Tanggal Rilis: 12 Mei 2026 | 10:47
Lokasi: = Villa Hejo Kiarapayung
Penulis: Steven Eduard
PANGGARANGAN – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (FIKOM UMN) menyelenggarakan kegiatan International Community Engagement bertajuk “Equipping Students and Society to Spot Misinformation” bersama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) di Panggarangan, Lebak, Banten. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi internasional yang membahas pentingnya literasi media, critical thinking, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali misinformasi di era digital.
Acara yang berlangsung di Panggarangan, Sabtu (09/5/2026), dihadiri langsung oleh Prof. Masato Kajimoto yang dikenal aktif dalam kajian media literacy dan misinformation studies. Kehadirannya menegaskan bahwa kolaborasi dengan komunitas akar rumput seperti GMLS bukan sekadar aktivitas pelengkap, melainkan bagian strategis dari visi akademis.
Pentingnya Literasi Media
Dalam sambutannya, Anis Faisal Reza menyampaikan bahwa edukasi mengenai misinformasi menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi masyarakat dan generasi muda yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital terutama saat terjadi bencana.
“Kegiatan seperti ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah informasi dan tidak mudah percaya terhadap berita yang belum terverifikasi dan saat terjadi kebencanaan,” ujar Anis.
Sementara itu, FX Lilik Dwi Mardjianto, Ph.D. menegaskan bahwa literasi media saat ini bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Di era digital, masyarakat dituntut untuk lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka konsumsi maupun sebarkan. Karena itu, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan sosial saat ini,” ujarnya.
Diskusi Interaktif Bersama Prof. Masato Kajimoto
Dalam sesi utama, Prof. Masato Kajimoto membahas bagaimana misinformasi dapat berkembang dengan cepat melalui media sosial serta pentingnya proses Fact-Check sebelum membagikan informasi.
Peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas berbagai fenomena hoaks, tantangan media digital, hingga peran generasi muda dalam situasi bencana.
Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat
Andy Firmansyah, M.M.T. menyampaikan bahwa kegiatan International Community Engagement menjadi bagian dari komitmen UMN dalam membangun kolaborasi berkelanjutan bersama masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan dampak sosial yang nyata,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dosen dan staf Universitas Multimedia Nusantara, di antaranya Irwan Fakhruddin, M.I.Kom., Dr. Kristina Nurhayati, Veronika Kaban, M.Si., Theresia Lolita, M.I.Kom., Adestya Ayu Armelia, M.Si.Par., serta Wirawan Istiono, M.Kom.
Melalui kegiatan ini, GMLS berharap dapat terus mendorong penguatan literasi media, membangun kesadaran kritis masyarakat terhadap misinformasi, serta mempererat kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan komunikasi digital di masa depan.
Backgrounders
Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.
Kontak Media
Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Share this Events
Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392
Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.