events

Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Dorong Kesiapsiagaan Tsunami Berbasis Kearifan Lokal di Simposium Global Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Tanggal Rilis: 13 Nov 2024 | 07:00

Lokasi: PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN

Penulis: Patricia Lorena

PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004.

PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN, 13 November 2024 – Anis Faisal Reza, Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), berperan sebagai narasumber dalam “2nd UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium” yang bertema “Two Decades After 2004 Indian Ocean Tsunami: Reflection and the Way Forward.” Simposium ini diselenggarakan di Banda Aceh pada 11-14 November 2024 untuk memperingati dua dekade sejak peristiwa Tsunami Aceh 2004.

Anis Faisal Reza, atau yang dikenal sebagai Abah Lala, menjadi pembicara pada sesi 10 November pukul 13.00 WIB. Sebagai pendiri komunitas mitigasi yang mengembangkan kesiapsiagaan tsunami lewat program Tsunami Ready di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Ketua GMLS ini menekankan pentingnya kearifan lokal dalam mitigasi bencana, khususnya tradisi “Bayah Dikumbah” yang membantu masyarakat Bayah, Banten, mengenali tanda-tanda alam sebagai peringatan dini tsunami.

Abah Lala juga turut hadir dengan harapan simposium ini dapat memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program Tsunami Ready. Ia menekankan pentingnya dukungan anggaran, infrastruktur, dan kebijakan agar komunitas rentan tsunami di Indonesia segera mencapai status Tsunami Ready.

“Pada akhirnya, kami percaya bahwa simposium ini akan menjadi momentum penting untuk menyiapkan masyarakat pesisir di Indonesia dan negara-negara rawan tsunami lainnya agar lebih tangguh menghadapi ancaman tsunami. Dengan kesiapsiagaan yang baik, korban jiwa dan kerugian ekonomi akibat tsunami di masa depan dapat diminimalkan,” ucap Anis.

Acara ini merupakan kelanjutan dari 1st UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium yang digelar pada tahun 2014 di Jakarta untuk memperingati 10 tahun bencana tsunami Samudra Hindia 2004. Pada edisi kedua ini, simposium berfokus pada refleksi dan langkah ke depan dalam pengelolaan peringatan dini dan mitigasi bencana tsunami selama dua dekade terakhir.

Simposium global yang diselenggarakan oleh BMKG, UNESCO-IOC, dan IUGG ini mengundang berbagai organisasi penting dan perwakilan dari negara-negara di kawasan Samudra Hindia, dengan target 1.000 peserta. Acara dihadiri oleh pakar tsunami, manajer bencana, ilmuwan, dan pembuat kebijakan dunia, dengan agenda utama berupa sesi pleno, diskusi panel, pameran, dan presentasi poster.

“Simposium ini diharapkan akan menjadi platform global untuk meninjau kontribusi setiap sistem peringatan dan mitigasi tsunami regional dalam mencapai tujuan Program Tsunami PBB Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2030,” ujar Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati.

Penulis: Patricia Lorena
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Anis Faisal Reza
Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 878-0979-8555

Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.

Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara.

Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO).

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan).

Link Folder Dokumentasi:

![Aceh.jpg](//images.ctfassets.net/a0vuiw5kn8h7/5PrJkYcKXmZwNzWwOeU4DN/430ffc48785a95b95e5176f0e90dbc68/Aceh.jpg)

Share this Events

Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan

ALAMAT

Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392

Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.