Tanggal Rilis: 16 Juni 2026 | 12:08
Lokasi: Panggarangan
Penulis: Steven Eduard
BAYAH – Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menghadirkan program edukasi mitigasi bencana bertajuk Sawala Lembur di SMAN 1 Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya sadar bencana di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang menggabungkan pengetahuan kebencanaan dan kearifan lokal.
Sebanyak 60 pelajar mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman terhadap risiko bencana sekaligus membangun kesiapsiagaan sejak usia sekolah. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara GMLS dan UMN dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana.
Manajer Proyek Sawala Lembur, Gina Fajriatien Nisa, menilai, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan kesadaran mitigasi kepada masyarakat sejak dini.
“Mitigasi bencana tidak cukup hanya dibangun saat terjadi keadaan darurat. Kesadaran harus tumbuh jauh sebelumnya melalui pendidikan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan generasi muda,” ujar Gina.
Menurutnya, pelajar memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pengetahuan mitigasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Salah satu fokus utama Sawala Lembur adalah memperkenalkan pengetahuan lokal yang selama ini berkembang di masyarakat pesisir selatan sebagai sistem peringatan dini. Melalui gelar wicara (talkshow) bertajuk “Bahasa Laut sebagai Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana”, peserta diajak memahami cara masyarakat membaca tanda-tanda alam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta menjelaskan, pengintegrasian ilmu pengetahuan modern dengan pengalaman masyarakat lokal sangat dibutuhkan untuk membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih efektif.
Selain sesi diskusi, acara ini juga menjadi momentum peluncuran Buku Katalog Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal. Buku tersebut dikembangkan sebagai media edukasi publik agar masyarakat lebih mudah memahami jalur evakuasi dan prosedur keselamatan melalui pendekatan visual.
Para peserta juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif, termasuk permainan papan (board game) mitigasi bencana dan pameran media edukasi yang memperkenalkan konsep kesiapsiagaan secara menarik dan aplikatif.
Kepala SMAN 1 Bayah Asep Darmamulya mengapresiasi inisiatif edukasi kebencanaan yang menyasar langsung para pelajar tersebut. “Pengetahuan mitigasi bencana merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan potensi ancaman bencana. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelajar,” katanya.
Melalui Sawala Lembur, GMLS dan UMN berharap sinergi antara komunitas, institusi pendidikan, dan pemerintah makin kuat dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Bagi warga Lebak Selatan, langkah ini menjadi wujud nyata dalam membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
__
Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS)
Didirikan pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah organisasi komunitas yang berdedikasi pada upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) berbasis masyarakat. Berpusat di kawasan pesisir Kabupaten Lebak, Banten, GMLS aktif mendorong program literasi mitigasi, kesiapsiagaan komunitas, dan pembentukan ekosistem desa yang tangguh terhadap ancaman gempa dan tsunami.
Kontak Media
Steven Eduard
Media Relations Manager
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 852-6011-2525
Email: gugusmitigasibaksel@gmail.com
Admin: Dayah Fata Fadillah
Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 858-8820-0600
Share this Events
Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392
Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.