November 2025

30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan

DONATE events 30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan Tanggal Rilis: 29 November 2025 | 11:37 WIB Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung, Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 29 November 2025 — Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara mengakhiri program Humanity Project setelah 30 hari mendampingi masyarakat Lebak Selatan dalam berbagai kegiatan edukasi mitigasi bencana di Kampung Gardu Timur dan Puskesmas Panggarangan. Program yang berlangsung dalam tiga fase: 10 hari di September, 10 hari di Oktober, dan 10 hari di November ini melibatkan 15 mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Batch VII) dan 5 mahasiswa Fakultas Teknik Informatika (Batch IV) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS). Selama 30 hari, mahasiswa menjalankan empat program utama yang menyasar berbagai segmen masyarakat. Program Sagara Asih fokus pada edukasi kebencanaan untuk anak-anak, Ngopi Bareng Bapak mengajak kepala keluarga memahami kesiapsiagaan, Dapur Siaga melatih peran ibu dalam kondisi darurat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat bencana bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Panggarangan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Camat Panggarangan, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, perwakilan DPRD Lebak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, dan BPBD Kabupaten Lebak yang berpartisipasi aktif dalam sejumlah program. “30 hari bersama, saya harap nilai-nilai yang kalian pelajari saat ini dapat terus kalian pegang. Pengalaman mendampingi masyarakat pesisir ini adalah pembelajaran berharga tentang kemanusiaan dan tanggung jawab sosial,” ujar Anis Faisal Reza, Direktur GMLS, yang membimbing peserta Humanity Project. Acara penutupan digelar Kamis (28/11) malam pukul 20.30 WIB di GMLS, yang dihadiri seluruh peserta Humanity Project, perwakilan Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Khairul Syafuddin, koordinator program Social Impact Initiative UMN. Suasana penuh kehangatan saat mahasiswa dan masyarakat berbagi cerita pengalaman selama program berlangsung. Program Humanity Project merupakan bagian dari Social Impact Initiative Universitas Multimedia Nusantara yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program kemanusiaan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga belajar tentang realitas masyarakat pesisir yang hidup di kawasan rawan bencana. Meskipun ini adalah batch terakhir dari program Humanity Project, GMLS berharap program ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran mitigasi kebencanaan, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi bencana alam. Pengalaman kolaborasi ini diharapkan dapat menginspirasi program serupa di masa mendatang.   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812 8896 7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

30 Hari Berlalu, 20 Mahasiswa UMN Akhiri Program Mitigasi Bencana di Lebak Selatan Read More »

GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi

DONATE events GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi Tanggal Rilis: 27 November 2025 | 13:57 WIB Lokasi: Command Center GMLS, Panggarangan Penulis: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 27 November 2025 — Sagara Asih bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menggelar sesi live streaming inspiratif yang mengajak generasi muda dan komunitas lokal untuk menumbuhkan nilai, kapasitas, serta kualitas kolektif dalam membangun kemandirian masyarakat menghadapi risiko bencana. Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran komunitas lokal dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman megathrust, salah satu isu kebencanaan yang menjadi perhatian utama pemerintah dan lembaga mitigasi di Indonesia. Melalui pemanfaatan media sosial dan konten edukatif, GMLS berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar penerima informasi menjadi pelaku aktif dalam komunikasi kebencanaan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Relawan muda dari GMLS, Dayah Fata Fadillah, membagikan pengalamannya selama terlibat dalam berbagai program edukasi kebencanaan di Lebak Selatan. Di tengah tren anak muda yang cenderung mengejar keuntungan finansial, Dayah justru memilih menyalurkan energinya untuk kegiatan sosial. “Saya belajar dari GMLS bahwa kontribusi sosial bukan hanya soal uang, tapi soal dampak dan kebermanfaatan. Ketika masyarakat lebih sadar dan siap menghadapi bencana, di situlah nilai sebenarnya muncul,” ujarnya. Dayah menyoroti peran media digital sebagai alat penyebaran edukasi kebencanaan yang efektif. “Dengan membuat konten yang sedang trending, GMLS berhasil mencapai lebih dari 14 juta view di TikTok. Ini bukti bahwa edukasi kebencanaan bisa dikemas secara menarik, ringan, tapi tetap bermakna,” katanya. Ia menegaskan bahwa kemandirian dan komitmen adalah fondasi utama membangun organisasi komunitas yang berkelanjutan. “Dari perjalanan kami, tanpa bantuan dana besar, kami tetap bisa berjalan dengan visi dan misi yang kuat. GMLS bahkan berhasil mendapatkan pengakuan dari UNESCO melalui program Tsunami Ready. Hal ini seharusnya menjadi inspirasi bagi komunitas lokal lainnya,” tutur Dayah. GMLS telah berhasil mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO. Organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir ini berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Melalui kolaborasi dengan Sagara Asih, GMLS berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong menjadi agen perubahan. Bukan hanya memahami risiko bencana, tetapi juga membangun ketangguhan sosial dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Sesi live streaming ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi lokal mampu menjadi model pemberdayaan komunitas pesisir yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

