta skema evakuasi 20-20-20.  Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) diangkat dari salah satu panduan evakuasi yang menjadi skema mitigasi bencana tsunami Selatan Jawa, yaitu skema 20-20-20. Dimana, apabila masyarakat merasakan gempa bumi selama 20 detik, terdapat potensi tsunami terjadi dalam 20 menit, sehingga masyarakat harus mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi, dengan ketinggian minimal 20 meter.  Lalu, apa sih pentingnya Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa)? 3 Pelajaran dari Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) 1. Berlindung dan Berhitung Ketika merasakan gempa bumi, segera berlindung dan berhitung. Apabila gempa bumi berlangsung selama 20 detik atau lebih, artinya terdapat potensi tsunami, dan harus segera evakuasi.  2. 20-20-20 20-20-20 dalam skema evakuasi bencana tsunami artinya 20 detik, 20 menit, dan 20 meter. Segera lari ke tempat tinggi dengan ketinggian minimal 20 meter, dalam 20 menit. Jangan tunggu lebih lama lagi. 3. Bersama-sama Apalah arti evakuasi apabila seorang hanya selamat sendiri? Selain selamatkan diri, selamatkanlah orang lain apabila memungkinkan. Sampaikan potensi tsunami, dan ajak orang terdekat untuk evakuasi.    Karya “Sang Ombak Raksasa” “Sang Ombak Raksasa” mengisahkan seorang anak bernama Sopi yang sedang mempelajari skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Sebagai lagu dengan durasi yang lebih panjang dan lengkap daripada versi jinglenya, “Sang Ombak Raksasa” diharapkan dapat menjadi media edukasi mitigasi bencana tsunami yang efektif. Disertai dengan Video Musik, yang harapannya dapat menjadi media audio-visual yang pas untuk pembelajaran anak-anak.  Video Musik “Sang Ombak Raksasa” telah dirilis pada hari Selasa, 20 Mei 2025 di YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Juga ditayangkan di sejumlah tempat edukasi di Lebak Selatan, termasuk di Rumah MARIMBA GMLS, SDN 02 Situregen, dan MTS Mathla’ul Anwar Cisiih.  Pembuatan karya “Sang Ombak Raksasa” juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Desa Situregen, terutama Bapak/Ibu Guru dan siswa-siswi SDN 02 Situregen serta para relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen yang menjadi pemeran.     Sudah kenal dengan Jingle Evakuasi: 20-20-20, saksikan juga Video Musik  “Sang Ombak Raksasa”  yaaa! Dan yang paling penting, sekarang sudah sudah paham kan bagaimana cara evakuasi ketika tsunami? Selalu ingat 20-20-20 yaaa! Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @eveactnotes atau @gugusmitigasibaksel.  Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Read More »

