June 2025

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Kezia Margaretha, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Pertunjukan teater edukatif “Murka Sang Caah Laut” berhasil memperkenalkan konsep mitigasi bencana tsunami kepada 128 siswa SDN 2 Situregen, Lebak Selatan, melalui pendekatan seni pertunjukan yang inovatif. Kolaborasi Lintas Institusi Acara yang berlangsung pada 26-27 Mei 2025 ini merupakan puncak dari program Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi MBKM Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan menggandeng Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Cerita yang Mengedukasi “Murka Sang Caah Laut” mengisahkan kebangkitan monster tsunami yang dikenal dalam bahasa Sunda sebagai “caah laut” (banjir laut). Melalui petualangan empat siswa yang diselamatkan oleh karakter SIGEMI (peta ajaib), pertunjukan ini mengajarkan: Ciri-ciri datangnya tsunami Langkah-langkah penyelamatan diri Persiapan menghadapi bencana alam Partisipasi Aktif Pertunjukan melibatkan 14 pemeran, terdiri dari: 4 mahasiswa UMN: Sandya Pradayan, Sidra Shabirah, Dylan Ervian, Yvest Tanno 8 siswa SDN 2 Situregen: Sela Aulia, Dio Arka, Rahmi Barokatul, Siti Aisah, Sofhwatun Nadia, Tatang Hidayat, Raihan, Dzikro Aufar 2 relawan DESTANA: Deni Apriatna, Resti Agustini Respon Positif Tuti Ahyanah, guru SDN 2 Situregen, menyatakan: “Seni pertunjukan yang baru saja diadakan hari ini menunjukkan kalau teater sangat efektif sebagai cara belajar.” Seorang relawan DESTANA menambahkan: “Melalui pertunjukan ini, anak-anak jadi lebih paham, fokus, dan melihat pendidikan sebagai sesuatu yang menghibur.” Visi ke Depan Kezia Margaretha Chandra, sutradara pertunjukan, berharap: “Edukasi dapat menerapkan pendekatan audio-visual seperti media sosial agar anak-anak melihat edukasi sebagai sesuatu yang menyenangkan.” Acara ini dihadiri 128 siswa, 7 guru SDN 2 Situregen, 12 relawan DESTANA, dan 6 orang tua siswa, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas lokal terhadap inovasi pendidikan mitigasi bencana. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Read More »

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Debora Priscilla, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara sukses menyelenggarakan Pelatihan Guru Mitigasi Bencana: PASIAGANA – PETA SIAGA di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara pelatihan ini mengangkat tema “PETA SIAGA: Siap Hadapi Bencana” dan diikuti oleh 21 orang guru dari berbagai sekolah di Desa Situregen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru-guru terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pesisir selatan Banten. “Kami ingin guru-guru menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Setelah pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meneruskan informasi penting ini kepada para siswa dengan cara yang mudah dan aplikatif,” ujar Debora Priscilla, pembawa acara sekaligus salah satu anggota tim PASIAGANA. Pengenalan Jalur Evakuasi Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah “Pengenalan Jalur Evakuasi dari Sekolah MTs Mathla’ul Anwar” yang memungkinkan para guru mengenal lebih dalam simbol, warna, jalur evakuasi, serta konsep TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir). Para guru juga diajak menggambar langsung jalur evakuasi dari sekolah menuju titik kumpul, mewarnai zona berbahaya, serta membaca simbol pada peta. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, agar guru juga dapat meniru pendekatan serupa saat mengajar siswa. Aktivitas Menyenangkan & Edukatif Para guru juga terlibat dalam aktivitas praktik pembuatan jalur evakuasi dengan mewarnai peta, melabeli zona rawan, serta menandai rambu-rambu evakuasi. Kegiatan dikemas secara menyenangkan agar materi dapat diserap dengan lebih mudah.  Materi Peluit & Simulasi Bunyi Tanda Bahaya Selain materi peta, para guru juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peluit sebagai alat komunikasi darurat saat bencana. Tim fasilitator mengajarkan kode tiupan peluit.  Para guru juga mengikuti simulasi langsung membunyikan peluit sesuai dengan skenario keadaan darurat untuk melatih respon cepat dan koordinasi saat evakuasi. Praktik Pengajaran Kembali oleh Guru Setelah mendapatkan materi, para guru dilibatkan dalam sesi pelatihan praktik, dimana para guru diminta menjelaskan ulang materi peta evakuasi kepada teman-teman dari Humanity Project yang berperan sebagai siswa. Dalam kelompok kecil, guru mensimulasikan bagaimana mereka akan menyampaikan topik seperti: pengertian peta dan peta evakuasi, arti simbol dan warna pada peta, dan rambu-rambu evakuasi. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh, serta melatih cara penyampaian agar siswa bisa menerima informasi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna. Sebagai bagian dari sesi ini, para guru juga diajak untuk menonton video dokumentasi penelusuran jalur evakuasi dari MTs Mathla’ul Anwar menuju titik kumpul akhir. Video ini memberikan gambaran visual nyata tentang rute evakuasi, kondisi medan, lokasi titik istirahat, hingga rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang. Dengan menonton video tersebut, para guru mendapatkan pemahaman lebih konkret dan kontekstual mengenai jalur evakuasi di lingkungan sekolah mereka, sehingga dapat menyampaikan informasi tersebut dengan lebih meyakinkan kepada siswa. Modul Pengajaran untuk Siswa Setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperoleh modul literasi peta berisi materi terstruktur untuk disampaikan kembali kepada siswa. Modul ini memuat penjelasan peta evakuasi, contoh simbol, simulasi, dan panduan pengajaran menyenangkan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Materi Pelatihan  Materi pelatihan disampaikan oleh Irwan Fakhruddin, S.Sn., M.I.Kom., anggota National Tsunami Ready Board. Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro UMN memperkenalkan sistem sirine peringatan dini yang dirancang sebagai bagian dari inovasi lokal untuk Desa Situregen. “Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di satu hari saja. Guru-guru yang hadir bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan,” tutur Jesslyn Tjandra Kristanto, Project Manager PASIAGANA. Pelatihan ini ditutup dengan post-test, sesi refleksi, serta pembagian sertifikat partisipasi dan souvenir menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Humanity Project, program tugas akhir kolaboratif Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang bermitra dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Dengan adanya pelatihan PETA SIAGA, Desa Situregen diharapkan makin siap menghadapi bencana, dimulai dari ruang kelas dan semangat para pendidik.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata!

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata! Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 15:00 Tags: Edukasi, Board Game Penulis: Sidra Shabirah Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan board game sebagai media pembelajaran mulai mencuri perhatian dunia pendidikan. Kita sering mendengar cerita tentang bagaimana permainan edukatif ini diterapkan di kelas. Serunya lagi, kita juga akan membahas salah satu board game edukatif yang sedang digunakan, yaitu “Siaga Kata”. Yuk, kita mulai! Ketika Gadget Jadi Tantangan, Board Game Jadi Solusi Di era digital seperti sekarang, tantangan terbesar guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga mengalahkan distraksi dari gadget. Banyak siswa mudah kehilangan fokus, cepat bosan, dan kesulitan mengingat materi pelajaran. Hal ini dirasakan langsung oleh Ibu Muflihatun Hasanah, seorang guru RA Annajah yang berada di kampung Cipurun, Situregen, Banten. Beliau mengungkapkan bahwa anak-anak lebih suka bermain handphone dibandingkan belajar, kalau belajar mereka cepat bosan dan cenderung tidak semangat. Solusi yang ia temukan adalah menggabungkan proses belajar dengan permainan edukatif, salah satunya menggunakan media pembelajaran gamifikasi seperti penggunaan board game. Media pembelajaran menggunakan berbasis gamifikasi ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga membawa unsur edukatif yang mendalam, khususnya dalam membentuk karakter, keterampilan, dan memperkuat kecerdasan saat bermain. Apa Manfaat Board Game di Dalam Kelas? Ternyata, setelah board game diterapkan di kelas, banyak manfaat positif yang muncul, di antaranya: Pembelajaran jadi lebih interaktif dan efektif. Proses belajar tidak lagi membosankan. Siswa lebih terlibat aktif dan memahami materi secara lebih menyenangkan. Meningkatkan rasa percaya diri siswa. Saat bermain, siswa tidak malu untuk salah karena suasana kompetitif yang sehat membuat mereka lebih berani mencoba. Mengasah keterampilan berpikir kritis dan teliti. Permainan ini mendorong siswa untuk berpikir cepat, tepat, dan menyusun strategi bersama timnya. Menumbuhkan nilai sosial dan karakter positif. Seperti kejujuran, sportivitas, rasa saling menghargai, dan kemampuan