GMLS Menjadi Bukti Komunitas Pesisir Bisa Berkembang Cepat dengan Kekuatan Kolaborasi Read More »

32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami

DONATE events 32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami Tanggal Rilis: 26 November 2025 | 06:37 WIB Lokasi: Puskesmas Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 25 November 2025 — Sebanyak 32 tenaga kesehatan Puskesmas Panggarangan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat gempa dan tsunami dalam Workshop Puskesmas Tangguh Bencana yang digelar PUSTANA. Workshop ini juga menandai peluncuran buku panduan kesiapsiagaan bencana khusus untuk fasilitas kesehatan pesisir. PANGGARANGAN, 25 November 2025 — Sebanyak 32 tenaga kesehatan Puskesmas Panggarangan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat gempa dan tsunami dalam Workshop Puskesmas Tangguh Bencana yang digelar PUSTANA. Workshop ini juga menandai peluncuran buku panduan kesiapsiagaan bencana khusus untuk fasilitas kesehatan pesisir. Workshop berlangsung selama lima jam (09.00–14.00 WIB) di Aula Lantai 2 Puskesmas Panggarangan. Kegiatan ini dipandu dua fasilitator: Anis Faisal Reza (Abah Lala), Direktur GMLS, yang menjelaskan analisis risiko bencana, dan Aan Anugerah, praktisi kebencanaan berpengalaman dalam edukasi kesiapsiagaan masyarakat.  Tenaga kesehatan memperoleh pemaparan materi mulai dari skenario dan konteks risiko, asesmen risiko partisipatif, hingga simulasi tabletop exercise. Metode ini dirancang untuk memperkuat pemahaman tenaga kesehatan tentang peran mereka sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. “Puskesmas memiliki peran vital saat bencana terjadi. Mereka harus tetap bisa memberikan layanan kesehatan darurat bahkan dalam kondisi terburuk. Karena itu, SOP yang jelas sangat diperlukan,” ujar Aan Anugerah. Dalam workshop ini, PUSTANA juga meluncurkan buku panduan berjudul “Protokol Kesiapsiagaan dan Respons Bencana: Gempa Bumi dan Tsunami – Panduan untuk Puskesmas Panggarangan.” Buku tersebut ditujukan bagi tenaga kesehatan puskesmas di wilayah pesisir untuk menghadapi risiko gempa dan tsunami. Sebelum workshop, GMLS telah mengadakan sesi live Instagram bertajuk “Siaga Hadapi Bencana: Kolaborasi Menuju PUSTANA” bersama Deni Apriatna, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Situregen, dan Encep Suprayoga, perawat sekaligus Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Panggarangan. “Harapan besar agar program ini mampu mewujudkan Puskesmas yang selalu siap dan tangguh menghadapi bencana,” ujar Encep dalam sesi live tersebut. Melalui program PUSTANA, GMLS berharap Puskesmas Panggarangan dapat menjadi model ketangguhan fasilitas kesehatan pesisir, memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal bahkan dalam situasi darurat bencana. GMLS berencana mereplikasi program ini di puskesmas lain di kawasan pesisir Lebak Selatan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

