May 2025

Food Garden Kita: Langkah Nyata Menuju Desa Mandiri Pangan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Food Garden Kita: Langkah Nyata Menuju Desa Mandiri Pangan Tanggal Rilis: 02 Dec 2024 | 17:00 Lokasi: Nagajaya Penulis: Dave Hapien Nagajaya, 2 Desember 2024 – Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, menjadi saksi langkah nyata menuju ketahanan pangan lokal melalui acara bertajuk Food Garden Kita. Acara ini menyatukan masyarakat, mahasiswa, dan organisasi lokal untuk memberdayakan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bercocok tanam. Nagajaya, 2 Desember 2024 – Kampung Nagajaya, Desa Sindangratu, menjadi saksi langkah nyata menuju ketahanan pangan lokal melalui acara bertajuk Food Garden Kita. Acara ini menyatukan masyarakat, mahasiswa, dan organisasi lokal untuk memberdayakan pekarangan rumah sebagai sumber pangan produktif sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya bercocok tanam. Diselenggarakan berkat hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang tergabung dalam humanity project batch-5 bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), dengan dukungan sejumlah sponsor dan media partner. Kegiatan berlangsung pada Senin, 2 Desember 2024, dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB dan dilanjutkan dari pukul 16:00 sampai 17:00 WIB, bertempat di salah satu pekarangan warga Kampung Nagajaya. ## Meningkatkan Ketahanan Pangan Lewat Edukasi dan Aksi Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Anis Faisal Reza, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dengan memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan. “Ketahanan pangan dimulai dari keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai food garden, masyarakat tidak hanya mandiri dalam pangan tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Anis Faisal Reza. “Dengan adanya konsep food garden ini, akan mempermudah masyarakat Kampung Nagajaya jika terjadi hal-hal tidak terduga seperti pandemi kemarin”, tambahnya. Acara ini juga melibatkan anak-anak dalam sesi khusus penanaman bibit tanaman untuk menanamkan nilai pentingnya bercocok tanam sejak dini. Anis Faisal juga menyampaikan bahwa dengan mengajarkan dan memberikan edukasi dini tentang bercocok tanam pada anak – anak akan membantu mereka menghargai pentingnya lingkungan dan ketahanan pangan. Anak-anak tidak hanya menghabiskan waktu untuk bermain handphone, tetapi juga bisa berkegiatan dan bisa dibagikan hasilnya sebagai uang jajan. Rangkaian Acara yang MenginspirasiFood Garden Kita dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang interaktif dan edukatif, meliputi: 1. Seminar Manfaat dan Strategi Pengelolaan Food GardenPeserta diajak untuk mengenai berbagai jenis media bercocok tanam, jenis tanaman, dan memahami pentingnya food garden untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, dilengkapi strategi praktis dalam pengelolaannya. 2. Workshop Pengelolaan Food GardenDalam sesi ini, bapak-bapak dan ibu-ibu dari Kampung Nagajaya mendapatkan pelatihan langsung tentang bagaimana mengubah pekarangan rumah menjadi kebun produktif, dimulai dari melakukan percobaan menanam bayam hijau. 3.Penanaman Bibit oleh Anak-anakAnak-anak diajak untuk berpartisipasi aktif dengan menanam bibit tanaman bayam, cabai, dan tomat, memberikan pengalaman langsung yang mendidik sekaligus menyenangkan. Dalam proses pengajaran ini, anak- anak di dampingi oleh Aki Agus. ## Kolaborasi Komunitas dan Mahasiswa Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa UMN, masyarakat Kampung Nagajaya, dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Dengan semangat kolaboratif, acara ini tidak hanya menciptakan dampak jangka pendek tetapi juga menyiapkan masyarakat untuk mengelola food garden secara mandiri ke depannya. ## Menuju Desa yang Mandiri Pangan dan Berkelanjutan Dengan semangat gotong royong, Food Garden Kita memberikan harapan baru bagi masyarakat Kampung Nagajaya. Pekarangan rumah kini tidak lagi dipandang sebagai ruang pasif, tetapi sebagai aset berharga untuk mendukung ketahanan pangan dan edukasi generasi muda.Melalui acara ini, diharapkan Kampung Nagajaya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal. Dengan langkah kecil namun berarti ini, ketahanan pangan bukan hanya impian, tetapi kenyataan yang dapat dicapai bersama. Penulis: Dave Hapien Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 —Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Food Garden Kita: Langkah Nyata Menuju Desa Mandiri Pangan Read More »