bekerja sama antar siswa. Meningkatkan daya ingat terhadap materi. Karena pembelajaran disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan, siswa jadi lebih mudah mengingat konsep yang diajarkan. Kenalan Yuk: Board Game “Siaga Kata” Siaga Kata adalah board game edukatif yang dirancang untuk meningkatkan literasi membaca dan pemahaman tentang kebencanaan. Kata “Siaga” merupakan singkatan dari “Siap Tanggap Bencana”, menggambarkan esensi dari permainan ini menyiapkan anak-anak agar lebih tanggap dalam menghadapi situasi bencana. Komponen dalam Board Game : 15 Kartu Siaga Kata magnetic 1 Papan Permainan Huruf-huruf alphabet magnetic  Spidol dan penghapus ⁠2 Penyangga papan Tujuan Utama Permainan : Meningkatkan kemampuan membaca anak-anak secara menyenangkan Menanamkan pemahaman dasar tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana Cara Bermain “Siaga Kata” : Bagi peserta menjadi dua tim: Tim A dan Tim B, masing-masing terdiri dari 15 orang. Kedua tim akan berkompetisi menyusun 15 kata dari kartu Siaga yang telah disediakan. Tim tercepat akan diminta membaca ulang kata yang sudah disusun. Jika benar, mereka mendapatkan 1 poin per kartu. Setelah seluruh kartu disusun, tim dengan jumlah poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Kesimpulan Board game Siaga Kata menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak selalu harus kaku dan membosankan. Melalui media seperti board game “Siaga Kata”, guru bisa menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna. Anak-anak tidak hanya memahami pelajaran, tapi juga belajar tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini. Jadi, sudah siap membawa board game “Siaga Kata” ke dalam kelasmu juga? Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Belajar Seru dan Bermakna Lewat Board Game : Siaga Kata! Read More »

5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles 5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 14:00 Tags: Resiliensi, Edukasi, Literasi Penulis: Natasha Evangelista Lebak Selatan dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Namun, kawasan ini juga menghadapi risiko gempa dan tsunami yang tidak bisa diabaikan. Kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anak saat bermain di luar rumah menjadi semakin pekat. Di sinilah GMLS berkolaborasi dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN)–menghadirkan Marimba, sudut baca kecil yang kini sudah hadir di tiga kampung: Panggarangan, Nagajaya, dan Cipurun. Marimba menjadi tempat yang hangat dan menyenangkan untuk bermain, belajar, dan mengenal cara menghadapi risiko bencana tanpa rasa takut. Berikut lima cara yang diterapkan GMLS dan UMN lewat Marimba untuk menumbuhkan ketangguhan anak-anak di Lebak Selatan. 1. Menciptakan ruang belajar yang ramah anak dan mudah diaksesMarimba tumbuh dari sudut-sudut rumah dan sekolah di kampung, dilengkapi rak buku, poster warna-warni, dan tikar tempat anak-anak duduk belajar sambil bermain. Kehadiran Marimba di tiga kampung ini memudahkan anak-anak untuk mendapatkan edukasi kebencanaan dalam suasana yang menyenangkan dan aman. 2. Menggabungkan literasi dengan edukasi kebencanaan secara interaktif Anak-anak belajar mengenal tanda-tanda bahaya dan langkah evakuasi lewat cerita, nyanyian, dan permainan yang menyenangkan sehingga mereka paham pentingnya kesiapsiagaan tanpa merasa takut. 3. Melibatkan komunitas dan orang tua sebagai bagian dari proses Dengan dukungan guru dan orang tua, pengetahuan kebencanaan jadi bagian keseharian anak-anak dan dipercaya sebagai fondasi penting untuk masa depan mereka. 4. Menggunakan pendekatan yang menanamkan rasa percaya diri, bukan rasa cemasPendidikan kebencanaan di Marimba dirancang agar anak-anak tumbuh dengan rasa ingin tahu dan keberanian menghadapi situasi tak terduga, bukan ketakutan. 5. Menumbuhkan minat baca sebagai jembatan kecerdasan dan ketangguhan Sejak Marimba hadir, minat baca anak-anak di kampung mulai meningkat. Mereka jadi lebih percaya diri dan aktif di sekolah, baik itu saat membahas materi bencana alam maupun perhitungan. GMLS percaya bahwa menyiapkan generasi tangguh tidak bisa ditunda, terutama di daerah rawan bencana seperti Lebak Selatan. Marimba adalah contoh kecil dari upaya besar yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi banyak pihak. Mau ikut berkontribusi? Yuk, dukung Marimba agar bisa terus berkembang dan melahirkan tawa bagi anak-anak di Lebak Selatan. Dukungan dapat disalurkan melalui: Sumbangan buku dan sarana pembelajaran Menjadi fasilitator atau relawan Donasi uang melalui saweria.org/GMLS Untuk mengetahui lebih lanjut atau punya cara lain untuk membantu, jangan ragu untuk langsung menghubungi GMLS. Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi masa depan anak-anak di Lebak Selatan. Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

