May 2025

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh Tanggal Rilis: 13 Nov 2024 | 07:00 Lokasi: PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN Penulis: Patricia Lorena PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004. PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004. Anis Faisal Reza, atau yang dikenal sebagai Abah Lala, menjadi pembicara pada sesi 10 November pukul 13.00 WIB. Sebagai pendiri komunitas mitigasi yang mengembangkan kesiapsiagaan tsunami lewat program Tsunami Ready di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Ketua GMLS ini menekankan pentingnya kearifan lokal dalam mitigasi bencana, khususnya tradisi “Bayah Dikumbah” yang membantu masyarakat Bayah, Banten, mengenali tanda-tanda alam sebagai peringatan dini tsunami. Abah Lala juga turut hadir dengan harapan simposium ini dapat memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Tsunami Ready. Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran, infrastruktur, dan kebijakan agar komunitas rentan tsunami di Indonesia segera mencapai status Tsunami Ready. “Pada akhirnya, kami percaya bahwa simposium ini akan menjadi momentum penting untuk menyiapkan masyarakat pesisir di Indonesia dan negara-negara rawan tsunami lainnya agar lebih tangguh menghadapi ancaman tsunami. Dengan kesiapsiagaan yang baik, korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat tsunami di masa depan dapat diminimalkan,” ucap Anis. Acara ini merupakan kelanjutan dari 1st UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium yang digelar pada tahun 2014 di Jakarta untuk memperingati 10 tahun bencana tsunami Samudra Hindia 2004. Pada edisi kedua ini, simposium berfokus pada refleksi dan langkah ke depan dalam pengelolaan peringatan dini dan mitigasi bencana tsunami selama dua dekade terakhir. Simposium global yang diselenggarakan oleh BMKG, UNESCO-IOC, dan IUGG ini mengundang berbagai organisasi penting dan perwakilan dari negara-negara di kawasan Samudra Hindia, dengan target 1.000 peserta. Acara dihadiri oleh pakar tsunami, manajer bencana, ilmuwan, dan pembuat kebijakan dunia, dengan agenda utama berupa sesi pleno, diskusi panel, pameran, dan presentasi poster. “Simposium ini diharapkan akan menjadi platform global untuk meninjau kontribusi setiap sistem peringatan dan mitigasi tsunami regional dalam mencapai tujuan Program Tsunami PBB Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2030,” ujar Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![Aceh.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5PrJkYcKXmZwNzWwOeU4DN/430ffc48785a95b95e5176f0e90dbc68/Aceh.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh Read More »

Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Pada 19 November 2024, Program Tsunami Ready dari Humanity Project Batch 5 Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan acara Patriot Siaga, sebuah program mitigasi bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak, khususnya di wilayah Lebak Selatan, dalam menghadapi bencana alam, terutama tsunami. Acara ini diadakan di SDN 1 Situregen dengan melibatkan siswa-siswi dari kelas 1 hingga 6 SD. Acara dimulai dengan kata sambutan dari Tangguh Okta Wibowo, dosen Universitas Multimedia Nusantara, dan Lia Khaeirah, perwakilan guru SDN 1 Situregen, yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Kemudian, Kak Resha, sebagai pengisi acara, memandu kegiatan interaktif yang dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang gempa bumi dan tsunami, serta langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan menarik dan edukatif diselenggarakan selama acara, di antaranya adalah: Pertunjukan Boneka Tangan: Pertunjukan boneka tangan yang bercerita mengenai Smong Si Raksasa Laut dibawakan oleh Kak Resha sebagai pendongeng. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru dengan bermain menggunakan boneka tangan sambil mempelajari mitigasi bencana. Peluncuran Buku “Rambu-Rambu Ajaib”: Siswa-siswi dibacakan buku cerita oleh Julie dan Tya. Buku cerita tersebut berjudul Rambu-Rambu Ajaib, yang mengajarkan tentang pentingnya rambu-rambu evakuasi dan prosedur mitigasi bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak pada konsep mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Workshop 3S: Kegiatan ini mengajarkan siswa kelas 3 & 4 SD langkah-langkah penting yang harus diambil selama bencana. Anak-anak sangat antusias mengikuti workshop yang mengajak mereka untuk membuat peta jalur evakuasi dan berpartisipasi dalam mini games mengenai tas siaga bencana. Boardgame Papan Siaga: Siswa kelas 5 SD mengikuti permainan boardgame yang kompetitif namun edukatif. Permainan ini membantu mereka memahami lebih dalam tentang prosedur mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Video Dokumenter: Anak-anak merasa antusias menonton video dokumenter yang berfokus pada cara-cara mitigasi bencana yang bisa dilakukan oleh anak-anak, serta bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam kesiapsiagaan bencana. Setiap kelas mendapatkan materi yang sama mengenai mitigasi bencana, namun disampaikan dengan menggunakan berbagai media yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman mereka. Salah satu teknik yang diajarkan adalah Drop, Hold, and Cover, yang memberikan pemahaman tentang bagaimana anak-anak bisa melindungi diri mereka saat terjadi gempa bumi. “Acara ini sudah hampir mencapai harapan, memang masing-masing kelas saya berharap punya penyampaian yang berbeda sesuai bentuk medianya. Saya melihat hampir semua anak antusias, ini sebenearnya bentuk penyegaran dari bentuk belajar sehari-hari, ada sesuatu yang baru, pastinya mereka antusias” Ujar Abah Lala, Ketua GMLS (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di Situregen, Lebak Selatan dengan meningkatkan pemahaman mereka mengenai bencana alam, serta mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi darurat dengan tenang dan siap. Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Patriot Siaga: Program Tsunami Ready untuk Meningkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana di SDN 1 Situregen Read More »

GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Tanggal Rilis: 20 Nov 2024 | 22:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Lebak, 16 November 2024 – Wilayah pesisir Lebak Selatan, khususnya Desa Situregen, terus menghadapi ancaman nyata dari potensi bencana tsunami dan Megathrust. Dengan tantangan ini, mitigasi bencana menjadi langkah esensial untuk melindungi masyarakat dan mengurangi dampak bencana. Untuk memperkuat kesadaran dan keterlibatan komunitas, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bekerja sama dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui MBKM Humanity Project Angkatan ke-5, Francesca Thalia Satiadhi dan Fuji Mentari Endiany, menyelenggarakan Workshop Desain Kaos bertema “Nyegah Bala Laut”. Acara ini menggabungkan edukasi mitigasi bencana dengan pendekatan kreatif melalui desain kaos. Melalui workshop ini, peserta tidak hanya belajar teknik desain, tetapi juga mendalami materi tentang kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami. Desain yang dihasilkan kemudian menjadi media komunikasi visual yang efektif, menyebarluaskan pesan kesiapsiagaan ke masyarakat lebih luas. Abah Lala, Ketua GMLS, menyatakan, “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan tsunami, tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi pemuda melalui produksi kaos mitigasi.” Ia menambahkan, kaos hasil workshop dapat menjadi pengingat visual kolektif masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana, sekaligus membuka pintu bagi pemuda untuk berwirausaha di bidang kreatif. Peran Pemuda dalam Membangun Ketangguhan KomunitasKomunitas pemuda Desa Situregen, termasuk Karang Taruna dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), menjadi motor penggerak utama dalam program ini. Partisipasi aktif mereka diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Deni Apriatna, Ketua Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Ia menegaskan, “Pemuda tidak hanya belajar desain, tetapi juga memahami konsep mitigasi bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Mereka kini menjadi penyampai informasi yang efektif di komunitas.” Sebagai bagian dari rangkaian program, GMLS dan mahasiswa UMN juga menghasilkan sebuah film dokumenter yang menggambarkan peran vital Karang Taruna dalam memperkuat kesiapsiagaan komunitas. Dokumenter ini menjadi media edukasi yang menyoroti bagaimana organisasi kepemudaan dapat mendorong solidaritas, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mempersiapkan mereka menghadapi ancaman bencana. Dalam wawancara, Abah Lala menekankan pentingnya keterlibatan elemen pentahelix (pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan sektor usaha) dalam mitigasi bencana. Ia menyebutkan, “Program ini menunjukkan bagaimana komunitas, terutama pemuda, dapat menjadi agen perubahan untuk membangun ketangguhan masyarakat.” Deni Apriatna juga berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan di masa depan, “Pemuda adalah ujung tombak kesiapsiagaan. Dengan edukasi yang mereka terima, mereka bisa menjadi penggerak utama dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan.” Program “Nyegah Bala Laut” menjadi bukti bahwa pendekatan kreatif, kolaborasi multi-pihak, dan pemberdayaan pemuda adalah kunci untuk membangun masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS X Nyegah Bala Laut Gelar Workshop Desain Kaos: Pemuda Desa Situregen Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana Laut Read More »

Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bencana “Temanku Si Tsunami” di SDN 03 Situregen, Kabupaten Lebak, pada 16-19 November 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran mitigasi bencana bagi siswa dan orangtua melalui kegiatan interaktif seperti simulasi evakuasi, Virtual Reality (VR), dan penggunaan alat peraga tsunami. Dengan melibatkan masyarakat lokal, acara ini bertujuan membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Untuk mengedukasi siswa dan orangtua di wilayah rawan bencana, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bertajuk Temanku Si Tsunami. Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 19 November 2024 di SDN 03 Situregen, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Daerah itu dipilih karena termasuk kawasan rawan bencana. Salah seorang panitia penyelenggara, Bernadette Florine mengungkapkan, program berfokus pada peningkatan kesadaran serta keterampilan mitigasi bencana melalui serangkaian kegiatan interaktif, yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata terkait kebencanaan. “Pendekatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan di kalangan masyarakat, khususnya pada anak-anak dan komunitas lokal,” terang Bernadette Florine pada Rabu, 20 November 2024 Dia menerangkan, acara tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa UMN yang terdiri dari, Gabriel Kristian, Bernadette Florine, Dhia Ara Ghaniapasha, Muhamad Syihab dan Gabriella Christie yang dipandu langsung oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan berkolaborasi dengan FPRB Situregen serta berbagai pihak. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam edukasi mitigasi bencana, khususnya di daerah rawan seperti Desa Situregen ini. Melalui sinergi ini, program Temanku Si Tsunami berhasil mengintegrasikan semangat edukasi dengan pendekatan kolaboratif untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana,” papar Bernadette Florine. Hal senada disampaikan ketua pelaksana, Gabriel Kristian. Menurut Gabriel Kristian, pendekatan acara dilakukan dengan mengajak siswa dan orangtua untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan edukatif penggambaran kebencanaan. Pendekatan itu meliputi, sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR). Pada pelaksanaannya siswa belajar tentang langkah-langkah evakuasi dini pentingnya memiliki tas siaga bencana, zona rendaman tsunami, dan zona evakuasi terdekat. Berikutnya adalah prototype wave tank dan patahan meliputi menggunakan patahan untuk menggambarkan pergeseran lempeng dan wave tank sebagai alat peraga kejadian tsunami di pesisir. Selanjutnya simulasi mitigasi gempa dan tsunami dengan media interaktif. “Kegiatan ini menggabungkan pembuatan denah pop-up sebagai media kreatif untuk mengenali titik evakuasi aman di lingkungan sekolah dengan simulasi mitigasi gempa menggunakan role-play. Berikutnya sosialisasi dan buku pop-up tsunami ready. Buku pop-up berisi pemahaman, tanda-tanda, potensi dan langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi tsunami. Selain itu ada tabletop exercise yang meliputi latihan berbasis diskusi gladipeta menggunakan figuran untuk mensimulasikan skenario bencana,” jelasnya. Lebih jauh dia menerangkan, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR) serta Gladipeta Tabletop Exercise dikhususkan kepada orangtua siswa kelas tiga SDN 03 Situregen. Harapannya para orangtua lebih bisa melihat bagaimana penggambaran kejadian bencana tsunami melalui metode VR, kemudian mensimulasikan jalur evakuasi pada Gladipeta Tabletop Excercise. “Khusus untuk siswa kelas tiga SDN 03 Situregen, kegiatan merupakan prototype wave tank dan patahan. Simulasi mitigasi gempa dan tsunami dan buku pop-up dengan mempertimbangkan perkembangan usia dan kemampuan anak-anak,” paparnya. Setiap komponen kegiatan ini dibuat lebih interaktif dan melibatkan kemampuan sensorik serta motorik peserta. Siswa tidak hanya mendengarkan atau melihat penjelasan, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dengan merasakan, menyentuh, dan berinteraksi langsung dengan media pembelajaran yang disediakan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak lanjutnya, acara Temanku Si Tsunami sukses menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak sejak usia dini, sekaligus melibatkan orangtua mereka. “Kegiatan yang edukatif dan interaktif ini tidak hanya memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya persiapan menghadapi bencana, tetapi juga mendorong orangtua untuk turut serta dalam mendukung dan mengajarkan langkah-langkah mitigasi bencana di rumah,” tutupnya. Panggarangan, Lebak – Penulis: Marcelline TjhinUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS Read More »

Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan Tanggal Rilis: 20 Nov 2024 | 14:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa UMN dan GMLS Selenggarakan Program Edukasi Mitigasi Bencana “Sobat Siaga Tsunami” untuk Siswa SD di Lebak Selatan. Panggarangan, Lebak – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara berhasil menggelar kegiatan Sobat Siaga Tsunami pada Rabu, 13 November 2024 di SDN 03 Situregen, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas 4 dan 5 guna memberikan pemahaman lebih dalam tentang mitigasi bencana, dengan pendekatan yang menarik dan interaktif. Kegiatan yang diselenggarakan oleh lima mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan ini melibatkan berbagai program edukasi mitigasi bencana, antara lain:● Edukasi Tas Siaga Bencana: Siswa diajarkan pentingnya memiliki tas siaga bencana, serta memahami langkah-langkah evakuasi dini, zona rendaman tsunami, dan zona evakuasi terdekat.● Edukasi Buku Saku Literasi Bencana: Buku saku ini memberikan informasi penting tentang mitigasi bencana yang mudah dipahami oleh anak-anak.● Launching Photobook Pahlawan Kecil Tanggap Bencana: Photobook ini memperkenalkan tokoh kecil yang berperan dalam kesiapsiagaan bencana, memberikan inspirasi bagi siswa untuk menjadi pahlawan desa dan lebih peduli terhadap keselamatan bersama dalam menghadapi bencana.● Board Game “Tsunara” dan Card Game Siaga Bencana ‘SIB’ Gempa Bumi & Tsunami: Permainan edukatif yang dirancang untuk membantu siswa memahami bencana dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan Sobat Siaga Tsunami muncul sebagai program kemitraan antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Universitas Multimedia Nusantara. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Gugus Mitigasi Lebak Selatan, FPRB Situregen, dan disponsori oleh PT Maccaferri Indonesia. Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori tentang bencana, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang mempraktikkan kesiapsiagaan bencana. Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak sejak dini. Shabelita Luisa, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam tim penyelenggara kegiatan, menyampaikan harapannya agar Sobat Siaga Tsunami dapat memberikan dampak yang signifikan bagi anak-anak di Desa Situregen, Lebak Selatan. “Fokus utama dari kegiatan Sobat Siaga Tsunami adalah menjadikan siswa kelas 4 dan 5 sebagai agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan tsunami di lingkungan mereka. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat menjadi pemimpin yang mampu mengedukasi teman-teman, adik-adik, serta orang-orang di sekitar mereka tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama karena lokasi mereka yang dekat dengan pantai. Dengan pengetahuan yang mereka peroleh, saya harap mereka lebih siap dan tanggap dalam menghadapi tsunami yang bisa terjadi kapan saja.” ujar Shabel, salah satu mahasiswa tim Sobat Siaga Tsunami. Program Sobat Siaga Tsunami menjadi bagian dari Tugas Akhir mahasiswa UMN yang bertujuan untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada generasi muda, khususnya di daerah rawan bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa, serta memperkuat kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Penulis: Marcelline TjhinUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN bersama GMLS Gelar Kegiatan “Sobat Siaga Tsunami” di SDN 03 Situregen, Lebak Selatan Read More »

Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya Tanggal Rilis: 17 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak Penulis: Dave Hapien Banten – Dalam upaya memperkenalkan konsep food garden kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan lokal, sekelompok mahasiswa dari Humanity Project Batch-5 Universitas Multimedia Nusantara mengadakan sebuah program bertajuk “Food Garden Kita”. Banten – Dalam upaya memperkenalkan konsep food garden kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan lokal, sekelompok mahasiswa dari Humanity Project Batch-5 Universitas Multimedia Nusantara mengadakan sebuah program bertajuk “Food Garden Kita”. Berawal dari bersilaturahmi dan makan bersama salah satu warga Kampung Nagajaya, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara memperkenalkan konsep food garden yang memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat Kampung Nagajaya mengenai manfaat food garden dan mengajak mereka untuk lebih terlibat dalam upaya menciptakan ketahanan pangan di lingkungan mereka sendiri. Acara “Food Garden Kita” sendiri nantinya akan berlangsung pada hari Senin, 2 Desember 2024, dari pukul 12.00 hingga 14.30 di Kampung Nagajaya, Desa Sindang Ratu, Lebak Selatan. Berlokasi di pekarangan rumah salah satu warga, yaitu Usep. Area tersebut telah disiapkan sebagai tempat praktek workshop agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan teknik bertanam di pekarangan rumah secara sederhana. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung kepada warga kampung Nagajaya dalam hal perekonomiannya. “Dalam acara ini, rangkaian kegiatan mencakup door-to-door campaign serta diskusi langsung dengan warga seputar konsep food garden dan ketahanan pangan. Selain itu, akan diselenggarakan workshop penanaman bibit sayuran khusus untuk anak-anak di Kampung Nagajaya sebagai salah satu cara memperkenalkan cara bertanam sederhana. Harapannya masyarakat terutama generasi muda semakin menyadari peran penting food garden dalam menciptakan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.” ujar Gilang Al-Ghifari salah satu mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan media partner yang berkomitmen untuk mempromosikan ketahanan pangan di tingkat lokal. Melalui diskusi dan kegiatan edukatif ini, peserta diajak untuk memahami lebih dalam mengenai food garden serta manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal secara berkelanjutan. Edukasi mengenai food garden ini juga dirancang untuk menarik minat masyarakat, termasuk anak-anak, agar semakin peduli terhadap pentingnya bertanam sejak dini. Penulis : Dave Hapien Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![food garden.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/2nboKJHe1V7ERtheCSUphP/f1420b631bcbc4b3669171002b21965c/food_garden.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pre-Event Food Garden Kita: Mengenalkan Konsep Food Garden dan Ketahanan Pangan ke Warga Kampung Nagajaya Read More »

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana Tanggal Rilis: 01 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada 1 November 2024 menerima kunjungan dari rombongan Universitas Serang Raya (UNSERA), Banten. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., bersama dengan para Dekan dan perwakilan Rektorat, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai kegiatan dan program yang dijalankan GMLS dalam mitigasi bencana di kawasan Lebak Selatan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), pada 1 November 2024 menerima kunjungan dari rombongan Universitas Serang Raya (UNSERA), Banten. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., bersama dengan para Dekan dan perwakilan Rektorat, yang bertujuan untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai kegiatan dan program yang dijalankan GMLS dalam mitigasi bencana di kawasan Lebak Selatan. Dalam kunjungan ini, Anis Faisal Reza atau Abah Lala selaku ketua GMLS, memaparkan sejarah dan pencapaian signifikan GMLS serta tantangan yang dihadapi dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat Lebak Selatan. Ia juga menyoroti kebutuhan kolaborasi lebih lanjut untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Abah Lala menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, adalah kunci keberhasilan program mitigasi bencana GMLS. Dalam kesempatan ini, ia mengundang UNSERA untuk bergabung dalam kolaborasi untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Lebak Selatan. Rektor UNSERA, Dr. H. Abdul Malik, M.Si., mengapresiasi pencapaian GMLS dan menyebutnya sebagai bentuk pengabdian yang patut dicontoh. Ia menambahkan bahwa inisiatif serupa dari perguruan tinggi lain, seperti ITB dan UMN, dapat menjadi inspirasi bagi UNSERA untuk lebih berkontribusi di masyarakat. Selama pertemuan, para Dekan dari UNSERA turut berdiskusi mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat Lebak Selatan yang mendesak untuk diperhatikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan resiliensi bencana. Menutup kunjungan ini, pihak UNSERA berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil kunjungan dengan membahasnya lebih lanjut di lingkungan kampus. UNSERA berharap dapat segera menentukan bentuk konkret kolaborasi yang dapat dijalankan bersama GMLS di Lebak Selatan. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua pihak dalam membangun kerjasama strategis, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat Lebak Selatan menghadapi ancaman bencana di masa mendatang. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![unsera.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/Ej6yhkDrAJLEENlhswR83/e20285a58190b79e756467ab43b5a44b/unsera.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) Menyambut Kunjungan Universitas Serang Raya (UNSERA): Langkah Awal Kolaborasi untuk Kesiapsiagaan Bencana Read More »

Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Tanggal Rilis: 20 Oct 2024 | 12:12 Lokasi: Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Penulis: Dave Hapien Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan Anis Faisal Reza founder GMLS melakukan musyawarah warga guna untuk membicarakan konsep revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari Humanity Project Batch 5 bersama dengan Anis Faisal Reza founder GMLS melakukan musyawarah warga guna untuk membicarakan konsep revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji di Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, Kecamatan Panggarangan, Lebak. Dalam semangat kepedulian terhadap lingkungan, warga desa berkumpul dalam musyawarah warga yang diadakan untuk mendiskusikan rencana proyek konservasi Hutan Dungus Ki Haji. Tujuan dari musyawarah ini adalah untuk menyepakati sekaligus meminta persetujuan warga terkait inisiatif konservasi hutan yang diinisiasi oleh para mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Musyawarah warga ini diadakan di Saung Hutan Dungus Ki Haji yang dihadiri oleh perwakilan dari masyarakat kampung Nagajaya, Sadang, Kadu Gede, Cilubang, Cisitu, dan Sawarna. Terdapat juga tokoh-tokoh masyarakat yang turut meramaikan acara musyawarah ini. Dalam musyawarah ini, Anis Faisal Reza founder GMLS membuka pembicaraan mengenai perbaikan daya dukung hutan terhadap sumber mata air. “Apabila fungsi sumber mata air di hutan dapat terjaga dengan optimal, masyarakat akan mampu memenuhi kebutuhannya secara maksimal. Dengan tercapainya keseimbangan ekologis ini, pemanfaatan sumber daya alam dapat berlangsung secara berkelanjutan, mendukung kebutuhan manusia tanpa mengganggu kelestarian lingkungan.” ujar Anis Faisal Reza founder GMLS. Dalam pemaparannya, Anis Faisal Reza juga menyinggung permasalahan sekunder yang akan terjadi mengenai ekonomi yang terus menerus berinflasi dan diperlukan sebuah kesiapsiagaan masyarakat dalam beradaptasi. “Ekonomi masyarakat yang terus menerus berputar membuat kita warga masyarakat yang ada di Lebak ini harus dapat memutar otak, berpikir bagaimana dapat memanfaatkan potensi-potensi dari sumber daya alam yang kita miliki supaya dapat menjadi penopang jika nantinya kesulitan ekonomi menerpa kita.” ujar Anis Faisal Reza founder GMLS. Pada kesempatan yang sama Anis Faisal Reza juga memaparkan manfaat-manfaat ekologis yang akan diperoleh dari keberhasilan proyek konservasi hutan ini. Hal tersebut juga disampaikan oleh perwakilan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Dave Hapien yang menjelaskan tujuan baik dari proyek yang akan dilaksanakan. “Kami ingin memastikan pada bapak-bapak yang hadir bahwa proyek yang akan diadakan dengan dana pribadi dari saku mahasiswa ini, diperuntukkan untuk membantu dan menjaga kelestarian Hutan Dungus Ki Haji sebagai hutan yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kami membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga agar dampak positif dari konservasi ini dapat dirasakan secara nyata dan merata.” ujar Dave Hapien salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara. Seluruh warga yang hadir menyambut baik inisiatif ini dan memberikan tanggapan yang positif terhadap proyek konservasi ini. Selain itu warga juga menyampaikan berbagai harapan terhadap proyek yang akan diselenggarakan. Musyawarah ini menjadi langkah awal yang penting dalam proses pelaksanaan proyek konservasi Hutan Dungus Ki Haji. UMN bersama GMLS optimis dan berharap besar proyek ini akan berhasil dilakukan dengan baik. Selain itu diharapkan juga proyek ini mampu menjadi langkah awal dan sebuah contoh yang positif untuk inisiatif pelestarian lingkungan yang akan diadakan kedepannya. Penulis: Dave Hapien Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![dunguskihaji](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5XX2UotZ0IrU1ntWJL28r5/db2734b1984863e6f7dfdbb6a21980e5/dunguskihaji.jfif) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Ekonomi Siap Digerakkan: Masyarakat Dukung Revitalisasi Hutan Dungus Ki Haji Read More »

Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu Tanggal Rilis: 22 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Kampung NagaJaya, Desa Siturgen Penulis: Natasha Terra Setelah sukses menggelar acara perdananya di KampungNagajaya, program Mari Membaca (Marimba) kembali menyapa anak-anak di PAUD RatuMandiri 2 dengan keceriaan yang sama, Minggu lalu Indonesia merupakan wilayah yang sangat berpotensi bencana gempa dan tsunami. Kajian ilmiah dari tim Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipublikasikan di Scientific Reports pada tahun 2020, menyatakan bahwa pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak merupakan salah satu zona berisiko tinggi bencana gempa dan tsunami. Dari hasil pemodelan yang dilakukan menggunakan data Global Positioning System di Pulau Jawa, potensi gempa megathrust dapat mencapai magnitudo 8,9 yang berpotensi memicu tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa. Estimasi tinggi tsunami bahkan mencapai 20 meter. Hasil kajian ini meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu komunitas masyarakat yang peduli dengan kondisi bencana gempa dan tsunami yang dapat berdampak di wilayahnya adalah Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Abah Lala, ketua komunitas GMLS ini, menyadari bahwa masyarakat di pesisir selatan Lebak tersebut saat ini tidak memiliki kapasitas yang baik untuk bertindak, bahkan sebelum bencana gempa dan tsunami megathrust tersebut benar-benar datang. Mereka memerlukan dukungan, bimbingan, dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) gempa dan tsunami serta membangun resiliensi di Kabupaten Lebak, Banten. Pada 7 Februari 2021, terjalin komunikasi awal antara GMLS dengan Kelompok Keahlian Geofisika Global (KKGG) Institut Teknologi Bandung (ITB), BRIN (saat itu masih LIPI), dan U-INSPIRE untuk upaya penguatan kapasitas masyarakat di pesisir selatan Lebak. Selanjutnya, dengan didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BRIN, U-INSPIRE Indonesia, Tim ITB melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk pembuatan peta area pemukiman di Cimangpang dan Sukarena/Cikumpay, pemodelan inundasi tsunami, pemetaan eksposure dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV), pembuatan desain papan informasi publik mengenai tsunami yang disusun secara partisipatif, survei kondisi existing sumber daya desa dan digitalisasi peta rute evakuasi kampung menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Google Map. Untuk kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2022, ITB melalui kerangka Program Pengabdian Masyarakat, bekerja sama dengan GMLS, BRIN, BMKG, U-INSPIRE Indonesia, Kodam III/ Siliwangi, Korem 064/Maulana Yusuf, PMI, RAPI, dan Dompet Dhuafa, untuk membangun kesiapan masyarakat pesisir selatan Lebak dalam menghadapi tsunami. Peningkatan kapasitas masyarakat ini mengacu pada indikator Desa Tangguh Bencana, UNESCO-IOC Tsunami Ready, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui kegiatan penyiapan materi pendidikan kesiapsiagaan gempa tsunami untuk SMA, workshop mitigasi gempa dan tsunami, perencanaan dan pelatihan tanggap bencana gempa dan tsunami di sekolah, fasilitasi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) sekolah, penyiapan tempat evakuasi sementara dan akhir, pembentukan tim gugus mitigasi sekolah, pelatihan tanggap darurat tsunami dan kemampuan menerima dan menyampaikan peringatan dini 24/7. Fokus utama kegiatan adalah membangun kapasitas GMLS serta kapasitas sekolah dengan pilot project di SMA Negeri 1 Panggarangan. SMA Negeri 1 Panggarangan merupakan salah satu sekolah di pesisir selatan Lebak yang hanya berjarak 300 meter dari tepi laut. Selain sekolah tersebut, terdapat 28 sekolah lainnya yang berada pada zona merah rendaman tsunami di sepanjang pesisir selatan Lebak. Tidak ada penghalang atau barisan vegetasi yang bisa meredam laju ombak dari laut menuju sekolah. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang perlu diantisipasi oleh pihak sekolah, apa yang harus mereka siapkan dan lakukan mulai dari saat ini. Tak ada seorang pun yang mengetahui waktu terjadinya sebuah bencana, namun kita bisa memilih untuk memiliki kesiapan kapan pun bencana itu terjadi. Kegiatan pendampingan penguatan kapasitas masyarakat untuk pengurangan risiko bencana ini dilakukan selama 9 hari, dimulai dari tanggal 28 Juni 2022 hingga 6 Juli 2022. Tim Program Pengabdian Masyarakat ITB terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika ITB, yaitu Dr. Endra Gunawan, Medina Apriani, Fichri Firmansyah, Tania Suara Ning Tyas, Muhammad Raya Fadhillah, Luthfi Wira Wicaksana, dan Rahmat Hidayat, kemudian dosen dan mahasiswa Program Studi Seni Rupa ITB dan Program Studi Desain Komunikasi Visual ITB yaitu Ardhana Riswarie, S.Sn., M.A., Bagas Mahardika, Qanissa Aghara, Krisna Julian, Aura Fakhira Astiana, Achmad Afief Aulia Shadiqa, Rifqi Zuhdi Afifi, dan dibantu oleh Peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) BRIN yaitu Dr. Rahma Hanifa, dan dari U-INSPIRE Indonesia, yaitu Aan Anugrah, Tinitis Rinowati, Wina Natalia dan Tri Nugroho. Tim ini menyusun serangkaian kegiatan yang diawali dengan membangun pemahaman hingga mengekspresikan pemahaman tersebut dalam bentuk materi edukasi berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Rangkaian upaya peningkatan kapasitas ini dimulai dengan mengenalkan warga sekolah terkait proses alam terjadinya gempa dan tsunami. Pengenalan