32 Tenaga Kesehatan Puskesmas Panggarangan Susun SOP Tanggap Darurat Tsunami Read More »

Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur

DONATE events Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:59 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Shangrila Surya Putri, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN— 23 November 2025. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) melakukan program kolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Kegiatan edukasi “Dapur Siaga” di Kampung Gardu Timur, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan yang dihadiri oleh 39 Ibu – ibu. Kegiatan ini memiliki tujuan dalam meningkatkan kapasitas para ibu di Kampung Gardu Timur, yang dimana area kampung tersebut memiliki akses mobilitas yang terancam lumpuh ketika terjadinya bencana. Acara ini menempatkan para ibu sebagai pusat penguatan kapasitas, karena merekalah yang paling memahami kebutuhan pangan keluarga. Melalui workshop ini, keterampilan domestik para ibu dikembangkan menjadi kemampuan manajerial yang dibutuhkan untuk mengoperasikan dapur umum berskala besar saat terjadi keadaan darurat. Dapur umum bencana bukan sekadar soal memasak dalam porsi besar,” tegas Dini Maryani, Pemegang Program Gizi Puskesmas Panggarangan, saat membawakan sesi workshop. “Setiap hidangan harus tetap memenuhi standar gizi, higiene, dan sanitasi, meskipun kita bekerja dengan segala keterbatasan di situasi darurat. “Dalam situasi bencana, asupan gizi seringkali terabaikan karena fokus hanya pada ‘perut kenyang’. Padahal, pemenuhan gizi yang tepat sangat krusial untuk menjaga imunitas pengungsi agar tidak mudah sakit. Melalui Dapur Siaga, kami membekali ibu-ibu agar mampu menyajikan makanan yang cepat saji namun tetap padat gizi dan aman dikonsumsi,” ujar Dini Maryani di sela-sela acara. Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) manajemen stok bahan makanan lokal bersifat darurat, perhitungan porsi, hingga teknik pengolahan pangan yang aman. Antusiasme peserta memuncak pada sesi Lomba Masak, di mana para ibu ditantang untuk mempraktikkan materi yang telah didapat dengan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu darurat yang layak dan bergizi dalam waktu terbatas. Acara Dapur Siaga ini merupakan bentuk kerjasama strategis antara elemen masyarakat berfokus kepada para ibu Kampung Gardu Timur, Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Situregen, dan Puskesmas Panggarangan. Diharapkan, “Dengan dapur siaga ini saya berharap kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan untuk wilayah Desa Situregen dan sekitarnya yang dimulai melalui para ibu Kampung Gardu Timur untuk dipersiapkan menjadi agen dapur siaga dalam manajemen dapur umum dalam menghadapi memiliki yang sigap, terlatih, dan mandiri jika sewaktu-waktu terjadi bencana.” Ujar Shangrila Surya Putri, selaku Project Manager dari Dapur Siaga. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Workshop dan Lomba Masak Dapur Siaga Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Ibu-Ibu Gardu Timur Read More »

Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir

DONATE events Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:43 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 — Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Festival Sagara Asih di Kampung Gardu Timur, Panggarangan, Lebak Selatan, sebuah kegiatan yang dihadiri oleh 35 anak dan bertujuan memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah dasar melalui pendekatan kearifan lokal Caah Laut sebagai pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir tentang ancaman tsunami. Festival Sagara Asih menghadirkan tiga pos permainan: Detektif Bencana, Peta Keselamatan, dan Pahlawan Kampung yang mengajak anak-anak belajar sambil bergerak, tertawa, dan bereksplorasi. Melalui permainan yang mudah dipahami, mereka diajak mengenali tanda bahaya, menemukan jalur evakuasi yang aman, hingga merasakan bagaimana harus bersikap saat keadaan darurat. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan media edukasi yang mereka ciptakan dengan penuh kepedulian, yaitu Buku Aktivitas Si Komi, boardgame Opat Kawani Elod, dan video musik lagu “Pahlawan Siaga”, yang dirancang agar anak-anak dapat belajar tentang bencana dengan cara yang dekat, menyenangkan, dan bermakna bagi kehidupan mereka. Kegiatan edukasi berbasis komunitas ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lebak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, PMI Kabupaten Lebak, Pokdarwis Provinsi Banten, Pokdarwis Kabupaten Lebak, serta Genpi Lebak. Menanggapi kolaborasi tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasinya, “Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun kesiapsiagaan sejak usia dini. Kami sangat mendukung inisiatif dan kontribusi yang diberikan oleh mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara dalam memperkaya upaya mitigasi bencana di wilayah kita.” Gugus Mitigasi Lebak Selatan berharap Festival Sagara Asih menjadi langkah awal dalam membangun model edukasi berbasis komunitas yang menekankan budaya lokal dan partisipasi aktif anak-anak. Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Dapat Dukungan Pemkab Lebak, Festival Sagara Asih Hadirkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal untuk Anak Pesisir Read More »

Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat

DONATE events Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat Tanggal Rilis: 24 November 2025 | 20:35 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Keycia Amanda, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN— 22 November 2025. Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) berkolaborasi dengan mahasiswa Humanity Project Batch VII Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Kegiatan edukasi “Ngopi Bareng Bapak Siaga” di Kampung Gardu Timur, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan. Kegiatan ini memiliki tujuan memperkuat fondasi kesiapsiagaan bencana bagi 37 kepala keluarga di wilayah Kampung Gardu Timur, yang termasuk zona merah tsunami Lebak Selatan. Kegiatan edukatif ini berlangsung pada Sabtu malam, 22 November 2025. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan tindakan nyata kesiapsiagaan melalui dua sesi workshop utama. Sesi pertama, yang disampaikan oleh Anis Faisal Reza, Direktur GMLS, membahas potensi bencana di Kampung Gardu Timur, mengajak kepala keluarga mengenali secara mendalam ancaman nyata tsunami yang dapat berdampak signifikan pada wilayah zona merah tersebut. Selanjutnya, sesi kedua yang dibawakan oleh Kang Aan, Aktivis Kebencanaan, mengangkat tema Keluarga Tangguh Bencana. Peserta didik mengenai konsep keluarga siaga, pemahaman jalur evakuasi, dan langkah-langkah penyusunan Standar Operasi Prosedur (SOP) Keluarga. Sebagai tindak lanjut, setiap kepala keluarga diminta menyusun rencana langkah evakuasi pribadi jika tsunami terjadi, sekaligus menetapkan peran siaga yang jelas bagi setiap anggota keluarga mereka. Melengkapi workshop edukatif, kegiatan ini turut menghadirkan pameran photobook bertajuk “Sebelum Sunyi: Catatan dari Garis Tempat Ombak Menanti”, yang mendokumentasikan kehidupan masyarakat di kawasan rawan tsunami. Pada kesempatan yang sama, juga diluncurkan buku panduan “Keluarga Tangguh Gardu Timur”. Buku ini berfungsi sebagai pedoman praktis bagi warga dalam membangun dan memelihara kesiapsiagaan keluarga secara berkelanjutan. Project Manager Ngopi Bareng Bapak Siaga, Keycia Amanda Hutomo, berharap kegiatan ini menjadi titik awal peningkatan kapasitas keluarga dalam menghadapi bencana. “Melalui kegiatan ini, Kami berharap tingkat pengetahuan bapak-bapak terkait potensi dan langkah mitigasi bencana Tsunami dapat meningkat. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan fondasi budaya kesiapsiagaan bencana (culture of disaster preparedness) di Kampung Gardu Timur,” ujar Keycia, menyoroti target peningkatan pengetahuan bapak-bapak tentang mitigasi tsunami. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun masyarakat yang lebih siaga dan tangguh. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Melalui “Ngopi Bareng Bapak Siaga”, GMLS Rangkul Para Ayah Gardu Timur untuk Siap Hadapi Situasi Darurat Read More »

Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana

DONATE events Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana Tanggal Rilis: 22 November 2025 | 15:21 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Clarence Sabrina, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 – Opat Kawani Elod, sebuah media pembelajaran kebencanaan berbasis permainan, resmi diperkenalkan dalam Festival Sagara Asih sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Menghadirkan pendekatan belajar sambil bermain, permainan ini mengajarkan anak-anak langkah keselamatan dasar, cara mengenali ancaman seperti gempa bumi dan tsunami, serta pentingnya bekerja sama saat menghadapi situasi darurat. “Kami ingin anak-anak belajar dengan gembira, tetapi tetap memahami betapa pentingnya keselamatan,” ujar Clarence Sabrina yang terlibat dalam pengembangan permainan ini. Opat Kawani Elod dikembangkan melalui kolaborasi mahasiswa UMN bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) sebagai bentuk inovasi edukasi kebencanaan yang dekat dengan budaya lokal. Permainan ini menggunakan kartu misi yang mendorong pemain untuk berpikir cepat, mengambil keputusan, dan menyusun strategi penyelamatan. Nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi inti dari setiap mekanisme permainan. Nama Opat Kawani Elod berasal dari Bahasa Sunda yang berarti “Empat Temani Elod”, merujuk pada empat elemen utama yang berperan melindungi Kampung Elod dari ancaman bencana. Dirancang dengan visual cerah dan ramah anak, permainan ini dibuat untuk memastikan proses belajar berlangsung menyenangkan dan mudah dipahami oleh berbagai kelompok usia. Selain dimainkan dalam Festival Sagara Asih, Opat Kawani Elod juga akan tersedia di Command Center GMLS di Kampung Gardu Timur dan Kampung Gardu Barat sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi anak-anak dan keluarga. Melalui permainan ini, GMLS berharap masyarakat dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan dari hal-hal sederhana yang dapat membentuk generasi tangguh dan peduli terhadap keselamatan diri serta orang lain. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Opat Kawani Elod Diluncurkan: Cara Baru Anak-Anak Belajar Siaga Bencana Read More »

Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi

DONATE events Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi Tanggal Rilis: 22 November 2025 | 15:21 WIB Lokasi: Kampung Gardu Timur, Panggarangan Penulis: Fidelia Geisca, Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson PANGGARANGAN, 22 November 2025 – Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi resmi diperkenalkan sebagai media edukasi kreatif yang membantu anak-anak memahami langkah mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan, mudah diterima, dan tetap bermakna. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan kegiatan Humanity Project Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Buku ini dirancang khusus untuk mendukung kesiapsiagaan anak-anak di wilayah pesisir Lebak yang rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Buku aktivitas ini menggunakan pendekatan interaktif yang mengajak anak-anak berpikir, mengeksplorasi, serta mempelajari tindakan yang tepat sebelum, saat, dan sesudah bencana. “Kami ingin menghadirkan media belajar yang ramah untuk anak-anak agar pesan penting tentang keselamatan dapat diterima tanpa rasa takut,” ujar perwakilan tim perancang buku dari UMN. Melalui aktivitas yang variatif, anak-anak dilatih membangun keberanian, kepedulian, dan kemampuan mengambil keputusan di situasi darurat. Nama “Komi” diambil dari singkatan Kompas Mitigasi, yang berfungsi sebagai panduan bagi anak-anak dalam memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Karakter Komi hadir pada setiap halaman untuk membantu menyederhanakan materi kompleks menjadi penjelasan yang mudah dipahami. Dengan gaya visual yang hangat dan bahasa yang ringan, Komi menjadi teman belajar yang mendampingi anak-anak menjelajahi pengetahuan kebencanaan melalui aktivitas bermain. Buku ini menegaskan pesan bahwa setiap anak dapat menjadi pahlawan keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Belajar sambil bermain membantu materi menjadi lebih menarik sekaligus memudahkan pemahaman tentang tindakan penyelamatan dasar. Buku ini dapat digunakan dalam berbagai kegiatan edukasi kebencanaan, baik di sekolah, komunitas, maupun dalam acara publik seperti Festival Sagara Asih. Melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi, GMLS dan UMN berharap keluarga dapat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan sederhana yang berdampak besar. Dengan cara belajar yang menyenangkan, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sigap, tangguh, dan mampu melindungi diri serta sekitarnya. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

