Events

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 16:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Kezia Margaretha, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Pertunjukan teater edukatif “Murka Sang Caah Laut” berhasil memperkenalkan konsep mitigasi bencana tsunami kepada 128 siswa SDN 2 Situregen, Lebak Selatan, melalui pendekatan seni pertunjukan yang inovatif. Kolaborasi Lintas Institusi Acara yang berlangsung pada 26-27 Mei 2025 ini merupakan puncak dari program Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi MBKM Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan menggandeng Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Cerita yang Mengedukasi “Murka Sang Caah Laut” mengisahkan kebangkitan monster tsunami yang dikenal dalam bahasa Sunda sebagai “caah laut” (banjir laut). Melalui petualangan empat siswa yang diselamatkan oleh karakter SIGEMI (peta ajaib), pertunjukan ini mengajarkan: Ciri-ciri datangnya tsunami Langkah-langkah penyelamatan diri Persiapan menghadapi bencana alam Partisipasi Aktif Pertunjukan melibatkan 14 pemeran, terdiri dari: 4 mahasiswa UMN: Sandya Pradayan, Sidra Shabirah, Dylan Ervian, Yvest Tanno 8 siswa SDN 2 Situregen: Sela Aulia, Dio Arka, Rahmi Barokatul, Siti Aisah, Sofhwatun Nadia, Tatang Hidayat, Raihan, Dzikro Aufar 2 relawan DESTANA: Deni Apriatna, Resti Agustini Respon Positif Tuti Ahyanah, guru SDN 2 Situregen, menyatakan: “Seni pertunjukan yang baru saja diadakan hari ini menunjukkan kalau teater sangat efektif sebagai cara belajar.” Seorang relawan DESTANA menambahkan: “Melalui pertunjukan ini, anak-anak jadi lebih paham, fokus, dan melihat pendidikan sebagai sesuatu yang menghibur.” Visi ke Depan Kezia Margaretha Chandra, sutradara pertunjukan, berharap: “Edukasi dapat menerapkan pendekatan audio-visual seperti media sosial agar anak-anak melihat edukasi sebagai sesuatu yang menyenangkan.” Acara ini dihadiri 128 siswa, 7 guru SDN 2 Situregen, 12 relawan DESTANA, dan 6 orang tua siswa, menunjukkan antusiasme tinggi komunitas lokal terhadap inovasi pendidikan mitigasi bencana. Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Teater “Murka Sang Caah Laut” Sukses Edukasi Mitigasi Tsunami untuk Siswa SD melalui Seni Pertunjukan Read More »

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Tanggal Rilis: 9 Juni 2025 | 15:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Debora Priscilla, Yvest Tanno Lebak, 24 Mei 2025 – Dalam upaya memperkuat pemahaman kebencanaan di lingkungan pendidikan, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara sukses menyelenggarakan Pelatihan Guru Mitigasi Bencana: PASIAGANA – PETA SIAGA di MTs Mathla’ul Anwar, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Lebak, Banten pada Sabtu, 24 Mei 2025. Acara pelatihan ini mengangkat tema “PETA SIAGA: Siap Hadapi Bencana” dan diikuti oleh 21 orang guru dari berbagai sekolah di Desa Situregen. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru-guru terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi tinggi terjadi di wilayah pesisir selatan Banten. “Kami ingin guru-guru menjadi garda terdepan dalam mengedukasi siswa tentang kesiapsiagaan bencana. Setelah pelatihan ini, mereka diharapkan mampu meneruskan informasi penting ini kepada para siswa dengan cara yang mudah dan aplikatif,” ujar Debora Priscilla, pembawa acara sekaligus salah satu anggota tim PASIAGANA. Pengenalan Jalur Evakuasi Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah “Pengenalan Jalur Evakuasi dari Sekolah MTs Mathla’ul Anwar” yang memungkinkan para guru mengenal lebih dalam simbol, warna, jalur evakuasi, serta konsep TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir). Para guru juga diajak menggambar langsung jalur evakuasi dari sekolah menuju titik kumpul, mewarnai zona berbahaya, serta membaca simbol pada peta. Aktivitas ini dirancang menyenangkan, agar guru juga dapat meniru pendekatan serupa saat mengajar siswa. Aktivitas Menyenangkan & Edukatif Para guru juga terlibat dalam aktivitas praktik pembuatan jalur evakuasi dengan mewarnai peta, melabeli zona rawan, serta menandai rambu-rambu evakuasi. Kegiatan dikemas secara menyenangkan agar materi dapat diserap dengan lebih mudah.  