Seminar dan Workshop JAHERA: Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Tingkatkan Bisnis Herbal

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Seminar dan Workshop JAHERA: Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Tingkatkan Bisnis Herbal Tanggal Rilis: 01 Dec 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 1 DESEMBER 2024 – Kelompok Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) sukses menyelenggarakan seminar dan workshop bertajuk “Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Bisnis Herbal”. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan resiliensi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Kegiatan yang berlangsung di Vila Hejo Kiarapayung, Panggarangan, ini dihadiri oleh 60 peserta, khususnya ibu-ibu dari Kampung Nagajaya. PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 1 DESEMBER 2024 – Kelompok Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) sukses menyelenggarakan seminar dan workshop bertajuk “Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Bisnis Herbal”. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan resiliensi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Kegiatan yang berlangsung di Vila Hejo Kiarapayung, Panggarangan, ini dihadiri oleh 60 peserta, khususnya ibu-ibu dari Kampung Nagajaya. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan sesi workshop pembuatan herbal yang dipandu oleh Resti Yuliani, pemilik Kafe Herbal Vila Hejo Kiarapayung. Dalam sesi ini, Resti mendemonstrasikan cara membuat resep herbal untuk batuk serta teh jahe, sambil mengulas manfaat herbal sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan. Peserta diharapkan dapat memahami cara memanfaatkan herbal, baik sebagai alternatif dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha yang potensial. Setelah sesi workshop, acara dilanjutkan dengan seminar oleh narasumber kedua, Susilo Dwihatmanto, founder Warteg Bahari Raya Group sekaligus praktisi UMKM. Beliau memaparkan potensi besar bisnis herbal di Kampung Nagajaya serta pentingnya pemasaran digital di era modern. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk herbal mereka, sehingga potensi herbal lokal dapat lebih dikenal secara luas. Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Anis Faisal Reza, atau yang akrab disapa Abah Lala, turut memberikan sambutan yang memotivasi para peserta. Beliau menyampaikan, “Kampung Nagajaya sebenarnya memiliki potensi besar untuk maju, menjadi tanah yang subur bagi tumbuhnya berbagai peluang usaha yang dapat berkembang pesat. Herbal adalah salah satu potensi yang sangat relevan di era modern ini. Hayu, kita belajar bersama agar ekonomi Nagajaya bisa meningkat dan kesejahteraan masyarakatnya semakin baik.” Acara ini disambut dengan antusias oleh para peserta, khususnya ibu-ibu, yang menunjukkan minat besar terhadap pemanfaatan herbal dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga memiliki harapan yang tinggi bahwa potensi herbal ini dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di masa depan. Malcolm Budiang, perwakilan tim penyelenggara, juga mengungkapkan harapannya terhadap kegiatan ini, “Kami berharap acara JAHERA hari ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Nagajaya, baik dalam meningkatkan kesehatan melalui pemanfaatan herbal maupun mendukung pengembangan ekonomi lokal. Penting bagi kita untuk kembali menggali dan melestarikan kearifan lokal yang mulai memudar, sehingga potensi ini dapat menjadi pijakan untuk kemajuan bersama.” Dengan antusiasme peserta yang tinggi, acara ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Nagajaya. Selain meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat herbal, kegiatan ini membuka jalan untuk mengembangkan produk herbal menjadi bisnis yang berdaya saing di pasar modern. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Seminar dan Workshop JAHERA: Inovasi Produk dan Pemasaran Digital untuk Tingkatkan Bisnis Herbal Read More »