5 Cara Menyiapkan Anak Tangguh Hadapi Bencana, dari Sudut-sudut Kampung di Lebak Selatan Read More »

Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa)

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE Articles Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Tanggal Rilis: 06 Juni 2025 | 13:00 Tags: Tsunami, Edukasi, Musik Penulis: Yvest Tanno   Katanya, ketika bencana, kita harus evakuasi. Akan tetapi, apakah arti evakuasi dan bagaimana caranya?.. Menurut World Risk Report 2023, Indonesia merupakan negara peringkat kedua dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia. Salah satunya, Tsunami, yang merupakan serangkaian gelombang ombak yang besar dan tinggi. Ketika tsunami, kira-kira bagaimana cara evakuasinya? Mari bersama-sama kita pelajari dan nyanyikan Jingle Evakuasi: 20-20-20! Lirik: Tsunami, sang ombak raksasaKalau datang, menghancurkan Hati-Hati dan evakuasi Artinya selamatkan diri Ketika merasakan gempa bumiHitung satu sampai dua puluh Berlindung hingga gempa selesai Lari ke tempat tinggi Dua puluh detik bumi bergetarDua puluh menit evakuasi Dua puluh meter ketinggiannya Lari ke tempat tinggi Lari bersama-sama Kita selamat bersama   Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Jingle Evakuasi: 20-20-20 merupakan bagian dari Lagu mitigasi bencana tsunami “Sang Ombak Raksasa”, yang dirilis oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui project Eve Act Notes. Karya dari Yvest Tanno ini merupakan bagian dari Humanity Project Batch VI UMN, yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak mengenai bencana tsunami serta skema evakuasi 20-20-20.  Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) diangkat dari salah satu panduan evakuasi yang menjadi skema mitigasi bencana tsunami Selatan Jawa, yaitu skema 20-20-20. Dimana, apabila masyarakat merasakan gempa bumi selama 20 detik, terdapat potensi tsunami terjadi dalam 20 menit, sehingga masyarakat harus mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi, dengan ketinggian minimal 20 meter.  Lalu, apa sih pentingnya Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa)? 3 Pelajaran dari Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) 1. Berlindung dan Berhitung Ketika merasakan gempa bumi, segera berlindung dan berhitung. Apabila gempa bumi berlangsung selama 20 detik atau lebih, artinya terdapat potensi tsunami, dan harus segera evakuasi.  2. 20-20-20 20-20-20 dalam skema evakuasi bencana tsunami artinya 20 detik, 20 menit, dan 20 meter. Segera lari ke tempat tinggi dengan ketinggian minimal 20 meter, dalam 20 menit. Jangan tunggu lebih lama lagi. 3. Bersama-sama Apalah arti evakuasi apabila seorang hanya selamat sendiri? Selain selamatkan diri, selamatkanlah orang lain apabila memungkinkan. Sampaikan potensi tsunami, dan ajak orang terdekat untuk evakuasi.    Karya “Sang Ombak Raksasa” “Sang Ombak Raksasa” mengisahkan seorang anak bernama Sopi yang sedang mempelajari skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Sebagai lagu dengan durasi yang lebih panjang dan lengkap daripada versi jinglenya, “Sang Ombak Raksasa” diharapkan dapat menjadi media edukasi mitigasi bencana tsunami yang efektif. Disertai dengan Video Musik, yang harapannya dapat menjadi media audio-visual yang pas untuk pembelajaran anak-anak.  Video Musik “Sang Ombak Raksasa” telah dirilis pada hari Selasa, 20 Mei 2025 di YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Juga ditayangkan di sejumlah tempat edukasi di Lebak Selatan, termasuk di Rumah MARIMBA GMLS, SDN 02 Situregen, dan MTS Mathla’ul Anwar Cisiih.  Pembuatan karya “Sang Ombak Raksasa” juga tidak lepas dari dukungan masyarakat Desa Situregen, terutama Bapak/Ibu Guru dan siswa-siswi SDN 02 Situregen serta para relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen yang menjadi pemeran.     Sudah kenal dengan Jingle Evakuasi: 20-20-20, saksikan juga Video Musik  “Sang Ombak Raksasa”  yaaa! Dan yang paling penting, sekarang sudah sudah paham kan bagaimana cara evakuasi ketika tsunami? Selalu ingat 20-20-20 yaaa! Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @eveactnotes atau @gugusmitigasibaksel.  Kembali Share this Articles Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Jingle Evakuasi: 20-20-20 (Sang Ombak Raksasa) Read More »