Materi Peluit & Simulasi Bunyi Tanda Bahaya Selain materi peta, para guru juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan peluit sebagai alat komunikasi darurat saat bencana. Tim fasilitator mengajarkan kode tiupan peluit.  Para guru juga mengikuti simulasi langsung membunyikan peluit sesuai dengan skenario keadaan darurat untuk melatih respon cepat dan koordinasi saat evakuasi. Praktik Pengajaran Kembali oleh Guru Setelah mendapatkan materi, para guru dilibatkan dalam sesi pelatihan praktik, dimana para guru diminta menjelaskan ulang materi peta evakuasi kepada teman-teman dari Humanity Project yang berperan sebagai siswa. Dalam kelompok kecil, guru mensimulasikan bagaimana mereka akan menyampaikan topik seperti: pengertian peta dan peta evakuasi, arti simbol dan warna pada peta, dan rambu-rambu evakuasi. Sesi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman menyeluruh, serta melatih cara penyampaian agar siswa bisa menerima informasi dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna. Sebagai bagian dari sesi ini, para guru juga diajak untuk menonton video dokumentasi penelusuran jalur evakuasi dari MTs Mathla’ul Anwar menuju titik kumpul akhir. Video ini memberikan gambaran visual nyata tentang rute evakuasi, kondisi medan, lokasi titik istirahat, hingga rambu-rambu evakuasi yang telah dipasang. Dengan menonton video tersebut, para guru mendapatkan pemahaman lebih konkret dan kontekstual mengenai jalur evakuasi di lingkungan sekolah mereka, sehingga dapat menyampaikan informasi tersebut dengan lebih meyakinkan kepada siswa. Modul Pengajaran untuk Siswa Setelah mengikuti pelatihan, guru tidak hanya membawa pulang pengalaman, tetapi juga memperoleh modul literasi peta berisi materi terstruktur untuk disampaikan kembali kepada siswa. Modul ini memuat penjelasan peta evakuasi, contoh simbol, simulasi, dan panduan pengajaran menyenangkan yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Materi Pelatihan  Materi pelatihan disampaikan oleh Irwan Fakhruddin, S.Sn., M.I.Kom., anggota National Tsunami Ready Board. Selain itu, mahasiswa Teknik Elektro UMN memperkenalkan sistem sirine peringatan dini yang dirancang sebagai bagian dari inovasi lokal untuk Desa Situregen. “Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti di satu hari saja. Guru-guru yang hadir bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dan membentuk rantai edukasi yang berkelanjutan,” tutur Jesslyn Tjandra Kristanto, Project Manager PASIAGANA. Pelatihan ini ditutup dengan post-test, sesi refleksi, serta pembagian sertifikat partisipasi dan souvenir menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari Humanity Project, program tugas akhir kolaboratif Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang bermitra dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan dan didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen. Dengan adanya pelatihan PETA SIAGA, Desa Situregen diharapkan makin siap menghadapi bencana, dimulai dari ruang kelas dan semangat para pendidik.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Pelatihan PETA SIAGA: Guru sebagai Agen Mitigasi Bencana di Desa Situregen Read More »

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 28 Mei 2025 – Setelah berjalan selama empat bulan, program Humanity Project hasil kolaborasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) resmi berakhir pada akhir Mei 2025. Sebanyak 25 mahasiswa lintas jurusan terlibat langsung dalam proyek berbasis edukasi dan teknologi untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan tsunami. Dimulai sejak Februari 2025, Humanity Project telah menggelar tiga gelombang kunjungan lapangan, masing-masing selama 10 hari, di berbagai wilayah di Lebak Selatan—seperti Kampung Cipurun, Nagajaya, Panggarangan, Bayah, dan sekitarnya. Mahasiswa tinggal dan bekerja langsung bersama masyarakat, mengembangkan program berbasis edukasi seni, teknologi, literasi anak, hingga pelatihan guru. Program ini melibatkan mahasiswa dari jurusan Ilmu Komunikasi, Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi UMN. Karya dari Humanity