Template Events

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 1: Pusat Literasi Anak di Kampung Panggarangan Tanggal Rilis: 19 Apr 2025 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Yvest Tanno & Michelle Shannon Garot Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan di Rumah Mari Membaca (MARIMBAa) pertamanya di Kampung Panggarangan, Lebak Selatan, pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB. Kegiatan di pusat literasi anak Kampung Panggarangan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak sejak dini melalui kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas secara menyenangkan ini diikuti oleh 27 anak yang mayoritas berusia 4 hingga 6 tahun. Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan di Rumah Mari Membaca (MARIMBA) pertamanya di Kampung Panggarangan, Lebak Selatan, pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB. Kegiatan di pusat literasi anak Kampung Panggarangan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak sejak dini melalui kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas secara menyenangkan ini diikuti oleh 27 anak yang mayoritas berusia 4 hingga 6 tahun. Kegiatan Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan GMLS untuk meningkatkan literasi dan membangun generasi muda yang siap, tanggap, dan resilien. Menghadapi potensi bencana alam di Lebak Selatan, anak-anak sebagai kelompok rentan perlu memiliki tingkat literasi yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, dan pastinya semangat belajar sejak dini. Pada kegiatan Rumah MARIMBA kali ini, GMLS bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara, membawa rangkaian aktivitas yang seru ke pusat literasi anak-anak Kampung Panggarangan, yaitu Rumah MARIMBA 1, yang telah berdiri sejak tahun 2023. Kegiatan dimulai dengan permainan “Dance and Freeze” sebagai ice breaking. Kemudian, anak-anak diajak untuk bermain buru huruf, yaitu mencari kertas bertuliskan huruf yang sebelumnya telah disembunyikan dan menyebutkan kata dengan awalan huruf yang ditemukannya. Kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan dongeng adaptasi kisah Kura-Kura dan Kelinci. Dengan mendengarkan dongeng, anak-anak dapat mempelajari dan mengingat nilai moral yang terkandung di dalamnya. Harapannya, anak-anak juga dapat mendengarkan dongeng yang berkaitan dengan kebencanaan, seperti dongeng “Caah Laut” dari Bayah, untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana di sekitarnya. Kegiatan diakhiri dengan mengerjakan worksheet membaca dan menulis. Anak-anak yang usianya lebih besar diajarkan untuk membantu adik-adiknya yang kesulitan mengerjakan worksheet sebagai wujud kepedulian terhadap adik dan teman-teman. Anak-anak juga dibantu oleh para warga setempat yang menjadi fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan. Siti Nur Fadilah, Guru TK PGRI 1 Panggarangan, yang juga merupakan fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan, menyampaikan bahwa Rumah MARIMBA Panggarangan juga menjadi suatu wadah untuk anak-anak beradaptasi dan saling mengenal satu sama lain. “Biasanya kan anak-anak lebih sering, kecanduan, main game online. Setelah ada MARIMBA, mereka jadi belajar bareng, bermain bermain bareng disini”, jelasnya. Fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan yang akrab dipanggil Dilah ini juga menceritakan mengenai seorang anak yang pada awalnya pemalu, tidak mau bergabung dengan teman-temannya. “Tapi setelah ada MARIMBA, Dilah pelan-pelan ngajak gabung, dan ternyata mau”, lanjutnya. Rumah MARIMBA Panggarangan menjadi ruang alternatif belajar, bermain, dan bersosialisasi di Kampung Panggarangan. Kegiatannya menggabungkan pendekatan edukatif dan hiburan untuk memperkenalkan literasi sejak usia dini. GMLS percaya bahwa membentuk kecintaan terhadap membaca tidak harus kaku, tapi bisa tumbuh melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dengan tingkat literasi yang lebih baik, GMLS yakin anak-anak akan lebih tangguh hadapi potensi bencana. GMLS akan kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah MARIMBA di Kampung Panggarangan pada akhir bulan Mei 2025. Untuk berpartisipasi atau informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Template Events Read More »

