Tanggal Rilis: 19 Juni 2026 | 16:46
Lokasi: Panggarangan
Penulis: Steven Eduard
BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sosialisasi Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal Sunda di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman gempa bumi serta tsunami melalui media komunikasi yang memanfaatkan bahasa dan identitas budaya lokal.
Sebagai wilayah pesisir yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, kawasan Bayah memiliki potensi risiko gempa bumi dan tsunami yang cukup tinggi. Meski demikian, upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, mengenai jalur evakuasi dan langkah penyelamatan diri masih menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat.
Manajer Proyek kegiatan, Raadivah Shulha, berupaya menghadirkan media komunikasi kebencanaan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat melalui rambu evakuasi berbasis kearifan lokal tersebut. Penggunaan unsur budaya Sunda di dalam rambu diharapkan dapat membangun kedekatan emosional sehingga pesan mitigasi tidak sekadar dipahami, tetapi juga lebih mudah diingat dan diterapkan saat situasi darurat.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan penjelasan secara interaktif mengenai pentingnya mengenali rambu evakuasi, memahami jalur penyelamatan, serta mengetahui langkah-langkah krusial saat bencana terjadi. Keterlibatan aktif peserta menjadi fokus utama agar proses pembelajaran berjalan dua arah.
Pembina OSIS SMAN 1 Bayah Ryan Fazryana Nugraha menyampaikan, pendekatan budaya lokal memiliki peran vital dalam meningkatkan efektivitas komunikasi mitigasi bencana.
“Melalui penggunaan bahasa dan identitas budaya Sunda, kami berharap pesan-pesan mitigasi dapat terasa lebih dekat dengan kehidupan siswa. Ketika masyarakat merasa memiliki kedekatan dengan media yang digunakan, maka informasi yang disampaikan akan lebih mudah dipahami, diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ryan.
Kolaborasi antara UMN dan GMLS ini diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam edukasi kebencanaan berbasis masyarakat. Kegiatan ini bukan sekadar upaya transfer pengetahuan, melainkan langkah awal dalam membangun budaya siaga bencana yang berkelanjutan di lingkungan sekolah dan warga Bayah.
Ke depan, para siswa yang telah teredukasi diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pengetahuan mitigasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan masyarakat pesisir yang lebih tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang dapat terwujud
__
Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)
Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Kontak Media
Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Admin: Dayah Fata Fadillah
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 858-8820-0600
Share this Events
Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392
Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.