Project ini antara lain: Festival karya seni GEMINA yang melibatkan 150 siswa SD dalam lomba mewarnai, pertunjukan teater, dan kegiatan seni lainnya yang mengedukasi anak-anak tentang mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami; “Sang Ombak Raksasa”, sebuah video musik edukasi mitigasi bencana tsunami yang dibuat bersama warga dan siswa Situregen; Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Rumah MARIMBA 3 di Kampung Cipurun, pusat literasi anak yang menyimpan buku aktivitas, board game kebencanaan, dan dokumentasi lokal; PASIAGANA, pelatihan mitigasi untuk 21 guru agar menjadi agen perubahan di sekolah-sekolah zona merah; Instalasi sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System) di SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih, berbasis LoRa–ESP32. Program ini mendapat sambutan positif dari warga dan mitra lokal. Ibu Entin Rohmiati, Wakil Kepala SDN 2 Situregen menyebutkan, “Kolaborasi ini sangat bermanfaat. Anak-anak belajar sambil bermain, dan guru-guru pun mendapat perspektif baru tentang mitigasi.” “Saya baru pertama kali ikut pelatihan mitigasi seperti ini. Sekarang saya lebih tahu bagaimana menenangkan anak-anak saat gempa terjadi,” tambah Enok Liska Listiyani, guru MTS Cisiih, peserta PASIAGANA. Humanity Project menjadi wujud nyata dari visi GMLS untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh menghadapi bencana alam, serta mendukung misi GMLS dalam mengembangkan edukasi kebencanaan, menjalin kemitraan lintas sektor, dan membangun jejaring komunitas responsif. Dengan menggabungkan kekuatan pemuda, teknologi, dan pendekatan berbasis budaya lokal, proyek ini memperkuat pondasi mitigasi yang inklusif dan berkelanjutan.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Humanity Project GMLS dengan UMN di Lebak Selatan Resmi Ditutup: 25 Mahasiswa Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana Read More »

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 12:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) memasang sistem peringatan dini bencana di Lebak Selatan pada 27 Mei 2025 untuk membantu kesiapsiagaan masyarakat lokal terhadap tsunami. Sebagai bagian dari program Humanity Project, mahasiswa Teknik Elektro UMN—Dylan, Evan, Jethro, dan Oktaf—merancang dan mengimplementasikan Early Warning System (EWS) berbasis LoRa dan ESP32. Proyek ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2025, dan menjadi bagian dari kolaborasi strategis GMLS dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang lebih berbasis teknologi. EWS adalah sirine peringatan dini yang merupakan sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya atau bencana agar tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum dampaknya menjadi parah, terutama tsunami. Sistem ini sangat penting dalam manajemen risiko bencana dan keselamatan masyarakat. Tujuan utama dari EWS ini adalah untuk memberikan waktu kepada masyarakat pesisir agar dapat evakuasi sebelum terjadinya tsunami dan mencegah adanya korban jiwa dan kerugian akibat bencana. Alat yang dipasang terdiri dari modul master di Command Center GMLS di Villa Hejo Kiarapayung, dan modul slave di dua lokasi rawan bencana: SMAN 1 Bayah dan Masjid Al-Ittihad Cisiih. Ketika terjadi gempa atau potensi tsunami, sinyal dikirim dari pusat ke lokasi penerima untuk memicu respons dini warga sekitar. “Tentu saja kami sangat berharap bahwa sirine ini dapat bekerja dengan baik saat setelah terpasang dan bisa menyelamatkan banyak orang,” ujar Jethro, salah satu mahasiswa yang merancang dan memasang EWS tersebut. Proses pemasangan bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah gangguan sinyal akibat topografi, seperti bukit dan vegetasi lebat yang mempersulit transmisi data antara perangkat. Namun, kendala ini menjadi pembelajaran teknis penting bagi tim dan membuka kemungkinan pengembangan sistem di masa depan. Melalui proyek ini, diharapkan masyarakat dapat menerima peringatan lebih awal saat potensi bencana terjadi, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir risiko, mengurangi potensi kerugian, dan yang terpenting—menyelamatkan nyawa. Sebagai kawasan yang berada di pesisir selatan dan rawan tsunami, kehadiran teknologi peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Lebak Selatan, dan GMLS berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa mendatang.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