Rumah MARIMBA 1: Pusat Literasi Anak di Kampung Panggarangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 1: Pusat Literasi Anak di Kampung Panggarangan Tanggal Rilis: 19 Apr 2025 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Yvest Tanno & Michelle Shannon Garot Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan di Rumah Mari Membaca (MARIMBA) pertamanya di Kampung Panggarangan, Lebak Selatan, pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB. Kegiatan di pusat literasi anak Kampung Panggarangan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak sejak dini melalui kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas secara menyenangkan ini diikuti oleh 27 anak yang mayoritas berusia 4 hingga 6 tahun. Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan di Rumah Mari Membaca (MARIMBA) pertamanya di Kampung Panggarangan, Lebak Selatan, pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB. Kegiatan di pusat literasi anak Kampung Panggarangan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak sejak dini melalui kegiatan belajar sambil bermain yang dikemas secara menyenangkan ini diikuti oleh 27 anak yang mayoritas berusia 4 hingga 6 tahun. Kegiatan Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan GMLS untuk meningkatkan literasi dan membangun generasi muda yang siap, tanggap, dan resilien. Menghadapi potensi bencana alam di Lebak Selatan, anak-anak sebagai kelompok rentan perlu memiliki tingkat literasi yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, dan pastinya semangat belajar sejak dini. Pada kegiatan Rumah MARIMBA kali ini, GMLS bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara, membawa rangkaian aktivitas yang seru ke pusat literasi anak-anak Kampung Panggarangan, yaitu Rumah MARIMBA 1, yang telah berdiri sejak tahun 2023. Kegiatan dimulai dengan permainan “Dance and Freeze” sebagai ice breaking. Kemudian, anak-anak diajak untuk bermain buru huruf, yaitu mencari kertas bertuliskan huruf yang sebelumnya telah disembunyikan dan menyebutkan kata dengan awalan huruf yang ditemukannya. Kegiatan selanjutnya adalah mendengarkan dongeng adaptasi kisah Kura-Kura dan Kelinci. Dengan mendengarkan dongeng, anak-anak dapat mempelajari dan mengingat nilai moral yang terkandung di dalamnya. Harapannya, anak-anak juga dapat mendengarkan dongeng yang berkaitan dengan kebencanaan, seperti dongeng “Caah Laut” dari Bayah, untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bencana di sekitarnya. Kegiatan diakhiri dengan mengerjakan worksheet membaca dan menulis. Anak-anak yang usianya lebih besar diajarkan untuk membantu adik-adiknya yang kesulitan mengerjakan worksheet sebagai wujud kepedulian terhadap adik dan teman-teman. Anak-anak juga dibantu oleh para warga setempat yang menjadi fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan. Siti Nur Fadilah, Guru TK PGRI 1 Panggarangan, yang juga merupakan fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan, menyampaikan bahwa Rumah MARIMBA Panggarangan juga menjadi suatu wadah untuk anak-anak beradaptasi dan saling mengenal satu sama lain. “Biasanya kan anak-anak lebih sering, kecanduan, main game online. Setelah ada MARIMBA, mereka jadi belajar bareng, bermain bermain bareng disini”, jelasnya. Fasilitator Rumah MARIMBA Panggarangan yang akrab dipanggil Dilah ini juga menceritakan mengenai seorang anak yang pada awalnya pemalu, tidak mau bergabung dengan teman-temannya. “Tapi setelah ada MARIMBA, Dilah pelan-pelan ngajak gabung, dan ternyata mau”, lanjutnya. Rumah MARIMBA Panggarangan menjadi ruang alternatif belajar, bermain, dan bersosialisasi di Kampung Panggarangan. Kegiatannya menggabungkan pendekatan edukatif dan hiburan untuk memperkenalkan literasi sejak usia dini. GMLS percaya bahwa membentuk kecintaan terhadap membaca tidak harus kaku, tapi bisa tumbuh melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Dengan tingkat literasi yang lebih baik, GMLS yakin anak-anak akan lebih tangguh hadapi potensi bencana. GMLS akan kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah MARIMBA di Kampung Panggarangan pada akhir bulan Mei 2025. Untuk berpartisipasi atau informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 1: Pusat Literasi Anak di Kampung Panggarangan Read More »

TNI Bersama ADF dan Timor Leste Gelar Survei Persiapan Latihan Penanggulangan Bencana Megathrust Selat Sunda

