Tanggal Rilis: 14 Desember 2025 | 19:17 WIB
Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung
Penulis: Felicia Lesmana | Editor: Francisco Anderson
PANGGARANGAN, 14 Desember 2025 – Delapan belas anak TK Mathla’ul Anwar mempelajari cara melindungi diri saat gempa dan tsunami melalui serangkaian permainan interaktif di Villa Hejo Kiara Payung, Sabtu (13/12). Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi kebencanaan khusus anak usia dini sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan dibuka dengan board game “Siaga Kata”, di mana anak-anak menyusun kata seperti “gempa” atau “tsunami” dalam waktu 45 detik. Permainan ini dirancang memperkenalkan istilah kebencanaan secara sederhana dan menyenangkan sebelum masuk ke pembelajaran praktis.
“Kami sangat berterima kasih kepada GMLS atas program ini. Yang mengejutkan, materi mitigasi bencana ini ternyata sudah ada dalam kurikulum kami, namun kami belum memiliki metode pengajaran yang interaktif seperti ini,” ujar salah satu guru dari TK Mathla’ul Anwar.
Pengenalan Peralatan Darurat dan Command Center
Peserta mengikuti sesi pengenalan tas darurat yang dipandu Lala dan Adel dari GMLS dengan metode praktik langsung. Dalam sesi terpisah, Dayah memperkenalkan anak-anak pada berbagai alat keselamatan di command center (pusat informasi kebencanaan milik GMLS). Setiap anak diajarkan fungsi masing-masing peralatan melalui demonstrasi interaktif.
“Program ini dirancang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi membangun muscle memory sejak dini. Ketika anak-anak familiar dengan alat-alat ini dan prosedur keselamatan, respons mereka akan lebih cepat saat menghadapi situasi nyata,” jelas Anis Faisal Reza, Direktur GMLS.
Simulasi Evakuasi dan Drop, Cover, Hold
Bagian inti pembelajaran adalah simulasi praktis bersama tim Desa Tangguh Bencana (Destana). Anak-anak dilatih melakukan prosedur Drop, Cover, and Hold sebagai respons awal saat gempa terjadi. Simulasi dilanjutkan dengan latihan evakuasi terstruktur menuju titik kumpul aman, lengkap dengan panduan jalur evakuasi dan perhitungan waktu tempuh.
Suasana pembelajaran semakin meriah ketika anak-anak diajak mendengarkan dan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” karya Nashita, salah satu mahasiswa Humpro Batch 7 di GMLS yang menciptakan lagu edukatif khusus untuk program ini. Lirik sederhana namun sarat makna membantu anak-anak mengingat langkah-langkah kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan.
Literasi Kebencanaan untuk Masa Depan
GMLS menyediakan buku literasi kebencanaan sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Pendekatan interaktif dan edukatif ini dinilai penting untuk menanamkan pemahaman dasar kesiapsiagaan bencana sejak usia dini, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Backgrounders
Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.
Kontak Media
Francisco Anderson Gultom
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 812 8896 7850
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Share this Events