GMLS bersama Mahasiswa UMN Pasang Alat Peringatan Dini Tsunami di Bayah dan Cisiih Read More »

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 11:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 27 Mei 2025 – Festival seni edukatif GEMINA hari kedua sukses digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 27 Mei 2025 di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, melibatkan 150 siswa untuk belajar mitigasi bencana lewat teater dan musik. Hari kedua pelaksanaan festival karya seni Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA) kembali menghidupkan semangat edukasi kebencanaan di SDN 2 Situregen. Sebagai bentuk nyata dari misi GMLS dalam membangun kesadaran bencana, festival ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara melalui program Humanity Project. Acara yang digagas oleh William Louwi, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam program Humanity Project sebagai Project Manager GEMINA, digelar meriah di lapangan sekolah dengan berbagai pertunjukan seni edukatif. Puncak kegiatan di hari kedua ini adalah penampilan teater berjudul “Murka Sang Ca’ah Laut”, yang diperankan oleh siswa-siswi SDN 2 Situregen bersama para guru serta relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Teater ini menyampaikan narasi imajinatif tentang bahaya tsunami dan pentingnya kesiapsiagaan melalui media seni peran yang mudah dipahami generasi muda. Selain itu, ditayangkan pula video musik “Sang Ombak Raksasa”, yang berisi edukasi tentang skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20. Suasana kian semarak ketika guru dan partisipan turut bernyanyi bersama, menjadikan edukasi sebagai pengalaman kolektif yang menyenangkan. Video Musik “Sang Ombak Raksasa” dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. William Louwi menyampaikan alasannya memilih karya seni sebagai pendekatan utama dalam edukasi bencana: “Pemilihan Karya Seni sebagai media pembelajaran untuk mengenal dan memaknai mitigasi bencana lebih disukai anak-anak generasi muda yang masih dalam tahap mengembangkan kreativitas, dimana mereka bisa belajar sambil memahami apa pesan yang hendak disampaikan karena mereka ikut terlibat dalam kegiatan dan acara yang diadakan GEMINA, baik dalam lomba mewarnai, menghias peta partisipan untuk peta evakuasi, hingga penampilan teater.”  Sebagai bentuk apresiasi dan penutup acara yang menyenangkan, panitia GEMINA juga mengadakan sesi undian doorprize menggunakan gelang registrasi, yang menambah antusiasme peserta. Festival GEMINA hari kedua ini menunjukkan bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara inklusif dan menyenangkan, serta menjangkau kalangan anak-anak dengan cara yang kreatif dan membumi.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Hari Kedua Festival Karya Seni “GEMINA” Meriahkan SDN 2 Situregen Lewat Teater dan Video Musik Edukasi Bencana Read More »

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 10:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: William Louwi, Michelle Shannon Garot Lebak, 26 Mei 2025 – Sebanyak 150 siswa mengikuti GEMINA, festival karya seni edukatif yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada 26 Mei 2025 siang di SDN 2 Situregen, Kampung Cipurun, Lebak Selatan, untuk memperkenalkan mitigasi bencana lewat pendekatan kreatif. Dalam upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini, GMLS bersama beberapa mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara–dengan William Louwi sebagai Project Manager–menggelar Generasi Mitigasi Bencana (GEMINA), sebuah festival yang menggabungkan edukasi kebencanaan dan seni untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi GMLS dalam membangun kesadaran dan ketangguhan masyarakat Lebak Selatan terhadap risiko bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. GEMINA mengusung konsep edukatif sekaligus interaktif. Festival ini menyasar