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events TNI Bersama ADF dan Timor Leste Gelar Survei Persiapan Latihan Penanggulangan Bencana Megathrust Selat Sunda Tanggal Rilis: 06 May 2025 | 00:00 Lokasi: PANGGARANGAN, BANTEN Penulis: Anis Faisal Reza PANGGARANGAN, BANTEN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) bersama 13 personel Australian Defence Force (ADF) dan 2 perwakilan militer Timor Leste menggelar Initial Site Survey (ISS) di Desa Panggarangan dan Desa Situregen, Kabupaten Lebak, Banten. Survei yang berlangsung selama dua hari (5-6 Mei 2025) ini merupakan tahap persiapan Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang. PANGGARANGAN, BANTEN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) bersama 13 personel Australian Defence Force (ADF) dan 2 perwakilan militer Timor Leste menggelar Initial Site Survey (ISS) di Desa Panggarangan dan Desa Situregen, Kabupaten Lebak, Banten. Survei yang berlangsung selama dua hari (5-6 Mei 2025) ini merupakan tahap persiapan Latihan Gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang. Latihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana gempa megathrust dan tsunami di zona Selat Sunda. Kegiatan ini akan melibatkan ratusan personel militer dan sipil dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan SAR Nasional (BASARNAS). Peran Strategis Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menjadi mitra kunci dalam koordinasi lapangan. GMLS merupakan komunitas lokal yang telah mendapat pengakuan IOC-UNESCO sebagai komunitas yang secara aktif dan mandiri menginisiasi Program Masyarakat Siap Tsunami (Tsunami Ready Community Program) di Desa Panggarangan pada tahun 2021. Pencapaian ini menjadi lebih bermakna karena GMLS berhasil mengimplementasikan program tersebut tanpa dukungan pendanaan dari pemerintah daerah. “Pengalaman dan kemandirian GMLS dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap tsunami menjadi aset berharga dalam latihan ini. Mereka memahami kondisi sosial dan geografis wilayah dengan sangat baik,” ujar perwakilan Sops TNI. Keterlibatan GMLS dalam ISS menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas masyarakat lokal dalam sistem penanggulangan bencana nasional. “Kolaborasi dengan BNPB, BASARNAS, dan GMLS memperkuat sinergi antara instansi nasional dan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambahnya. Selama dua hari, tim gabungan meninjau kesiapan lokasi dan infrastruktur pendukung. Latihan ini mengangkat skenario gempa berkekuatan magnitudo 8,7 di laut Selatan Banten yang dapat memicu tsunami setinggi 10-15 meter. Desa Panggarangan dan Situregen dipilih sebagai lokasi simulasi untuk uji coba evakuasi korban, pembangunan helipad darurat, operasi medis darurat, pencarian korban dengan teknologi life locator, penjernihan air, serta penanganan NUBIKA (Nuklir, Biologi, Kimia) dan pemadaman kebakaran. “Kehadiran BNPB dan BASARNAS dalam ISS ini sangat krusial untuk memastikan koordinasi teknis dan prosedur standar operasi bencana. Sementara itu, GMLS berperan penting dalam memastikan keterlibatan masyarakat lokal dan mengoptimalkan pengetahuan lokal yang mereka miliki,” jelas perwakilan dari ADF. Latgabmapad Bhakti Kanyini AusIndo merupakan latihan tahunan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) antara TNI dan ADF, dengan partisipasi lembaga internasional seperti MRF-D (Australia) dan BHA (Amerika Serikat). Tahun ini, latihan difokuskan di wilayah rawan bencana Lebak Selatan, melanjutkan kegiatan serupa yang sebelumnya diselenggarakan di Darwin pada 2024. Pemilihan skenario megathrust Selat Sunda merujuk pada penelitian BMKG yang memprediksi potensi gempa hingga M9,0 di zona subduksi tersebut. Keterlibatan Desa Panggarangan dan Situregen sebagai lokasi simulasi didasarkan pada kerentanan wilayah tersebut terhadap dampak gempa dan tsunami, serta keberhasilan program kesiapsiagaan yang telah dirintis GMLS sejak empat tahun lalu. “Selain peningkatan kapasitas operasional, latihan ini menjadi wadah diplomasi militer untuk memperkuat hubungan dengan negara sahabat dan mengadopsi praktik terbaik dalam pemberdayaan masyarakat seperti yang telah dilakukan GMLS,” tambah perwakilan TNI. Seluruh akomodasi peserta telah disiapkan di Hotel Swarna Bayah dan Gran Melia Jakarta, dengan transportasi terpadu menggunakan bus TNI. Personel diwajibkan mematuhi protokol keamanan yang ketat selama kegiatan berlangsung. —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

TNI Bersama ADF dan Timor Leste Gelar Survei Persiapan Latihan Penanggulangan Bencana Megathrust Selat Sunda Read More »