Serunya Belajar Sambil Bermain melalui Buku Aktivitas Siaga Bencana Bersama Komi Read More »

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI

DONATE events GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Tanggal Rilis: 19 November 2025 | 22:11 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Lovenia Megumi | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 19 NOVEMBER 2025 – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan menggelar Festival Sagara Asih, sebuah program edukasi kebencanaan ramah anak yang mengangkat kearifan lokal pesisir. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 08.00–11.30 WIB di Kampung Gardu Timur, area sebelah Jembatan Cisiih, Kecamatan Panggarangan. Edukasi Mitigasi Kebencanaan Berbasis Kearifan Lokal Festival Sagara Asih hadir untuk mendekatkan konsep kesiapsiagaan bencana kepada anak-anak melalui cara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Program ini mengadaptasi kearifan lokal Caah Laut, yaitu pengetahuan turun-temurun masyarakat pesisir terkait perubahan cuaca, gelombang, angin, dan tanda-tanda alam lain yang selama ini menjadi panduan alami dalam menghadapi potensi bahaya. GMLS melihat bahwa pendekatan lokal seperti ini tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga mampu menjembatani pemahaman anak-anak terhadap pengetahuan kebencanaan modern. Dengan menggabungkan observasi tradisional dan prinsip-prinsip mitigasi berbasis sains, festival ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan yang bersifat holistik dan mudah dipraktikkan. Tiga Pos Permainan dengan Pendekatan CCDRR Anak-anak akan mengikuti tiga pos permainan edukatif yang dikembangkan berdasarkan Child-Centered Disaster Risk Reduction (CCDRR). Melalui aktivitas interaktif ini, mereka akan belajar mengenali tanda-tanda awal bencana, memahami peta keselamatan kampung, dan berlatih mengambil peran sederhana sebagai penolong di lingkungan sekitar. Setiap pos dirancang aman, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Peluncuran Media Pembelajaran Kebencanaan Dalam festival ini, GMLS dan mahasiswa juga memperkenalkan sejumlah media pembelajaran baru yang siap digunakan oleh sekolah maupun komunitas, yaitu: Buku Aktivitas Si Komi (Cluster Karya: Media Alternatif – Fidellia Geisca), Boardgame Opat Kawani Elod (Cluster Karya: Media Alternatif – Clarance Sabrina), Musik video “Pahlawan Siaga” (Cluster Karya: Media Alternatif – Nashita Nashwa). Produk-produk ini disiapkan untuk memperkaya materi edukasi kebencanaan yang relevan dan dapat digunakan secara mandiri oleh keluarga. Tujuan dan Harapan GMLS menegaskan bahwa Festival Sagara Asih merupakan langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah pesisir selatan Lebak. Dengan melibatkan generasi muda, program ini diharapkan dapat menciptakan perubahan jangka panjang dalam perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami. Kolaborasi dengan mahasiswa UMN juga memperkaya acara melalui sentuhan kreatif yang tetap berpegang pada nilai-nilai lokal. Pendekatan seperti ini menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara menyenangkan tanpa mengurangi substansi penting yang harus dipahami anak-anak. Keterlibatan Peserta Acara ini terbuka bagi anak-anak sekolah dasar di Kampung Gardu Timur dan kawasan sekitarnya. Seluruh kegiatan akan difasilitasi oleh pendamping dan relawan GMLS yang telah mendapatkan pelatihan dasar mitigasi bencana untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta. Informasi teknis lebih lanjut, termasuk pembagian kelompok dan alur kegiatan, akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan. Segala informasi lebih lanjut dapat melihat pada laman akun Instagram @sagara.asih dan @gugusmitigasibaksel serta website www.gmls.org   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 812-8896-7850Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin

GMLS GELAR FESTIVAL SAGARA ASIH: AJAK ANAK PESISIR KUASAI “CAAH LAUT”, ILMU LELUHUR SELAMATKAN NYAWA DARI TSUNAMI Read More »

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan

Home Who We Are Programs Events Library Infografis Contact TEA Hamburger Toggle Menu DONATE events Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Tanggal Rilis: 10 November 2025 | 15:41 WIB Lokasi: Tangerang Selatan Penulis: Nashita Nashwa | Editor: Francisco Anderson TANGERANG SELATAN, 10 November 2025 – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara, Nashita Nashwa, meluncurkan video musik berjudul “Pahlawan Siaga”, yang mengedukasi masyarakat tentang mitigasi bencana di wilayah pesisir Lebak Selatan, Tangerang Selatan. Peluncuran lagu ini akan berlangsung melalui acara “Sagara Asih” di Kampung Gardu Timur, dengan sasaran utama 45 anak dan keluarga pesisir sebagai peserta kegiatan. Nashita Nashwa menciptakan lagu “Pahlawan Siaga” sebagai bentuk respons terhadap kondisi geografis Kampung Gardu Timur yang berada di zona rawan bencana. Melalui karya ini, ia berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman banjir tahunan, gempa bumi, dan potensi tsunami megathrust yang mengintai wilayah tersebut. “Musik bisa menjadi jembatan antara edukasi dan kesadaran,” ujar Nashita Nashwa. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati lagu, tapi memahami bahwa kesiapsiagaan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri, keluarga, dan kampung halaman.”  Kolaborasi dengan Komunitas Lokal  “Pahlawan Siaga” merupakan hasil kolaborasi Nashita dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan, komunitas yang fokus pada edukasi pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir. Lagu ini mengusung pesan kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi bencana alam.  Format Acara Intim dan Edukatif  Berbeda dari konser besar, “Sagara Asih” dirancang dengan format rumahan dan intim. Acara ini mengundang sekitar 45 orang dengan target utama anak-anak. Setiap undangan wajib melakukan registrasi terlebih dahulu untuk menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.   Acara digelar di Kampung Gardu Timur, yang dikenal juga sebagai Kampung Elod, terletak di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Acara tersebut diselenggarakan pada 22 November 2025 pukul 08.30-11.45 WIB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, menjadi momen penting lahirnya karya “Pahlawan Siaga.”   Backgrounders Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.   Kontak Media Francisco Anderson GultomMedia Relations ManagerGugus Mitigasi Lebak SelatanTelp. ‪+62 858‑8820‑0600‬Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com Kembali Share this Events Facebook Twitter Whatsapp Instagram Envelope Linkedin Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan ALAMAT Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten – 42392 MEDIA sosial gugusmitigasibaksel Gugus Mitigasi Lebak Selatan contact us gugusmitigasibaksel@gmail.com 085 – 888 – 200 – 600 Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.

Mahasiswa UMN Luncurkan Lagu Mitigasi Bencana “Pahlawan Siaga” untuk Masyarakat Pesisir Lebak Selatan Read More »

Shopping Cart