siswa-siswi SDN 2 Situregen sebagai peserta utama, dengan harapan bahwa pemahaman sejak dini tentang bencana dapat membentuk karakter tangguh dan siap siaga menghadapi situasi darurat. Berbagai kegiatan seni mewarnai jalannya acara, mulai dari perkenalan buku aktivitas “SIGEMI” bagi anak kelas 1-2 SD, lomba mewarnai untuk anak kelas 3-4 SD, hingga menghias peta evakuasi untuk anak kelas 5-6 SD. Materi-materi ini membahas tentang gempa bumi, tsunami, tanah longsor, serta bencana lainnya yang rawan terjadi di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan GEMINA juga didukung oleh Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Situregen. Wakil Kepala Sekolah SDN 2 Situregen, ibu Entin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami bersyukur atas diadakannya GEMINA ini dalam proses pembelajaran anak-anak SDN 2 Situregen tentang pentingnya mitigasi bencana. Kolaborasi ini menjadi yang pertama kali bersama mahasiswa UMN yang juga menggandeng DESTANA untuk kemajuan desa dan masyarakat Cipurun, Lebak Selatan.” Hal senada juga disampaikan oleh Kang Deni–Ketua Forum DESTANA Situregen, “Situregen, terlebih Kampung Cipurun, merupakan tempat saya lahir dan juga tempat saya tumbuh dan berkembang. Kemajuan masyarakat desa juga sangat saya pedulikan, terutama untuk menghadapi bencana alam di sekitar kita. Anak-anak mahasiswa di sini yang membantu kita dalam mempersiapkan tentang kemitigasian bencana nantinya akan kasih tahu kita semua agar bisa menghadapi bencana dengan baik bersama DESTANA lainnya.” Dengan adanya festival ini, GMLS berharap edukasi mitigasi bencana tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dapat diterapkan secara konkret oleh masyarakat, dimulai dari generasi paling muda. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @gemina.id atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Festival Karya Seni “GEMINA” Ajak Anak-Anak SDN 2 Situregen Kenali Mitigasi Bencana Read More »

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 09:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Sebanyak 35 anak mengikuti program edukatif Safari Kampung yang diselenggarakan oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di kawasan Pantai Batusahulu, Lebak Selatan, Minggu (25/5), pukul 14.00-17.00 WIB, untuk mengenalkan mitigasi bencana melalui permainan interaktif. Program Safari Kampung selaras dengan inisiatif Community Resilience milik GMLS yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap bencana alam seperti gempa dan tsunami. Dengan metode edukatif berbasis permainan, kegiatan ini membawa isu kebencanaan menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan dimulai dengan sesi ice breaking–permainan ringan yang bertujuan mencairkan suasana, membangun keakraban antar peserta, serta menciptakan kenyamanan sebelum memasuki sesi inti. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi edukasi mengenai mitigasi gempa bumi dan tsunami. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, mencakup definisi gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal terjadinya bencana, serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Penyampaian ini dirancang agar peserta, khususnya anak-anak, dapat memahami situasi darurat secara tepat dan bertindak secara sigap. Permainan edukatif “Yes or No” dan board game “Siaga Kata” memperkuat materi. Pada sesi permainan interaktif bertajuk “Yes or No” anak-anak dibagi menjadi dua kelompok, dan diminta menjawab sejumlah pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami dengan mengangkat kertas bertuliskan “Yes” atau “No” yang telah disiapkan. Permainan ini dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap materi mitigasi yang telah disampaikan sebelumnya. Lalu, kegiatan ditutup dengan permainan board game edukatif “Siaga Kata”, di mana anak-anak diajak mengenal dan menyusun kata-kata yang berkaitan dengan bencana alam seperti tsunami, gempa, dan longsor. Permainan berlangsung dalam format kelompok dan dibatasi waktu 10 detik untuk setiap penyusunan kalimat. Aktivitas ini tidak hanya melatih kecepatan berpikir, tetapi juga mendorong kerja sama tim serta menguatkan ingatan peserta terhadap istilah penting dalam kebencanaan. Sepanjang kegiatan, suasana penuh semangat terlihat jelas dari antusiasme para peserta. Anak-anak aktif bertanya, tertawa, dan terlibat dalam setiap sesi yang disajikan. Program Safari Kampung di Pantai Batusahulu tak hanya menjadi sarana edukasi mitigasi bencana, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi peserta. Salah satu anak peserta bertanya, “Ini seru banget, besok ada lagi tidak?” Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas dengan cara yang menyenangkan, relevan dengan lingkungan sekitar, dan tetap menyampaikan pesan penting secara efektif. Dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak, informasi mengenai gempa bumi, tsunami, serta langkah-langkah penyelamatan diri lebih mudah dipahami dan diingat. Diharapkan, pengetahuan yang ditanamkan dalam kegiatan ini dapat tertanam kuat dalam ingatan peserta dan menjadi bekal penting dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. GMLS berharap Safari Kampung dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah rawan bencana lainnya—menjangkau lebih banyak anak-anak, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan membentuk generasi yang tangguh, peduli, serta siap menghadapi risiko apa pun yang mungkin terjadi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Batusahulu: Anak Pesisir Belajar Mitigasi Bencana Lewat Permainan Read More »

Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan Tanggal Rilis: 5 Juni 2025 | 08:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Michelle Shannon Garot Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sukses menyelenggarakan Safari Kampung di Kampung Cipurun pada Minggu, 25 Mei 2025 pukul 09.00–11.00, mengedukasi 35 anak soal mitigasi gempa dan tsunami lewat permainan interaktif di halaman rumah warga. Sebagai organisasi yang fokus pada mitigasi bencana, GMLS menginisiasi program Safari Kampung—sebuah kegiatan edukatif yang dilakukan secara berpindah dari satu kampung ke kampung lain. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kesiapan masyarakat terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Edukasi disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan berbasis permainan. Sebanyak 35 anak di Kampung Cipurun, Lebak Selatan, mengikuti Safari Kampung yang sukses digelar GMLS pada Minggu, 25 Mei 2025. Dilaksanakan di halaman rumah warga agar terasa akrab dan membumi, kegiatan dibuka dengan ice breaking berupa permainan ringan yang mencairkan suasana dan membangun kepercayaan anak terhadap fasilitator. Setelah itu, mereka diajak mengenal gempa bumi dan tsunami—termasuk tanda-tanda awal dan langkah-langkah penting sebelum, saat, dan sesudah bencana. Selanjutnya, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok untuk bermain “Yes or No,” yaitu kuis seputar bencana yang menguji pemahaman mereka melalui cara menyenangkan. Fasilitator memberikan beberapa pertanyaan seputar gempa bumi dan tsunami. Setiap kelompok telah dibekali dua lembar kertas bertuliskan “Yes” dan “No.” Saat pertanyaan dibacakan, mereka diminta mengangkat kertas yang menurut mereka merupakan jawaban yang benar. Permainan ditutup dengan board game “Siaga Kata,” di mana anak-anak menyusun kata-kata terkait bencana dalam waktu terbatas. Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi sejumlah kata acak yang berkaitan dengan bencana alam seperti “tsunami,” “gempa,” “longsor,” dan sebagainya. Tugas mereka adalah menyusun kata-kata tersebut menjadi kalimat dalam waktu 10 detik. Sabbaha Ummi Tasya, salah satu fasilitator Safari Kampung, bertanya kepada anak-anak, “Adik-adik mau kalau ada kegiatan seperti ini lagi?” Anak-anak menjawab “Mau,” dengan antusias. Terlaksananya kegiatan Safari Kampung di Kampung Cipurun diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Antusiasme dan dukungan positif dari masyarakat menjadi dorongan bagi GMLS untuk melanjutkan program ini ke desa-desa lain di wilayah Lebak Selatan. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram @safarikampung atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Safari Kampung Cipurun: Bangun Kesiapsiagaan Bencana Anak Lewat Permainan Read More »

Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan Tanggal Rilis: 4 Juni 2025 | 13:15 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Natasha Evangelista, Yvest Tanno Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) mengadakan  pembelajaran mitigasi bencana pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pukul 14:00-16:00 WIB di Rumah MARIMBA 2, Kampung Nagajaya, yang diikuti oleh 40 orang anak di kampung tersebut. Melalui pendekatan ramah anak – seperti membaca buku, bermain, dan bernyanyi – kegiatan diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan anak terhadap tsunami dan gempa bumi.  Kegiatan bertajuk Rumah MARIMBA ini menghadirkan edukasi mitigasi bencana yang dikemas secara menyenangkan dan sesuai usia. Anak-anak usia 3–12 tahun diajak mengenali tindakan siaga bencana melalui berbagai aktivitas seperti permainan, membaca buku, dan menyanyikan lagu edukatif. Acara diawali dengan sesi ice breaking untuk mengaktifkan motorik anak. Dalam sesi ini, peserta diajak bergerak dan memvisualisasikan kata-kata dalam cerita melalui gerakan tubuh. Cerita yang dibawakan mengangkat tema alam dengan selipan kata-kata “tanah” dan “air”, yang dikaitkan dengan bencana gempa bumi dan tsunami. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan membaca berantai dalam kelompok kecil. Mereka membaca buku pengetahuan secara bergiliran, yang tidak hanya mendorong peningkatan literasi, tetapi juga melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking). Masih dalam suasana bermain kelompok, anak-anak belajar mengenali isi tas siaga bencana. Mereka secara bergantian memilih benda-benda penting yang perlu disiapkan dalam situasi darurat, seperti pakaian, peluit, senter, obat-obatan, dan uang. Kegiatan ini bertujuan membentuk pemahaman praktis tentang kesiapan menghadapi bencana. Untuk menutup acara, anak-anak diajarkan lagu mitigasi bencana tsunami berjudul “Sang Ombak Raksasa”, yang mengajarkan konsep evakuasi melalui skema 20-20-20:   gempa bumi selama 20 detik, waktu evakuasi hanya 20 menit, ke tempat setinggi 20 meter. Untuk mengukur pemahaman, peserta mengerjakan kuis Sang Ombak Raksasa yang sekaligus melatih kemampuan membaca dan menulis. Lagu “Sang Ombak Raksasa” sendiri baru dirilis pada hari Selasa 20 Mei 2025, dan  hadir dalam Video Musik yang dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Agenda ini dijalankan melalui kerja sama antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan GMLS. “Kami sangat senang dapat berkegiatan bersama adik-adik di Nagajaya, yang juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA ini”, ujar Yvest Tanno, mahasiswa UMN yang berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA 2. Pendekatan dilakukan secara komunikatif dan ramah anak, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak mengintimidasi. Dengan metode yang partisipatif dan interaktif, kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat dalam konteks kemanusiaan. Kegiatan Rumah MARIMBA disambut positif oleh anak-anak dan orang tua di Kampung Nagajaya. Antusiasme peserta menjadi penanda bahwa pendekatan edukasi yang menyenangkan sangat efektif diterima masyarakat. “Waaah ada gitar,” ujar seorang anak cilik melihat para mahasiswa akan membawakan lagu. “Aku mau, aku mau,” sorak anak-anak ketika ditanya siapa yang mau berkegiatan lagi.  Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya jangka panjang GMLS untuk membangun generasi muda yang siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana alam.  Selain sebagai wadah kegiatan edukatif, Rumah MARIMBA juga hadir sebagai pusat literasi yang terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun Instagram @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel.   Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 2: GMLS Tanamkan Kesiapsiagaan Lewat Lagu & Permainan Read More »

Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact Hamburger Toggle Menu DONATE events Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini Tanggal Rilis: 4 Juni 2025 | 13:00 Lokasi: Lebak, Banten Penulis: Yvest Tanno Lebak, 25 Mei 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan kegiatan edukasi mitigasi bencana pada hari Minggu, 25 Mei 2025 pukul 08:00-10:00 WIB di Rumah MARIMBA 1 di Kampung Panggarangan. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak dalam menghadapi bencana ini diikuti oleh 24 anak di Kampung Panggarangan. Kegiatan di Rumah MARIMBA 1 berkolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Kegiatan ini dilengkapi dengan rangkaian kegiatan literasi serta edukasi mitigasi bencana, mulai dari tas siaga bencana sampai lagu mengenai skema evakuasi bencana tsunami, 20-20-20.  Kegiatan dimulai dengan ice breaking, dimana anak-anak diajak untuk bergerak, memvisualisasikan kata dalam cerita melalui gerak tubuh, melatih aktivitas motorik. Adapun cerita yang dibawakan berkaitan dengan alam, menggunakan kata seputar tanah dan air, dan dikaitkan dengan bencana alam gempa bumi dan tsunami.  Anak-anak juga diajarkan untuk membaca berantai, yaitu membaca buku pengetahuan secara bergantian dalam kelompok. Selain meningkatkan literasi, juga meningkatkan keberanian dan kemampuan public speaking.  Masih dalam kegiatan berkelompok, anak-anak diajarkan mengenai isi dari tas siaga bencana. Anak-anak diajak untuk secara bergantian memilih barang apa saja yang perlu dimasukkan ketika menyiapkan tas siaga bencana. Seperti, pakaian, peluit, senter, obat-obatan, dan uang.  Sebagai penutup, anak-anak diperkenalkan dan diajarkan lagu mitigasi bencana tsunami “Sang Ombak Raksasa”. Lagu tersebut menjelaskan mengenai tsunami serta skema evakuasi, 20-20-20. Anak-anak juga mengerjakan Kuis “Sang Ombak Raksasa” yang bertujuan selain untuk mengetahui tingkat pemahaman anak-anak, juga untuk melatih anak-anak membaca dan menulis.  Lagu “Sang Ombak Raksasa” sendiri baru dirilis pada hari Selasa 20 Mei 2025, dan  hadir dalam Video Musik yang dapat disaksikan di kanal YouTube Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Yvest Tanno, mahasiswa UMN yang berpartisipasi dalam kegiatan Rumah MARIMBA 1 menyampaikan kebanggaannya melihat anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan. “Senangnya melihat mereka kompetitif dalam memasukan barang ke dalam tas siaga bencana juga menyanyi padahal baru mendengar lagunya sekali,” ujar Yvest Tanno.  “Aku suka lagunya, aku mau nyanyi” ujar anak-anak peserta kegiatan di Rumah MARIMBA. “Kakak kesini lagi ya, baca buku bareng” ujar anak-anak lainnya.  Kegiatan Rumah MARIMBA sangat diterima dengan positif oleh anak-anak juga orang tua di Kampung Panggarangan. Rumah MARIMBA sendiri merupakan bagian dari upaya GMLS untuk membangun generasi muda yang siaga dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana alam.  Rumah MARIMBA GMLS hadir di Kampung Panggarangan (Rumah MARIMBA 1), Kampung Nagajaya (2), dan baru resmi dibuka di Kampung Cipurun (3) pada hari Rabu, 21 Mei 2025. Inisiatif seperti ini dapat diadopsi untuk membuka pusat literasi untuk anak di daerah-daerah lain yang membutuhkan. Rumah MARIMBA hadir sebagai pusat literasi dengan fasilitas yang terbuka untuk siapa saja yang mau belajar. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi @rumahmarimba atau @gugusmitigasibaksel.    Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang mitigasi bencana sebagai bentuk kemanusiaan di daerah Lebak Selatan, Banten. Didirikan pada tahun 2020, GMLS hadir sebagai wujud kepedulian masyarakat lokal terhadap ancaman bencana alam, khususnya tsunami. Dengan visi “Masyarakat Lebak Selatan yang Siaga dan Tangguh Menghadapi Potensi Bencana Alam, GMLS melaksanakan berbagai kegiatan berkaitan dengan program Tsunami Ready dan Community Resilience. Hingga saat ini, GMLS telah mencatat berbagai pencapaian, salah satunya membantu Desa Panggarangan meraih status “Tsunami Ready Community” dari IOC-UNESCO, dan menjadi pionir dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Banten. Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi www.gmls.org atau @gugusmitigasibaksel. Kontak Media Yvest Tanno Media Relations Manager Gugus Mitigasi Lebak Selatan Telp. +62 895-1880-6387 Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Rumah MARIMBA 1: Edukasi Mitigasi Bencana yang Menyenangkan sejak Dini Read More »

Shopping Cart