Safari Kampung Panggarangan: Membangun Ketahanan Terhadap Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Panggarangan: Membangun Ketahanan Terhadap Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Tanggal Rilis: 19 Apr 2025 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Michelle Shannon Garot & Yvest Tanno Lebak, 19 April 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana alam, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB di halaman salah satu warga Kampung Panggarangan, Lebak Selatan. Kegiatan yang bertujuan membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana melalui permainan edukatif dan interaktif yang menyenangkan ini diikuti oleh 20 ibu-ibu warga Kampung Panggarangan. Lebak, 19 April 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana alam, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 14:00-16:00 WIB di halaman salah satu warga Kampung Panggarangan, Lebak Selatan. Kegiatan yang bertujuan membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana melalui permainan edukatif dan interaktif yang menyenangkan ini diikuti oleh 20 ibu-ibu warga Kampung Panggarangan. Safari Kampung merupakan suatu kegiatan edukasi mitigasi bencana secara keliling dari kampung ke kampung, dan menyasar pada masyarakat khususnya anak-anak dan ibu-ibu. GMLS merancang Safari Kampung untuk membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai cara menghadapi situasi darurat secara bijak dan siap. Melalui berbagai permainan dan sesi edukasi, para peserta diajak untuk mengembangkan ketahanan diri serta mempererat rasa kebersamaan. Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking melalui permainan ringan untuk mencairkan suasana dan membangun keakraban peserta. Karena bertujuan mempererat rasa kebersamaan, panitia Safari Kampung merancang sesi ice breaking yang melibatkan interaksi antar pribadi. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi mengenai bencana alam khususnya gempa bumi dan tsunami, termasuk tanda-tanda terjadinya bencana serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Dan sebagai penutup, para peserta mengikuti permainan edukatif “Yes or No” yang menguji pemahaman terkait materi yang telah diberikan. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok dan diberikan pertanyaan-pertanyaan terkait mitigasi bencana yang harus dijawab dengan mengangkat kertas bertuliskan “Yes” atau “No”. Meskipun memiliki ketua kelompok masing-masing yang bertugas untuk mengangkat kertas, para peserta lainnya tidak tinggal diam, melainkan ikut serta secara aktif menyampaikan pilihan jawabannya, Yes atau No. Sabbaha Ummi Tasya, salah satu perwakilan panitia Safari Kampung, menyampaikan “Ini bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga tentang membangun ketahanan dan rasa aman bersama”. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para panitia Safari Kampung mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rita yang telah meminjamkan halaman rumahnya. Ibu Rita juga menyampaikan kesannya, “Kegiatannya sangat seru, menjadi hiburan sekaligus bisa belajar tentang gempa dan tsunami bagi ibu-ibu di sini.” Kegiatan Safari Kampung Panggarangan dinilai berhasil melihat mayoritas jawaban permainan “Yes or No” yang benar. Dengan terlaksananya kegiatan Safari Kampung, masyarakat Kampung Panggarangan diharapkan dapat menjadi semakin siaga dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. Respon positif dari masyarakat mendukung GMLS untuk terus menyelenggarakan kegiatan Safari Kampung ke kampung-kampung lainnya di daerah Lebak Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Panggarangan: Membangun Ketahanan Terhadap Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Read More »

Safari Kampung Nagajaya: GMLS Ajarkan Bijak Hadapi Situasi Darurat pada Anak Muda

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Nagajaya: GMLS Ajarkan Bijak Hadapi Situasi Darurat pada Anak Muda Tanggal Rilis: 19 Apr 2025 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Michelle Shannon Garot & Yvest Tanno Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di Kampung Nagajaya, Lebak Selatan. Kegiatan yang dirancang untuk mengajarkan masyarakat hadapi situasi darurat dengan bijak ini diikuti oleh 10 anak muda dari Kampung Nagajaya. Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di Kampung Nagajaya, Lebak Selatan. Kegiatan yang dirancang untuk mengajarkan masyarakat hadapi situasi darurat dengan bijak ini diikuti oleh 10 anak muda dari Kampung Nagajaya. GMLS sebagai organisasi mitigasi kebencanaan menyelenggarakan Safari Kampung, yang merupakan suatu kegiatan edukasi mitigasi bencana secara keliling dari kampung ke kampung, dan menyasar pada masyarakat khususnya anak-anak dan ibu-ibu. Safari Kampung bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami, melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif, menggunakan permainan. Kegiatan dimulai dengan ice breaking melalui permainan ringan untuk membangun keakraban peserta. Dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang tanda-tanda gempa bumi dan tsunami, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Dalam sesi selanjutnya, para peserta diajak untuk melakukan simulasi, memilih barang penting untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bencana, guna melatih kemampuan menentukan prioritas saat kondisi darurat. Sabbaha Ummi Tasya, salah satu perwakilan panitia Safari Kampung, menyampaikan “Kami mengajak mereka memahami cara-cara menghadapi situasi darurat dengan bijak dan siap”. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, panitia Safari Kampung bertanya bagaimana kesan dan pesan kegiatan Safari Kampung. Yulistiani dan Ida Fitriani, peserta Safari Kampung Nagajaya, mengatakan “Kegiatannya seru banget, seneng bisa main sama kalian”. Dengan respon yang positif dari masyarakat, GMLS akan terus menyelenggarakan kegiatan Safari Kampung ke kampung-kampung lainnya di daerah Lebak Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel. Safari Kampung menjadi bukti nyata bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara menyenangkan namun tetap bermakna, demi membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Nagajaya: GMLS Ajarkan Bijak Hadapi Situasi Darurat pada Anak Muda Read More »

