events

GMLS Bahas Pemanfaatan Kearifan Lokal untuk Mendukung Mitigasi Bencana di Banten Selatan

Tanggal Rilis: 8 November 2026 | 09:00

Lokasi: Villa Hejo Kiarapayung

Penulis: Marvelous

PANGGARANGAN, GMLS – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menggelar diskusi dengan peneliti, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dan keluarga mahasiswa Lebak Komisariat Cilangkahan (KUMALA). Pertemuan dengan tema “Menjaga Ruang-Ruang Kunci Banten Kidul” ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian “Pangauban Sanggabuana Membedah Tradisi Lisan Mengenai Konsep Kewilayahan Tradisional Banten Kidul” untuk mengintegrasikan budaya lokal dalam upaya pemeliharaan alam di Banten Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Villa Hejo Kiarapayung, pada hari Sabtu (7/11/2026).

Penelitian “Pangauban Sanggabuana Membedah Tradisi Lisan Mengenai Konsep Kewilayahan Tradisional Banten Kidul” bertujuan untuk merevitalisasi fungsi budaya sebagai modal sosial dalam penetapan wilayah atau penataan ruang hidup bersama. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mendorong integrasi kearifan lokal ke dalam Rencana Pembangunan Daerah hingga Nasional. Penelitian ini memiliki urgensi dalam pemajuan kebudayaan, terutama dalam upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan nilai-nilai tradisi yang hidup di masyarakat Adat Banten Kidul (Banten Selatan).

Pada kesempatan ini, GMLS bersama Moh. Iqbal Ashegaf selaku peneliti, anggota dewan AMAN, dan KUMALA menelaah bagaimana tradisi lokal dapat diselaraskan dengan penelitian modern demi menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Lebak Selatan. Melalui forum ini, mahasiswa didorong untuk kembali mengingat budaya Sunda yang telah diwariskan oleh para leluhur (karukun). Peserta diajak untuk menggunakan mata (perspektif) adat dan mata kebencanaan untuk melihat ruang suci (situs adat) yang ada di Banten. Dengan memelihara ruang-ruang kunci yang tertera pada budaya Sunda, manusia dan alam dapat hidup berdampingan.

Direktur GMLS, Anis Faisal Reza, menekankan pentingnya harmoni antara tradisi para leluhur dan penelitian modern dalam menjaga lingkungan. “Ketika ruang kunci rusak, hujan biasa pun bisa menjadi bencana. Oleh sebab itu, kita harus menghubungkan ruang adat dengan keselamatan warga dalam membuat sebuah perencanaan”, tutur Anis.

Sebagai penutup, Anis mengingatkan potensi gempa megathrust di selatan Jawa yang telah menjadi perhatian dalam penelitian kebencanaan. Oleh sebab itu, GMLS senantiasa hadir untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana di Lebak Selatan.

Backgrounders

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana. Setelah mendampingi Desa Panggarangan meraih status Tsunami Ready Community dari IOC–UNESCO, GMLS berencana melanjutkan program serupa di sejumlah desa pesisir lain di Lebak Selatan dalam waktu dekat.

Kontak Media

Marvelous
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. ‪+62 877-8835-5500
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com

Share this Events

Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan

ALAMAT

Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392

Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.