Niskala Project: Sukses Babarengan 2024 Tingkatkan Kapasitas UMKM di Panggarangan, Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Niskala Project: Sukses Babarengan 2024 Tingkatkan Kapasitas UMKM di Panggarangan, Lebak Selatan Tanggal Rilis: 30 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Patricia Lorena PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 30 NOVEMBER 2024 – Niskala Project: Sukses Babarengan 2024, sebuah workshop bisnis hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), sukses digelar di Pendopo Vila Hejo Kiarapayung, Panggarangan. Kegiatan ini berfokus pada Fundamental Bisnis, Literasi Keuangan, dan Sesi Networking, dengan tujuan memberikan pelatihan serta pemaparan materi yang relevan untuk membantu pelaku usaha UMKM lokal menghadapi tantangan dalam menjalankan bisnis. PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 30 NOVEMBER 2024 – Niskala Project: Sukses Babarengan 2024, sebuah workshop bisnis hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), sukses digelar di Pendopo Vila Hejo Kiarapayung, Panggarangan. Kegiatan ini berfokus pada Fundamental Bisnis, Literasi Keuangan, dan Sesi Networking, dengan tujuan memberikan pelatihan serta pemaparan materi yang relevan untuk membantu pelaku usaha UMKM lokal menghadapi tantangan dalam menjalankan bisnis. Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku UMKM lokal yang menjadi penggerak utama ekonomi di Panggarangan dan sekitarnya. Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari program Resiliensi Masyarakat milik Gugus Mitigasi Lebak Selatan, dengan harapan mendukung pelaku usaha agar lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan bisnis. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 November 2024, sebagai tanggal pelaksanaan workshop bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi peserta, mengingat pada hari kerja mereka disibukkan dengan operasional usaha masing-masing. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan, Anis Faisal Reza, atau yang lebih akrab disapa Abah Lala. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun resiliensi di kalangan pelaku usaha mikro dan mengapresiasi kolaborasi antara UMN dan GMLS. “Kegiatan ini merupakan langkah penting untuk bersama-sama mengembangkan potensi komunitas pelaku usaha di Lebak Selatan. Dengan kolaborasi ini, kami berharap para pelaku usaha dapat terus tumbuh dan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar beliau. Dalam kegiatan ini, banyak pedagang lokal yang aktif bertanya dan melakukan konsultasi langsung dengan narasumber. Mereka membahas berbagai isu, mulai dari cara menghadapi tantangan bisnis, mencari peluang untuk meningkatkan usaha, hingga mengelola keuangan dengan lebih baik. Antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan dan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. “Dengan terlaksananya Workshop Bisnis Niskala Project ‘Sukses Babarengan’ 2024, saya mewakili tim Niskala Project berharap para peserta dapat langsung mengaplikasikan materi-materi yang telah mereka terima selama kegiatan berlangsung. Seluruh materi dalam workshop ini telah kami rancang berdasarkan kebutuhan dan masukan yang kami peroleh dari para peserta saat melakukan pertemuan sebelum acara berlangsung,” ujar Nicolas Alfonos, ketua Niskala Project 2024. Dengan hasil yang memuaskan ini, Niskala Project diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi program serupa di wilayah lainnya. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Niskala Project: Sukses Babarengan 2024 Tingkatkan Kapasitas UMKM di Panggarangan, Lebak Selatan Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Tim 1 Mengadakan Malam Perpisahan dengan Desa Tangguh Bencana di Villa Hejo Kiarapayung

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Tim 1 Mengadakan Malam Perpisahan dengan Desa Tangguh Bencana di Villa Hejo Kiarapayung Tanggal Rilis: 27 Nov 2024 | 00:00 Lokasi:Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Marcelline Tjhin Pada 23 November 2024, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) tim 1 menggelar malam perpisahan dengan masyarakat Desa Tangguh Bencana di Villa Hejo Kiarapayung, menandai puncak program kolaborasi selama satu bulan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Situregen dalam menghadapi bencana alam. Program ini bertujuan membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat setempat