Rumah MARIMBA 2: GMLS Hidupkan Semangat Literasi Anak di Kampung Nagajaya

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 2: GMLS Hidupkan Semangat Literasi Anak di Kampung Nagajaya Tanggal Rilis: 19 Apr 2025 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Yvest Tanno & Michelle Shannon Garot Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah Mari Membaca (MARIMBA) untuk meningkatkan literasi anak sejak dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di PAUD Ratu Mandiri 2, Kampung Nagajaya, Lebak Selatan, dan diikuti oleh 39 anak dengan rentang usia 3 hingga 12 tahun. Lebak, 19 April 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah Mari Membaca (MARIMBA) untuk meningkatkan literasi anak sejak dini. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 April 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di PAUD Ratu Mandiri 2, Kampung Nagajaya, Lebak Selatan, dan diikuti oleh 39 anak dengan rentang usia 3 hingga 12 tahun. Kegiatan Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya berkelanjutan GMLS untuk meningkatkan literasi dan membangun generasi muda yang siap, tanggap, dan resilien. Menghadapi potensi bencana alam di Lebak Selatan, anak-anak sebagai kelompok rentan perlu memiliki tingkat literasi yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, dan pastinya semangat belajar sejak dini. Pada kegiatan Rumah MARIMBA kali ini, GMLS bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara, membawakan rangkaian aktivitas yang seru, mulai dari ice breaking, belajar sambil bermain, dan kompetisi antar kelompok, dan mengerjakan worksheet. Harapannya, anak-anak di Kampung Nagajaya semakin semangat dalam belajar terutama membaca. Kegiatan dimulai dengan ice breaking, memainkan mainan Mad Dog dan Crocodile Dentist, dimana anak-anak secara bergiliran diminta untuk menjawab pertanyaan seputar diri sendiri, mata pelajaran di sekolah, benda, dan hewan. Selanjutnya, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, mencari kertas bertuliskan huruf yang sebelumnya telah disembunyikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Ketika menemukan, anak-anak diminta untuk menyebutkan kata dengan awalan huruf yang ditemukannya, untuk meningkatkan kosa kata yang dimiliki. Keira Norelia, selaku Creative Content & Storytelling Specialist Rumah MARIMBA, menceritakan bahwa ketika bermain buru huruf, ada anak yang menemukan huruf “G”, dan menyebut kata “Gempa”. “Saya sedikit terkejut sekaligus senang karena salah satu anak paham tentang adanya gempa”, jelasnya. Kegiatan selanjutnya yang tidak kalah menarik ialah kompetisi antar kelompok. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, dan balapan menyusun kertas bertuliskan huruf menjadi kata. Kakak-kakak mahasiswa menyebutkan nama-nama hewan dan buah-buahan, dan anak-anak berlomba kelompok mana yang paling cepat untuk menyusun kata tersebut dengan kertas. Kegiatan diakhiri dengan mengerjakan worksheet seputar diri sendiri, hewan, dan buah-buahan. Tingkat kesulitan materi telah disesuaikan dengan perkiraan kemampuan anak dengan usia paling muda yang dalam tahap PAUD. Ibu Suba’ah, selaku pembimbing PAUD Ratu Mandiri 2, menyampaikan keinginannya agar kegiatan Rumah MARIMBA terus dilanjutkan. “Alhamdulillah ada perubahannya. Jadi anak-anak itu semangat, karena ada mainannya, ada buku-buku”, jelasnya. Rumah MARIMBA Nagajaya hadir selain sebagai pusat literasi anak di Kampung Nagajaya, juga sebagai ruang ramah anak yang mendorong kebebasan berekspresi dan eksplorasi, serta mempererat keterhubungan antara anak, komunitas, dan pendidikan. GMLS akan kembali menyelenggarakan kegiatan Rumah MARIMBA di Kampung Nagajaya pada akhir bulan Mei 2025. Untuk berpartisipasi atau informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 2: GMLS Hidupkan Semangat Literasi Anak di Kampung Nagajaya Read More »

Shopping Cart