events

Temanku Si Tsunami, Program Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar oleh Mahasiwa UMN dan GMLS

Tanggal Rilis: 21 Nov 2024 | 00:00

Lokasi: Panggarangan, Lebak

Penulis: Marcelline Tjhin

Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bencana “Temanku Si Tsunami” di SDN 03 Situregen, Kabupaten Lebak, pada 16-19 November 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran mitigasi bencana bagi siswa dan orangtua melalui kegiatan interaktif seperti simulasi evakuasi, Virtual Reality (VR), dan penggunaan alat peraga tsunami. Dengan melibatkan masyarakat lokal, acara ini bertujuan membangun budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Untuk mengedukasi siswa dan orangtua di wilayah rawan bencana, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) menyelenggarakan program edukasi mitigasi bertajuk Temanku Si Tsunami. Acara berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 19 November 2024 di SDN 03 Situregen, Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. Daerah itu dipilih karena termasuk kawasan rawan bencana. Salah seorang panitia penyelenggara, Bernadette Florine mengungkapkan, program berfokus pada peningkatan kesadaran serta keterampilan mitigasi bencana melalui serangkaian kegiatan interaktif, yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata terkait kebencanaan.

“Pendekatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan di kalangan masyarakat, khususnya pada anak-anak dan komunitas lokal,” terang Bernadette Florine pada Rabu, 20 November 2024

Dia menerangkan, acara tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa UMN yang terdiri dari, Gabriel Kristian, Bernadette Florine, Dhia Ara Ghaniapasha, Muhamad Syihab dan Gabriella Christie yang dipandu langsung oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan berkolaborasi dengan FPRB Situregen serta berbagai pihak. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam edukasi mitigasi bencana, khususnya di daerah rawan seperti Desa Situregen ini. Melalui sinergi ini, program Temanku Si Tsunami berhasil mengintegrasikan semangat edukasi dengan pendekatan kolaboratif untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana,” papar Bernadette Florine.

Hal senada disampaikan ketua pelaksana, Gabriel Kristian. Menurut Gabriel Kristian, pendekatan acara dilakukan dengan mengajak siswa dan orangtua untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan edukatif penggambaran kebencanaan. Pendekatan itu meliputi, sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR). Pada pelaksanaannya siswa belajar tentang langkah-langkah evakuasi dini pentingnya memiliki tas siaga bencana, zona rendaman tsunami, dan zona evakuasi terdekat.

Berikutnya adalah prototype wave tank dan patahan meliputi menggunakan patahan untuk menggambarkan pergeseran lempeng dan wave tank sebagai alat peraga kejadian tsunami di pesisir. Selanjutnya simulasi mitigasi gempa dan tsunami dengan media interaktif.

“Kegiatan ini menggabungkan pembuatan denah pop-up sebagai media kreatif untuk mengenali titik evakuasi aman di lingkungan sekolah dengan simulasi mitigasi gempa menggunakan role-play. Berikutnya sosialisasi dan buku pop-up tsunami ready. Buku pop-up berisi pemahaman, tanda-tanda, potensi dan langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi tsunami. Selain itu ada tabletop exercise yang meliputi latihan berbasis diskusi gladipeta menggunakan figuran untuk mensimulasikan skenario bencana,” jelasnya.

Lebih jauh dia menerangkan, kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan dengan Virtual Reality (VR) serta Gladipeta Tabletop Exercise dikhususkan kepada orangtua siswa kelas tiga SDN 03 Situregen. Harapannya para orangtua lebih bisa melihat bagaimana penggambaran kejadian bencana tsunami melalui metode VR, kemudian mensimulasikan jalur evakuasi pada Gladipeta Tabletop Excercise.

“Khusus untuk siswa kelas tiga SDN 03 Situregen, kegiatan merupakan prototype wave tank dan patahan. Simulasi mitigasi gempa dan tsunami dan buku pop-up dengan mempertimbangkan perkembangan usia dan kemampuan anak-anak,” paparnya.

Setiap komponen kegiatan ini dibuat lebih interaktif dan melibatkan kemampuan sensorik serta motorik peserta. Siswa tidak hanya mendengarkan atau melihat penjelasan, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dengan merasakan, menyentuh, dan berinteraksi langsung dengan media pembelajaran yang disediakan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak lanjutnya, acara Temanku Si Tsunami sukses menjadi langkah awal dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak sejak usia dini, sekaligus melibatkan orangtua mereka. “Kegiatan yang edukatif dan interaktif ini tidak hanya memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya persiapan menghadapi bencana, tetapi juga mendorong orangtua untuk turut serta dalam mendukung dan mengajarkan langkah-langkah mitigasi bencana di rumah,” tutupnya.

Panggarangan, Lebak – Penulis: Marcelline Tjhin
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Anis Faisal Reza
Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan
Telp. +62 878-0979-8555

Tentang Gugus Mitigasi Lebak Selatan:
Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) adalah sebuah komunitas  yang didirikan oleh masyarakat yang tinggal di Desa Panggarangan, Lebak Selatan, Banten. Sebagai sebuah inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk membangun masyarakat Lebak Selatan yang siaga dan tangguh dalam menghadapi bencana, GMLS bergerak dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.

Per tahun 2023, Gugus Mitigasi Lebak Selatan beranggotakan delapan orang dari berbagai latar belakang dan usia. Berkolaborasi dengan 28 kolaborator yang bergerak di berbagai bidang, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mewujudkan Tsunami Ready Program di wilayah Lebak Selatan yang diukur melalui 12 Tsunami Ready Indicators. Saat ini, Gugus Mitigasi Lebak Selatan sedang menginisiasi Community Resilience Program di wilayah Lebak Selatan bersama kolaborator dan perguruan tinggi dari berbagai negara.

Sejak pertama kali dibentuk pada 13 Oktober 2020, Gugus Mitigasi Lebak Selatan telah mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari banyak pihak, di antaranya National Tsunami Ready Board (NTRB) Indonesia dan penganugerahan status Tsunami Ready oleh International Oceanographic Commission UNESCO (IOC-UNESCO).

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.gmls.org, dan media sosial GMLS, Instagram (@gugusmitigasibaksel), TikTok (@gugusmitigasibaksel), YouTube (Gugus Mitigasi Lebak Selatan), dan Facebook (Gugus Mitigasi Lebak Selatan).

Share this Events

Komunitas berbasis masyarakat yang bergerak di bidang mitigasi kebencanaan di Lebak Selatan

ALAMAT

Villa Hejo Kiarapayung, Kp. Kiarapayung, RT 004 RW 004, Desa/Kec. Panggarangan, Kab. Lebak, Banten - 42392

Copyright 2025, GMLS. All Rights Reserved.