dalam mengelola risiko bencana, khususnya di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Malam perpisahan yang dihadiri oleh mahasiswa UMN, GMLS, serta Kepala Desa Situregen dan anggota Desa Tangguh Bencana berlangsung penuh keakraban dengan kegiatan berbagi kesan, pesan, dan makan bersama. Pihak terkait, seperti Anis Faisal Reza dari GMLS dan Deni Apriatna dari Desa Tangguh Bencana, menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin, berharap agar upaya mitigasi bencana ini dapat terus ditingkatkan demi menciptakan komunitas yang lebih tangguh. Panggarangan, Lebak Selatan, 23 November 2024 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) tim 1 sukses menggelar malam perpisahan dengan masyarakat Desa Tangguh Bencana yang bertempat di Villa Hejo Kiarapayung. Acara ini menandai puncak rangkaian program kolaborasi selama satu bulan yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Situregen dalam menghadapi potensi bencana alam. Program ini merupakan hasil kerjasama antara GMLS, mahasiswa UMN tim 1, dan Desa Tangguh Bencana, yang berfokus pada peningkatan kapasitas desa dalam mengelola dan mengurangi risiko bencana. Desa Situregen sendiri dipilih untuk mendapatkan pendampingan dalam rangka menghadapi potensi bencana alam, karena daerahnya yang rawan bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami. Malam perpisahan ini dihadiri oleh semua mahasiswa UMN yang berada di tim 1, GMLS, Kepala Desa Situregen, dan Desa Tangguh Bencana. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban melalui berbagai agenda, seperti berbagi kesan pesan dan makan bersama. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dan sambutan hangat dari Kepala Desa Situregen dan Desa Tangguh Bencana Situregen. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa UMN, tetapi juga memperkuat solidaritas dalam membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana,” ujar Anis Faisal Reza, selaku Direktur Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Deni Apriatna, Ketua Desa Tangguh Bencana pun mengaku sangat terbantu dengan program yang telah dilakukan GMLS dan mahasiswa UMN. “Kami merasa masyarakat Desa Situregen menjadi lebih siap menghadapi kemungkinan bencana, dan kehadiran GMLS berserta mahasiswa UMN memberikan semangat baru bagi kami,” ujarmya. Acara malam perpisahan ini diakhiri dengan makan malam bersama dengan konsep liwetan yang diiringi suasana penuh kehangatan. Setelah itu, GMLS, mahasiswa UMN tim 1, dan Desa Tangguh Bencana berbagi harapan akan program dan perbaikannya di masa mendatang. Mereka berharap agar upaya mitigasi bencana ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga Desa Situregen dapat menjadi contoh sukses dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana alam. Penulis: Marcelline Tjhin Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara.Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO).Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Tim 1 Mengadakan Malam Perpisahan dengan Desa Tangguh Bencana di Villa Hejo Kiarapayung Read More »

Kunjungan Safari Kampung Ketiga: Meningkatkan Pengetahuan Anak Di Kampung Cipurun Tentang Mitigasi Bencana Melalui Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kunjungan Safari Kampung Ketiga: Meningkatkan Pengetahuan Anak Di Kampung Cipurun Tentang Mitigasi Bencana Melalui Permainan Tanggal Rilis: 23 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Kunjungan Safari Kampung Ketiga: Meningkatkan Pengetahuan Anak Di Kampung Cipurun Tentang Mitigasi Bencana Melalui Permainan Desa Situregen, Panggarangan, Lebak Selatan, 23 November 2024 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui program Humanity Project Batch 5 kembali menggelar Safari Kampung, kali ini berfokus pada edukasi mitigasi bencana untuk anak-anak. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB ini bertempat di rumah Ketua RT Deni Apriatna dan dihadiri dengan penuh semangat oleh anak-anak Kampung Cipurun. Acara dibuka oleh Juliyanti, salah satu mahasiswa UMN yang terlibat dalam program ini. Ia menyampaikan, “Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan tentang mitigasi bencana dengan warga Kampung Cipurun. Kali ini, kami ingin bersenang-senang sambil bermain dan belajar bersama anak-anak agar mereka memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.” Kegiatan dimulai dengan permainan card game berjudul Petualangan Nawasena, karya Alma Maulidiana. Anak-anak dibagi menjadi dua tim dan dengan penuh antusias bermain sambil belajar mengenali rambu-rambu evakuasi tsunami. Tidak hanya itu, anak-anak juga menyanyikan dan mempraktikkan lagu “Kalau Ada Gempa,” yang membantu mereka memahami langkah-langkah sederhana saat gempa terjadi. Selanjutnya, mahasiswa UMN membacakan dua buku cerita anak. Buku pertama adalah Nawasena, karya Sabrina Jovani, yang menceritakan petualangan anak-anak dalam memahami bahaya tsunami. Buku kedua, Rambu-Rambu Ajaib, karya Juliyanti, memperkenalkan anak-anak pada tanda-tanda evakuasi yang harus diikuti saat terjadi bencana. Kedua cerita ini membuat anak-anak gembira sekaligus memberikan pemahaman mendalam tentang mitigasi bencana. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan susun kata bertema tsunami, di mana anak-anak diajak untuk menyusun kata-kata terkait mitigasi bencana. Permainan ini menciptakan suasana penuh keceriaan dan menambah semangat anak-anak untuk belajar. Acara ditutup dengan anak-anak bersama-sama menyanyikan kembali lagu “Kalau Ada Gempa” dan sesi foto bersama. Kehadiran mahasiswa UMN melalui Safari Kampung ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak Kampung Cipurun, sekaligus membantu mereka memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui cara yang kreatif dan interaktif. Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555— Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kunjungan Safari Kampung Ketiga: Meningkatkan Pengetahuan Anak Di Kampung Cipurun Tentang Mitigasi Bencana Melalui Permainan Read More »

Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Buku Cerita Anak dan Permainan Interaktif di TK Pelita

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Buku Cerita Anak dan Permainan Interaktif di TK Pelita Tanggal Rilis: 22 Nov 2024| 10:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Buku Cerita Anak dan Permainan Interaktif di TK Pelita Desa Situregen, Panggarangan, Lebak Selatan, 20 November 2024 – Universitas Multimedia Nusantara berkolaborasi dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dalam Program Humanity Project Batch 5 dengan bangga mengumumkan keberhasilan kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dilaksanakan di TK Pelita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami. Acara dimulai dengan sesi registrasi pada pukul 08.20 WIB, diikuti oleh pembukaan yang dibawakan oleh Sabrina Jovani dan Alma Maulidiana. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah TK Pelita, Ibu Suparti, menyampaikan apresiasi terhadap upaya edukasi ini yang sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara yang rawan bencana. “Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini, karena lokasi TK Pelita yang berada dekat dengan laut membuat edukasi mitigasi bencana menjadi sangat penting. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan agar anak-anak semakin siap dan paham bagaimana menghadapi situasi darurat,” Ujar Ibu Suparti, Kepala Sekolah TK Pelita. Sesi utama dimulai dengan presentasi materi mengenai gempa bumi dan tsunami, di mana Sabrina Jovani dan Alma Maulidiana memperkenalkan tanda-tanda bencana, langkah-langkah evakuasi, serta pentingnya kesadaran bencana bagi anak-anak. Materi ini disampaikan dengan cara yang interaktif dan menarik. Selanjutnya, buku cerita anak berjudul Nawasena dibacakan bersama anak-anak oleh Sabrina Jovani dan guru TK Pelita. Cerita ini menggambarkan kisah Nawasena, seorang anak yang berperan dalam menyelamatkan warga desa dari ancaman tsunami. Anak-anak terlihat antusias berpartisipasi dalam sesi tanya jawab terkait cerita tersebut, menjawab pertanyaan sederhana tentang tanda-tanda tsunami dan cara menyelamatkan diri. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang dikaitkan dengan gempa bumi dan tsunami, bertujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak sebelum bermain permainan kartu Petualangan Nawasena. Permainan edukatif ini dirancang dalam bentuk kartu berwarna kuning dan merah jambu, memperkuat pemahaman anak-anak mengenai rambu-rambu evakuasi dan langkah mitigasi bencana secara menyenangkan. Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada pemenang permainan, pemberian merchandise untuk seluruh peserta, sesi foto bersama, serta penutupan oleh Sabrina Jovani dan Alma Maulidiana. Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari pihak sekolah, tim Humanity Project Batch 5, Gugus Mitigasi Lebak Selatan, dan para guru. Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan mengatakan “Saya berharap inisiatif edukasi kebencanaan juga bisa dilanjutlan oleh pihak sekolah sendiri. Program edukasi mitigasi memang harus sejak dini diberikan. Bahkan jika diperlukan, ada integrasi dalam kurikulum pendidikan PAUD. Program ini tentu saja bisa dilanjutkan, tetapi ini tergantung dari itikad masing-masing penyelenggara pendidikan di daerah atau sekolahnya sendiri” ujarnya. Dengan adanya program ini, diharapkan anak-anak TK Pelita dapat memiliki pemahaman dasar tentang mitigasi bencana dan menjadi generasi muda yang tanggap terhadap bencana. Buku serta permainan Nawasena diharapkan dapat terus digunakan sebagai alat edukasi yang bermanfaat di sekolah-sekolah. Penulis: Benediktus Kuncoro PamungkasUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Alma Maulidiana, Sabrina JovaniKetua Penyelenggara Acara NawasenaTelp. +62 821 2214 6567, +62 812 9125 9684— Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Edukasi Mitigasi Bencana Melalui Buku Cerita Anak dan Permainan Interaktif di TK Pelita Read More »

Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 19:00 Lokasi: Situregen, Lebak Selatan Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Desa Situregen, 13 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman megathrust serta memperingati 20 tahun tragedi tsunami Aceh, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan FPRB DESTANA Situregen meluncurkan program “Sirene Mandiri Desa” di Kampung Cisiih, Desa Situregen. Program yang berlangsung dari 11 hingga 14 November 2024 ini berfokus pada penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Program ini dimulai dengan pemasangan sirene dan papan informasi interaktif di Masjid Al Ihtiad, lokasi strategis yang memastikan cakupan peringatan bagi seluruh warga. Papan informasi tersebut dilengkapi dengan tombol audio untuk memberikan pengetahuan praktis terkait jenis suara sirene dan langkah yang harus diambil saat peringatan berbunyi. Langkah ini penting untuk meningkatkan kesiapan warga dalam merespons potensi gempa dan tsunami. Pada puncak acara, 14 November, diadakan sosialisasi dan workshop pemeliharaan sirene, yang melibatkan warga Kampung Cisiih. Kegiatan ini bertujuan melatih masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan sirene secara mandiri, menjamin fungsi optimal dalam situasi darurat. Ketua program, Muhammad Sultan Faraj, menegaskan pentingnya sinergi dalam menghadapi bencana, “Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, organisasi lokal, dan pihak swasta menjadi kunci kesiapsiagaan masyarakat yang tangguh. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi, termasuk PT Crystal Biru Meuligo atas dukungan finansial yang signifikan.” Bapak Haji Asep Mulya Hidayat, Kepala Bidang BPBD Provinsi, turut memberikan pernyataan, “Saya sangat senang bisa hadir dalam kegiatan sosialisasi mandiri desa ini. Saya tidak menyangka masih ada anak muda Gen Z yang peduli terhadap lingkungan, terutama mengenai mitigasi bencana. Hal ini mengubah persepsi saya mengenai Gen Z.” Program “Sirene Mandiri Desa” diharapkan menjadi contoh teladan kesiapan komunitas menghadapi potensi megathrust, membangkitkan kesadaran akan peristiwa tsunami Aceh yang mengguncang Indonesia dua dekade lalu. Penulis: Benediktus Kuncoro Pamungkas Untuk Informasi lebih Lanjut, Mohon Hubungi: Anis Faizal Reza Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Kesiapsiagaan Hadapi Megathrust, Mahasiswa UMN Gelar Program Sirene Mandiri di Desa Situregen Read More »

GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Tanggal Rilis: 23 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Fakhira Nurul Ramadhani GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) kembali melaksanakan kegiatan edukasi pada Rumah Marimba (Mari Membaca Bersama) mengenai kesiapsiagaan bencana melalui pengenalan Buku Pop-up Tsunami-Ready yang kreatif bersama dengan mahasiswa Humanity Project Batch 5 dari Universitas Multimedia Nusantara. Kegiatan Marimba ini memiliki tujuan dalam memberikan edukasi secara berkelanjutan melalui Buku Pop-up Tsunami-Ready interaktif yang berisikan langkah Mitigasi Bencana yang dapat dilakukan oleh anak-anak dalam mempersiapkan diri menjadi pahlawan kecil dalam situasi bencana. Kegiatan ini juga turut dibawakan oleh tim Humanity Project Batch 5 dengan menggunakan pendekatan storytelling yang bertujuan dalam membawa anak-anak untuk menyelami Buku Pop-up Tsunami-Ready dengan paduan informasi dan visual tiga dimensi yang menarik. Hal ini bertujuan dalam memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk memahami konsep terkait bencana alam, terutama Tsunami dan Gempa Bumi, pengenalan Tas Siaga Bencana, pengetahuan mengenai Rute Evakuasi, serta Panduan Keselamatan dalam Keluarga. Kegiatan Rumah Marimba kali ini dilaksanakan kembali pada Desa Panggarangan dari pukul 11.00 hingga 12.30 WIB. Tidak hanya melakukan storytelling Buku Pop-up Tsunami-Ready, tim Humanity Project Batch 5 juga turut melakukan aktivitas menyenangkan lainnya seperti melakukan sesi bernyanyi “Kalau Ada Gempa” oleh BMKG, pengadaan kuis terkait bencana, serta permainan yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anak-anak untuk menjadi lebih siap terhadap bencana. “Melalui edukasi dan aktivitas menyenangkan, kami memiliki harapan dalam mempersiapkan anak-anak untuk bisa memahami informasi mengenai mitigasi bencana dalam pendekatan storytelling yang mampu membangun pengalaman emosional serta pemahaman yang mendalam terkait kesiapsiagaan bencana” ujar Kathleen Ruth Wijaya salah satu mahasiswa Humanity Project Batch 5. Kegiatan Rumah Marimba ini memperoleh respon dan partisipasi yang positif dari anak-anak. Melalui aktivitas yang interaktif, anak-anak memberikan semangat yang luar biasa dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) terus berkomitmen dalam mendukung kegiatan dan upaya untuk meningkatkan minat baca serta kesiapsiagaan bencana dalam membentuk generasi yang tidak hanya sadar, namun juga sigap dan tanggap terhadap risiko bencana. Kegiatan ini menjadi upaya pemberdayaan dalam menciptakan pahlawan kecil bencana bagi diri sendiri dan sesama. Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS Hadirkan Kegiatan Belajar Menjadi Pahlawan Kecil di Rumah Marimba Read More »

Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan Tanggal Rilis: 23 Nov 2024 | 12:00 Lokasi: Panggarangan, Lebak Selatan Penulis: Marcelline Tjhin Mahasiswa UMN dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan edukasi mitigasi bencana di Kampung Cipurun, Desa Situregen. Kegiatan meliputi permainan seru, pengalaman Virtual Reality (VR) tentang tsunami, dan *board game* Tsunara untuk mengajarkan kesiapsiagaan bencana. Ibu-ibu setempat sangat antusias dan mengapresiasi pendekatan interaktif ini. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga di wilayah rawan bencana, dengan harapan dapat dilanjutkan di masa depan. Panggarangan, Lebak Selatan, 22 November 2024 – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), melalui program Humanity Project Batch 5 kembali mengadakan kegiatan edukasi mitigasi bencana melalui Safari Kampung. Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua RT Deni Apriatna ini dihadiri oleh ibu-ibu warga Kampung Cipurun, Desa Situregen, dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB dengan pembukaan yang disambut hangat oleh para warga. Acara dilanjutkan dengan permainan menarik seperti game Oreo, dimana peserta harus memindahkan biskuit dari dahi ke mulut tanpa menggunakan tangan dalam waktu 2 menit. Permainan ini memecah suasana dan menciptakan gelak tawa di antara peserta. Selanjutnya, ibu-ibu diajak mencoba teknologi Virtual Reality (VR) yang menampilkan simulasi situasi tsunami. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang terjadi selama tsunami. Beberapa ibu merasa takut dan tegang saat mencobanya, namun mereka mengaku mendapatkan wawasan berharga tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mahasiswa UMN dan GMLS juga memperkenalkan permainan board game berjudul Tsunara karya Shabelita Luisa. Dalam permainan ini, peserta belajar tentang langkah-langkah menghadapi gempa dan tsunami sambil bersenang-senang. Pemenang dari permainan ini mendapatkan hadiah yang semakin memotivasi mereka untuk berpartisipasi aktif. Olivia Salim, salah satu mahasiswa UMN yang menjadi bagian dari Safari Kampung menyampaikan, “Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan tentang mitigasi bencana dengan warga Kampung Cipurun. Edukasi ini penting karena Desa Situregen adalah wilayah pesisir yang rawan bencana. Melalui Safari Kampung, kami ingin membantu masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat dengan cara yang interaktif dan menyenangkan melalui VR dan boardgame.” Antusiasme warga Kampung Cipurun terlihat jelas sepanjang kegiatan. Ibu-ibu mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan mahasiswa yang memberikan edukasi dengan cara yang unik dan menyenangkan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga tentang mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan tsunami seperti Desa Situregen. Safari Kampung ini merupakan salah satu upaya nyata mahasiswa UMN dan GMLS untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif. Kegiatan berakhir pukul 16.30 WIB dengan penuh kegembiraan dan harapan akan keberlanjutan program serupa di masa mendatang. Penulis: Marcelline Tjhin Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi: Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555—Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN dan GMLS Gelar Safari Kampung di Desa Situregen, Tingkatkan Kesadaran Mitigasi Bencana dengan Cara Interaktif dan Menyenangkan Read More »

JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal Tanggal Rilis: 09 Nov 2024 | 00:00 Lokasi: KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN Penulis: Patricia Lorena KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 09 November 2024 – Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) dan Resep dari Alam, proyek mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berkolaborasi dengan GMLS, mengadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan tanaman herbal di Kampung Nagajaya pada 09 November 2024. KAMPUNG NAGAJAYA, PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 09 November 2024 – Jelajahi Herbal Nusantara (JAHERA) dan Resep dari Alam, proyek mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang berkolaborasi dengan GMLS, mengadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan tanaman herbal di Kampung Nagajaya pada 09 November 2024. Bertempat di PAUD Kampung Nagajaya, acara ini dihadiri oleh generasi muda setempat yang antusias untuk belajar dan mencoba langsung pengolahan tanaman herbal. Salah satu kegiatan utama adalah demonstrasi pembuatan teh jahe sereh. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa pengolahan herbal dapat dilakukan dengan mudah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada obat-obatan modern. Juan Andreas, perwakilan dari JAHERA, bersama Patricia Lorena, perwakilan dari Resep dari Alam, memimpin jalannya acara. Para peserta terlihat aktif berpartisipasi dalam sesi praktik dan diskusi. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan pertanyaan terkait manfaat dan teknik pengolahan tanaman herbal. Salah satu peserta, Nina Herlina, menyatakan, “Acaranya membantu saya jadi sadar kalau ternyata bikin herbal nggak sesusah yang dibayangkan. Jadi ingin mencoba kalau lagi nggak enak badan.” Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda di Kampung Nagajaya, dapat semakin mengenal dan memanfaatkan tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Proyek ini juga menjadi langkah awal dalam mengurangi ketergantungan pada obat kimia. Penulis: Patricia LorenaUntuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:Anis Faisal RezaKetua Gugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. +62 878-0979-8555 — Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan: Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana. Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara. Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO). Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan). Link Folder Dokumentasi: ![obed.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/4U73uAYZVNgMurnvr4awHc/169bdcbc0e1419d0fcba94ca53bc93bb/obed.jpg) Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

JAHERA dan Resep dari Alam Edukasi Generasi Muda Kampung Nagajaya tentang Herbal Melalui Demonstrasi Pengolahan Herbal Read More »

Shopping Cart