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 28 Mei 2025 – Setelah berjalan selama empat bulan, program Humanity Project hasil kolaborasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) resmi berakhir pada akhir Mei 2025. Sebanyak 25 mahasiswa lintas jurusan terlibat langsung dalam proyek berbasis edukasi dan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan tsunami. Dimulai sejak Februari 2025, Humanity Project telah menggelar tiga gelombang kunjungan lapangan, masing-masing selama 10 hari, di berbagai wilayah di Lebak Selatan—seperti Kampung Cipurun, Nagajaya, Panggarangan, Bayah, dan sekitarnya. Mahasiswa tinggal dan bekerja langsung bersama masyarakat, mengembangkan program berbasis edukasi seni, teknologi, literasi anak, hingga pelatihan guru. Program ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi UMN. Karya dari Humanity Project ini antara lain: Festival karya seni GEMINA yang melibatkan 150 siswa SD dalam lomba mewarnai, pertunjukan teater, dan kegiatan seni lainnya yang mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami; “Sang Ombak Raksasa”, sebuah video musik edukasi mitigasi bencana tsunami yang dibuat bersama warga dan siswa Situregen; Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun, pusat literasi anak yang menyimpan buku aktivitas, board game kebencanaan, dan dokumentasi lokal; PASIAGANA, pelatihan mitigasi untuk 21 guru agar menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah zona merah; Instalasi sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) di SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih, berbasis LoRa–ESP32. Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan mitra lokal. Ibu Entin Rohmiati, Wakil Kepala SDN 2 Situregen menyebutkan, “Kolaborasi ini sangat bermanfaat. Anak-anak belajar sambil bermain, dan guru-guru pun mendapat perspektif baru tentang mitigasi.” “Saya baru pertama kali ikut pelatihan mitigasi seperti ini. Sekarang saya lebih tahu bagaimana menenangkan anak-anak saat gempa terjadi,” tambah Enok Liska Listiyani, guru MTS Cisiih, peserta PASIAGANA. Humanity Project menjadi wujud nyata dari visi GMLS untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana alam, serta mendukung misi GMLS dalam mengembangkan edukasi kebencanaan, menjalin kemitraan lintas sektor, dan membangun jejaring komunitas responsif. Dengan menggabungkan kekuatan pemuda, teknologi, dan pendekatan berbasis budaya lokal, proyek ini memperkuat pondasi mitigasi yang inklusif dan berkelanjutan.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 12:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memasang sistem peringatan dini bencana di Lebak Selatan pada 27 Mei 2025 untuk membantu kesiapsiagaan masyarakat lokal terhadap tsunami. Sebagai bagian dari program Humanity Project, mahasiswa Teknik Elektro UMN—Dylan, Evan, Jethro, dan Oktaf—merancang dan mengimplementasikan Early Warning System (EWS) berbasis LoRa dan ESP32. Proyek ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025, dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis GMLS dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang lebih berbasis teknologi. EWS adalah sirine peringatan dini yang merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya atau bencana agar tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum dampaknya menjadi parah, terutama tsunami. Sistem ini sangat penting dalam manajemen risiko bencana dan keselamatan masyarakat. Tujuan utama dari EWS ini adalah untuk memberikan waktu kepada masyarakat pesisir agar dapat evakuasi sebelum terjadinya tsunami dan mencegah adanya korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Alat yang dipasang terdiri dari modul master di Command Center GMLS di Villa Hejo Kiarapayung, dan modul slave di dua lokasi rawan bencana: SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih. Ketika terjadi gempa atau potensi tsunami, sinyal dikirim dari pusat ke lokasi penerima untuk memicu respons dini warga sekitar. “Tentu saja kami sangat berharap bahwa sirine ini dapat bekerja dengan baik saat setelah terpasang dan bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Jethro, salah satu mahasiswa yang merancang dan memasang EWS tersebut. Proses pemasangan bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah gangguan sinyal akibat topografi, seperti bukit dan vegetasi lebat yang mempersulit transmisi data antara perangkat. Namun, kendala ini menjadi pembelajaran teknis penting bagi tim dan membuka kemungkinan pengembangan sistem di masa depan. Melalui proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menerima peringatan lebih awal saat potensi bencana terjadi, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir risiko, mengurangi potensi kerugian, dan yang terpenting—menyelamatkan nyawa. Sebagai kawasan yang berada di pesisir selatan dan rawan tsunami, kehadiran teknologi peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Lebak Selatan, dan GMLS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Read More »