proses alam dilakukan untuk membangun pemahaman dasar mitra lokal sekaligus penerima manfaat utama kegiatan yakni GMLS dan tim gugus mitigasi sekolah. Selanjutnya terdapat kegiatan pelatihan evakuasi gempa dan tsunami, pengembangan SOP kedaruratan gempa tsunami, susur rencana jalur evakuasi, simulasi evakuasi dan tanggap darurat tsunami, pengujian penerimaan dan diseminasi informasi peringatan dini tsunami, serta pengembangan materi edukasi partisipatif dengan siswa dan guru SMA berbasis sains, seni, dan kearifan lokal. Pengenalan sekaligus praktik asesmen infrastruktur sekolah dilakukan dalam konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan pendampingan penguatan kapasitas gugus mitigasi bencana sekolah. Selain itu, ada satu materi yang diisi oleh perwakilan masyarakat Lebak melalui GMLS, tentang tradisi lisan yang ditemukan di beberapa titik wilayah Lebak selatan. Tradisi lisan ini memuat istilah “Caah Laut” yang secara harfiah memiliki arti banjir laut. Istilah ini kemudian ditafsirkan lebih luas menjadi suatu fenomena datangnya air laut ke daratan pada masa lalu. Masyarakat di pesisir selatan Kabupaten Lebak kemudian meyakini bahwa Caah Laut dan tsunami memiliki konteks serupa. Program Pengabdian Masyarakat ITB ini juga berkolaborasi dengan PMI untuk pelatihan keterampilan pertolongan pertama yang didukung pula oleh Puskesmas Desa Panggarangan. Selain itu, keterampilan lain yang dilatihkan ialah perakitan dan pemanfaatan dapur umum oleh Detasemen Perbekalan Angkutan Korem 064/Maulana Yusuf. Keterampilan ini kemudian dipraktikkan oleh siswa dan guru pada saat simulasi evakuasi dan penyelenggaraan tanggap darurat yang dilakukan pada tanggal 2 dan 3 Juli 2022. Jejaring Kemitraan dalam Upaya Membangun Ketangguhan Jangka

Marimba Kembali di Kampung Nagajaya: Kembangkan Literasi, Empati, dan Karakter Tangguh untuk Anak-Anak di Desa Sindangratu Read More »

Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024”

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024” Tanggal Rilis: 23 Oct 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju acara utama Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”, sebuah kegiatan silaturahmi pre-event telah sukses diselenggarakan. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara para pedagang mikro peserta acara dengan panitia, serta memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat untuk menghadapi acara puncak yang akan digelar pada 30 November 2024. Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju acara utama Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”, sebuah kegiatan silaturahmi pre-event telah sukses diselenggarakan. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara para pedagang mikro peserta acara dengan panitia, serta memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat untuk menghadapi acara puncak yang akan digelar pada 30 November 2024. Pre-event ini dihadiri oleh 19 pedagang mikro dari dua komunitas, yakni Zezak Insan Pedagang Community (ZIPAC) dan Pedagang Keliling Community (PKC) di Vila Hejo Kiarapayung pada hari Rabu, 23 Oktober 2024. Para peserta berkesempatan untuk memperkenalkan diri, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha mereka. Diskusi terbuka mengenai dunia perdagangan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kebutuhan dan harapan para peserta. Panitia juga menggunakan kesempatan ini untuk mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi peserta, guna memberikan solusi yang tepat melalui workshop dan sesi networking yang akan dilaksanakan pada acara utama. Pre-event ini dirancang untuk menciptakan suasana kebersamaan dan memperkuat komunikasi antara peserta dan panitia. Selain itu, acara ini bertujuan melakukan identifikasi kesiapan peserta yang memiliki ambisi kuat untuk mengembangkan usahanya. Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan peserta dapat lebih termotivasi dan siap berpartisipasi secara optimal dalam Niskala Project “Sukses Babarengan 2024”. “Diharapkan, dari pre-event ini, muncul rasa kebersamaan dan semangat kolaborasi di antara para peserta. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen peserta dalam mengembangkan bisnis mereka dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar serta networking yang akan ditawarkan dalam Niskala Project.” ujar Gloria selaku anggota perwakilan Niskala Project. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi:![niskala](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/3Skp0Ys99jRhvX9VpJcT6x/63d7ab575d9d533e68d3dff443f74f96/niskala.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pre-Event Niskala Project: Membangun Silaturahmi dan Kesiapan Peserta untuk “Sukses Babarengan 2024” Read More »

Shopping Cart