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 11:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Festival seni edukatif GEMINA hari kedua sukses digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 27 Mei 2025 di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, melibatkan 150 siswa untuk belajar mitigasi bencana lewat teater dan musik. Hari kedua pelaksanaan festival karya seni Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) kembali menghidupkan semangat edukasi kebencanaan di SDN 2 Situregen. Sebagai bentuk nyata dari misi GMLS dalam membangun kesadaran bencana, festival ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara melalui program Humanity Project. Acara yang digagas oleh William Louwi, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam program Humanity Project sebagai Project Manager GEMINA, digelar meriah di lapangan sekolah dengan berbagai pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan di hari kedua ini adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”, yang diperankan oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru serta relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Teater ini menyampaikan narasi imajinatif tentang bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dipahami generasi muda. Selain itu, ditayangkan pula video musik “Sang Ombak Raksasa”, yang berisi edukasi tentang skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Suasana kian semarak ketika guru dan partisipan turut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. William Louwi menyampaikan alasannya memilih karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana: “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas, dimana mereka bisa belajar sambil memahami apa pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater.”  Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme peserta. Festival GEMINA hari kedua ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara inklusif dan menyenangkan, serta menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Read More »

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 10:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 26 Mei 2025 – Sebanyak 150 siswa mengikuti GEMINA, festival karya seni edukatif yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 26 Mei 2025 siang di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, untuk memperkenalkan mitigasi bencana lewat pendekatan kreatif. Dalam upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini, GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara–dengan William Louwi sebagai Project Manager–menggelar Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), sebuah festival yang menggabungkan edukasi kebencanaan dan seni untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi GMLS dalam membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan terhadap risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. GEMINA mengusung konsep edukatif sekaligus interaktif. Festival ini menyasar siswa-siswi SDN 2 Situregen sebagai peserta utama, dengan harapan bahwa pemahaman sejak dini tentang bencana dapat membentuk karakter tangguh dan siap siaga menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan seni mewarnai jalannya acara, mulai dari perkenalan buku aktivitas “SIGEMI” bagi anak kelas 1-2 SD, lomba mewarnai untuk anak kelas 3-4 SD, hingga menghias peta evakuasi untuk anak kelas 5-6 SD. Materi-materi ini membahas tentang gempa bumi, tsunami, tanah longsor, serta bencana lainnya yang rawan terjadi di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan GEMINA juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Situregen, ibu Entin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami bersyukur atas diadakannya GEMINA ini dalam proses pembelajaran anak-anak SDN 2 Situregen tentang pentingnya mitigasi bencana. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali bersama mahasiswa UMN yang juga menggandeng DESTANA untuk kemajuan desa dan masyarakat Cipurun, Lebak Selatan.” Hal senada juga disampaikan oleh Kang Deni–Ketua Forum DESTANA Situregen, “Situregen, terlebih Kampung Cipurun, merupakan tempat saya lahir dan juga tempat saya tumbuh dan berkembang. Kemajuan masyarakat desa juga sangat saya pedulikan, terutama untuk menghadapi bencana alam di sekitar kita. Anak-anak mahasiswa di sini yang membantu kita dalam mempersiapkan tentang kemitigasian bencana nantinya akan kasih tahu kita semua agar bisa menghadapi bencana dengan baik bersama DESTANA lainnya.” Dengan adanya festival ini, GMLS berharap edukasi mitigasi bencana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret oleh masyarakat, dimulai dari generasi paling muda. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @gemina.id atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Read More »

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 09:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Sebanyak 35 anak mengikuti program edukatif Safari Kampung yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di kawasan Pantai Batusahulu, Lebak Selatan, Minggu (25/5), pukul 14.00-17.00 WIB, untuk mengenalkan mitigasi bencana melalui permainan interaktif. Program Safari Kampung selaras dengan inisiatif Community Resilience milik GMLS yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam seperti gempa dan tsunami. Dengan metode edukatif berbasis permainan, kegiatan ini membawa isu kebencanaan menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan dimulai dengan sesi ice breaking–permainan ringan yang bertujuan mencairkan suasana, membangun keakraban antar peserta, serta menciptakan kenyamanan sebelum memasuki sesi inti. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi edukasi mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup definisi gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal terjadinya bencana, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Penyampaian ini dirancang agar peserta, khususnya anak-anak, dapat memahami situasi darurat secara tepat dan bertindak secara sigap. Permainan edukatif “Yes or No” dan board game “Siaga Kata” memperkuat materi. Pada sesi permainan interaktif bertajuk “Yes or No” anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, dan diminta menjawab sejumlah pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami dengan mengangkat kertas bertuliskan “Yes” atau “No” yang telah disiapkan. Permainan ini dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi mitigasi yang telah disampaikan sebelumnya. Lalu, kegiatan ditutup dengan permainan board game edukatif “Siaga Kata”, di mana anak-anak diajak mengenal dan menyusun kata-kata yang berkaitan dengan bencana alam seperti tsunami, gempa, dan longsor. Permainan berlangsung dalam format kelompok dan dibatasi waktu 10 detik untuk setiap penyusunan kalimat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kecepatan berpikir, tetapi juga mendorong kerja sama tim serta menguatkan ingatan peserta terhadap istilah penting dalam kebencanaan. Sepanjang kegiatan, suasana penuh semangat terlihat jelas dari antusiasme para peserta. Anak-anak aktif bertanya, tertawa, dan terlibat dalam setiap sesi yang disajikan. Program Safari Kampung di Pantai Batusahulu tak hanya menjadi sarana edukasi mitigasi bencana, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi peserta. Salah satu anak peserta bertanya, “Ini seru banget, besok ada lagi tidak?” Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan, relevan dengan lingkungan sekitar, dan tetap menyampaikan pesan penting secara efektif. Dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, informasi mengenai gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah penyelamatan diri lebih mudah dipahami dan diingat. Diharapkan, pengetahuan yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat tertanam kuat dalam ingatan peserta dan menjadi bekal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. GMLS berharap Safari Kampung dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah rawan bencana lainnya—menjangkau lebih banyak anak-anak, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membentuk generasi yang tangguh, peduli, serta siap menghadapi risiko apa pun yang mungkin terjadi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Read More »

Shopping Cart